
Axel masuk ke rumah dengan tergesa. Ia melihat mommy nya sedang menonton televisi sendirian.
Axel memeluk mommy dari belakang dan mengecup pipi mommy nya. Ia memang sangat menyayangi mommy nya.
"Maaf mom... aku lupa kabari mommy"ucapnya dan duduk disamping mommy.
"Apa begini rasanya ketika anak anak sudah besar dan dewasa.. semua pada sibuk dengan kegiatan masing masing. Daddy juga ada pertemuan.. "gumam Alya
"Mommy.. aku minta maaf. Mommy nggak ngomong jika sendirian di rumah"Ucap Axel dan kembali mengecup pipi mommy nya
"Sayang.. mommy nggak apa apa. Cuma mommy jadi teringat waktu kalian masih kecil. Mommy senang saat kalian berlarian ke arah mommy rebutan ingin mommy suapin. Dan setiap hari ketika pulang sekolah dengan antusias menanyakan,mommy masak apa buat makan kalian"
"Mommy.. jangan berkata begitu. Sampai hari ini juga aku selalu ingin mommy suapin dan tetap masakan mommy yang paling enak dan yang paling aku kangenin"ujar Axel, dan membaringkan dirinya dipaha mommy.
Alya mengusap rambut putra kesayangannya. Ia tak mengira waktu begitu cepat berlalu. Saat ini putra putrinya telah dewasa, dan tak lama lagi pasti mereka akan berkeluarga.
"Axel.. kamu sudah ada pacar sayang"
"Mengapa mommy tanyakan itu"
"Nggak ada.. mommy hanya ingin tahu. Bukankah usia kamu sudah mulai dewasa "
"Apa mommy marah jika aku memiliki pacar"
"Mengapa mommy harus marah sayang. Usia kamu sudah pantas jika kamu ada pacar."
"Sudah mom...aku sudah memiliki seorang kekasih "
"Cantik pasti orangnya. .. "
"Cantik... tapi bagiku wanita tercantik tetap mommy.. "
"Baik... "
"Baik... tapi lebih baik mommy"
"Kamu ya.. bisa saja merayu mommy. Semua orang mengatakan kamu pendiam dan dingin, tapi setiap ngobrol dengan mommy kamu yang banyak bicara.Kamu selalu saja memuji mommy"
"Karena bagiku mommy lah segalanya.. aku bisa melakukan apa saja buat mommy"
"Sayang.. kamu lebih sayang mana, pacar kamu apa mommy"
"Mommy... apakah mommy ingin aku memilih.. Apakah ini berarti aku belum diizinkan pacaran..."ucap Axel sambil duduk.
"Mommy cuma tanya nak.. "
__ADS_1
"Porsi sayang aku berbeda antara pacarku dengan mommy. Mommy memang yang paling utama dalam hidupku, tapi pacarku juga mempunyai tempat dihatiku. Aku tak mungkin bisa memilih antara mommy dan pacar aku.. dan aku harap mommy tak meminta aku memilih "
"Sayang.. mommy pengin kenalan dengan pacar kamu. Siapa namanya.. masih kuliah apa sudah bekerja "
"Ia sudah bekerja sebagai model,mom"
"Jadi yang dikatakan cece benar jika kamu pacaran dengan seorang model"
"Ya.. mom"
"Mengapa kemarin kamu berbohong dan tak mengakuinya"
"Karena aku ingin mengenalkan ia dengan keluarga dulu, baru aku bisa mengakuinya, mom"
"Bawalah ke rumah. Kamu tahu kan, daddy nggak suka jika kamu menyembunyikan sesuatu"
"Ya.. mom"
"Sudah berapa lama kamu pacaran.. "
"Sudah hampir satu tahun mom.. "
"Sudah selama itu kamu belum mengenalkan ia dengan keluarga"
"Aku takut nanti diketahui wartawan mom.. karena ia sudah menanda tangani kontrak yang tak membolehkan ia pacaran selama masa kontrak"
"Besok malam aku bawa ke rumah ini boleh ya mom.. "
"Tentu saja sayang.. oh ya.. siapa nama pacar kamu, nak"
"Cindy Clarissa mom.. "
"Mommy rasanya pernah mendengar nama itu"
"Tentu saja mommy mungkin pernah mendengarnya, ia kan seorang model mom"
"Oh iya.. mommy lupa."
"Sekarang kita makan dulu ya mom. Ini sudah jam sepuluh, mommy belum juga makan malam. Jika daddy tahu mommy belum makan karena menunggu aku.. bisa bisa ku diomeli tujuh hari tujuh malam"
"Kamu bisa aja nak.. "
Alya dan Axel makan dengan lahapnya. Axel memang sangat menyukai masakan mommy nya. Seberapapun kenyangnya ia, jika mommy memasak makanan kesukaannya, ia masih bisa melahapnya dengan antusias.
#################
__ADS_1
Pagi harinya ketika anak anaknya telah pergi bekerja,Tian yang masih ada pertemuan dengan klien, juga telah pergi,Alya membuka laptop nya.
Ia ingin mengetahui tentang siapa Cindy Clarissa. Siapa orang tuanya dan pekerjaannya.
Bukannya Alya ingin tahu pekerjaan ayahnya karena ingin mendapatkan menantu yang kaya. Ia hanya ingin sekedar tahu latar belakang dari keluarga pacar anaknya.
Alya tak peduli ia kaya atau miskin, yang paling diutamaknnya adalah jika ia berasal dari keluarga baik baik pastilah anaknya juga berakhlak baik.
Alya kaget ketika tahu siapa ibu dari Cindy Clarissa.
"Jadi Cindy Clarissa pacarnya Axel adalah putri dari Clarissa Putri. Aku masih belum percaya ini. Aku harus tanya kebenarannya dengan Ani.. ya Ani pasti tahu tentang Clarissa karena setelah aku menikah hanya Ani yang masih ada bertemu dengannya "
Alya lalu mengambil ponselnya dan mencari kontak Ani. Ia lalu menghubungi Ani.
"Selamat pagi Ani.. "
"Selamat pagi Al.. "
"Ani.. kamu sibuk nggak"
"Nggak.. ada apa"
"Kita bertemu di kafe X sekarang ya.. ada yang ingin aku tanyakan.. "
"Serius amat kelihatannya.. kamu mau tahu apa"
"Nanti saja kita bicara... biar lebih enak. Tapi benar nih aku nggak mengganggu kamu"
"Al.. kamu seperti dengan orang lain saja.. apa kegiatan aku selain duduk manis sambil menonton televisi.. ha.. ha"
"Kamu bisa saja ,Ani"
"Oke.. aku siap siap dulu ya. Aku jadi penasaran apa sih yang ingin kamu tanyakan... "
"Nanti juga kamu tahu.. lagi pula kita sudah lama nggak ngopi bareng. Sudah hampir dua minggu kan kita nggak bertemu "
"Baiklah say.....kita bertemu satu jam lagi ya.."
"Baiklah.. aku juga harus siap siap. Sampai bertemu.. "
Alya pun mematikan sambungan ponselnya. Ia lalu bersiap siap akan pergi ke kafe X untuk bertemu Ani. Alya mengendarai sendiri mobilnya.
"Semoga aja bukan.. semoga hanya wajah dan namanya saja yang mirip. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan dan katakan pada Axel jika memang ternyata Cindy pacarnya adalah anak dari Clarissa putri"
****************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.