Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 134. Gagalnya malam pertama


__ADS_3

Tamu undangan makin banyak memenuhi ruangan pesta. Tian tak mau lepas menggenggam tangan istrinya..


"Sayang.. kita malam ini sudah bisa malam pertama jugakan"bisik Tian


"Maksud kakak Tian... "


"Tadi aku sudah membuat Bumi mau jujur, ia bilang kita sudah bisa ena ena kok... "


"Kak Tian... ih malu maluin saja, yang nikah Yudha.. yang kebelet kawin Kak Tian"


"Kak Tian sudah hampir tiga bulan nih puasa.. tapi kamu tahu nggak, untuk membuka mulut Bumi agar bicara jujur... Kak Tian harus rela mentransfer sejumlah uang"


"Jadi yang Kak Tian omongin disudut tadi itu"


"Hhhmmmm"


"Si kembar nanti sama siapa Kak..... "


"Tenang nanti pasti ada yang jagain si kembar.. kita juga akan malam pertama semenjak kelahiran si kembar... "


"Pikirannya Kak Tian.. mesum aja"


"Mesum sama istri kan tak apa... "


Malam semakin larut... tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan ruang pesta.


Setelah tamu undangan tiada lagi, Tian meminta Alya masuk ke kamar yang memang disediakan khusus buat Tian sebagai pemilik hotel. Kamar ini tak pernah boleh ditempati tamu hotel.


"Si kembar bagaimana Kak... "


"Tenang saja.. itu menjadi urusan Kak Tian... yang jelas si kembar tak akan terlantar. Kamu masuklah dulu ke kamar nanti Kak Tian menyusul"


Sebelum masuk ke kamar Alya sempat melihat si kembar yang telah tertidur dengan bi Nah dan bi Sum.


Tian meminta Alya jangan pikirkan si kembar malam ini... mereka akan melewati malam ini berdua saja.


Yudha dan Zahra telah meninggalkan pelaminan. Mereka menuju kamar pengantin.


Sampai di kamar Zahra langsung mandi.


"Sayang... mandinya berdua saja ya... biar cepat "teriak Yudha dari depan pintu kamar mandi.


"Nggak perlu Yudha.. aku malu kalau berdua.. kamu nanti saja setelah aku ya.. aku mandi nggak lama kok"jawab Zahra


Setelah selesai mandi,Zahra baru menyadari ia tak membawa pakaian ganti. Ia keluar dengan memakai kimono handuknya


"Yudha... pakaian aku dimana ya.. apa sudah dibawa kekamar ini"


"Aku nggak tahu sayang.. lagi pula ngapain pakai baju nanti akan buka juga "bisik Yudha


"Yudha kamu mesum banget"


"Kita akan melanjutkan olahraga yang tertunda siang tadi"


"Yudha... "ucap Zahra malu dengan muka yang sudah memerah.


"Aku mandi dulu ya... siap siap untuk kita berolah raga sampai pagi"


Setelah berkata begitu, Yudha langsung masuk kamar mandi. Zahra mencari pakaiannya di koper dan lemari tapi tak ditemui sehelai pun pakaiannya. Ia hanya menemukan lingerie tipis transparan.

__ADS_1


Zahra mengangkat pakaian itu dengan tinggi


"Pakaian apa ini... tipis banget. Ini sama saja kalau kita tak berpakaian"gumamnya.


Yudha yang telah selesai mandi melihat Zahra kebingungan dengan memegang lingerie.. ia tersenyum mendekati istrinya.


"Napa... bingung gitu"


"Ini pakaian apa Yud...tipis banget"


"Itu pakaian tidur buat pengantin baru... tapi kamu nggak perlu pakai baju malam ini.. "ucap Yudha langsung menggendong tubuh Zahra dan menghempaskan pelan keatas tempat tidur..


Yudha langsung naik ketempat tidur dan mendukung tubuh Zahra di bawah tubuhnya.


Yudha memandang wajah istrinya dari jarak yang sangat dekat..


"Kamu dilihat dari jarak yang sangat dekat begini, tampak sangat cantik sayang.. "


Zahra sangat malu melihat wajah Yudha yang sangat dekat dengannya, sehingga ia dapat merasakan hembusan nafas Yudha dan menghirup bau maskulin dari tubuh suaminya.


Zahra menutup wajahnya dengan kedua tangannya, melihat Yudha yang terus memandangnya dengan intens.


"Mengapa kamu menutup wajahmu"


"Aku malu Yudha... kamu mengapa memandangi aku seperti itu"


"Kamu kalau malu tampak tambah menggemaskan... membuat aku ingin memakanmu segera.. "


"Yudha... ngomong apa sih"


Yudha mulai mengecupi dahi, mata, hidung, pipi dan bibir Zahra.


"Sayang... buka mulutnya, jangan sampai aku gigit baru dibuka"ucap Yudha. Zahra membuka mulutnya perlahan, Yudha langsung memasukan lidahnya, ia membelit lidah Zahra, dan Istrinya itu pun mulai membalasnya. Mereka saling menukar saliva, saling membelit,menghisap dan melum*t.,


Ketika Yudha merasakan Zahra yang mulai sesak... ia melepaskan pangutan bibir mereka. Perlahan kecupan Yudha turun keleher Zahra... ia menghisap dan menggigit pelan leher Zahra sehingga meninggalkan jejak. Setiap inci dari leher dan dada istrinya dibuatnya tanda..


Sedang asyik membuat tanda kepemilikan, ponselnya berbunyi... Yudha tak menghiraukannya.


"Yudha... ponselnya dari tadi berdering"ujar Zahra


"Biarin saja.. "


"Siapa tahu penting... kamu lihat dulu dari siapa"


Yudha bangkit dari tubuh Zahra dan mengambil ponselnya, ia melihat nama Tian yang tertera.


"Mau ngapain sih kak Tian telepon malam malam begini"gerutu Yudha


Ia menekan tombol hijau untuk menjawab


"Ada apa sih Kak... "


"Kamu sudah tidur"


"Kalau aku sudah tidur.. nggak mungkin bisa jawab telepon Kak Tian"


"Ternyata kamu pintar juga ya... "


"Kak Tian mau apa sih... cepat ngomong"

__ADS_1


"Aku ada hadiah buat kamu dan Zahra... "


"Hadiah apa..."


"Kamu buka pintu kamar aku letakan depan pintu kamar ya. "


"Besok saja Kak hadiahnya aku ambil"


"Tapi aku sudah meletakan didepan pintu kamarmu...awas ya kalau sampai kamu tak mengambilnya.. "


"iya... iya... aku ambil.. "


"Oke... selamat malam pengantin baru"


Yudha mematikan sambungan ponselnya..


"Ada apa Yud... mengapa Kak Tian telepon "


"Katanya sih ada hadiah buat kita berdua didepan pintu dan harus diambil segera"


"Hadiah apa sih... ayo buka pintunya"Zahra bangun dari tidurnya dan memperbaiki handuk kimononya yang sedikit berantakan karena ulah Yudha tadi.


Yudha dan Zahra menuju ke pintu dan membukanya. Mereka terkejut melihat hadiah yang dikatakan Tian


"Apaaa.... dasar kak Tian gilaan.... "umpatnya


Zahra langsung mendorong kereta bayi itu, ternyata hadiah yang dibilang Tian adalah si kembar.


"Sayang aunty... kamu makin ganteng dan cantik saja "ucap Zahra dan mengecup pipi kedua bayi kembar itu.


Yudha langsung menghubungi Tian.. begitu tersambung keponselnya Tian,ia langsung ngegas


"Kak Tian...susah gila ya... masa malam pertama aku dan Zahra harus menjaga si kembar.. kak Tian mau ngerjain aku"


"Kamu kan bisa malam pertamanya besok... kasihan Zahra pasti kecapean.. harus istirahat"


"Memangnya kalau ada sikembar Zahra bisa istirahat "


"Si kembar kan anak yang baik, ia tidak akan mengganggu istirahat Zahra"


"Memangnya Kak Tian dan Alya mau ngapain, mengapa si kembar dititipkan dengan ku"


"Aku dan Alya mau ena ena... sudah hampir tiga bulan aku puasa.. "


"Dasar kampr*t...kak Tian mau ena ena..titip anak denganku.. aku dan Zahra yang nggak ena ena jadinya.. "


"Yudha... kamu belum pernah ngerasain ena ena jadi masih bisa tahan nafsu... tapi aku yang sudah biasa ena ena.. harus puasa tiga bulan.. dan hari ini baru mau lakukan lagi... kasihan dong aku.. masa harus gagal.. "


"Kak Tiaaaannnnn.... aku nggak mau tahu kakak harus bawa sikembar"teriak Yudha


"Jangan gitulah...katanya kamu sayang si kembar seperti anak sendiri...sudah ya aku mau ena ena dulu dengan Alya "Tian pun mematikan sambungan ponselnya


"Dasar Tiaaannnn....... gilaaaaa.... "teriak Yudha.


"Yudha... jangan teriak... si kembar nanti bisa terbangun"


Yudha mendekati Zahra yang tampak sedang menidurkan si kembar. Ia tak merasa terganggu dengan kehadiran si kembar..


**********************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini


__ADS_2