Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Terjebak


__ADS_3

"Nona ada seorang tamu datang" ucap salah seorang pegawai butik .


Sharon segera beranjak dari tempat duduknya ,


"Selamat siang" , Dila menyapa nya , tanpa segan lagi ia menerobos masuk dan menyapanya.


Sharon yang tidak mengenalinya , hanya bisa menegurnya dengan sopan. Dimata Sharon Dila hanyalah sebagai calon pelanggan.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sharon , akan tetapi Dila hanya nampak berjalan-jalan dan melihat-lihat.


"Aku dengar kamu sedang dijodohkan dengan Bob?" Dila tiba-tiba bicara dan menyerengeh padanya.


Sharon terkejut , siapa wanita ini , berani bertanya dan mengatakan hal itu .


Sharon melihat pada para pegawainya disana , mereka pun memahami dan meninggalkan Sharon bersama Dila .


"Maaf siapa anda?"


Dila menampakkan wajahnya yang kecus .


"Seleranya lumayan juga, tidak buruk" dan Dilla berjalan mendekatinya . Nampak akan berbisik ,


"Sebaiknya kamu cepat pergi, sebelum hal buruk menimpamu", Sharon terkejut mendengarnya.


"Apa maksudmu? siapa kamu? " Sharon meninggikan suaranya .


"Kamu akan tahu , maka daripada itu, ikuti saranku , bye" Dilla berjalan pergi dengan tertawa senang.


Sharon sangat kesal , karena ia tak tahu apapun, dan tahu siapa? siapa wanita gila tadi , gumamnya.


Dila tidak tahu jika Renata kembali ke Negara S dan masih hidup .


Dila ia nampak santai berendam di bathtubnya sambil meminum anggur. Dila membayangkan hal-hal gila bersama Bob. Ia terangsang oleh khayalannya sendiri .


"Hahahahaha" terdengar gelak tawanya ,


"Aku sudah gila , aku terus membayangkan bercinta dengannya, Bob aku sangat ingin melakukannya denganmu"


Dila berpikir hal-hal gila, untuk dapat mewujudkannya. Dila pun memiliki rencana licik .


Dila menemui salah satu temannya , yang juga kenal dekat dengan Bob yaitu Renard.


Dila memanfaatkan situasinya untuk mendapatkan keinginannya.


Disuatu malam, Bob berjanji bertemu dengan temannya itu , ia adalah teman lama. Namun Bob sangat menghargainya karena dulu ia pernah membantunya.


Seorang teman itu bernama Renard , Renard mengajaknya bertemu di Kelab.


"Disini" Renard melambaikan tangannya , Bob pun menghampirinya . Tempat yang begitu ramai dan gaduh.


"Hai" mereka saling menyapa , dan Renard pun tidak sendiri , ia bersama beberapa temannya. Mereka bertegur sapa , dan bersama sampai semalaman .


Mereka tak berhenti bergurau dan mengobrol juga minum .


"Ayo cepat minum , kita sangat jarang bisa minum bersama" ucap Renard.


Bob tak menaruh curiga apapun . Bob hanya mengikutinya.


"Kebetulan akupun sangat suntuk" jawab Bob


"Hahahaha" terdengar mereka pun tertawa.


"Hai kamu sudah mabuk" ucap Renard


"Kamu juga" jawab Bob.


Digelas terakhirnya, Renard memulai aksinya, ia memasukkan sesuatu kedalam minuman Bob.

__ADS_1


Tanpa menaruh curiga apapun, Bob pun meminumnya .


Setelah minum minuman tersebut, pandangan Bob menjadi kabur , Bob pun merasakan sakit dikepalanya .


Terlihat Renard yang sedang tertawa berbicara samar padanya .


"Teman , hai , kamu baik-baik saja" terakhir terdengar kalimat itu . Dan Bob pun tertidur pingsan.


Bob tidak tahu jika ia telah dipindahkan seseorang , ia nampak gelisah . Terlihat samar dari pandangannya .


"Dimana ini? , mengapa panas sekali" Bob menyadari jika kini dia sedang berada diatas ranjang .


Masih terlihat samar , ada seorang wanita berpakaian tipis menghampirinya . Wanita itu menggeraikan rambutnya .


"Kamu siapa?" Bob bicara dengan parau,


Wanita itu tidak bicara, ia naik keranjangnya, membelainya , dan membuka pakaiannya Bob.


"Hentikan" Bob menghempaskan lengan wanita itu .


"Aku akan menyenangkanmu, diam dan nikmatilah" bisik wanita itu .


Bob masih merasakan kepalanya yang begitu pusing dan berat. Ia tak memiliki tenaga untuk bergerak diranjangnya .


Wanita itu adalah Dila , ia ingin memuaskan nafsunya pada Bob, yang selama ini ia idamkan.


Dila memberikan obat perangsang pada Bob, dan sebentar lagi obat itu pasti akan bekerja pikirnya.


Bob sudah mulai terangsang dengan gigitan-gigitan Dila .Dila tidak berhenti bergerak . Dan Bob pun merasa akan meledak.


Bob bergerak berbalik menindih Dila , Dila sangat senang, berpikir malam itu pasti akan terjadi.


"Ayo cepat lakukan" bisik Dila sembari membelai wajahnya . Dila bergerak menciumnya.


"Aaa" Bob merasakan sakit yang begitu hebat dikepalanya . Bob berusaha untuk sadar, dan melawan keinginannya.


Bob pun berdiri dari ranjang itu dengan berjalan terhuyung .


"Tunggu" Dila menariknya "Kamu tidak boleh pergi" ,


Dila mendekapnya, ia nampak menggerayangi lagi tubuh Bob.


"Kamu siapa?" tanya Bob


"Aku" Dila berpikir sejenak untuk mengerjainya.


"Aku Renata" Dila mengatakan itu, berharap Bob masuk kedalam perangkapnya.


"Nata?" Bob menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menyadari dan dapat melihat wanita itu dengan jelas , namun Bob menyadari jika ia bukanlah Nata, sikapnya berbeda dengan Nata.


"Pergi" tegas Bob.


"Tidak , sudah seperti ini , aku tidak akan melepaskanmu" Dila terus memeluknya . Dan Bob kini mendorongnya , hingga Dila pun terjatuh .


Bob mencari pakaiannya, dan memakainya .


Dila tidak ingin usaha nya sia-sia . Ia menarik lengan Bob .


"Tidak kamu tidak boleh pergi" , Bob terus melawannya , melepaskan tangkapannya.


"Baik jika itu yang kamu inginkan" gumam Dila dalam hati, ia memiliki rencana lain.


Dila merobek-robek pakaiannya, mengacak ngacak rambutnya , dan membuat beberapa cakaran dilengan dan lehernya .


Saat Bob hendak selesai berpakaian , Dila berlari menghalanginya dipintu . Dan berteriak sekencang -kencangnya . "Toloooong" teriaknya "Toloooong aku".


Bob semakin heran , ia tak dapat mengontrol dirinya. Tubuhnya sudah sangat kepanasan . Juga kepala yang terasa sakit. Seseorang dari luar mendengarnya, segera ia memberitahu petugas dan pegawai hotel tersebut . Mereka berlari dan masuk kekamar hotel dimana Dila berteriak .

__ADS_1


"Aa tolong , dia akan memperkosaku" teriak Dila pada orang-orang itu.


Mereka sangat terkejut , termasuk beberapa tamu yang kebetulan sedang berada diluar tersebut.


"Dia begitu tampan, tapi tidak disangka dia begitu keji pada wanita"


"Kamu benar , padahal dengan modal parasnya dia bisa mendapatkan wanita manapun yang ia inginkan"


"Kamu benar , mengapa dia sampai ingin memperkosa , tinggal minta saja"


"Ya kamu benar , dia tampan, pasti banyak wanita yang ingin tidur dengannya " .Tak henti-hentinya orang-orang itu berceloteh pada Bob.


Bob tidak mendengar omongan mereka dengan jelas.


"Bung kamu sangat mabuk" ucap petugas keamanan disana .


Bob hanya menatapnya , ia mengeluarkan handphonenya , dan menyuruh nya menelpon Al.


"Pria gila , dia tertidur" Petugas keamanan itupun melihat Handphone yang Bob berikan. Ia pun menyalakan handphonenya . Dan ada satu kontak yang sering keluar masuk , petugas itu pun menekan tombol panggilannya.


"Halo, selamat malam"


"Malam" jawab Al.


Petugas keamanan pun menceritakan kejadiannya . Dan meminta Al segera datang menemuinya. Saat ini Bob digiring masuk kekantor kepolisian terdekat . Nampak Bob terkurung disana . Al sangat heran , mengapa ia sampai lengah, dan Bob tidak mengabari jika ia akan keluar malam ini .


Dari pihak kepolisian , menerangkan jika Bob terancam melakukan tindak pidana yaitu pemerkosaan pada seorang gadis yang bernama Dila .


Al tertegun setelah mendengar itu , ia tidak percaya jika Bob akan memperkosa Dila , itu adalah hal yang mustahil dan tidak pernah munkin Bob lakukan .


Al meminta jelas kesaksian dari korban . Namun korban tidak bersedia bicara . Dan semua sudah diwalikan pada pengacaranya . ucap petugas polisi tersebut.


Al pun tak dapat mengelak apapun, hanya dapat menjalani saja, apa yang sudah terjadi . Al melihat Bob dalam dinding jeruji besi . Al melihat Bob tidak sadarkan diri , ia memohon pada petugas kepolisian tersebut untuk mengetahui keadaan Bob .


Dan Bob sangat mabuk , Al merasa jika Bob tak hanya mabuk .


"Pak petugas , anda tahu apa yang terjadi pada Bos saya?!" , petugas itu hanya meliriknya , mengacuhkannya .


"Sial, ulah siapa ini? berani dia memanfaatkan keadaanmu".


Al segera pergi menemui Dila , setelah berhasil membawa pulang Bob dengan syarat dan jaminan . Namun proses hukum terus berlanjut.


Al mengetahui pelakunya Dila dari data pelapor korban dari petugas kepolisian.


"Permisi" Bob bicara pada assisten rumah Dila yang membukakan pintu untuknya .


"Biarkan dia masuk" Dila , ia berbicara dengan keras.


Al pun segera menerobos masuk ,


"Cabut gugatan anda"


"Apa??" Dila sangat marah , namun ia tertawa .


"Tidak, tidak semudah itu"


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Al.


"Tunggu saja , pengacaraku akan datang menemuimu"


"Tidak, sekarang saja , kamu katakan padaku"


"Sungguh memaksa" Dila tidak ingin mengalah,


"Baik, nikahilah aku " lanjutnya


Al mengerenyitkan dahi. "Sungguh licik" .

__ADS_1


"Pergilah, aku sudah tidak ingin melihatmu" Dila mengusir Al.


Al yang marah, ia pun tak ingin berlama-lama menatapnya . Al pun segera pergi dari rumah itu.


__ADS_2