Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 127. Kepemakaman Azka dan Nenek


__ADS_3

Pagi pagi tampak Zahra sudah selesai memandikan si kembar. Setelah wangi dan rapi seperti biasanya, Zahra akan membawa sikembar ke kamar mommynya.


"Selamat Pagi bu... boleh saya masuk"ucap Zahra sambil menggendong Axel.


"Silakan Zahra.. "ucap Alya yang juga baru selesai mandi. Tian masih bergulung dengan selimutnya. Melihat itu Zahra tak jadi melangkah. Ia hanya berdiri didepan pintu.


"Ini Axel bu.. biar saya bawakan Alexa dulu"ucap Zahra sambil menyodorkan Axel dari gendongannya.


"Mengapa nggak masuk saja Zahra.. "


"Pak Tian masih tidurkan bu.. nggak sopan"


"Terima kasih ya.. biar Alexa saya yang jemput ke kamar, saya letakan Axel dulu di ranjangnya"


"Baiklah bu... "Zahra melangkah menuju kamar sikembar.


Setelah meletakkan Axel,Alya lalu mengambil Alexa dikamarnya.


Alya menyusui Axel dulu,setelah anaknya yang tampan itu tertidur baru Alya menyusui Alexa. Wajah Axel makin tampak mirip dengan Daddynya.


Setelah kedua anaknya tertidur, Alya naik ke ranjang. Ia membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya. Tian selalu tidur hanya menggunakan boxer dan bertelanjang dada.


Alya mengecup dada Tian,menggambar dada Tian dengan jarinya. Ia paling suka dengan bau badan suaminya.


Tian yang merasa geli, akhirnya terbangun. Ia mengecup kepala Alya dan membawanya kedalam pelukannya.


"Napa... pengen juga ya.. "bisik Tian


"Siapa yang pengen... kak Tian saja pikirannya mesum"


"Kalau pengen... ayo kita bertempur"


"Nggak boleh... "ucap Alya sambil manyun. Tian mengecup bibir istrinya.


"Mengapa mengecup... buat adek kecil kak Tian bangun saja.. terpaksa main tunggal lagi nih"


"Kak... "ucap Alya manja..


"Ada apa... pasti ada maunya nih"ucap Tian sambil mencubit hidung Alya.


"Kakak jangan marah ya.. "


"Memangnya kenapa kakak harus marah... kamu melakukan kesalahan "


Alya menggelengkan kepalanya..

__ADS_1


"Lalu... mengapa"


"Kak... aku pengin ke kuburan Azka.. sekalian ingin kekuburan nenek"


"Oh.. mengapa tiba tiba pengin kesana"


"Tadi malam aku mimpi ketemu Azka... aku kangen kak"ucap Alya sambil menangis.


"Sudah.. jangan menangis. Kak Tian tak akan marah dan cemburu dengan Azka... kamu kapan mau kesana nya "


"Siang ini... aku kangen banget. Aku melihat Azka tersenyum dan melambaikan tangannya padaku... aku mengejarnya... tapi Azka makin menjauh... ia hanya tersenyum dan menghilang... "ucap Alya masih terisak.


"Besok kita adain doa selamat di panti buat almarhum Azka... dan nenek"


"Kak... terima kasih"ucap Alya dan makin menyembunyikan kepalanya didada bidang suaminya.


"Sudah.. jangan menangis lagi. Nanti kak Tian hubungi mama, minta tolong jagain sikembar."


"Kak... maaf.. aku hanya bisa nyusahin kakak dan mama"


"Siapa yang merasa disusahin sayang... kakak nggak mau lagi ya kamu berpikiran begitu.. Sekarang kak Tian mau mandi dulu. Kak Tian takut khilaf kalau kamu terus mengecup dada kak Tian... takut nanti kakak jadi memangsa kamu.. "ucap Tian bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk menidurkan kembali siadek kecilnya.


Siang harinya setelah mama datang, Tian dan Alya pamit pergi ke pemakaman Azka dan neneknya.


"Ma... maaf. Alya merepotkan mama lagi"


"Mama... nanti yang temani Alya bermain siapa"


"Kalau begitu Axel saja yang tinggal dengan mama"


"Itu buat teman main aku ma"ucap Tian yang baru saja datang dari ruang kerjanya. Tian setiap hari tetap mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah.


"Jadi mama tetap sendiri saja.. "


"Bagaimana kalau mama yang tinggal disini"ucap Alya


"Nggak mungkin Alya... mama tak akan pernah meninggalkan rumah itu. Karena rumah mama itu memiliki banyak kenangan bersama papa... sampai detik ini saja jika tidak rusak, mama enggan mengganti perabot rumah "


"Tampaknya mama sangat mencintai papa"


"Tentu saja, tak ada yang bisa menggantikan papa dihati mama.. itulah sebabnya mama tak pernah menikah lagi. Bukan berarti mama tak laku ya... banyak juga yang mau sama mama"


"Alya percaya ma... mama kan cantik"


"Kamu juga sangat cantik"

__ADS_1


"Tentu dong... kalau nggak cantik.. mana mungkin Tian yang sangat tampan ini bisa jatuh cinta dengan Alya"ucap Tian


"Sudah ah ngobrolnya...cepatlah pergi. Nanti kesorean banget sampainya. Takut jalanan macet. Hati hati mengendarai mobilnya.. "


"Ya mama aku yang cantik dan bawel"ucap Tian dan mengecup pipi mamanya.


"Alya pamit ya ma... titip sikembar"Alya juga mengecup pipi mama


Tian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Alya dan Tian larut dalam pikiran masing masing.


Setelah perjalanan yang ditempuh hampir dua jam karena jalanan macet, sampai mereka dipemakaman Azka dan nenek.


Alya menuju kuburan neneknya dan meletakan bunga sambil membacakan doa.


"Nenek. ini Alya. Nek sekarang Alya sudah memiliki dua anak yang lucu. Alya udah hidup bahagia sekarang. Alya mempunyai suami yang sangat menyayangi Alya. Sekarang nenek bisa tenang disana... jangan pikirkan Alya lagi... semoga nenek juga tenang dan bahagia disana... Alya selalu mendoakan... "


Setelah puas dikuburan nenek Alya menuju kuburan Azka. Tian hanya mengikuti saja apa yang dilakukan Alya.


"Azka... aku datang lagi. Apakabar kamu disana. Apakah kamu juga merindukan aku. Azka maaf karena sampai akhir hidupmu,aku belum bisa membahagiakan kamu. Azka aku mencintaimu sebagai sahabat dan saudara yang sangat baik. Kau memiliki tempat tersendiri dihatiku. Aku akan selalu mengingat kamu dan semua kebaikanmu. Kamu lah yang selalu hadir disaat aku dalam kesulitan. Cintamu begitu tulus dan sucinya. Aku yakin kamu menempati surganya..


Azka sekarang kamu bisa tenang disana... kamu tak usah pikirkan aku lagi. Aku sudah bahagia.. bukankah kamu selalu ingin melihat aku hidup bahagia... Tenang disana Azka... doaku selalu menyertaimu... "


Alya menangis terisak,Tian membawa Alya kedalam pelukannya..


"Kak... aku tak pernah bisa membahagiakan Azka.. padahal ia banyak berkorban buatku. Ia selalu ada disaat aku dalam kesulitan... "


"Karena Azka orang baiklah, makanya Tuhan cepat menjemputnya. Tuhan ingin cepat bertemu.. kamu jangan selalu merasa bersalah... Azka pasti sudah tenang disana... yang terpenting kita jangan lupa mendoakan dirinya. "


"Kak... kita pulang lagi... kapan aku kangen... aku boleh kesini lagi ya kak"


"Tentu saja boleh.. mengapa kamu harus bertanya. Kapanpun kamu ingin kesini... kamu tinggal bilang dengan kak Tian.. biar kak Tian antar"


"Terima kasih kak.. "


"Kamu nih sayang... kayak sama orang lain saja.. selalu mengucapkan terima kasih.. kewajiban kak Tian sebagai suami selalu menemani kamu kemanapun kamu pergi"


"Kak... aku sayang kakak"


"Kakak juga... "ucap Tian sambil mengusap kepala Alya. Ia memeluk pundak Alya menuju mobil yang terparkir.


"Kita makan dulu ya sebelum pulang... mengingatkan saat kita pacaran"lirih Tian


"Terserah kakak saja... "


Tian membawa mobilnya melaju kearah salah satu restoran yang biasa mereka datangi ketika masih pacaran.

__ADS_1


*******************************


Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.


__ADS_2