
"Nat, aku tidak bisa berpisah denganmu" Unge segera membawa barangnya yang sudah ia kemas dengan rapi. Unge segera menuju bandara.
"Akhirnya Ayah mengizinkanku pergi" Unge diberi kepercayaan untuk mengurus salah satu anak perusahaan di Negara S.
"Oh ya , Nat apakah disana kamu memakai nama aslimu?"
"Tentu saja, Alex sudah mengurus semuanya"
"Baguslah, dulu setelah aku mendengar berita kematianmu , hatiku hancur"
"Lalu bagaimana dengan namamu di Negara I?
"Mengapa kamu menanyakan itu?"
"Baiklah, aku tidak akan menanyakannya, tunggu aku ya!" Unge segera memutusnya.
Unge langsung mencari rumah , yang ditunjukkan Ayahnya setalah sampai diNegara S.
Unge melihat-lihat isi rumah yang sudah dibersihkan oleh sipengurus rumah.
"Lumayan nyaman" Unge membaringkan badannya di ranjang.
*******
Sore hari Unge berjalan-jalan untuk mencari makan , ia pun janji bertemu Nata.
"Nat" Unge memanggilnya.
"Hai" Nata menghampiri.
"Tidak kusangka kamu menyusul juga"
"Aku tidak mau kesepian, aku sudah terbiasa dekat denganmu" Unge bersikap manja memeluknya.
"Aku tidak bisa berlama-lama keluar, khawatir pada si kembar"
"Baiklah, sehabis ini ayo kita kerumahmu" sahut Unge.
*******
"Selamat sore Ibu" Unge tiba-tiba datang langsung memeluk Ibu.
"Kamu darimana?" tanya Alex.
"Kamu sudah kembali?" tanya balik Nata.
"Ya , aku pulang lebih awal"
Alex sekilas melihat pada Unge. Alex tidak begitu suka pada Unge, begitu juga sebaliknya.
"Hallo" Unge menyapa sikembar .
"Nat, mana Raka?" tanya nya
Unge tidak tahu, karena Renata belum menceritakannya.
"Oh , Raka ?! dia?! dia bersama Bob"
"Bob" Unge nyaris berteriak.
Renata melototinya.
"Maaf"
Renata segera menghampirinya , mengajaknya berpindah tempat, dengan menyuguhkan beberapa camilan .
"Kenapa kamu yang repot" Unge menepuk bahu Nata.
"Tidak apa!" Renata menyerengeh.
"Apa dia pakai surat sakti?"
"Hmm" Renata mengangguk , bergumam padanya.
"Lalu , apakah kamu masih bisa menemuinya?"
"Entahlah, aku belum membicarakannya"
"Mengapa??"
"Aku terlalu malas berurusan dengan pria munafik seperti dia" , Renata membayangkan dimalam perjamuan , Bob terlihat perhatian pada Claire, sikapnya begitu manis. Renata menyerengeh sinis.
"Hei, ada apa denganmu Nyonya?" Renata menggodanya.
"Yaaa, buat apa aku memikirkan dia lagi, dia sudah cukup senang selama ini"
"Hmm, maksudmu?"
"Kasihan Dila sepanjang hidupnya hanya dikhianati, matipun tidak pernah dicintai, dia memang pantas"
"Hei, kamu mengoceh apa??"
"Sudahlah"
Unge melihat ke sekitar, nampak aman untuk bicara.
"Kamu sedang cemburu?" tanya nya pada Nata.
"Apa maksudmu??" Nata terperangah mendengar kalimat itu.
"Katakan saja, jangan membuatku penasaran!"
"Baiklah, kemarin malam aku bertemu dengannya dia bersama wanita itu"
"Wanita mana?"
"Yang kamu bawa padaku"
__ADS_1
"Oh, benarkah??" Unge geleng-geleng.
"Kamu tahu dimana pertama aku melihat mereka?"
Renata terbelalak karena penasaran.
"Dikamar hotel" , tegas Unge.
Buggs , refleks Renata memukul meja.
"Apa yang kamu lakukan?" Unge terkejut , minumannya hampir tumpah.
"Aku bersumpah benar-benar akan menceraikannya , dia akan menyesali semua perbuatannya" Nata melihat pada sikembar.
"Apa maksudmu?" Unge ketakutan sekaligus penasaran.
"Dia tidak akan pernah dapat mengakui mereka adalah anaknya" Renata menyerengeh, hampir gila.
"Wah, sepertinya pertempuran akan segera dimulai" gumam Unge .
******
"Tante, kenapa Tante kerumahku terus?" Raka menghalangi jalannya.
"Anak imut, kenapa? kamu tidak suka?" Claire mencubit pipinya yang chubby.
"Hentikan" Raka menghempasnya.
"Raka!" Bob menegurnya . Raka marah , diapun pergi kekamarnya.
"Tunggu sebentar" Bob bicara pada Claire, dan menyusulnya .
"Raka" , Raka bersembunyi , dia tertunduk duduk diatas ranjangnya .
"Raka.."
"Aku ingin pulang, aku benci Papa, aku tidak suka Papa" Raka terisak menangis.
Bob terdiam, dia memeluknya.
"Raka, apa yang Raka tidak suka dari Papa?"
"Papa jahat, Raka tidak suka Papa"
Bob tidak memahami maksud Raka.
"Katakan dengan jelas , agar Papa mengerti"
"Usir wanita itu" Raka terisak lagi.
"Ya ampun" ,Bob menyadari munkin putranya sedang cemburu .
"Baiklah jika Raka tidak suka Kaka Claire"
Bob beranjak dari tempatnya .
Supir mengantar Claire kehotel tempat nya menginap.
Bob menemui Raka kembali untuk bicara dengannya.
"Raka"
Raka melihat pada Bob,
"Maafkan Papa ya" , Bob memeluknya.
"Apakah pria harus bersama wanita?" tanya nya .
Bob terkejut dengan pembicaraannya,
"Anak sekecil ini, mengapa dia berpikir sedewasa ini , apa yang jadi penyebabnya?!" tanya nya dalam hati.
"Seorang anak yang hanya dapat bermain, tetapi dia mengerti urusan orang dewasa ,apa yang selama ini terjadi padanya" Bob marah , memikirkan Nata dan Alex.
******
"Aku ingin bicara denganmu empat mata" Bob menelpon Renata tengah malam.
"Untuk apa?" bisik-bisik menjawabnya.
"Aku akan menunggumu besok ditempat biasa" Bob segera memutusnya .
"Sial dia langsung matikan telponnya" gumam Nata dalam hati kesal .
Alex dia tidak dikamar lagi. Alex dan Nata sudah terbiasa tidur terpisah.
"Selama ini aku salah, aku belum bisa sepenuhnya memberikan tanggungjawabku sebagai istri padanya"
Renata kembali tidur , ia tidur bersama sikembar ditemani Ibu.
*******
Keesokannya,
"Unge" Alex tiba-tiba berada dibelakangnya.
"Kau?! , apa yang kau lakukan disini?"
"Aku memang ada urusan disini"
"Apa?"
Alex menyerengeh padanya .
"Huh, senyum apa itu?"
Unge membawa beberapa dokumen keruangan Presdir. Unge terkejut melihat Alex duduk disana, melambai padanya , menggodanya.
__ADS_1
"Direktur, kenalkan ini Tn. Alex putra Tn.Roy dia akan berinvestasi diperusahaan kita"
"Apa?? Selamat datang, senang berjumpa Tuan" Unge bersikap kaku.
Alex tersenyum menyanggahnya.
"Mengapa dia bisa disini?" gumam nya Unge dalam hati.
"Nat, suamimu ini memang kaya, gila !" Unge terus berceloteh dalam hati .
Unge melihat dan membaca dokumen yang berisi deretan investor.
"Apa ?? disini ada Bob juga?! apakah mereka sedang bersaing" menutupnya.
Setelah lama berbincang, Alexpun pamit.
"Bu Direktur , bolehkan aku melakukan penawaran lain? tanya Alex , sembari berjalan keluar dari pintu.
"Penawaran apa?"
"Bisakah kamu melaporkan apa saja yang istriku ceritakan padamu?"
"Hah , gila" Unge terperangah mendengarnya.
"Aku akan memberikan imbalan yang pantas"
"Kenapa kamu selalu penasaran pada cerita perempuan"
"Aku tidak penasaran pada hal yang tidak penting!"
"Lalu?"
"Aku yakin kamu tahu maksudku, bagaimana?" , Alex menyodorkan tangannya minta untuk berjabat.
Unge diam saja acuh, namun Alex tidak sabaran dia meraih lengannya, dan menjabatnya sendiri.
"Senang berbisnis dengan anda" menyerengeh senyum .
"Hai, aku belum setuju, dan aku tidak setuju" , Alex berlalu pergi melambai padanya.
"Cih, tidak jelas" Ungepun pergi keruangannya.
"Apakah Alex penasaran dengan perasaan Nata sebenarnya, sebenarnya hubungan mereka seperti apa? Renata nyaris tidak pernah membicarakannya" Unge nampak bingung.
*******
"Apa yang kamu inginkan?" Nata menghampiri Bob diwaktu dan tempat yang sama.
Bob melihat Nata menenteng Box makan.
"Itu untuk Raka?"
Nata menatapnya, "Benar!"
Bob mengambilnya , Dia melihat beberapa isinya .
"Lain kali buat lebih banyak"
"Apa?"
"Aku ingin kamu juga memasak untukku, anggap saja untuk membayar hutangmu" , Renata menyerengeh.
"Kemana pelayan dan kokimu dirumah?"
Bob melihat padanya, tatapan tidak senang.
"Baiklah, aku akan berusaha , sekarang cepat katakan , apa yang kamu ingin katakan ?, apakah ini soal perceraian?"
"Raka!"
"Ada apa dengan Raka?"
"Mengapa anak sekecil itu , bisa berpikir seperti orang dewasa , apa yang dia lihat, apa yang dia rasakan?" ,
Renata terkejut Bob menyerangnya langsung dengan beberapa pertanyaan.
"Apa maksudmu?" Bob terlalu dekat dan menempel padanya . Renata sedikit mendorongnya, agar tidak terlalu dekat.
"Aku membesarkannya dengan baik, tanpa kekurangan apapun"
"Benarkah? bukan karena melihat orangtua yang bukan sebenarnya?"
"Ucapanmu terlalu bertele-tele" Renata menghindar.
"Apakah Raka tidak pernah melihat keharmonisan kalian? layaknya pasangan nyata?!"
Renata terkejut mendengarnya .
"Seperti ini" Bob mengecup bibirnya .
"Apa yang kamu lakukan" Renata bergerak mundur.
"Apa maksudmu, aku tidak mengerti , seperti tadi kamu katakan berpikir dewasa ?! seperti apa?" sahut Nata.
"Contohnya , dia cemburu melihat Ayahnya bersama wanita lain, biasanya anak seumur itu tidak perduli pada urusan orangtua, mereka hanya bisa bermain . Namun dia berani bicara menentangnya"
Deg , jantung Renata berdetak kencang.
"Oh, jadi kamu membawa wanita lain kehadapannya?" Renata bicara dengan terbata-bata, tiba-tiba dia tidak bisa mengatur emosinya.
"Anak pintar , dia tahu mana yang pantas dan tidak, dan kamu menunjukkan itu padanya" Renata nampak emosi.
"Hah, kamu benar-benar, setetes saja air mata nya keluar , aku akan menuntutmu, aku akan mengambil hak asuhnya kembali" Renata tiba-tiba mengancamnya .
"Apa yang kamu katakan , katakan sekali lagi !? ,apa kamu juga sedang cemburu" mengcengkram lengannya.
"Lepas, untuk apa aku cemburu , aku sudah menikah lagi, aku sudah sangat bahagia dengan Alex" namun air matanya keluar .
__ADS_1
"Kamu menangis?" , Renata segera berbalik . Perasaan berkecamuk dalam hatinya. Renata pun segera berlari pergi .