
"Raka , sekarang waktunya Raka tidur"
Raka menggengam erat baju Nata,
"Mama akan kembali lagi besok" senyum Nata padanya.
Raka memeluk, "Mama tidur disini saja"
"Raka , tidak boleh manja ya" ,pipi Nata memerah sesaat Raka mengatakannya.
"Raka biarkan Mamamu pergi" Bob sama sekali tidak membantunya.
Raka pun sedih, dan akhirnya mau diantar Nata ke kamar nya.
"Mama tinggal ya" gumam Nata pada Raka yang sudah terbaring diranjangnya.
Nata pun pergi setelah mengecupnya.
Bob dia berdiri diluar ,dibalik kamar Raka.
"Terima Kasih" ucapnya.
"Bob kapan para pembantumu kembali?" ,Bob diam merasa kesal .
"Sungguh tidak sopan" gerutunya dalam hati. Bob menangkap lengannya .
"A.. Apa ini , lepas" Nata bicara pelan, tak ingin terdengar Raka. Bob pun mengerti ,ia menariknya ke tempat lebih jauh.
"Katakan sekali lagi!, kamu sudah mulai berani memanggil namaku, semakin dibiarkan semakin berani saja"
"Lepaskan" hanya kata-kata itu yang dapat Nata katakan, ia sadar dirinya telah salah.
"Kamu lupa, aku belum menceraikanmu"
"Baiklah, maafkan aku" , Nata memahami maksud Bob.
"Bagaimana jika kamu tinggal saja malam ini, disini !"
"Tidak" terhimpit ditembok, Bob menekannya.
"Kamu memang berbeda" Bob menghela nafas dan melepasnya.
"Aku akan pergi" , Nata segera pergi namun Bob menangkapnya lagi.
"Apa lagi yang kamu mau , lepas" ,Nata mencoba berontak.
"Ikut denganku sebentar" ,Bob menariknya ke dapur.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Nata.
"Aku ingin camilan, buatkan!"
"Camilan apa??" Nata mulai kesal.
"Apa saja"
"Bukankah kamu baru saja makan?"
"Itu berbeda" gumam Bob.
"Manis atau asin?"
"Hmm.. Manis" Bob bicara dengan menjilat bibirnya.
Renata menatapnya dengan remeh.
Natapun menyiapkan bahan-bahan yang ada. Dan membuatnya.
__ADS_1
"Kamu tidak sedang mengerjaiku kan?"
"Tidak"
Nata mengerjakannya dengan agak kesal.
"Seharusnya kamu mengerti, janjiku melayanimu hanya dengan batas waktu tertentu, seharusnya kamu juga tahu jika aku harus mengurus bayimu yang lain" Nata keceplosan , dia segera menyadari apa yang baru saja dia katakan.
Bob ia terperangah , beranjak dari kursinya.
"Bayiku yang lain !?" ,
Jantung Nata berdetak cepat, ia tampak takut.
"Tidak ,maaf aku salah bicara"
"Mereka bayiku?"
"Bayiku,aku salah menyebutnya" bicara dengan mendorong Bob yang berdiri dihadapannya.
Nata pun berbalik kembali mengerjakan pekerjaannya. Tiba-tiba Bob memeluknya dari belakang.
"Tetaplah seperti ini" , Nata tertegun .
"Aku sangat senang, jika memang bayi itu milikku, jangan pernah sembunyikan apapun dariku" Bob bicara dengan tegas, membisikkannya.
Nata tidak melawan. Dia hanya tertegun dan fokus pada pekerjaannya.
Bob pun melepasnya, melihat reaksi Nata yang begitu tenang. Dia kembali duduk pada kursinya.
"Sepertinya aku memang harus melakukannya" gumam Bob dalam hati, dia memikirkan sebuah rencana.
"Ini ,aku harus segera pergi" Nata menyajikannya , dan segera melepas celemeknya.
"Tunggu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu"
"Apa" Natapun duduk , dengan kode Bob yang menyuruhnya duduk.
"Kamu tahu kemarin Claire menginap disini?!"
"Tidak, aku tidak tahu"
"Hmm ... begitu" Bob tersenyum nyingir padanya, padahal Bob tahu persis jika Nata datang pagi tadi, Bob melihatnya direkaman CCTV depan rumah.
"Kamu ingin tahu apa yang aku suka darinya?"
"Maaf Tuan, waktuku tidak banyak, aku harus segera pergi" Nata segera beranjak, dan Bob menahan lengannya.
"Seharusnya kamu dengar dulu, untuk tahu maksudku".
Nata menyerengeh kesal.
"Apa .. Apa yang ingin kamu ceritakan?"
"Kamu tahu bagaimana aku bertemu dengannya? Dan wanita seperti apa dia? " , Nata menunjukkan respon yang tidak tertarik mendengarnya.
"Aku bertemu dia saat dia menjadi model untuk perusahaanku, dan dia benar-benar wanita yang berani, aku sungguh terkesan padanya" Bob menyerengeh sendiri.
"Dia juga memperlakukanku dengan sangat manis dan sexy" , Bob memceritakan bagiannya. Namun Renata sudah sangat kesal mendengar ocehannya.
"Maaf aku harus pergi" , dan Bob menahan nya lagi.
"Apa kamu pernah seperti itu pada priamu?" Bob menatapnya sangat dekat.
"Maksudmu bersikap manis dan sexy?"
Bob menatapnya , "Tentu saja, aku pun pernah seperti itu pada priaku"
__ADS_1
"Benarkah??" , Bob semakin mendekat, Nata grogi dibuatnya,jantungnya berdebar. Nata beranjak dari tempatnya, dan Bob dengan cepat menyuapinya .
"Kau?!" Nata terkejut ,Bob memakan pancakenya, dimulutnya Nata.
"Seperti ini?!" , Bob menjilat dan membersihkan serpihan sisa makanannya pada bibir Nata.
Nata tertegun dengan sikap Bob, jantungnya tidak berhenti berdebar sangat kencang. Nata tertegun, dan mematung.
Bob tersenyum nakal padanya, Nata segera sadar . Dia pun beranjak mengambil tisu dan ingin mengelapnya ,Bob datang berjalan mengikutinya, dan akan memeluknya, namun Nata segera menangkisnya, dan meleset , terjatuh di dekapan Bob.
"Aaa" teriaknya , dan Bob memaksa ingin menciumnya.
Nata dengan sigap berontak , melepaskan diri darinya. Dan pergi dengan tergesa-gesa dari rumah Bob. Bob hanya tersenyum membiarkannya , Bob sadar yang telah ia lakukan pada Nata, dan cukup puas menggodanya.
Nata ia tertegun sejenak, setelah masuk kedalam mobilnya, ia melihat pipinya yang memerah, dan merasa hangat. Begitu sesak dia rasa. Natapun dengan cepat, segera pergi dari sana.
*******
"Nat, kenapa lama sekali?" tanya Ibu, Danielpun menghampiri kakanya. Nata terlihat kacau.
"Aku baik-baik saja, dimana sikembar?" Nata segera pergi mencarinya dikamar.
"Tadi Joshua rewel, dia sedikit hangat" ,Joshua bayi laki-lakinya.
"Perawat sudah memberinya obat?"
"Sudah, diawasi Ibu"
"Baguslah" Nata mengusap wajah bayinya.
Nata keluar dari rumah Bob saat angin bertiup sangat kencang, dan ada sedikit guyuran gerimis hujan, rambutnya nampak lepek dan kusut, pakaianpun berantakan. Nata bercermin melihat dirinya, dan segera ia mandi berendam .
Nata ia memegang jantungnya, memikirkan saat tadi bersama Bob.
Alex ia baru pulang, dia menanyakan Nata pada Ibu. Lalu masuk kedalam kamarnya.
Ibu sangat pelik memikirkan hubungan mereka berdua.
"Mereka sama sekali belum pernah tidur bersama" gumam Ibu dalam hati.
*******
Bob dia masih melamun, menatap kosong pada kaca jendela kamarnya. Dia penasaran pada kehidupan Nata dan Alex.
******
Beberapa hari kemudian, Bob mendengar jika Nata mencari pengasuh bayi baru, karena pengasuh nya mendadak berhenti ,akan pulang kampung.
"Selamat pagi" seorang wanita muda diantar pelayan masuk kedalam rumahnya.
"Saya akan melamar sebagai pengasuh dirumah ini" , wanita itu memberikan dokumennya.
Nata memeriksanya dengan seksama.
Nata curiga darimana wanita ini tahu , jika dia sedang membutuhkannya. Dan pengalamannya bukan main.
"Baiklah, aku akan mengujinya untuk beberapa hari, jika kamu bagus aku akan mengontrakmu"
"Baik, terima kasih nyonya" gumam wanita itu.
Nata menunjukkan kamar sikembar, dan memperkenalkannya dengan pengasuh lain. Pelayan dirumah pun mengajari aturan dirumah itu padanya.
"Nat, syukurlah kita segera mendapat gantinya" seru Ibu.
"Ya Bu" gumam Nata.
Alex , pagi-pagi sekali dia sudah pergi . Nata beberapa hari ini juga dia tetap berada dirumah, memperhatikan sikembar terutama Joshua.
__ADS_1
Makanan untuk Raka , hanya Al yang datang untuk mengambilnya.