Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 105. Kemarahan Tian


__ADS_3

Bumi meninggalkan Satria dan Sari. Ia menghampiri Tian dan Alya.


"Hei... bro, bagaimana kesehatan lu. Sudah bisa hadir saja di pesta"


"Gue makin sehat sekarang apalagi gue mau jadi seorang bapak"


"Bagaimana main kudanya... sukses"


"Mau tau saja lu, nanti pengin pula.. mau main kuda sama siapa lu... sama tiang.. "


"Main kuda... kapan kak Tian main kuda"tanya Alya polos belum mengerti arah pembicaraan duo sahabat ini.


"Mana gue tahu Alya... kapan Tian main kuda, kalau gue tahu ntar gue intip lagi"


"Kepala lu... ngintip. Masuk rumah gue saja tak akan gue izinkan... "


"Ngintip... masuk rumah... aku tambah nggak ngerti maksudnya"ujar Alya


"Main kuda kudaan di kamar, yang ditanya Bumi.. "bisik Tian, membuat wajah Alya seketika merah karena malu


"Mengapa wajahmu bersemu merah begitu Alya... kamu malu ya.. "ucap Bumi membuat Alya makin salah tingkah


"Sudah... jangan buat istri gue tambah malu. Mau gue sunat sekali lagi punya lu... "ancam Tian


"Jangan dong... ntar habis. Gue belum perawanin anak orang... "


"Perawanin anak orang sih belum... tapi melakukannya sudah seringkan.. "


"Kak Tian... idih.. ngomong apaan sih. Mesum banget"Alya mencubit pinggang Tian..


"Duduk sana yuk... kasihan istri lu kalau berdiri terus... nanti kecapean"Bumi mengajak Tian dan Alya menuju meja yang ia tadi duduki bersama Satria dan Sari.


Satria yang melihat Tian dan Alya berjalan ke arah mereka.


"Sari... kakak ingatkan kamu, jangan pernah berbuat macam macam lagi dengan Alya. Karena Tian tak akan pernah mengampuni dan memaafkanmu lagi. Masih banyak lelaki yang lain. Lupakan Tian. Bukankah Tian dari dulu juga tak pernah mencintaimu . Jangan sia siakan hidupmu hanya untuk memikirkan lelaki itu. Lagi pula Alya tak salah.. jangan kau balas sakit hati mu pada Alya"


"Kak Satria ngomong apa sih... memangnya aku mau berbuat apa pada Alya... aku tak akan berbuat kesalahan lagi. Tenang saja"


"Kamu harus janji... jangan berbuat kesalahan apapun lagi dengan Alya... "


Tian dan Alya kaget melihat siapa yang duduk dihadapan mereka..


"Alya... apa kabar. Tambah cantik saja.. "ucap Sari sambil mengulurkan tangannya.


Alya ragu menerima uluran tangan Sari. Melihat itu Sari menurunkan tangannya..


Bumi memperhatikan semua itu, ia heran melihat Alya yang tak menerima uluran tangan Sari.


"Apa Alya mengenal Sari. Dan tahu Sari mantan tunangannya Tian.. Aduh ....sepertinya kali ini gue salah langkah deh. Gue lupa kalau Satria bersama Sari.


"Oh... Satria... lu sudah lama juga kan nggak ketemu Tian.. Lu sudah tahu Tian menikah"ucap Bumi memecahkan kecanggungan.


"Gue tahu... dan juga kenal dengan Alya... apakabar Alya.. "

__ADS_1


"Hhhmmmmm.... baik.. "lirih Alya


Tian menarik kursi dan mempersilakan Alya duduk. Tian duduk disamping Alya dengan tangannya memeluk bahu Alya.


"Kamu mau minum apa Alya.. Tian.. aku ambilkan sekalian.. "


"Terserah saja... asal jangan alkohol"


Bumi berjalan meninggalkan mereka, baru beberapa langkah terdengar Sari memanggil


"Bumi... tunggu ..aku mau ambil minum juga. Boleh sama samakan.. "


"Boleh.. ayo"


Setelah sedikit menjauh, Bumi mengajak Sari berbincang


"Kamu mengenal Alya... sudah lama"


"Sudah... sejak aku masih bertunangan dengan Tian"


"Apaa... berarti Alya tahu kamu pernah bertunangan dengan Tian"


"Tentu saja tahu... karena alasan kak Tian memutuskan pertunangan denganku ..Alya"


"Kamu nggak sakit hati... malahan aku lihat Alya yang canggung tadi. Padahal kamu sudah mengulurkan tangan"


"Aku tak tahu mengapa Alya menjadi canggung begitu... "


"Maaf... aku tak mengira kamu dan Alya saling mengenal. Jika tahu begini aku tak membawa Tian duduk bersama"


"Nggak apa apa... aku juga sudah melupakan semuanya... "


Bumi menyerahkan minum ditangannya buat Tian. Sedang kan Sari menyerahkan minumannya buat Alya. Melihat itu Tian langsung menepis minuman itu sehingga gelasnya jatuh ke lantai.


"Tian... aku bermaksud baik, memberi Alya minum. Mengapa reaksi kamu begitu"


"Kamu ingin meracuni Alya lagi... "


"Tian... aku cuma ingin memberi minum buat Alya... "ujar Sari


"Tian... kamu jangan keterlaluan... jangan mengundang keributan... "ujar Satria


"Siapa yang mengundang keributan.. aku atau adikmu "


"Sari hanya bermaksud baik.. ia hanya memberi minum buat Alya.. "


"Apa aku salah mencurigai maksud baik adikmu... "


"Kamu keterlaluan Tian... Sari nggak mungkin berani berbuat kejahatan lagi pada Alya... "


"Itu juga pernah kamu ucapkan ..... buktinya ia pernah mengulangnya. Jika hanya sekali.. mungkin aku masih bisa berpikir itu mungkin kekhilafan... tapi jika sudah mengulanginya... itu namanya niat dan kesengajaan. Aku mengerti... kamu sebagai kakaknya pasti membela. Tapi kamu harus melihat realita... kamu harus berpikir dengan logika... seandainya kamu berada di posisi aku bagaimana... "


"Tian... ada apa ini.. menurutku reaksi mu kali ini memang agak berlebihan. Mengapa kamu sampai berpikir Sari akan meracuni Alya.. minuman itu aku yang mengambilnya dan Sari cuma menolong membawakan.. "

__ADS_1


"Diammm.... kau tak tahu apa yang pernah ia lakukan pada Alya... jadi aku harap kamu jangan ikut campur.. "teriak Tian, mengundang banyak mata memandang kearah mereka.


Mama Mega yang sedang berkumpul dengan ibu ibu lainnya juga melihat keributan itu.


"Aku sempat berpikir, ingin meminta maaf padamu Sari...atas tindakanku kemarin, tapi setelah melihat wajahmu... aku jadi teringat perbuatan mu pada Alya... aku sepertinya belum bisa memaafkanmu"


Bumi yang mendengarnya,makin tak mengerti. Ada apa antara Sari dan Alya. Mengapa Tian begitu marah pada Sari.


Raymon mendatangi tempat mereka..


"Hei bro... ada apa ini.. sepertinya ada kesalah pahaman.. Apa kabar Tian.. Satria... Bumi.. jarang jarang kita dapat berkumpul, aku harap tidak ada masalah serius yang telah terjadi... karena aku mengundang kalian semua sekalian ingin reuni setelah acara pertunanganku"


"Maaf... sepertinya mood ku sudah tidak baik... aku mau pulang saja.. "


"Hei... acara saja belum dimulai.. dan kamu belum mengenalkan istrimu yang cantik ini"


Alya yang tampak sedikit syok hanya tertunduk, ia menggenggam tangannya sendiri.


Tian yang melihat itu menjadi sangat kuatir..


"Sayang... kamu nggak apa apa.. "tanya Tian sambil memegang dagu Alya agar memandanginya


"Nggak apa apa kak... "


"Kita pulang saja ya.. maaf.. membuatmu kaget"


"Aku nggak apa apa kak... tunggu saja sampai acara dimulai... nggak enak sama yang mengundang kita"


"Ini Raymond.. yang mengundang kita.. aku sudah minta izin pulang... kita pulang saja ya"


"Terserah kak Tian saja.. "


"Raymond aku minta maaf karena tidak bisa menunggu sampai acaramu di mulai... Alya istriku ini lagi hamil muda.. jadi ia mudah kelelahan.. aku mau pamit dulu"


"Oh... jadi istrimu lagi hamil.. Selamat ya.. sebentar lagi kamu jadi bapak.. oke.. kalau gitu aku maklum.. "


Tian membantu Alya berdiri dan mendekati bumi sambil berbisik


"Lu... pengin tahu kan apa yang telah Sari lakukan pada Alya sampai membuat gue marah... besok gue dan Alya ketempat kerja lu... sekalian periksa kandungannya... jadi gue harap lu jangan percaya ucapan manis Sari"


"Hhhmmmm... "hanya deheman sebagai jawaban Bumi.


Tian menghampiri mamanya dan pamit ingin pulang, ia beralasan Alya tiba tiba merasa pusing dan mual.


****************************


Terima kasih untuk semua uang tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga ya ke novel ku


- ANTARA AKU,KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2