
"Mengapa rumah begitu gelap dan sepi, apakah pelayan nya sudah pulang?" Renata tertidur setelah pulang berbelanja, ia terbangun melihat rumah yang sudah sunyi.
Terdengar sebuah mobil datang , tak lama Bob pun nampak masuk.
"Kamu" Renata menatapnya
"Kenapa? apa ada yang salah?" Bob bertanya ,
"Tidak" berusaha menyangkal
"Katakan tidak usah ragu" Bob mendekatinya.
"Kamu hari ini pulang lebih cepat" Bicara dengan pelan. Bob tersenyum dan terus mendekat "Karena aku merindukanmu"
Wajah Nata memerah, ia mendorongnya .
Uh, Renata merasakan perutnya yang perih , meraba perutnya.
"Kenapa" Bob meraba perutnya.
Renata terkejut, bergerak mundur . "Tidak" ia menatapnya.
Bob merasa heran , Renata tiba-tiba gugup saat Bob menyentuh perutnya . Yang ia rasakan adalah janin dalam rahimnya .
"Apakah Bob akan menyadarinya?, cepat atau lambat ia akan tumbuh, perutku akan besar" Renata terdiam menatapnya .
"Ada apa?" Bob membelainya.
"Aku lapar" Renata bicara dengan lirih ,
Bob menuntunnya , melihat makanan yang sudah siap tersaji .
"Ini masih hangat" menunjukkannya pada Nata . Nata pun duduk menghampirinya .
"Makanlah yang banyak" Bob bicara disaat Renata sedang lahap makan.
"Ada apa?" tanya Bob yang melihat Nata tiba-tiba terdiam .
Renata merasa yakin jika Bob belum mengetahui kehamilannya . ia pun merasa baik-baik saja dan memakan makanannya hingga tak bersisa.
Renata melihat Bob yang terus memperhatikannya .
"Kamu tidak makan?" tanya nya
"Sudah" Bob tidak makan banyak, karena ia sudah makan dikantor.
Renata sangat ingin bertanya , namun ia mengurungkan niatnya .
Setelah makan Renata pergi untuk menonton tv, sedangkan Bob masuk kedalam kamar untuk mandi .
Tak lama setelah itu ,Bob keluar , Renata melihat Bob menghampirinya, ia kini berpakaian kimono .
"Aku merindukanmu" Bob duduk disampingnya dan mendekapnya.
"Tatapan apa ini" Renata melihat Bob yang kini mendekat dan menatapnya.
"Kini ia menciumku" mata Nata tampak terbelalak , dan tak lama ia pun membalas ciumannya .
__ADS_1
"Ini sudah malam, ayo kita kekamar" pinta Bob.
Bob pun menggendongnya masuk kedalam kamar .
"Tunggu" Renata menghentikannya, yang sudah terbaring diranjang. Bob menatapna .
Renata berpikir bagaimana ia menjelaskan jika ia sedang berhati-hati, karena ia sedang hamil.
"Apa kamu akan mengajakku melakukan itu?" tanyanya dengan polos . Bob tersenyum gemas, "Mungkin"
"Kamu serius ingin melakukannya?"
"Mengapa tidak ! aku tidak akan menyakiti anakku" Renata sontak kaget mendengarnya, "Apa!? , dia mengetahuinya" ucapnya dalam hati .
********
Tiga bulan berlalu sejak hari wisuda, "Kini perutku semakin besar" Renata mengelus-elus perutnya ,
"Sayang, kamu sangat aktif" terasa janinnya menendang.
Akhir-akhir ini Bob begitu sibuk , meskipun begitu dia tidak pernah melupakan tanggungjawabnya sebagai suami dan ayah.
Handphone Nata berdering , panggilan masuk dari suami .
"Hallo" Renata menjawabnya
Bob mengatakan jika ia akan melakukan perjalanan bisnis . Dan kini aku hanya seorang diri.
Bob menyuruh supir untuk mengantar Nata ke rumah Ibu , selama dia pergi , Nata akan tinggal bersama Ibu.
"Aku sebaiknya berkemas , Bob berkata ia akan 4 hari di paris , paling lama 6 sampai 7 hari" Renata berceloteh sendiri , ia sedang memilah pakaiannya.
"Kak, keponakanku laki-laki atau perempuan ?" tanya Daniel yang penasaran .
"Kenapa memangnya?" tanya Nata
"Tidak , aku mau tau saja"
"Perkiraan Dokter perempuan"
"Wah , pasti dia imut, sudah tidak sabar ingin melihatnya" , Nata tersenyum .
"Ibu aku ingin tidur dikamar" pinta Nata pada Ibu.
"Pergilah" jawab Ibu
Renata pergi kedalam kamar yang sudah Ibu siapkan.
Renata berbaring diranjangnya "Dimana dia sekarang?" memikirkan Bob.
Renata tidak pernah menyangka , jika hubungan nya dengan Bob kini begitu baik . Diawali dengan pernikahan kontrak, namun kini mereka bahkan bersiap memiliki bayi .
"Aku tidak pernah menyadari jika aku akan jatuh cinta padanya, bahkan dapat mengandung anak darinya" Renata tidak berhenti memikirkan Bob .
Keesokan pagi , Renata merasa bosan diam dirumah , ia rindu kuliah, rindu teman-teman . "Unge apa yang sedang kamu lakukan sekarang?".
Tiba -tiba panggilan dengan nomor tak dikenal menelpon .
__ADS_1
"Halo" dengan ragu Nata menjawabnya.
"Sayang , kamu sudah bangun"
Deg jantungnya berdetak "Ini suamiku yang menelpon ,Bob"
"Ya , aku sudah bangun sejak tadi" jawab Nata.
Ibu datang hendak memanggil Nata , mengajaknya untuk sarapan . Terlihat wajah Nata begitu berseri , Ibu sangat bahagia karena apa yang ia harapkan sudah Tuhan kabulkan . Ibu pun pergi setelah melihat putrinya sedang menerima telpon dari suaminya .
"Nyonya" seorang assisten rumah memanggil.
"Ya" jawab Nata
"Ibu anda sudah menunggu untuk sarapan"
"Baik" Renata pun berjalan , menuju ruang makan.
"Makanlah yang banyak ,agar anakmu sehat" Ibu tersenyum menggodanya.
Renata mengangguk , "Oya , Ibu mertuamu akan kemari" , Ibu memberitahu Nata.
Benar saja tak lama diceritakan, Ibu nya Bob datang. Ia membawa banyak sekali barang.
"Ibu apa ini , banyak sekali barangnya"
"Sini cepat lihat , pakaiannya lucu-lucu" ,ternyata isi tas penuh barang itu adalah pakaian bayi .
Renata sangat senang , dan segera ingin melihatnya.
Seluruh keluarga sudah yakin , janin yang dikandung Nata berjenis kelamin perempuan.
"Apakah suamimu , akan pulang lebih cepat?" tanya Ibu Bob.
" Entahlah Bu semoga saja pekerjaannya cepat selesai" doa Nata.
dred, suara handphone Nata bergetar , ada sebuah pesan masuk dari Bob, dan satu pesan lagi baru masuk . Nata segera membaca pesannya .
"Sayang aku baru saja tiba di paris, sekarang aku dalam perjalanan menuju hotel" , wajah Nata berseri membaca pesannya.
"Ada satu pesan lagi !?" Renata membacanya
"Apakabarmu? lama tidak jumpa" pesan tidak bernama , "Siapa??" Nata bertanya-tanya , pesan dari siapa.
Ditempat lain bersama sekretarisnya Al menuju hotel, dan malam nya mereka akan bersiap untuk rapat bersama klien .
Renata pergi ke kamarnya, ia terbaring diranjang sembari memikirkan Bob, dan penasaran pesan yang tidak bernama tersebut , ingin sekali ia tanyakan . Namun jika mereka sangat dekat, ia tidak akan mengiriminya pesan, namun akan langsung bicara dengannya . Renata pun tertidur setelah memikirkannya . Tak ia sadari langit sudah gelap . Bob yang sedang duduk di cafetaria , mengirimnya lagi pesan .
"Istriku, apakah kalian sudah makan ? bagaimana anakku disana , apakah ia sedang menendang?"
Renata yang masih tidur nyenyak , tidak mengetahui ada pesan masuk.
Lama Bob menunggu balasan pesan dari Renata, klien pun datang . Ia pun bersama Al menemuinya . Renata terbangun waktu sudah menunjukkan jam 7 malam.
"Sayang , makanlah Ibu sudah menyiapkan sup untuk mu" Renata keluar dari kamar dan Ibu memanggilnya untuk makan malam bersama.
Renata tersenyum senang, aroma sup yang enak , menggugah selera makannya .
__ADS_1
Setelah makan Nata pergi ke kamar untuk membersihkan diri, dan melihat handphone nya diatas meja, ada panggilan tidak terjawab sebanyak 3 kali dari suami dan beberapa pesan .
"Sayang klienku sudah datang , jangan lupa makan vitaminnya, jaga anak kita baik-baik " .