
Hei reader yang meminta kisah cinta Yudha dan Zahra ,aku akan memulai ceritanya. Tapi nanti akan diselingi dengan kisah Tian dan Alya juga kisah cinta dokter Bumi.
Tak terasa usia si kembar Alexa dan Axel sudah memasuki tahun kedua. Pesta Ulang tahun mereka di adakan di hotel milik Tian dengan sangat meriah.
"Kak.. mengapa pesta nya besar besaran begini sih.. buang buang uang saja"ucap Alya ketika memasuki hotel tempat pesta si kembar.
Tian memang tak melibatkan Alya dalam pesta ulang tahun anaknya. Karena ia tahu Alya tak akan pernah setuju pesta yang besar.
"Nggak ada yang namanya buang buang uang buat anak anak aku... sayang.. Semua harta aku buat mereka dan kamu tentunya"ucap Tian dan mengecup pipi Alya.
"Kak Tian malu ah.. banyak orang"Alya langsung mendorong wajah Tian
Yudha yang berdiri disudut ruangan sambil memeluk pinggang Zahra dengan erat seolah takut Zahra lepas.
"Yudha... malu ah.. peluk terus"
"Ngapain malu.. kamu kan istri aku.. "
"Tapi ini banyak tamu Yudha... "
"Panggil sayang dulu dan kecup bibir ini baru aku lepas pelukannya.. "
"Jangan macam macam Yudha... "
"Nggak kok cuma satu macam saja.. "
Bumi yang berjalan ke arah Yudha langsung menarik Yudha kuat sehingga pelukan nya dipinggang Zahra terlepas.
"Bumiii.... gila... sakit tahu "teriak Yudha membuat banyak mata memandang kearah mereka.
Bumi yang menjadi pusat perhatian nyengir saja.
"Kamu tuh yang salah... seperti hanya kamu saja yang punya pasangan... dimana berada meluk terus.. takut hilang Zahra nya.. "
"Ngapain Kak Bumi yang risih.. oh iya aku baru ingat.. Kak Bumi iri ya...Iri bilang boss... "ucap Yudha tanpa sadar dengan suara keras
Tian yang dari tadi sudah geram melihat kelakuan dua cunguk itu langsung menghampiri mereka dan menjitak dengan keras kepala Yudha.
"Aduh sakit woi.. kalau mau Jitak tuh ngomong dulu"
"Suara Lu dari tadi mengganggu pesta anak ku"ucap Tian geram
"Kak Bumi tuh yang cari masalah. Betulkan sayang"ucap Yudha mencoba mencari pembelaan dari Zahra.
"Nggak tahu... "ucap Zahra cuek membuat Yudha menjadi malu.
"Sayang.. kamu kok gitu. Belain suami kamu yang gantengnya tiada tara ini kek"
"Zahra aja nggak sudi membela kamu... kasihaaan deh Lu"ucap Bumi
"Lu kalau nggak bisa tahan suara Lu lagi.. gue akan minta satpam menyeret Lu keluar"
__ADS_1
"Bagus Tian aku setuju... "Bumi mencoba mengompori
"Kamu juga akan aku minta satpam menyeretmu jika kamu masih ribut. Dosa apa aku ya mengapa bisa punya adik dan sahabat yang gokilnya tak ketulungan"
"Kamu harusnya bersyukur punya sahabat seganteng aku dan terkenal.... aku dikalangan ibu ibu muda paling terkenal loh. Pada ngantri ingin menjadi pasien aku. Dokter Bumi.. dokter kandungan yang paling ganteng.. "
"Dan paling mesum... "ucap Yudha
"Mesum bagaimana.. Lu jangan asal ngomong ya.. gue Jitak lagi ntar kepala Lu"ucap Bumi dengan marah
"Gimana nggak mesum.. suka pegang pegang perut pasien... "
"Yudha.. sableng... bagaimana gue mau USG jika tidak diperut pasien.. "ucap Bumi geram
Dari kejauhan tampak si kembar yang sangat tampan dan cantik berlari ke arah mereka.
"Daddy ayo.. tiup lilin.. "ucap Alexa
"Daddy.. potong kue lagi"ucap Axel
"Iya sayang.. ayo kita ke panggung lagi.. Tinggalin saja uncle kamu yang gokil ini.. nanti daddy jadi ikutan gila kalau berada diantara mereka... "Tian menggandeng anaknya dengan kedua tangannya.
"Kayak kak Tian nggak gila saja.. "gumam Yudha
"Yudha.. aku ke depan panggung ya... kamu disini sama Kak Bumi ya.. "
"Ih... nggak ah ntar aku dikira homo lagi"ucap Yudha dan langsung menggenggam tangan Zahra mengajaknya berjalan ke depan panggung.
"Hai... gue juga ikut.. "ucap Bumi kembali berteriak. Tian yang telah berada diatas panggung langsung melototkan matanya ke arah Bumi. Bumi hanya nyengir membalasnya.
Bumi memperhatikan dengan seksama Ani membawa acara ulang tahunnya si kembar.
"Gila cantik benar tuh cewek"gumam Bumi
"Kak Bumi.. hati hati tuh ilernya mau jatuh"
Bumi langsung memegang mulutnya..
"Gila Lu.. gue kira betulan ileran"
Zahra dan Yudha tertawa melihat ekspresi Bumi yang kesal karena dikerjain.
Si kembar yang memakai pakaian serba hitam tampak sangat tampan dan cantik. Ia memang menjadi pusat perhatian seluruh anggota keluarga. Mereka tumbuh sehat dan cerdas jika dibandingkan dengan anak yang seusia mereka.
"Axel memang ganteng.. persis kayak uncle nya waktu kecil"ucap Yudha
"Kok kayak kamu sih.. bukannya mirip Kak Tian daddy nya"ujar Zahra
"Sayang... apa kamu nggak lihat senyumnya.. matanya.. bibirnya mirip suami kamu ini"ucap Yudha sambil memeluk Zahra
__ADS_1
"Gue bilang sama Tian ya.. kalau lu ngaku Axel mirip Lu"
"Is dah tua masih suka mengadu domba.. orang yang suka adu domba jodohnya jauh.. "
"Jodoh gue sudah tampak didepan mata.. "
"Apa Kak Bumi kira kak Ani mau sama kakak"
"Siapa namanya Yud.. kamu kenal ya"
"Kenal dong... itukan sekretaris di agensi milik Alya"
"Kalau begitu kamu bisa dong kenalkan dengan kakak mu ini"
"Kak Bumi bukan kakakku"
"Jangan gitu dong Yudha... kamu nggak kasihan lihat kakakmu ini jomblo terus"
"Nggak... "jawab Yudha
"Yudha... kamu jangan gitu dong.. "rayu Bumi memegang lengan Yudha.
Acara demi acara telah berlangsung. Semua nya telah selesai, tinggal acara makan makan saja.
Bumi masih menempel dengan Yudha minta dikenalkan dengan Ani.
Alya dan Ani mendekati tempat Yudha dan Bumi duduk. Alya tahu mata Bumi dari tadi memandangi Ani dengan intens.
"Ani.. kenalkan ini dokter Bumi... sahabatnya Kak Tian"
"Bumi.. "ujar Bumi sambil mengulurkan tangan
"Ani.. "
"Kak Ani... jangan mau ya tergoda dengan Kak Bumi, karena ia dokter me......"belum sampai Yudha berucap mulutnya sudah ditutup Bumi
"Yudha kamu.. mau ngomong apa.. kamu mau bilang kalau Kak Bumi dokter yang paling tampan ya... "
"Mana ada.. aku mau bilang Kak Bumi dokter me...."kembali mulut Yudha ditutup Bumi
"Kak Ani.. Yudha mau mengatakan kalau Kak Bumi yang mendidik aku dulu"ucap Zahra
"Oh iya.. betul itu"ucap Bumi senang
"Oh jadi dulu Zahra kerja dengan kak Bumi... jadi Kak Bumi yang comblangi Yudha dan Zahra"
"Mana ada.. aku kenalan sendiri ya... "
"Sudah ah.. nggak capek apa kalian berdebat melulu... ayo makan lagi.. biar mulut kalian berdua bisa diam"ucap Tian.
Semuanya tersenyum mendengar ucapan Tian. Mereka pun mulai mengambil makanan sesuai selera masing masing. Bumi mengekori kemana Ani pergi.
__ADS_1
*******************************
Terima kasih buat pembaca setia novel ini,yang telah menunggu kisah cinta Zahra dan Yudha.. juga kisah cinta dokter Bumi