
Sehabis dari rumah sakit, mama Mega mengajak Alya untuk membeli perlengkapan bayi.. Tian yang rencananya akan kembali ke kantor, mengurungkan niatnya. Ia ikut mama dan Alya melihat perlengkapan bayi..
"Kamu nggak kembali ke kantor... "
"Nggak aku ikut mama saja... "
"Awas ya kalau kamu rese nanti... "
"Ma.. itu kan anak Tian... terserah Tian mau beli perlengkapan bayi yang mana.. "
"Tapi itu cucu mama... "
"Hhaaa... "ucap Tian dengan wajah cengonya
"Begini saja ma... buat perlengkapan anak cewek mama yang pilih... buat anak cowok biar kak Tian"
"Kamu nggak mau ikutan milih juga... "tanya mama
"Alya nanti tinggal memeilih yang belum ada dalam pilihan mama dan kak Tian"
"Sayang... kamu selalu saja mengalah... "Tian mengecup pipi Alya.
Tian meminta supir nya pulang.. mereka berangkat menggunakan mobil mama.
Sampai di toko yang menjual semua perlengkapan bayi... Tian langsung antusias ingin membeli semuanya.. Dari baju.. sepatu, mainan dan ayunan.
"Kak... mainan nggak perlulah beli sekarang.."
"Kalau tempat tidur buat cowok bagus yang model mobilan ini.. sayang"
"Kamar buat sikembar belum di renovasi, mau diletak dimana nanti. Belinya nanti jika kamar sudah selesai saja kak"
"Itu mama lebih kalap lagi dari kak Tian belanjanya.. "
Alya berjalan menghampiri mama, yang telah mengumpulkan banyak barang barang dan pakaian.
"Ma... baju ini seperti nya belum perlu deh... ini buat anak usia dua tahun.. Dan jangan beli tempat tidur dulu ma.. karena kamar buat sikembar belum direnovasi"
"Biar dititipkan dirumah mama saja... ada banyak kamar kosong. Nanti jika sudah selesai renovasi baru dipindahkan kerumah kalian"
Alya menarik nafasnya... dan memegang dahinya. Mama dan suaminya sama gilanya dalam belanja buat keperluan bayi kembar mereka.
Akhirnya Alya pasrah saja,mau apa yang dibeli mama dan Tian. Ia lebih memilih duduk dan minum jus yang Tian belikan.
Setelah mereka merasa selesai dengan belanjaannya.. mama dan Tian membayar masing masing apa yang mereka pilih.
"Ma ...biar Tian yang bayar sekalian.. "
"Kamu kira mamamu miskin.. tak mampu beli semua ini buat cucunya"
"Bukan begitu ma... Bagaimana pun ini kan buat anak Tian... mama memilihnya saja.. yang bayar biar Tian"
"Nggak mama mau bayar sendiri.. "
"Ma.. sama saja.. nanti jika saldo mama menipis.. Tian juga kan yang akan mengtransfer.. "
"Jadi kamu mau bilang.. kalau uang mama ini juga berasal dari uangmu... "
"Bukan begitu ma.. "
"Kamu lupa... kalau mama masih ada saham. diperusahaanmu... jadi uang yang kamu transfer sebagian memang hak mama dari pemegang saham.. "
"Iya ma... aku mengerti.. tapi.. "
Alya yang melihat mama dan anak yang berdebat itupun langsung berdiri dari duduknya..
__ADS_1
"Kak Tian... biarlah mama yang membayar semua perlengkapan bayi yang mama pilih. Itu sebagai hadiah buat menyambut kelahiran cucunya... kita harus menghargai dan menerimanya"
"Betul sayang... kamu sangat mengerti mama. Mengapa bukan kamu yang anak mama dan Tian yang menantu ya.. "
"Mama... jadi sekarang mama menyesal punya anak seperti Tian.. "
"Sedikit... "
"Hhaaa... "ucap Tian dengan wajah yang sangat kaget.
Alya hanya bisa tersenyum melihat wajah Tian yang tak terima dengar perkataan mama.
Barang buat anak perempuan dikirim kerumah mama dan buat anak laki laki langsung dikirim kerumah.
Sehabis dari membeli perlengkapan bayi Tian membawa mama makan direstoran kesukaan mama. Tapi ternyata perang dingin belum berakhir. Selama makan mama hanya mau mengobrol dengan Alya .
################
Keesokan harinya..
Sore hari seperti biasa sehabis mandi Alya memilih duduk di taman. Ditemani dengan sepiring cemilan dan jus jeruk.
"Maaf bu Alya... ada tamu yang mencari ibu"
"Siapa bi... "
"Anak gadis... katanya ia diminta kesini oleh bu Alya... "
"Siapa ya bi... kok aku lupa ya.. aku rasa nggak pernah aku meminta seseorang buat datang kerumah"
"Ia mengatakan kalau dia seorang perawat yang dari utusan dokter Bumi"
"Oh iya... Aku baru ingat bi.. suruh saja menunggu diruang tamu dulu bi.. aku menyusul"
Bibi meninggalkan Alya yang sedang menghabiskan jus jeruknya. Setelah habis... ia menghampiri tamu itu.
Perawat itu bangun dari duduknya
"Selamat sore bu... perkenalkan saya perawat yang diminta dokter Bumi buat ke sini"
"Oh ya.. silakan duduk. "Alya dan perawat itu duduk berhadapan. Perawat itu hanya menunduk tak berani memandang Alya.
"Jangan menunduk terus... biasa saja.. "ucap Alya
"Bunda di panti asuhan tempat saya tinggal selalu mengajarkan saya berbicara menunduk jika dengan atasan bu.. "
"Hei... saya bukan atasan kamu... "
"Tapi jika saya diterima berarti ibu majikan dan atasan saya... "
"Saya nggak suka kamu bersikap begitu... biasa saja... Siapa nama kamu... berapa usia kamu sekarang "
"Nama saya Fatimah Az Zahra bu.. biasa dipanggil Zahra...umur saya masuk 22 tahun"
"Kita beda dua tahun Zahra... kamu bisa memanggil aku mbak Alya saja.. jangan ibu"
"Saya tak berani bu... "
"Kenapa... saya yang meminta... oh ya kamu kapan bisa nya bekerja.. "
"Saya diterima bu.. "
"Ya... saya percaya dengan pilihan dokter Bumi... "
"Kalau begitu besok pagi pagi saya kesini lagi bu... sekarang saya harus menyusun pakaian yang akan saya bawa... "
__ADS_1
"Dimana panti asuhan tempat tinggalmu... "
"Daerah B... bu.. "
"Kalau begitu sekarang saja kita jemput pakaianmu... saya ingin minta izin dengan bunda kamu untuk membawa kamu tinggal bersama saya"
"Nggak perlu bu... saya tak mau merepotkan "
"Nggak apa apa,saya juga ingin membaqa sedikit makanan buat anak anak lain yang ada dipanti asuhan tempat tinggalmu."
"Kalau ibu memang berniat begitu.. baiklah. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas niat baik ibu.. "
"Ya.. tapi saya minta sekali lagi, kamu kalau bicara jangan menunduk begitu... "
"Tapi bu.. itu tak sopan.."
"Nggak apa apa... siapa bilang nggak sopan.. yang nggak sopan tuh bicara sambil menantang"
"Baik bu... "Zahra memandang ke arah Alya
"Astaga Zahra... kamu cantik banget.. mengapa harus bicara menunduk.. jadi tak tampak kecantikanmu"
"Ibu bisa saja... ibu yang sangat cantik... "
"Zahra kamu tunggu sebentar ya.. aku mau menghubungi suami saya dulu, mau minta izin ke panti asuhan"
"Baik bu... silakan "
Alya meninggalkan Zahra sendiri,ia pergi ke kamar mengambil ponsel buat menghubungi Tian
"Hallo kak... "
"Iya sayang... ada apa"
"Kak aku mau minta izin pergi ke panti asuhan... "
"Buat apa sayang... tunggu kakak nggak sibuk baru kita ke sana bersama "
"Kak... aku sekalian mengantar Zahra, perawat buat aku untuk mengambil pakaiannya. Kebetulan Aku juga sudah lama nggak ke panti asuhan. "
"Tapi kamu harus hati hati... jangan lama lama"
"Iya kak... terima kasih.. "
"Terima kasih nya nanti malam saja"
""Kak Tian... jangan mesum terus pikiran nya"
"Ha.. ha.. tapi kamu suka kan"
"Ih kak Tian... sudah ah.. aku mau berangkat sekarang, nanti kamalaman"
"Ya... berangkatlah... hati hati...mmuaah"ucap Tian
"Mmuuaahhh... "balas Alya senang
Alya dan Zahra pergi ke panti asuhan di antar supir, sebelum ke panti asuhan Alya meminta supir mampir ke supermarket. Alya membeli berbagai macam kue dan bahan makanan untuk di bawa ke panti asuhan.
***********************
Visual Fatimah Az Zahra
Terima kasih untuk yang tetap setia membaca novel ini.
__ADS_1
Mampir juga ya dinovel ku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI