Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 22. Kejahatan Sari terungkap


__ADS_3

Tian memanggil Andi, memintanya untuk membantu Tian mengecek CCTV di rumahnya terutama di kamarnya dan dapur.


Tian memeriksa CCTV di dapur dan Andi yang di kamarnya.


Pada hari itu, tiga bulan yang lalu.


"Tuan... lihat ini... sepertinya Non Sari memasukan sesuatu ke dalam minuman yang dibuatnya"Andi


"Coba kamu zoom.... Jadi memang ia yang memasukan sesuatu. Lihat jam dan tanggalnya. Aku langsung periksa di hari dan jam itu aja, CCTV di kamarku"Tian


"Oke... Tuan. Ini di hari yang sama... Tuan... non Sari masuk ke kamar Tuan"Andi


"Coba kamu zoom lagi apa yang dilakukannya di kamarku"Tian


"Sepertinya non Sari memasukan sesuatu di laci kamar tuan"Andi


"Jadi memang ia yang melakukan semua ini. Dan semua sudah direncanakannya. Kamu lihat satu jam setelahnya. Saat Alya sakit. "Tian


"Itu Tuan non Alya masuk kamar dan mencoba tidur. Tapi ia bangun lagi dan lihat Tuan... darah mengalir di kakinya... banyak banget.... "Andi


"Bajing*n...ternyata Sari yang telah membunuh anakku... "geram Tian.


"Kasihan non Alya.... dia sepertinya sangat kesakitan... sampai pingsan"Andi


"Kamu rekam dan simpan ke ponselku. Saat Sari memasukan sesuatu ke dalam minuman dan menaruh sesuatu di laci kamarku. "Tian


"Baik Tuan.... Ini Tuan sudah tersimpan di ponsel anda"Andi


"Terima kasih... kamu boleh istirahat di kamar tamu. Besok antar aku kerumah mama dan pastikan Sari juga hadir. Coba kamu hubungi Sari, minta ia datang ke rumah mama"Tian


"Baik Tuan.. .....saya permisi dulu. "Andi


###############


Di kediaman mama Mega


"Ma.... ada apa ya... Tian memintaku datang. Aku merasa sesuatu yang buruk"Sari


"Jangan terlalu banyak berpikir... mama rasa karena Tian ingin membicarakan kelanjutan hubungan kalian. "mama Mega


"Apa mama yakin... "mama Mega

__ADS_1


"Ya. sayang... karena Tian jarang mau makan siang di rumah"mama Mega


"Semoga saja memang hal yang baik ma"Sari.


Sari duduk dengan gelisah. Perasaannya tidak enak dari kemaren. Ia sangat kuatir Tian mulai mencurigainya gara gara percakapan kemaren.


"Siang ma... siang Sari"ucap Tian.


"Kamu sudah datang... Mau makan langsung. Kamu sudah lapar ya"mama Mega


"Ya ma... kita makan aja langsung"Tian


"Mama senang kamu mau makan siang dirumah nak. Ada yang akan kamu bicarakan"mama


"Apa aku datang ke rumah ku sendiri harus karena ada keperluan "Tian


"Bukan begitu maksud mama. Apa kamu ada perlu ama Sari, karena memintanya datang buat makan siang bersama"mama


"Oh ya.... Sari... apa kamu benar benar ingin menikah denganku "Tian


"Ah... apaa.... "jawab sari gugup


"Mengapa begitu gugup. Kau tampak kurang sehat. Apa kau tak senang makan siang bersamaku"Tian


"Sari... Tian tanya... apa kamu ingin menikah dengannya"Mama Mega


"Tentu ma... sudah hampir tiga tahun kami menjalin hubungan."Sari


"Oh ya... kamu suka minum jus kan. Biar aku buatkan untukmu... "Tian berdiri dan membuatkan jus buat Sari


"Kamu ternyata sangat perhatian juga ama Sari.... "Mama Mega


"Ini jus buatmu.... minumlah... "Tian


"Terima kasih.... "Sari hanya memandang jus jeruk itu. Ia jadi teringat akan jus jeruk yang dibuatnya untuk Alya


"Mengapa tak diminum... kamu takut aku memasukan sesuatu... Racun misalnya... "ucap Tian


"Oh... bukan... aku akan minum"Sari menyemburkan jus jeruk yang baru sedikit di minumnya. Ia merasakan jus itu terasa sangat pahit


"Mengapa... kamu takut itu mengandung racun yang akan membunuhmu. Tapi kamu tidak pernah merasa takut karena telah membunuh calon anakku"ucap Tian penuh emosi

__ADS_1


"Tian ada apa... "tanya mama heran melihat reaksi Tian


"Aku ingin kau berkata jujur. Jangan membuatku bertambah marah... Apa yang kau masukan ke dalam jus yang kau buat buat Alya dulu "Tian


"Aku tidak memasukan apapun... aku tak ngerti maksud kamu Tian... "Sari tampak pucat.


"Kau... mengapa kau terlihat pucat dan ketakutan. Kau tahu... aku bisa memasukan kamu ke penjara... karena telah membunuh calon anakku"Tian


"Tian tolong jelaskan sama mama... ada apa ini"mama


"Ma... Tian mau tanya dan Tian harap mama jawab dengan jujur. Apa mama bersekongkol dengan Sari untuk memberi obat penggugur kandungan di dalam minuman Alya"Tian


"Tian... mama benar benar tak tahu. Mama tidak akan setega itu melakukannya. Walau mama tak suka Alya.. tapi mama tidak akn mencelakai nya"mama Mega


"Kau... sekali lagi aku tanya... mengapa kau tega membunuh calon anakku"Tian mengcengkeram pergelangan tangan Sari dengan kuat


"Tian lepaskan... sakit. Kau bisa mematahkan pergelangan tanganku"Sari


"Kau yang lebih kejam... kau pembunuh"Tian


"Ya... aku memang memberi obat itu di minuman Alya agar ia keguguran. Aku adalah calon istrimu. Tapi dia telah merebutmu dariku. Aku tahu kamu menikahinya hanya karena rasa tanggung jawabmu terhadap anak dalam kandungannya. Bukankah aku telah membantumu... dengan lenyapnya bayi dalam kandungannya kau tak perlu lagi bersamanya. Kau tak perlu lagi merasa bersalah dan tetap dengan pernikahan yang tak pernah kau inginkan. "Sari


"Kau... kau tak berhak menentukan hidupku... siapa yang akan aku nikahi... aku yang berhak memilihnya"ucap Tian mencekik leher Sari dengan kuat


"Tian... sakit... aku bisa mati"ucap Sari


"Tian... sudah nak. Kau bisa membunuhnya"mama mencoba melepaskan tangan Tian dileher Sari


"Huhh.... "Sari menghirup udara dengan rakus begitu tangan Tian terlepas dari lehernya.


"Mulai saat ini... aku tak sudi melihat wajahmu di hadapanku. Aku tak memperkarakanmu karena aku berhutang budi sama bapakmu yang telah membantu perusahaan ku disaat kritis dulu. Jadi jangan pernah tampakan mukamu lagi... Pergi kau... "Tian


"Baiklah aku pergi... Perlu kau ingat, aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu. Apa kau pikir Alya juga mencintaimu, dia mau bersamamu hanya karena hutang bukan karena cinta. Kau tak akan pernah mendapati wanita yang benar benar mencintaimu seperti aku mencintaimu"Sari melangkah meninggalkan rumah kediaman mama Mega dengan rasa marah dan kecewa.


Tian pun melangkah pergi meninggalkan rumah mama Mega.


"Tian... tunggu. Kamu tak bisa menyalahkan Sari sepenuhnya... Sari melakukan itu karena rasa cemburu dan ketakutannya. Kau telah kenal Sari begitu lama dan kalian memutuskan menjalin hubungan beberapa tahun ini, ia pasti takut kamu tak menikahinya karena kehadiran Alya. Selama ini kamu hanya berjanji menikahinya tanpa mewujudkan"mama Mega.


Tian tetap melangkah tanpa menjawab perkataan mama.


********************

__ADS_1


Jangan lupa like... koment dan vote


Terima Kasih


__ADS_2