Terpaksa Nikah

Terpaksa Nikah
Merenung


__ADS_3

"Diluar hujan lebat, Ibu tahu Nat pergi kemana? telponnya sejak tadi mati"


Ibu menggelengkan kepalanya .


"Baiklah, aku akan mencarinya "


Alex dia begitu perhatian , dia begitu baik pada Nat juga keluarganya , namun cara dia mencintai Nata tidak disukai Ibu. Alex berlari menuju mobil .


"Crrrkkk... crrrrkkk" terdengar suara orang berjalan , hujan masih begitu deras .


Nata ia berdiri memakai payung, melihatnya .


"Nat" Alex menatapnya, lalu berlari memeluknya .


Renata tercengang, dengan sikap Alex yang tiba-tiba.


"Syukurlah, aku sungguh takut , takut kamu akan pergi" Alex bicara lirih.


Renata hanya diam , seraya berpikir , "Sampai seperti inikah kamu padaku?!"


"Aku baik-baik saja" Renata melepas pelukannya , berlalu pergi ,


"Tunggu" Alex menangkap lengannya,


"Dari mana?"


"Aku hanya mencari angin saja"


"Apakah kamu sudah bosan?"


Renata menghentikan langkahnya ,


"Seburuk itukah diriku, hingga kamu tetap tidak membiarkanku masuk ??"


Renata tidak ingin memperpanjang masalah .


Boy diam-diam memperhatikan dari jauh ,


"Cih, menyebalkan" Boy mulai tidak menyukai Nata, ia sangat prihatin pada Alex , sampai kapan ia mengejar dan memohon pada perempuan itu.


******


"Aku baru saja kembali dari negara S " ucap Boy pada Nata.


"Kamu tidak ingin dengar??" Boy terus memancingnya .


"Anakmu akan punya sodara tiri" mengeryit, Renata tercengang mendengarnya ,


" Apa maksud perkataanmu?"


"Pria yang kamu cintai, akan jadi Ayah , Dila hamil, aku dengar usia kehamilannya tidak jauh berbeda dengan usia kehamilanmu" Boy puas mengatakannya .


Jantung Renata berdetak begitu keras, mendengarnya.


Boy pergi meninggalkannya , Renata sangat


terpukul dengan perkataannya . Memegang jantungnya.


********


"Bob dari mana saja kamu?? kamu sama sekali tidak pernah peduli padaku juga anakmu"


"Baru saja pulang, kamu sudah memakiku" duduk acuh.


"Kurang ajar, kamu membuatku kesal Bob" Dila tidak suka dengan sikap Bob yang terus mengacuhkannya .


"Kamu benar-benar tidak berubah, aku pikir setelah kita menikah dan aku hamil, kamu akan berubah mencintaiku"


"Cinta??? pernikahan ini kamu yang mau, dan aku tidak memintamu untuk hamil"


"Bajingan, apa maksud perkataanmu"


"Lama-lama aku muak tinggal disini"


"Bob , pergi kemana lagi kamu ?" ,


"Aaaagrh" Dila geram berteriak.


"Nyonya" seseorang datang setelah Bob pergi, ia menunjukkan beberapa gambar .


"Hah, dia masih berusaha mencarinya" ,


"Terus ikuti dia, jika kamu menemukannya lebih dulu, cepat bunuh" ,Dila masih berupaya untuk membunuh Nata .


Dila menatap dirinya dalam kaca ,


"Aku akan membalas kalian " .


********

__ADS_1


Renata masih terdiam merenung,


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" Ibu mengejutkannya .


"Ibu" , Renata memeluk dan Ibu membelainya .


"Kamu harus kuat demi anakmu, jangan banyak yang kamu pikirkan"


Renata melihat Alex pergi lagi dengan sekretarisnya.


"Aduh" kepala wanita itu terbentur pintu mobil .


"Kamu baik-baik saja?"


"Hmm" wanita itu tersenyum mengangguk .


Selama perjalanan, sesekali ia terus menatapnya .


Alex tidak menyadari sikap Yuli .


******


"Hari ini kamu bekerja terlalu keras"


Bob tidak menghiraukan Al.


"Apa kamu ingin menceritakannya padaku?" Al seolah memahami isi hati Bob.


"Aku harus lebih keras lagi ,agar cepat menemukan Nata dan anakku"


Al terdiam sejenak ,


"Aku melihat Boy kembali beberapa hari yang lalu"


Bob menyimpan pekerjaannya .


"Lalu"


"Orang kita sudah mengikutinya, namun ia berhasil lolos"


Bob merasa kesal, menarik nafasnya .


"Sepertinya mereka hidup dengan identitas baru, dari sekian banyak negara dibelahan bumi ini , sangat sulit mendapatkan mereka , kecuali"


"Kecuali??" tanya Bob


"Umpan, kita harus memasang umpan"


"Ya" Bob menyerengeh licik,


"Jika ayahnya dalam keadaan buruk , dia pasti akan terpancing pulang" lanjut Al.


"Ya, kamu benar, tapi kamu jangan lupa, Alex pun tidak akan diam saja melihat bisnis Ayahnya diusik" gumam Bob.


"Ya, darisanalah kita bisa membongkarnya, kamu pasti ingat pertama kali dia masuk ke perusahaan kita"


"Ya" ucap Bob .


********


"Mengapa anak itu malah pergi jauh " Ayah Alex mengeluh .


"Ayah" Dita mengkhawatirkan kondisi ayahnya .


"Apa Ayah mengkhawatirkan kaka lagi?"


Tn. Roy hanya diam , Dita menyandarkannya dikursi .


"Anak itu, tidak pernah berhenti membuat masalah?!"


Tn. Roy mengingat di hari Alex membawa lari Nata, Bob bersama anak buahnya , pergi menyerbu kediamannya .


Bob pernah mengancam untuk menuntutnya , juga menyeret Alex masuk bui , karena menculik anak dan istrinya, namun karena tidak ada bukti , Bob tidak bisa membuikan Alex.


Sejak itu Ayah sering melamun . Ayah tidak tahu dari mana awalnya , hingga Alex bisa senekad itu .


*********


"Tuan saya sangat senang ,hari ini anda masuk ke kantor"


"Kenapa ??"


"Tidak apa-apa, saya hanya senang saja melihat tuan"


"Jaga mulut dan sikapmu"


"Oh, maaf"


Boy menatapnya dengan kasar .

__ADS_1


*******


"Ma bolehkah Raka mengajak Papa pergi ke taman bermain?"


"Taman bermain?"


"Ya"


"Raka ingin kesana?" ,Raka mengangguk lagi.


"Kapan Raka ingin pergi?"


"Kapan saja Papa ada waktu"


"Baiklah" , Nata memberikan Hp nya pada Raka .


"Halo"


"Papa, apakah Papa punya waktu untukku?"


Terdengar tawa Alex ,


" Sayang memang ada apa?"


"Aku ingin pergi ke taman bermain"


"Benarkah?"


"Ya"


"Baik, Papa akan melihat dulu jadwalnya, nanti Papa kabari lagi ya"


"Baik" , Raka begitu senang,


"Bagaimana jadinya, jika Raka tahu jika Alex bukanlah Ayah kandungnya" gumam Nata dalam hati.


"Raka pergi saja bareng Mama , Nenek juga Paman "


"Mmm ... tidak mau, lebih seru dengan Papa"


Nata meneteskan air matanya ,


"Waktumu telah dicuri banyak oleh Alex". gumam Nata dalam hati memikirkan Bob.


Lagi-lagi Renata melamun, ia tampak bersandar dipintu kamarnya, melihat pada jendela, dengan tatapan kosong , gemercik air hujan menghias kaca jendelanya .


"Benarkah dia sudah melupakanku, dia telah menyerah"


Renata terakhir mengingat ucapan Bob saat dirinya disekap diapartemen,


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu, hingga nafasku berhenti"


Membayangkan ucapan itu, mengiris hatinya, saat mendengar jika Dila kini hamil.


"Semuanya bohong, kamu berbohong" Renata tersedu menangis, merengkuhkan badan , terduduk menunduk .


Bob di apartemennya, ia pun tampak memandangi kaca jendela nya , diluar nampak gerimis hujan.


Dia pun mengenang saat terakhir bersama Renata .


"Kan kuhabisi dia" , amarah yang memuncak.


******


Alex sekembali dari kantor, ia mengurung lagi diruang kerjanya, nampak merenung .


"Apakah aku salah, apakah aku telah merenggut kebahagiaannya hanya untuk keserakahan ku?, niat dan maksudku tidak berarti baginya"


Alex berjalan masuk kedalam kamar , Renata sudah terbaring diranjangnya, Alex merebahkan dirinya disofa .


Renata masih terjaga, menoleh pada Alex, ia berjalan mengambil selimut dan perlahan menyelimutinya .


"Aku tidak akan memaksamu untuk mencinta ,namun aku akan membangunnya",


Renata terperangah , mendengar Alex yang ternyata masih sadar .


Keesokan pagi Alex melihat Nata yang sedang sibuk didapur,ia perlahan berjalan menghampirinya. Renata tampak gugup , mengingat ucapan Alex semalam .


"Apa yang akan kamu buat?"


"Aku .. aku mau"


"Katakan ! , aku mau kamu", Alex memeluknya dari belakang, menggodanya.


"Apa maksudmu?" ,Renata perlahan melepasnya.


Alex tersenyum, "Hari ini aku akan pergi bersama Raka ke taman bermain, kamu ingin ikut?"


"Tidak, aku takut mabuk"

__ADS_1


Alex tidak merasa cemburu, "Oh, baiklah , jaga dirimu baik-baik" Alex tersenyum menggodanya dan pergi mencari Raka.


__ADS_2