
"Yudha kamu bisa bantu aku buat mengurus semua untuk aqiqah Axel dan Alexa kan.. "tanya Tian.
"Apa yang dapat aku bantu... "
"Pergilah mencari souvenir buat anak yatim dan tamu siangnya.. "
"Mana tahu aku memilih yang cocok untuk souvenirnya"
"Kamu tinggal pergi ke Event organizer,nanti disana kamu tinggal pilih dari beberapa contoh souvenir "
"Kalau nggak kamu bisa pergi dengan Zahra, nanti Zahra bisa bantu kamu memilih.. Yud"ujar Zahra
"Itu lebih baik.. biar bisa nanti tukar pendapat.. "
"Bilang saja kamu pengen duaan dengan Zahra"ujar Tian sinis
"Kan sambil menyelam mancing ikan... "ucap Yudha...
"Bukan sambil menyelam mancing ikan Yud... itu salah pepatahnya"ucap Alya polos.
"Jadi apa yang benarnya.. "tanya Yudha
"Sambil menyelam berenang biar tak tenggelam"ucap Tian
"Bukan itu juga kak... sambil menyelam minum air yang benar"
"Nggak mau ah... masa air sungai diminum... jorok ah... "ucap Tian kembali
"Ih.. itukan pepatah kak... "ucap Alya sambil mengurut dada.
"Kapan aku perginya kak.. "
"Nanti siang saja... tapi jangan lama lama bawa Zahra nya, nanti yang gantiin jaga si kembar siapa."ujar Tian
"Nanti aku minta mama ke sini lah biar bisa bantuin Alya jagain si kembar. Memangnya kak Tian nggak bisa bantuin"
"Aku kan juga pengen istirahat berduaan dengan Alya saja.. "
"Jangan sering berduaan....nanti yang ketiganya setan.. "
"Berarti lu dong setannya... kan lu yang sering gangguin gue lagi duaan ama Alya"
"Ngomong setan nya jangan diperjelas begitu dong, sambil mandangin gue lagi.. "
"Aku mau ke kamar baby twins dulu buat minta Zahra temani kamu Yud... "ujar Alya dan pergi menuju kamar baby nya.
Diruang keluarga...
Siang harinya setelah mama datang, baru Yudha pamit pergi bersama Zahra..
"Ma... aku pergi dulu ya... "pamit Yudha
"Ma... Zahra permisi... mau temani Yudha"ucap Zahra
"Mau temani kemana Zahra... kepelaminan"goda mama
"Bukan ma... "jawab Zahra polos, membuat semua yang mendengar tersenyum.
__ADS_1
"Memangnya kamu nggak mau temani Yudha kepelaminan"ucap Tian
"Mengapa saya harus menemani ke pelaminan Pak... kita bukan mau pergi pestakan... kata bapak saya harus menemani Yudha mengurus acara buat aqiqah si kembar"lagi lagi Zahra menjawab lugu, belum tahu maksud perkataan mereka
"Dosa lho ngerjain anak orang"ujar Yudha
"Ha.. ha... buat apa gue ngerjain Zahra mendingan gue ngerjain Alya... ini saja adik kecil gue udah meronta tiap malam... sudah puasa dari dua minggu sebelum lahiran... "
"Kamu mikirin ke sana melulu... kamu mesti harus puasa sampai sikembar berusia tiga bulan.. "
"Hhhaaa.... selama itu... mama serius nih.. "
"Iyalah... biar rahimnya istirahat dulu.. "ujar mama
"Kalau memang begitu nanti gue kalau sudah nikah.. gue akan tunda punya anak sampai gue puas... baru punya anak"ucap Yudha
"Kamu juga... belum nikah.. pikiran sudah kesana... "ucap mama sambil melotot.
"Aku kan sudah dewasa ma... wajar mikir kesana.. "
"Sudah dewasa... tapi tidur kadang masih minta ditemani"
"Habis nggak ada yang temani tidur... mama cariin dong teman tidur buat aku... "
"Itu minta temani dengan Zahra... "ujar mama menunjuk Zahra.
"Mama...nggak boleh ngomong gitu ma. Aku kan belum menikah dengan Yudha... jadi tak boleh menemani tidur"ucap Zahra
"Kamu mau aku nikahi sekarang, biar bisa temani aku tidur"
"Yudha... memangnya nikah bisa segampang itu.. lagi pula aku bukan pacar kamu. Nanti pacar kamu marah.. "ucap Zahra malu
"Pak Tian bisa saja... "ucap Alya malu dengan wajah yang merona merah
"Sudah ah... gue mau pergi dulu. Kasihan Zahra tuh sudah malu mama dan kak Tian kerjain terus... Zahra yuk kita pergi lagi"
"Hati hati Zahra... jangan mau dirayu ama buaya darat.. "
"Hei gue bukan buaya darat ya seperti kak Tian.. aku ini memang pecinta wanita tapi bukan buaya"
"Hoeks... "ucap Tian dengan gaya muntah
"Sudah pergi sana.. hati hati bawa anak gadis orang... "ucap mama
"Ya.. hati hati lu bawa anak gadis... ntar pergi berdua.. pulang pulang udah bertiga.. habis lho kebelet kawin sih"ucap Tian sedikit berteriak karena Yudha sudah berjalan.
Yudha masuk ke mobilnya diikuti Zahra yang membuka pintu belakang.
"Kok duduk dibelakang... memang kamu kira aku supir "
"Nggak enak dilihat kalau saya duduk didepan Yud.. masa saya duduk dengan adik majikan saya "
"Hei... jangan pernah ngomong begitu... dirumah kami tak ada yang namanya bawahan atau atasan... sama saja. Kita sama sama manusia.. tak ada perbedaan. Duduk depan.. "
"Baiklah Yud.. "ujar Zahra dan pindah duduk ke depan
Mobil perlahan dijalankan Yudha
__ADS_1
"Memangnya selama kamu tinggal dirumah kak Tian kamu pernah melihat kak Tian atau Alya membedakan orang bekerja di rumah"
"Nggak pernah Yud.. "
"Walau mama terlihat sombong dan banyak orang yang mengira ia kejam.. dari dulu ia tak pernah membedakan orang yang bekerja dirumah... buktinya mama tidak pernah membedakan makanan yang dimasak buat keluarga atau para pekerja dirumah."
"Aku tahu Yud.. pak Tian.. bu Alya dan mama sangat baik... belum pernah ia berkata atau berbuat kasar pada aku dan lainnya.. aku bersyukur bekerja pada keluarga kamu"
"Kalau kamu mau... kamu bukan lagi bekerja dengan keluargaku... tapi bisa menjadi bagian dari keluargaku"
"Maksud kamu apa Yudha... "
"Kamu sudah punya pacar.. "
Zahra menundukkan kepalanya mendengar pertanyaan Yudha..
"Kok nggak di jawab... sudah punya pacar atau calon suami nggak... "
"Belum Yud.. "ucapnya malu
"Berarti aku bolehkan mengenalmu lebih dekat lagi.. "
"Boleh saja... jika kamu tak malu punya teman seperti aku"
"Memangnya mengapa aku harus malu "
"Aku ini hanya anak yatim piatu,tak memiliki keluarga.. "
"Nanti jika kamu sudah menjadi milikku.. kamu akan memiliki keluarga.. "
"Yudha... kok ngomongnya langsung kesana."
"Aku sekarang ini bukan mencari pacar Zahra... bukan waktu nya buat bermain main... aku jika sudah cocok dengan seseorang.. maunya ngajak menikah langsung bukan buat pacaran"
"Tapi kamu belum mengenal siapa aku dan bagaimana kepribadian aku.. kita baru kenal"
"Tapi aku yakin kamu gadis yang baik... karena mama, dan kak Tian tidak pernah begitu cepat nya mempercayai serta menyukai seseorang. Tapi denganmu ia bisa dekat dan bercanda. "
"Aku takut Yud... aku tak pantas bersama mu... Sebaiknya kita saling mengenal dulu baru kamu memutuskan untuk tetap dekat denganku atau memilih menjauh.. "
"Aku sudah menganati kamu sejak aku datang, aku rasa kamu sangat pantas bersama ku"
"Terima kasih jika kamu berpikir begitu... tapi aku tidak bisa menjawabnya saat ini... karena kita baru saling mengenal "
"Aku juga tidak mengharapkan kamu menjawab sekarang... setelah aqiqah sikembar aku akan kembali ke Jerman selama seminggu untuk mengurus perusahaan aku yang disana... setelah itu aku akan kembali lagi kesini, aku akan meminta jawabanmu"
"Baiklah Yud.. sebaiknya sekarang kita saling mengenal kepribadian masing masing dulu... aku tak mau terburu buru yang nantinya akan kita sesali "
Tak terasa mereka telah sampai ditempay event organizernya.
****************************
Terima kasih buat semua yang telah support dengan memberi like, koment dan vote.
Mampir juga ya kenovelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI yang bercerita tentang....
Pelangi gadis yang hidup dipanti asuhan tanpa tahu siapa ibu bapaknya. Ia ditinggalkan di panti asuhan sejak berumur 7 hari. Setelah dewasa ia harus bekerja keras untuk membantu bunda pengurus panti mencari uang buat biaya hidup anak anak panti. Selain bekerja di kantor, malam harinya ia bekerja sebagai guru les. Disanalah ia mengenal Langit. Hingga suatu malam Langit mabuk dan memerkosa Pelangi.
__ADS_1
Langit yang tak tahu Pelangi hamil pergi keluar negeri untuk meneruskan kuliahnya. Pelangi mencari tahu keberadaan Langit pada orang tuanya, tapi orang tuanya malah mengancamnya setelah tahu Pelangi hamil anaknya Langit, sehingga Pelangi harus pergi jauh untuk mempertahankan darah dagingnya. Sampai anaknya berusia lima tahun, Pelangi dan Langit bertemu kembali. Langit begitu heran melihat anak Pelangi yang begitu miripnya dengannya ketika kecil... bagaimana kisah selanjutnya.. apakah Pelangi dan Langit bisa bersatu.