Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 67. Mencari keberadaan Alya


__ADS_3

Pagi pagi Yudha dikagetkan dengan kedatangan kakaknya SEBASTIAN...


"Owh... satu kehormatan seorang CEO dari perusahaan ternama mau menginjakan kakinya diperusahaan saya yang sempit ini... "Yudha


"Aku lagi tak ingin bertengkar Yudha... "Tian


"Apa maksud kedatangan kakak ku yang super sibuk ini... "Ucap Yudha masih dengan ketusnya.


"Kamu tahu di mana Alya tinggal sekarang... "Tian


"Alya... kamu bertanya tentang Alya padaku.... apa itu tak salah. Bukan kah ia kerja diperusahaan kak Tian... "Yudha


"Alya resign tanpa pamit... "Tian


"Apaa.. ....apa lagi yang kamu lakukan pada Alya.. "geram Yudha


"Aku tak melakukan apa apa... ia resign tanpa aku tahu dan tak ada masalah antara kami selama ini... "Tian


"Jika memang kakak tak membuat masalah mana mungkin Alya pergi tanpa pamit. Kak Tian tahu... sudah berapa kali aku harus mengalah pada kak Tian. Ku pikir ia telah bahagia dan menerima kak Tian, makanya aku tak pernah datang mengganggu kalian lagi. Aku melihat di rumah sakit kak Tian dan Alya sangat dekat, aku pikir kalian sudah menjalin hubungan. Aku berpikir kakak membatalkan pertunangan juga karena Alya. Jika ku tahu ia tak menjalin hubungan ama kak Tian selama ini, aku pasti akan berusaha kembali merebut hatinya... "Yudha


"Aku memang ingin menjalin hubungan dengannya... tapi sebelum aku menyampaikan perasaanku... ia telah resign dan pergi entah kemana... "Tian


"Jika aku tahu dimana keberadaannya.....aku kali ini tak akan mengalah lagi... cukup sudah aku memberi kak Tian kesempatan... tapi kak Tian selalu menyiakannya.... "Yudha


"Aku juga tidak akan pernah melepaskannya lagi... jika kali ini aku bertemu kembali.... "Tian


"Kalau begitu... mulai saat ini kita akan mulai persaingan buat mendapatkan hati Alya... "Yudha.

__ADS_1


"Jika tak ada lagi yang perlu kak Tian bicarakan.... silakan kak Tian pergi. Aku mau kerja... "Yudha


Tian meninggalkan perusahaan Yudha dengan hati yang sangat kesal....


"Kita lihat saja nanti Yudha... siapa yang akan mendapatkan cinta Alya... "bathin Tian


Tian mencari Alya ke suatu tempat yang mungkin saja ia datangi. Dengan kecepatan tinggi ia mengendarai mobilnya menuju ke sana...


Ternyata Tian pergi ke pemakaman nenek Alya dan Azka..Ia kaget melihat ada bunga yang masih segar di tabur diatas kuburan nenek Alya dan Azka.


"Berarti Alya belum lama dari sini... atau apa ia baru saja pergi. Berarti Alya masih ada di kota ini.... "lirih Tian dan ia berlari ke mobilnya.


Tujuan Tian sekarang adalah rumah tempat Alya dan neneknya pernah tinggal. Sampai di tujuan Tian langsung berlari ke rumah itu dan mencoba membuka pintu rumah.


Tian mengedor pintu dengan keras...


"Alya... Alya.... apa kamu di dalam... Alya aku mohon keluarlah... "teriak Tian


"Maaf Tuan... anda mencari siapa.. "Tanya salah seorang ibu ibu


"Apa Alya ada di dalam... "Tian


"Oh... Tuan mencari Alya... "Ibu ibu


"Ya... apa ia tinggal di sini lagi... "Tian


"Kemaren Alya memang menginap di sini. Tapi tadi pagi ia telah pergi lagi. Ia hanya menitipkan rumah ini... untuk di jaga. Suatu saat siapa tahu ia akan kembali tinggal di sini... itu yang Alya katakan... "ibu ibu

__ADS_1


"Ibu.... ini kartu nama saya... jika Alya kembali, saya mohon hubungi saya segera. Tapi tanpa Alya tahu... "Tian


"Tuan ini siapanya Alya.... "ibu ibu


"Saya mantan suaminya... "Tian


"Oh... mantan suami Alya. Baiklah... jika suatu saat ia kembali, saya akan hubungi anda.... "Ibu ibu


"Terima kasih bu... jangan lupa hubungi saya... "Tian meninggalkan rumah itu menuju ke terminal.


Tian bertanya dengan para supir bis dan orang orang diterminal apa ada yang melihat wanita seperti foto yang ia bawa.


Tak ada satu orang pun yang melihat keberadaan Alya. Tian pun meminta anak buahnya mencari ke pelabuhan dengan membawa foto Alya. Dan Tian mencari Alya ke bandara... tapi hasilnya tetap nihil.


Setelah hampir jam sepuluh malam baru Tian pulang kerumahnya. Ia langsung menuju kamarnya. Diambilnya pakaian Alya yang tertinggal di rumahnya.


Ia tidur sambil memeluk dan mencium pakian Alya...


"Alya bau wangi tubuhmu masih melekat di pakaianmu... ini salah satu pengobat rasa rinduku... Alya aku baru menyadari.... ternyata aku memang benar benar telah mencintaimu... Alya aku harap kamu akan kembali lagi... "lirih Tian


Tian mencoba menghubungi Alya melalui ponselnya... tapi selalu suara operator yang menjawabnya. Setelah beberapa kali mencoba tapi selalu jawaban dari operator yan ia dengar, Tian pun melempar ponselnya.


"Alya... Alya.... dimana kamu.... jika kamu memang belum bisa menerima ku... aku tak akan memaksa... tapi kembalilah... aku bisa gila karena hanya kamu yang ada dipikiran aku saat ini. "Teriak Tian di kamarnya..


********************


__ADS_1


Terima Kasih telah membaca novel karya ku ini. Jangan lupa mampir juga di novelku CINTA TAK PERNAH SALAH


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan koment


__ADS_2