Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 53 Season Dua.


__ADS_3

Cindy meminta asistennya menghubungi Axel, mengabari jika ia masuk rumah sakit. Ia meminta Axel mengunjunginya.Cindy tak bisa lagi menelepon Axel karena nomornya sudah di blokir.


Axel melihat nomor asisten Cindy di ponselnya. Ia mengabaikan saja. Tapi deringan ponselnya tidak berhenti juga setelah beberapa kali ia tak mengangkatnya. Axel akhirnya menyerah, ia menerimanya.


"Ada apa Maya... "


"Mas Axel, mbak Cindy masuk rumah sakit "


"Sakit apa... "


"Dokter bilang karena kelelahan dan banyak pikiran. Sejak mas tidak mau lagi menemui dan memblokir nomor Mbak Cindy, ia tampak murung ,tak mau makan dan tidurpun sulit"


"Ia yang menyiksa dirinya, mengapa aku yang disalahkan"


"Mas.. mbak Cindy sangat mencintai mas, ia tak bisa berpisah dari mas. "


"Kamu tahukan, semua ini karena kesalahan Cindy. Mengapa sekarang seolah ia yang menjadi korban.. "


"Mas.. bukankah mas juga sangat mencintai mbak Cindy, mengapa mas tak mencoba memperbaiki hubungan ini"


"Tak ada yang bisa diperbaiki lagi. Jika tak ada lagi yang perlu kamu omongan, aku tutup ya"


"Mas... tunggu, aku mohon mas, jenguklah mbak Cindy. Paling tidak sebagai orang yang pernah saling mencintai, tak ada salahnya mas menjenguk mbak Cindy yang sedang terbaring sakit"


"Oke... nanti aku pikirkan* "


Axel lalu mematikan sambungan ponselnya. Tak lama masuk pesan dari asisten Cindy memberitahukan dimana Cindy dirawat.


Axel lalu memanggil Rendi ke ruang kerjanya. Ia meminta Rendi menemaninya ke rumah sakit. Jika ia pergi sendiri, ia takut Cindy nanti bisa salah paham. Ia tak ingin Cindy mengartikan lain kedatangan dirinya.


"kamu nanti ikut aku masuk ke ruang rawat Cindy ya"


"Tapi pak... saya segan. Nanti siapa tahu ada masalah pribadi yang ingin bapak bicarakan"


"Rendi.. aku yang meminta kamu. Itu berarti aku ingin kamu terus berada disampingku"


"Baiklah pak... "


Cindy ternyata di rawat di rumah sakit milik daddy Tian. Ketika akan masuk ke ruang rawat Cindy, Axel bertemu dengan om Bumi.


"Selamat siang om... "


"Oh.. Axel, mau jenguk siapa"


"Teman om.. "


"Om mau kemana... "

__ADS_1


"Ini mau memberi hasil dari cek darah pasien di dalam ini"tunjuk Bumi ke ruang rawat tempat Cindy berada.


"Ruang ini om.. Cindy"


"Ya.. nyonya Cindy,kamu mengenalnya"


"Ya.. saya juga ingin menjenguk. Tapi maksud om apa ya ,apakah ia telah menikah, mengapa om memanggil nyonya bukan nona"


"Mengapa kamu bertanya begitu. Om nggak berhak tahu apakah saat ini ia telah menikah atau belum, tapi setiap calon ibu pastilah om memanggilnya nyonya"


"Calon ibu... apakah Cindy hamil"tanya Axel kaget.


"Ya.. dan om akan mengabarkan berita baik ini dengannya. Kamu mau masuk sekalian dengan om.. "


"Boleh om.. ayo kita masuk"


Axel mengikuti langkah Om Bumi masuk ke dalam ruang rawat Cindy.


"Selamat siang... "ucap Bumi


"Selamat siang dokter, Axel kamu datang juga sayang "ucap Cindy gembira melihat kedatangan Axel


Bumi melihat ke arah Axel mendengar Cindy memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


"Cindy.. dokter ini Oom aku, jadi kamu yang sopan memanggil aku. Nanti om Bumi bisa salah sangka karena kamu memanggil aku sayang"


"Itu dulu, sekarang kita sudah putus. Jadi jangan pernah panggil aku sayang lagi"


"Oh... jadi ini Cindy pacar kamu itu, Axel"


"Mantan om.."


"Aku nggak mau pisah denganmu Axel.. aku masih mencintai kamu"


"Tapi aku sudah tidak mencintai kamu lagi. Oh ya om, bukankah om kesini buat memberi kabar gembira pada Cindy, silakan om sampaikan"


"Maksud kamu apa.. kabar apa dokter "


"Nyonya Cindy... "


"Maaf dok saya belum menikah, jadi panggil saja nona. Nanti setelah saya menikah dengan Axel, baru dokter bisa memanggil saya nyonya Axel"


"Jangan bermimpi Cindy"gumam Axel


"Oh maaf, nona Cindy. Berdasarkan hasil laboratorium dari sampel darah anda yang kami ambil, saat ini anda sedang mengandung tujuh minggu"


"Apaaa... dokter jangan main main. Saya tak mungkin hamil. Saya belum menikah. Bukankah begitu Axel. Kamu pasti sekongkol dengan dokter ini buat mempermainkan saya"

__ADS_1


"Maaf nona, saya sebagai dokter tidak boleh memberikan berita bohong. Ini memang hasil dari sampel darah anda"


"Tidaakk... saya tidak mungkin hamil. Hasil ini pasti salah. Pasti darah saya tertukar..."


"Maaf nona ,hasil lab tak mungkin salah. Jika anda tak percaya, anda bisa mengulang pemeriksaan pada lab lain"


"Mengapa kamu kaget Cindy. Seharusnya kamu tahu, jika kamu sering berhubungan badan pasti suatu saat akan hamil"ucap Axel sinis


"Aku tak mau anak ini... aku mau menikah hanya denganmu Axel,aku bisa membuang anak ini"ucap Cindy sambil memukul perutnya.


"Nona..sadarlah. Tidak boleh melakukan itu, itu tidak hanya akan membuat anak dalam perut anda tersiksa tapi juga beresiko bagi anda"ucap Bumi sambil memegang tangan Cindy menahannya agar tak memukul perutnya.


"Cindy... ibu macam apa kamu. Melihat kamu seperti ini, aku tambah yakin buat menjauh darimu. Apakah kamu sadar, tindakan kamu itu bisa membunuh janinmu.Apa kamu kira aku sudi berhubungan dengan pembunuh, mengenal saja aku tak sudi"ucap Axel dengan nada tinggi


"Tapi aku tak siap jadi ibu. Aku belum mau punya anak"teriak Cindy histeris


"Om.. apa tidak sebaiknya om memberi obat penenang buat Cindy"


"Ya.. sepertinya memang begitu. "ucap Bumi dan memencet tombol memanggil perawat.


Bumi meminta perawat itu membawakan obat penenang setelah itu ia menyuntikan ke Cindy.


"Dokter.. aku tak mau ani ini. Aku mau dokter menolong saya buat aborsi anak ini"ucap Cindy pelan setelah di beri obat penenang


"Kami tidak bisa melakukan tindakan aborsi tanpa alasan, itu melanggar kode etik kedokteran "


"Cindy.. seharusnya kamu sadar, jangan menambah dosa lagi. Setelah kamu melakukan hubungan tanpa pernikahan, kamu ingin membunuh calon bayi kamu yang tak berdosa itu. Jangan jadi pembunuh Cindy... "


"Anak ini akan menjadi penghalang buat hubungan kita. Axel aku benar benar minta maaf. Aku ingin menjalin hubungan kembali denganmu, aku akan menuruti semua kemauan kamu. Atau jika kamu mau menjadi ayah dari anakku baru aku akan membesarkannya"


"Kamu sudah gila Cindy. Kamu harus minta pertanggungjawaban dari ayah bayi yang kamu kandung. Aku tidak akan pernah bisa kembali menjalani hubungan dengan kamu, baik karena adanya calon bayi itu ataupun tidak ada bayi itu"


"Kamu keterlaluan Axel, bukankah kamu bilang kamu mencintai aku. Tapi mengapa kamu memutuskan hubungan ini sepihak"


"Maaf nona, saya permisi dulu. Axel, om pamit dulu"


"Iya om, nanti aku mau ke ruang kerja om. Ada yang ingin aku bicarakan"


"Oke, om tunggu.. "


"Sepertinya tidak ada yang perlu kita omongkan lagi. Aku harap kamu bisa menjadi ibu yang baik bagi anakmu. Selamat ya.. karena kamu akan menjadi ibu"ucap Axel dan meninggalkan ruang itu.


"Kamu jahat Axel.. "ucap Cindy sebelum akhirnya tertidur karena pengaruh obat bius tadi.


*******************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2