
Sudah hampir seminggu Tian tak datang ke Villa. Bi Sum bilang, Tian lagi ke luar negeri. Tapi Alya tak ingin mengetahui kemana sebenarnya Tian pergi. Karena Alya juga bukan istri yang Tian inginkan. Alya hanya pelayan baginya.
Alya duduk di taman belakang rumah. Ia hanya dapat menikmati suasana sekitar tanpa mampu berbuat apapun. Ia tak diizinkan menggunakan ponsel.
Alya mendengar suara mesin mobil berhenti. Apakah itu Tian. Alya segera berdiri dan masuk ke villa.
Ia melihat Tian datang dengan seorang gadis yang sangat cantik. Gadis itu menggandeng Tian.
"Bi Sum.....buatkan saya jus jeruk dan bawa cemilan kesini"ucap gadis itu duduk di sofa.
Tian masuk ke kamar. Alya berjalan menuju kamar Tian, tapi langkahnya terhenti depan pintu.
"Hei kamu siapa.... mengapa mengikuti Tian ke kamarnya"ucap gadis yang bernama Sari itu.
"Maaf nona... saya ingin membantu Tuan Tian"Alya.
"Emang apa yang bisa kamu bantu di kamarnya"Sari
"Saya akan menyiapkan pakaian ganti Tuan Tian nona"Alya
"Kamu jangan lancang ya... saya kekasihnya aja tak pernah memasuki kamarnya. Kamu tahu Tian akan mandi, kamu sengaja ingin menggodanya. Kamu siapa.... "Sari
"Itu non sari.... non Alya adalah...... "bi Sum
"Saya pelayan baru di rumah ini"potong Alya sebelum bi Sum keceplosan
"Sejak kapan kamu bekerja di sini... apa Tian yang mengizinkan kamu menyiapkan pakaiannya"Sari
"Maaf non Sari atas kelancangan saya... kalau begitu saya permisi dulu"Alya pamit masuk ke kamarnya.
"Sejak kapan kamu punya pelayan gadis. Apa kamu memang mengizinkannya masuk kamar dan menyiapkan pakaianmu"Sari bertanya ketika Tian menemaninya di sofa
"Baru satu bulan ia disini. Ya aku mengizinkannya... "Tian
"Mengapa.... aku sebagai kekasihmu aja tak kau izinkan masuk ke kamarmu"Ucap Sari gusar
"Aku tak ingin orang berpikiran jelek melihat mu ada di kamarku"Tian
__ADS_1
"Tapi ia juga masih muda dan gadis.... mengapa kamu mengizinkan "Sari
"Sudahlah Sari... aku tak mau berdebat. Apa kamu kesini hanya untuk membahas hal yang tak penting seperti itu"Tian
"Ini kamu bilang tak penting.... aku nggak ingin ada wanita lain yang masuk ke kamar calon suamiku"Sari
Alya yang sedang minum, tersedak mendengar ucapan sari.
"Hei kamu..... kamu menguping pembicaraan kami. Dengar ya... aku tak mau kamu masuk ke kamar calon suamiku"Sari
"Baik non... saya tidak akan pernah masuk ke kamar Tuan Tian lagi.... "Alya pun berlalu dari sana.
"Hei kamu...... "teriak Sari lagi.
"Siapkan makan kami... kami mau makan"Sari
"Baik non.... "Alya menyiapkan hidangan di meja makan.
"Biar bi Sum aja non... "ujar bi Sum pelan. Ia kasihan melihat Alya yang harus melayani Sari.
"Bi Sum.... kamu bisa istirahat. Kamu dah tua harus banyak istirahat. Biar pembantu yang muda aja yang bekerja"Sari
"Nggak apa apa non... bi Sum udah biasa"Bi Sum
"Ini perintah bi.... jangan membantah"Sari
"Udah bi Sum istirahat aja biar Alya yang kerjakan semua"Alya.
Sari memeluk Tian dan mengecup pipinya. Tian hanya diam aja atas perlakuan Sari.
"Kamu sengaja kan Tuan membawa calon istrimu kehadapanku. Aku tak akan marah atau sakit hati Tuan.... karena aku udah menyiapkan hatiku untuk tak pernah menyukaimu, walau pun aku adalah istrimu. Cintaku masih buat kekasih hatiku"bathin Alya
"Buatkan saya dan Tian jus jeruk.. "Sari
Alya segera membuatkan jus jeruk dan menyipakan di meja. Alya hanya berdiri ketika Tian dan Sari makan, ia takut nanti ada yang dibutuhkan Sari.
Sari menyiramkan minuman jus jeruknya ke wajah Alya ketika ia selesai menyicipinya....
__ADS_1
"Kamu........buat jus aja tak becus"Sari
"Sari.... apa yang kamu lakukan... jangan keterlaluan "Tian
"Apa.... kamu membelanya. Dia emang tak becus bekerja... jus jeruknya tawar"Sari
"Tapi kamu bisa bicara baik baik"Tian
"Pembantu kalau dibaikin nanti ngelunjak... Kamu jangan membelanya"Sari
"Maaf non... "ucap Alya dan pergi masuk ke kamarnya. Alya tak ingin menangis di hadapan Tian. Ia tak boleh tampak lemah.
"Kamu lihatkan.... ia tak sopan. Ini karena kamu membelanya. Pergi begitu saja.... padahal kita belum selesai makan"Sari
"Bajunya basah... tentu saja dia pergi, mungkin mengganti pakaiannya"Tian
"Sudahlah... aku jadi tak bernafsu makan. Aku ingin kamu memecatnya... "Sari
"Untuk saat ini tak bisa karena ia masih berhutang denganku "Tian
"Aku akan membayar berapa hutangnya denganmu "Sari
"Sudahlah Sari... sebaiknya aku mengantarmu pulang. Aku lagi tak ingin berdebat"Tian mengambil kunci mobilnya.
Alya dikamar menangis tersedu. Hatinya sakit diperlakukan begini. Walau ia hanya pelayan tapi apa tak pantas mendapat perlakuan baik.
"Nek Alya... rindu... Alya mau bersama nenek. Jemput Alya nek. "lirih Alya.
Alya membuka laci lemarinya dan mengambil obat tidur yang di bawanya ketika ke villa ini.
"Nek.... tunggu Alya..... Alya akan menyusul nenek... "lirih Alya dan menelan semua obat tidur yang berada di genggaman tangannya.
******************
Jangan lupa like koment dan vote
Terima Kasih
__ADS_1