Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 41 Season Dua


__ADS_3

Semua sudah berkumpul diruang keluarga. Alya diminta memotong kue ulang tahunnya.


"Ayo dong mommy potong kuenya.. aku sudah lapar nih"ujar Alexa


"Alya.. kamu menunggu siapa "tanya mama Tian


"Kak Alya menunggu Bunga ya. Bukankah Kak Bumi dan kak Andi ke kalimantan karena Opa nya Bunga sakit"ujar Zahra


"Tapi Ani bilang, Bunga nggak mau ikut karena akan hadir disini. Tapi mengapa ia belum juga datang "gumam Alya


"Mom.. anak mommy itu aku dan Axel, mengapa mama tampak sedih banget sejak Bunga tak datang ke rumah ini"ujar Alexa


"Begitu berartinya Bunga dihati mommy, aku tak menyangka permintaan aku pada Bunga, akan membuat mommy sesedih itu"


"Bunga yang biasa menemani mommy, cece dan Axel sibuk dengan kegiatan masing masing. Jadi salah jika mommy merasa kehilangan sejak dua minggu ini Bunga tak mau datang kesini lagi.. "lirih Bunga.


Tian lalu memeluk Alya dan mengusap telapak tangan istrinya itu.


"Mungkin Bunga sibuk belajar, bukankah ia akan ujian akhir. Mommy mau Bunga dapat nilai terbaikan. Jadi jangan ganggu Bunga dengan permintaan mommy yang selalu meminta Bunga untuk datang"ucap Tian.


"Baiklah... mungkin Bunga memang sibuk belajar.. "ucap Alya dan mulai memotong kue nya.


"Stoooppp....tunggu Bunga,jangan potong kuenya"teriak Bunga keras, membuat semua mata memandang kearahnya.


"Selamat malam semuanya. Pasti semua kangen Bunga kan. Bunga yang cantik dan manis sejagat raya tak ada tandingannya"


"Pede banget sih Lu.. yang paling cantik dan manis tuh gue"ucap Alexa.


"Terserah cece .. tapi ngaku deh.. cece kangen jugakan dengan Bunga"


"Iya... iya.. gue kangen banget dengan Lu, kemana aja Lu dua minggu ini. Bersemedi"


"Aku sengaja.. biar banyak yang kangen. Happy birthday mommy... aku sayang mommy.Semoga semua keinginan mommy dapat tercapai dan diberi kesehatan"ucap Bunga sambil memeluk Alya


"Kemana saja sih sayang.. mommy kangen banget. Tak ada yang temani mommy sore sore duduk ditaman"ucap Alya sambil berurai air mata.


"Mommy kok menangis. Mommy nggak boleh sedih, ini kan hari kelahiran mommy. Harus bahagia.. "ucap Bunga menghapus air mata Alya


Axel hanya memperhatikan dari tempat duduknya. Ia tersenyum melihat mommy nya senang. Axel berharap Bunga memeluknya seperti biasanya.


"Karena yang ditunggu sudah datang kita mulai aja acaranya.. "ucap Yudha


Alya memotong kenya dan memberikan pada semuanya ,setelah itu semua makan malam. Selama makan malam, Bunga banyak terdiam tidak seperti biasanya yang bawel.


Sehabis makan malam Bunga duduk di taman, diikuti Barra.

__ADS_1


"Kamu tampak sedikit kurus dan pendiam.. "


"Itu perasaan kamu aja ,Bar"


"Nggak, aku tahu kamu banyak berubah. Tidak seperti Bunga yang biasanya rame dan tak suka menyendiri begini"


"Aku lagi capek aja.. aku banyak belajar buat persiapan ujian.. "


"Apa benar kamu ingin kuliah di luar negeri"tanya Barra.


Axel yang dari tadi mengikuti mereka, makin mendekat agar dapat mendengar pembicaraan.


"Belum pasti, tapi aku inginnya sih memang kuliah di luar negeri ,aku ingin mencoba mandiri "


"Tapi kamu dulu bilang mau kuliah di kampus aku, dan kamu tak bisa jauh dari kak Axel"


"Semua bisa berubah bukan Barra. Hati, pemikiran dan juga keinginan seseorang itu dapat dengan mudah berubah. Aku saat ini ingin sekali cepat menyelesaikan sekolah, ingin mencoba bagaimana rasanya tinggal jauh dari orang tua"


"Apa kamu bisa jauh dari keluarga.. "


"Bukankah segala sesuatu itu harus kita jalani dulu, baru kita bisa tahu apa kita sanggup atau tidak"


"Hanya dua minggu kita tak bertemu, tapi kamu tambah dewasa saja.. "


"Banyak orang yang nggak suka sikap aku selama ini, makanya aku berusaha berubah.. "


"Maaf Bar, aku mau ambil minum dulu.. haus"


"Biar aku yang ambilkan, kamu tunggu disini aja "


"Terima kasih Barra"


Barra berdiri dan melihat ada Axel berdiri dibelakang mereka.


"Biarkan aku berdua Bunga sebentar. Ada yang harus aku omongkan. Kamu nggak perlu ambil minum, aku sudah bawa nih"ucap Axel sambil mengangkat gelas ditangannya.


"Baik kak.. "ucap Barra meninggalkan Axel dan Bunga


Axel duduk di samping Bunga dan menyodorkan gelasnya.


"Cepat banget kamu kembalinya.. Barra"ucap Bunga dan membalikkan badannya. Ia kaget melihat Axel yang duduk di samping dirinya.


"Maaf Kak... aku pamit, mau masuk "ucap Bunga dan berdiri ingin meninggalkan Axel.


Tangan Bunga dipegang Axel dan menariknya agar Bunga duduk kembali.

__ADS_1


"Kak Axel mau minta maaf ..."


"Untuk apa.. kak Axel nggak ada salah. Aku yang salah.Kak Axel benar, seharusnya aku sebagai wanita jangan murahan... harus punya harga diri"


"Bunga.. aku benar benar minta maaf. Aku tahu kata kataku amat kasar. Tapi aku minta jika kamu memang marah denganku, jangan jauhi keluargaku terutama mommy. Mereka tidak bersalah, aku tak bisa membuat mommy sedih "


"Maaf Kak.. sudah bicaranya. Aku mau pulang, masih banyak tugas sekolah yang harus aku kerjakan"


"Bukankah besok libur.. kamu nggak menginap."


"Nggak... masih ada yang akan aku lakukan"


"Terima kasih telah hadir saat ini, kamu membuat mommy tidak bersedih lagi. Kamu masih bisa datang kerumah ini setiap saat, aku akan pulang setelah kamu kembali kerumahmu, jika kamu tak mau melihat wajahku"


"Kak Axel.. bukankah ini rumah kakak. Mana mungkin kak Axel yang harus pergi. Lagi pula ini maunya kak Axel bukan. Kakak yang meminta agar aku menjauhi kakak agar tidak ada salah paham antara kak Axel dan pacar kakak. Kak Axel yang tak mau melihat aku lagi"


"Maaf... aku benar benar minta maaf"


"Sudahlah kak.. tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku harus pulang"


"Kak Axel antar ya.. "


"Nggak perlu.. aku bawa mobil sendiri."


Bunga melangkah dengan tergesa meninggalkan Axel sendiri.


"Bunga.. aku tak pernah mengira jika perkataan aku membuat kamu sangat terluka"


Sampai dihadapan semua keluarga, Bunga langsung pamit.


"Mommy... daddy.. Oma dan semuanya.. Bunga pamit ya.. "


"Pulang.. mengapa harus pulang. Menginapkah disini. Biasanya kamu juga menginapkan sayang"ujar Alya


"Aku bawa mobil sendiri mom. Aku takut pulang malam malam. Maaf... jika sekarang aku nggak bisa menginap, masih banyak tugas yang harus aku kerjakan "


"Kamu diantar Axel aja.. biar besok mobil kamu supir yang antar ke rumah"


"Nggak usah Dad.. aku masih ada keperluan.. maaf aku harus pamit.. Mommy.. sekali lagi, selamat ulang tahun"


Bunga berjalan dengan tergesa meninggalkan rumah itu. Ia sudah tak bisa menahan sesak didadanya.Begitu masuk mobil, tangisnya tumpah.


"ya Tuhan, mengapa hatiku ini masih mengharapkan kak Axel. Begitu sulit bagiku untuk bersikap biasa dihadapkannya.. Tuhan bantu aku.. jika ia memang bukan jodohku ,buatlah aku menjauh darinya dan lupakan dirinya. Dan jika ia memang jodohku,dekatkanlah kami"


************************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2