Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 89. Pengantin Baru


__ADS_3

Tian memandangi wajah Alya dengan intensnya. Dan mengusap pucuk kepala Alya


"Sayang... aku rasa bermimpi ketika tadi ku buka mata ada kamu didalam pelukanku... "


Bibir Alya dikecup Tian, sepertinya sudah menjadi candu bagi Tian.


Karena Alya yang masih belum terbangun juga,Tian menggigit bibir Alya lagi.


"Auww... kak Tian... jangan gigit terus dong, sakit tahu... sini coba bibir kak Tian yang aku gigit"


"Nih... gigit saja.. "Tian memajukan bibirnya agar lebih mendekat kemulut Alya


Alya yang geram karena dari malam Tian terus menggigit bibirnya langsung membalas menggigit bibir Tian..


"Auww... ternyata emang sakit sayang"ucap Tian


"ha... ha.. siapa bilang nggak sakit"


"Sayang... mandi lagi yuk... keluarga yang lain sudah menunggu buat sarapan. Tante Reni sudah beberapa kali tuh menelepon "


"Memangnya sudah jam berapa kak... "


"Jam delapan... sayang"


"Astaga pasti yang lain sudah lapar ya kak menunggu"Alya langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi. Tian mengikuti Alya masuk ke kamar mandi


"Kak Tian mau apa... kakak sudah mandikan"


"Mau mandiin kamu... "


"Nggak usah.. biar Aku mandi sendiri "


Tian tak menghiraukan ucapan Alya, ia membuka seluruh pakaian nya dan ikutan mandi kembali. Mandi yang seharusnya tak memakan waktu lama akhirnya baru selesai hampir satu jam.


Setelah mandi Alya bergegas memakai bajunya. Ia tak ingin keluarga lama menunggu. Jam telah menunjukan pukul sembilan pagi. Tian melihat Alya yang hanya memakai kaos katung dan celana jeans langsung protes


"Ganti bajunya kamu.. kakak nggak suka kamu pakai baju itu"


"Baju Aku yang ada disini cuma ini aja kak"



"Ya sudah... tapi sini jalannya biar kak Tian peluk aja... biar ketutup perutnya ama tangan kakak"Tian berjalan sambil tangannya menutupi perut Alya.


Sampai di restoran hotel semua keluarga sudah menunggu. Alya merasa malu karena semua terlambat sarapan gara gara mereka.


"Maaf ma, tante, oom dan semuanya karena menunggu terlalu lama"


"Nggak apa apalah kami maklumlah... pengantin baru"ucap Tante Reni

__ADS_1


"Tante emang yang paling pengertian"ucap Tian sambil tersenyum


"Sudah jangan basa basi... tante sudah lapar... kita sarapan aja langsung "


Tian mengambilkan sarapan nasi goreng buat Alya.


"Kak.... biar aku ambil sendiri aja... "


"Alya... bibirmu kenapa... apa ada lebah ya tadi malam dikamar,bibirmu bengkak karena digigit lebah... ?"ucap Tante Reni meledek.


"Huks... huks... "Alya tersedak mendengar ucapan tante Reni.


"Ini minum dulu"Tian dan Yudha mengulurkan minum ke arah Alya. Membuat alya tambah salah tingkah... ia tak tahu harus mengambil minum dari gelas yang mana..


Tian yang tahu Alya pasti ragu, langsung meminumkan air ditangannya ke mulut Alya


"Terima kasih kak"


"Kamu sangat perhatian banget..Tian. "ucap om Hendra


"Ya... jelaslah, ia sangat mencintai Alya... nggak seperti mas... kalau aku tersedak pasti langsung diomeli... makanya makan itu hati hati"ucap tante Reni sambil mencibir.


"Namanya juga masih pengantin baru"ucap Yudha datar


"Alya... tante rasa yang menggigit bibirmu bukan lebah deh.. pasti buaya.. lihatlah ditubuhmu,banyak bekas gigitan buaya. Kamu harus hati hati dengan buaya... apalagi buaya darat"


Alya langsung memegang lehernya dan menutupi dengan telapak tangannya.


"Habis buayanya ganas banget.... ha.. ha.. "tante Reni tertawa diikuti yang lainnya


Yudha melirik kearah Alya, memperhatikan seluruh tubuh Alya yang terbuka.


"Maaf.. aku mau ke kamar, aku sudah kenyang... mau istirahat sebentar sebelum pulang, karena kepalaku sedikit pusing"Yudha berdiri dari duduknya dan langsung berlalu meninggalkan keluarganya yang memandang kepergian Yudha dengan heran.


Alya merasa tak enak hati... selama makan Alya hanya diam. Tante Reni juga ikutan diam.


Setelah sarapan, Alya dan Tian kembali ke kamar buat beresan seluruh barang mereka, karena siang ini harus meninggalkan hotel ini untuk kembali kerumah.


"Sayang... mulai besok kamu tak boleh memakai pakaian yang memperlihatkan tubuhmu lagi... "ucap Tian didalam kamar


"Jadi mau dikemanakan baju baju aku yang sering kupakai itu. Kak Tian kan tahu pakaian santai aku ya seperti ini"


"Buang atau beri pada orang lain. Besok kita ke butik, kamu bisa beli pakaian sebanyak yang kamu mau, asal jangan yang terbuka. Tubuhmu hanya boleh kak Tian yang lihat dan juga mulai besok tidak ada pemotretan yang model nya kamu... "


"Kak Tian kan sudah janji kalau aku masih boleh kerja dan kuliah setelah nikah"


"Kamu boleh bekerja sebagai pimpinan agensi, tapi tidak boleh jadi model lagi. Kak Tian tak mau wajahmu dikagumi pria lain."


"Kak Tian curang... kemarin sebelum nikah nggak ada kak Tian bilang kalau aku tak boleh jadi model"

__ADS_1


"Kamu boleh jadi model buat diranjang dan hanya disaksikan sama kak Tian. "ucap Tian sambil memeluk Alya dan mengecup pipi Alya yang lagi memasukan pakaian kotor kedalam tas


"Kamu duduk saja biar kak Tian yang beresin"


Tian membereskan barang barang mereka dan setelah selesai semuanya,Tian meminta izin buat kembali duluan pada keluarga yang lain.


Sesampainya dirumah, Tian langsung menggendong Alya menuju ke kamar dan menguncinya.


Tian menjatuhkan Alya dengan pelan diatas ranjang. Tian juga menjatuhkan dirinya disamping Alya..


"Kita main kuda kudaan lagi ya"ucap Tian sambil nyengir


"Alya capek kak... "


"Satu kali saja... ya... mau ya... mau ya"ucap Tian dengan suara yang merayu


"Kalau kak Tian minta sekarang, ntar malam nggak boleh lagi ya.. "ancam Alya


"Jangan gitu dong sayang... namanya juga pengantin baru... lagi hot hot nya... jadi pengen lakuin terus.. percuma dong kak Tian cuti kalau cuma dianggurin gini"


"Atau kita kepulau aja besok ya... dimana hanya ada kamu dan kakak... untuk saat ini kak Tian belum bisa membawa mu pergi bulan madu ketempat yang jauh... karena kerjaan kak Tian belum bisa ditinggal lama lama"


"Nggak apa apa kak... Aku mengerti kok kak Tian lagi sibuk. Bulan madu bisa ditunda... begini saja juga Aku sudah senang "Alya memandangi wajah Tian. dengan saksama


"Kamu memang istri yang sangat pengertian, membuat kak Tian makin cinta aja"Tangan Tian sudah mulai menggerayangi tubuh Alya. Dan menarik baju Alya keatas meloloskan dari kepalanya.


Tian langsung menaiki tubuh Alya dan melepaskan semua yang melekat ditubuh Alya. Tanpa minta persetujuan Alya, Tian langsung bermain ditubuh Alya dan kembali melakukan penyatuan tubuh mereka..


Setelah selesai. dengan kegiatannya, Tian kembali tidur disamping Alya...


"Terima kasih sayang... "ucap Tian sambil mengecup dahi Alya.


Alya hanya cemberut melihat Tian.


"Hei.. tak boleh cemberut dengan suami... dosa. Melayani suami itu kewajiban... "


"Kalau suaminya minta terus ... apa itu juga kewajiban buat istri melayani"


"Jangan marah gitu dong sayang... "Tian mengecup seluruh bagian diwajah Alya


"Alya nggak marah kak... cuma kesel... habis kak Tian pengen gituan terus... "


Tian tertawa melihat wajah kesal istrinya..


"Maaf... habis rasamu enak... sekarang kak Tian nggak pengen lagi... kita tidur saja ya... istirahat "


"Sekarang sih nggak... tapi ntar malam minta lagi"


"Ha... ha... tahu aja kamu sayang, kamu memang istri yang pintar dan pengertian"ucap Tian sambil mengusap kepala Alya...

__ADS_1


***********************


Terima kasih sudah membaca cerita novel ku ini. Jangan lupa mampir dikarya terbaruku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2