Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 110. Sepasang Bayi Kembar


__ADS_3

Alya dan mama Mega baru sampai di rumah sakit. Ia menghubungi Tian...


"*Hallo kak Tian... aku sudah sampai di rumah sakit... kakak masih rapat ya... "


"Ya sayang... sebentar lagi kakak selesai rapatnya... kamu tunggu sampai kakak datang ya... baru masuk ruang kerja Bumi"


"Ya.... kak.. "Alya pun mematikan sambungan ponselnya*..


Mama mendengar semua percakapan Alya.


"Selama ini aku perhatikan... tak pernah Alya membantah perkataan Tian... ia selalu menurut apapun mau nya Tian... pasti selalu menjawab iya semua yang Tian katakan... beruntung banget Tian mempunyai istri seperti Alya"


"Ma... kita tunggu kak Tian dulu ya... baru masuk ruang kerja Bumi... kita ke kantin saja ya ma... sambil menunggu kak Tian"


"Boleh... mama juga ingin minum jus "


"Ayo ma... Alya juga mau... "


Mereka memasuki kafe dirumah sakit. Dokter yang kebetulan kenal dengan mama memberi hormat ketika mereka berpapasan.


Setelah hampir satu jam menunggu, terdengar ponsel Alya berdering..


"Ya kak... oh kakak sudah ada diruang kerja dokter Bumi. Alya segera kesana. Sekarang Alya masih dikantin"


"Ma... kak Tian sudah sampai... apa mama sudah selesai minumnya.. "


"Sudah... mari kita ke sana"Mama Mega menggandeng tangan Alya menuju ruang kerja dokter Bumi.


Sampai didepan ruang kerjanya, Alya mengetuk pintu..


"Selamat Siang dokter Bumi... "


"Selamat siang... silakan masuk"


Alya dan mama Mega masuk bersamaan.


"Mama... ikut juga... pengen lihat cucunya ya... "ucap Bumi


"Ya Bum... mama nggak sabar pengin lihat jenis kelamin cucu mama.. "


"Yang nggak sabaran kok mama... bukannya Alya dan Tian"


"Aku terserah Allah beri saja Bum... laki laki perempuan sama saja.. yang penting sehat"ujar Alya


"Kalau aku maunya perempuan... biar secantik mommy nya"ujar Tian sambil menggenggam tangan Alya


"Bagaimana Alya... apa ada keluhan sekarang.. "


"Terkadang aku merasa sesak nafas, sering lelah dan sedikit sulit tidur... dan ingin buang air kecil terus"


"Kalau semua itu biasa dirasakan ibu hamil, pertumbuhan janin yang semakin pesat membuat tekanan pada diafragma sehingga membuat ibu sulit bernafas, apa lagi hamil bayi kembar... dan sulit tidur itu juga biasa dialami ibu hamil karena perubahan bentuk tubuh membuat kesulitan kita untuk mengatur posisi tidur, sebaiknya gunakan banyak bantal buat penyangga... "


"Sayang... jadi itu sebabnya kamu sering terbangun... tidur saja dipelukan kakak kalau kamu merasa sulit tidur.. "


"Tambah sesak kak... kalau tidur kak Tian peluk"jawab Alya dengan polosnya.


"Lu meluknya erat banget... ya sesak dong Alya.. "


"Bum....gue mau tanya nih... habis mama marah marah dengan gue tadi pagi... kata mama aku sebaiknya sudah berpuasa berhubungan badan, apa menurutmu aku memang tak boleh lagi ya berhubungan badan... "

__ADS_1


"Sebenarnya berhubungan intim saat hamil masih boleh dilakukan selama kandungan tidak bermasalah, tapi ketika memasuki bulan ketujuh harus lebih jarang dilakukan dan jangan membuang sp*rma didalam rahim karena itu dapat memicu kontraksi yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur.. "


"Tuh dwngar ma... masih bolehkan aku berhubungan.. "


"Kamu tuh pikirannya mesum saja.. lihat perut istrimu yang makin membesar, takut mama kamu menekan perutnya ketika berhubungan"


"Betul juga yang mama katakan... semakin besar perut istri, kamu harus lebih berhati hati dalam berhubungan, karena takutnya menekan perut istrimu. Atau sebaiknya posisi berhubungan kamu dirubah... misalnya Alya diatas atau dari samping... "


"Dengar kan sayang... kamu yang harus diatas... "


"Kakak... bicaranya vulgar banget... malu sama mama dan Bumi"


"Ngapain malu sama Bumi.. ia walaupun belum nikah tapi sudah tahu semuanya. Sudah dipelajari semua... tinggal mempraktekan saja dengan istrinya kelak.. "


"Gue kan dokter.. ya harus gue pelajarilah.. "


"Lu sengaja memilih menjadi dokter kandungan karena pikiran mesum lu tuh saja kan.. "


"Pikiran lu yang mesum. Sekarang Alya kita periksa letak janin dan jenis kelaminnya.. "


"Mama boleh lihat juga kan Alya.. "


"Bolehlah ma... "


Bumi meminta perawat membantu Alya naik ketempat tidur. Tapi Tian menolaknya, ia langsung menggendong Alya, menaikan keatas tempat tidur.


"Sekarang perhatikan monitor... kehamilan Alya sudah masuk minggu ke dua puluh dua. Sekarang kamu lihat itu wajah anakmu... sudah mulai kelihatan... "


"Kak lihat itu bibirnya seperti kak Tian... hidungnya... "Ucap Alya terharu


"Ya sayang dan yang satu lebih mirip kamu sepertinya.. "


"Sekarang kita lihat jenis kelaminnya.... wah... kejutan... kamu lihat Tian... Alya... sepertinya bayi kalian sepasang... ini yang cewek dan satunya cowok"


"Ya.. Tuhan... mama.. lihat anak Tian sepasang ma.. "ucap Tian memeluk mamanya


"Ya nak... mama akan memiliki cucu sepasang... laki laki dan perempuan.. pasti ganteng dan cantik seperti orang tuanya "ucap Mama Mega. Tak disadari air mata bahagia menetes dari sudut mata mama Mega. Ia tak pernah mengira akan diberi kebahagiaan yang melimpah seperti ini.


"Sayang... kamu lihat anak kita sepasang... yang cewek pasti secantik kamu.. "


"Dan yang cowok setampan daddy nya... "ucap Alya


"Sayang... terima kasih banyak karena memberi kak Tian keturunan sepasang sekaligus... Dan juga ucapan terima kasih kak Tian karena kamu mau kesulitan mengandung buah cinta kita"Tian mengecup seluruh bagian diwajah Alya..dan bibirnya dikecup beberapa kali.


"hei... kalau mau mesraan ntar dirumah... "


"Bumi... sepertinya gajimu akan dinaikan... aku akan meminta manajer rumah sakit untuk menaikan gajimu mulai bulan depan"


"Lu serius kan.. awas kalau nggak... gue minta lu yang transfer tambahan nya... "


"Kalau tambahan nya ntar gue transfer... "


"Oke... gue tunggu ya... awas lu lupa.. gue hubungi terus ponsel lu.. "


"Apa yang tak boleh Alya lakukan di kehamilan yang makin besar ini... "


"Nggak ada larangan spesifik sih... cuma jangan kelelahan.. jangan makan makanan mentah dan juga ikan yang mengandung mercury... "


"Itu akan gue jaga... dengar sayang... kamu nggak boleh kelelahan... jadi nggak boleh sering keluar rumah tanpa perlu.. misalnya ke agensi.. kan semua sudah diurus Tony"

__ADS_1


"Bagaimana kalau Alya dibantu perawat yang bisa menjaga ibu hamil... yang tahu pantangan dan larangan bagi ibu hamil, biar lebih terjaga kandungan Alya"ujar mama


"Alya rasa nggak perlu ma... nanti jika Alya sudah melahirkan saja.. baru cari perawat buat bantu Alya.. "


"Tapi kak Tian rasa usulan mama bagus sayang... sebaiknya memang ada perawat, nanti jika ada sesuatu yang terjadi dengan kamu perawat bisa menangani terlebih dahulu sebelum mendapat perawatan selanjutnya... "


"Tapi kak..."


"Untuk menemani kamu sekalian dirumah... biar nggak kesepian... Lu bisa merekomendasikan seorang perawat yang terbaik"


"Ada satu perawat... ia baru sebagai perawat tapi pengetahuan bagus dan kerjanya cekatan. Ia juga sudah tak memiliki keluarga ..ia berasal dari salah satu panti asuhan.. jadi gue rasa tak masalah baginya untuk tinggal bersama lu.. "


"Lu bisa pertemukan dengan kami sekarang..."


"Besok saja ya... karena sekarang ia off"


"Oke... besok sore lu minta ia datang kerumah.. kalau kerjanya bagus gue beri gaji tiga kali lipat dari gajinya sekarang dan mungkin bisa seterusnya buat merawat anakku"


"Oke besok gue minta ia kerumahmu... "


Tian menggendong Alya dan mendudukan dikursi depan Bumi.


"Alya... kamu harus banyak makan yang bergizi karena bayi mu kembar, tentu lebih banyak memerlukn gizi.. "


"Ya.. Bum.. "


"Ini resep vitamin yang perlu ditebus... jangan lupa diminum"


"Oke... gue pamit dulu... "


"Terima kasih Bum... kami pamit dulu"


"Baik... semoga kandunganmu sehat sampai hari persalinan.. dan lu jangan lupa transferannya"


"Lu kalau masalah uang ingat saja.. "


"Lu yang janjiin... janji adalah hutang.. jadi lu sekarang berhutang dengan gue... "


"Terserah kata lu saja... "


"Nak Bumi... terima kasih karena telah menjaga kandungan Alya.. "


"Bukan Bumi yang menjaganya ma... tapi Alya"


"Dengan bantuan resep dari mu... "


"Itu sudah kewajiban aku sebagai dokter ma.."


"Kami pamit dulu... "


"Ya ma... hati hati"


Tian... Alya... dan mama keluar dari ruangan dengan wajah yang sangat gembira.


**************************


Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ku ini. Dan juga ucapan terima kasih banyak buat yang telah support aku dengan memberi like, koment dan vote.


Mampir juga dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta novelku berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2