
Sampai di rumah Zahra langsung masuk kamar. Punggung dan kakinya pegal karena lama duduk dipertunangan Bumi tadi.
Ia naik ke tempat tidur dan langsung meluruskan kakinya. Punggungnya bersandar disandaran tempat tidur.
Zahra memijat pelan kakinya. Yudha yang baru keluar dari kamar mandi melihat itu langsung naik ketempat tidur.
Ia mengambil minyak urut diatas nakas,dan memijat pelan kaki Zahra.
"Bagaimana... sudah enakan..."
"Lumayan... "
"Capek banget ya.. mengapa nggak ngomong sih. Kita kan bisa pulang duluan tadi"
"Aku nggak enak dengan kak Bumi jika cepat pulang"
"Ia pasti pengertian, karena ia dokter kandunganmu, yang tahu kondisi kesehatan kamu.. sayang"
"Aku mau tidur ..ngantuk.. tapi badan ku gerah"gumam Zahra
"Tidurlah... biar mas ambil air hangat buat membasuh badanmu.."
"Nggak usah mas... aku tidur sebentar, setelah capeknya hilang baru aku mandi"
"Nggak usah mandi, kerena sudah hampir tengah malam. Nanti masuk angin "
Yudha membuka kancing gaun pesta yang dipakai Zahra. Yang tersisa sekarang hanya pakaian dalamnya.
Yudha mendekat dan mengecup perut buncit Zahra sambil mengusapnya
"Sayang... papa sudah nggak sabar, ingin bertemu kamu. Dua bulan lagi kita akan bertemu, kamu sehat saja ya dalam perut mama. Jangan membuat mama kesusahan. Kamu sangat kami harapkan kehadirannya.. sayang "ucap Yudha mengecup dan mengelus perut Zahra.
"Idih.. geli mas.. "
Yudha tersenyum, lalu turun dari tempat tidur menuju dapur dan membawa baskom untuk air hangat .
Ia mengambil air hangat di kamar mandi dan sehelai handuk kecil untuk membasuh badan Zahra yang lengket karena keringat.
"Sini kakinya.. naikan diatas paha mas.. "
Yudha membasuh mulai dari telapak kaki sampai pangkal paha Zahra. Sebelum itu ia sudah memberi alas perlak plastik agar air tidak membasahi tempat tidur.
Setelah kaki Zahra dirasa bersih, Yudha membasuh bagian perut dan tangan.
"Sekarang bagaimana..nggak gerah lagi kan.."
Zahra tiba tiba menangis mengeluarkan air matanya. Membuat Yudha sangat kuatir.
"Sayang... mengapa kamu menangis "ucap Yudha menghapus air mata Zahra.
Zahra makin terisak dengan tangganya membuat Yudha makin panik.
__ADS_1
"Sayang... apa ada yang sakit ya.. dimana.. kamu jangan menangis aja.. ngomong dong"
"Mas... aku cuma terharu "ucap Zahra polos
"Maksud nya... "tanya Yudha tak mengerti
"Aku sangat terharu melihat kamu yang dengan telaten, menjaga aku.. aku merasa wanita yang paling beruntung karena bisa menjadi istrimu. Tapi aku juga sekaligus merasa kuatir... "
"Kuatir kenapa sayang... "
"Aku kuatir nanti ada yang merebut kamu dari aku... aku tak mungkin akan dapat memiliki suami seperti kamu lagi"
"Sayang.. kekuatiran kamu tak beralasan..."ucap Yudha membawa Zahra kedlam dadanya
"Mengapa begitu... "
"Karena aku tak mungkin berpaling darimu, aku sangat mencintai kamu. Aku tak pernah ada niat sekecil apapun untuk meninggalkan kamu... Apapun keadaan kamu, aku akan menerima kamu dengan semua kelebihan dan kekurangan kamu "
"Mas... aku sangat menyayangi kamu"
"Aku juga... sekarang sebaiknya kamu tidur. Aku ambil baju tidur dulu ya. Kalau kamu hanya begini tidurnya.. aku takut khilaf, nanti aku bisa memakan kamu dan kamu nanti bisa tambah capek aku buat.. "seringai Yudha
"Mas.. pikirannya mesum. Aku benar capek malam ini"
"Ya mas tahu... makanya mas nggak minta jatah malam ini.. "ucap Yudha sambil memakaikan baju tidur Zahra.
Setelah baju Zahra dipakaikan,ia segera tidur disamping Zahra sambil memeluk dan mengelus perut buncit istrinya itu.
Yudha melihat Zahra yang tidur gelisah miring kiri miring kanan, mencari posisi yang enak buat tidur.
Yudha mengusap punggung Zahra, dari balik pakaiannya. Ia berharap dengan usapannya dapat membuat Zahra tidur dengan nyenyaknya.
Setelah Yudha memastikan Zahra tertidur barulah ia memejamkan matanya, sebelum itu ia mengecup dahi istrinya itu.
"I love you... "
#############################
Pagi harinya Yudha terbangun dan tak melihat ada Zahra disampingnya.Ia lalu mencari kekamar mandi, tapi juga tak ditemui Zahra.
Yudha berjalan keluar kamar dan langsung menuju dapur karena ia yakin Zahra pasti ada disana.
Ia melihat istrinya lagi memasak. Yudha memeluk perut istrinya dari belakang dan meletakan kepalanya dibahu Zahra.
"Masak apa sayang... sudah sibuk aja pagi pagi"ucap Yudha sambil mengecup pipi Zahra. Mendapat perlakuan manis seperti itu membuat Zahra malu dengan pipi yang memerah.
"mas.. ini dirumah kak Tian, banyak orang, jangan suka cium cium sembarangan"ujarnya
"Kan hanya cium sayang.. mengapa harus malu"ucap Yudha kembali mencium pipi Zahra dan mengusap perutnya
"Mas.. malu ah"
__ADS_1
Yudha membalikan badan Zahra menghadap dirinya dan mengecup bibir istrinya.
"Morning kiss... "
"Mas... "ucap Zahra memukul dada Yudha
"Masak apa sih"ucap Yudha tanpa peduli protes dari Zahra tadi
"Ini aku buat bubur sumsum... "
"Enak banget nih... "
"Dari tadi malam pengin ini, kebetulan di kulkas ada bahan bahannya.. ya aku buat"
"Udah matang tuh.. "
"Sudah... tinggal gula merah nya saja. Mas mau aku buatkan kopi.. "
"Mas bisa buat sendiri.. apa kamu mau mas buatkan susu"
"Kok jadi mas yang buatkan.. "
"Nggak apa.. kamu kan sudah buatkan sarapan.. nanti kamu kecapean "
"Buatkan kopi nggak mungkin membuat aku capek mas.. "
"Tapi mas benar benar bisa buat sendiri. Mas buat kan susu ya.. kamu mau rasa apa.. "ucap Yudha sambil mengusap kepala Zahra
"Terserah mas saja.. "
"Kok terserah mas.. yang mau minum kamu sayang.... jadi menurut selera kamu dong. Rasa apa hari ini ingin kamu minum"
"Vanila saja mas.. "
Yudha membuatkan kopi dan susu buat Zahra, setelah itu meletakan diatas meja.
Zahra yang selesai membuta sarapan juga menata meja dengan sajian sarapan yang ia buat.
"Sini.. sayang duduk "ucap Yudha menunjuk pahanya
"Nggak ah mas.. badanku berat banget sekarang"
"Siapa bilang... dua kali badan kamu sekarang saja mas bisa gendong. Jangan mentang mentang mas kurus kamu mengira mas lemah"
"Bukan begitu mas.. aku malu. Nanti yang lain muncul"
"Kenapa sih istri aku ini pemalu banget... buat gemas saja "ucap Yudha mencubit pelan pipi Zahra.
Yudha terus memandangi wajah istrinya dengan intens.
"Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk dapat mengabulkan permintaan ku.. agar aku dapat menua bersama mu dan melihat anak anak ku sukses kelak"
__ADS_1
***********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini