Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 61 Season Dua


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Tian dan Alya bersama Axel mendatangi rumah Bumi. Setelah dengan susah payah merayu daddy nya agar mau melamar Bunga, akhirnya daddy luluh juga.


Daddy Tian, sebenarnya ingin menguji seberapa besar cinta Axel pada Bunga. Makanya ia tidak mau melamar Bunga cepat. Tapi karena Axel terus terusan membujuk akhirnya Tian terpaksa mengabulkan keinginan Axel.


"Gue sebenarnya nggak pandai merangkai kata, Lu tahu itukan. Jadi gue langsung aja ya ke inti kedatangan gue.. Gue kesini karena ada maksud sih, tapi gue nggak tahu harus mulai dari mana.. "ucap Tian gugup


"Sudah lu jangan berbelit belit, langsung saja ngomong, lu mau apa.. "


"Begini.. Lu tahukan beberapa bulan ini Axel dan Bunga sudah makin dekat.. "


"Bukan beberapa bulan ini, tapi dari dulu mereka juga sudah dekat"


"Lu.. dengar dulu omongan gue.. jangan lu ikutan ngomong"


"Habis Lu sebenarnya mau apa sih meminta gue dan Ani menunggu Lu dirumah, jika tak penting banget, napa nggak nelpon aja"


"Jadi Lu keberatan gue datang .."


"Bukan gue keberatan, cuma gue nggak tahu maksud Lu sebenarnya apa... "


"Gue datang ke sini sebenarnya karena Axel meminta "


"Tumben Lu mau di suruh Axel"


"Ya... karena gue nggak tega melihat ia terus terusan merengek sama gue"


"Emang Axel anak kecil masih merengek"


"Setan Lu... Lu dengar aja omongan gue napa sih, jangan menyela aja"


"Dari tadi gue juga mendengarnya.. Lu pikir gue budek"


"Oke.. begini, gue datang kesini ingin melamar Bunga buat jadi anak gue"


"Enak aja Lu mau ambil Bunga jadi anak Lu "


"Bukan begitu maksud gue.. "


"Jadi maksud Lu sebenarnya apa... "


"Setan..sebenarnya gue malas berhubungan dengan Lu, tapi anak gue udah terlanjur cinta sama anak lu. Tapi gue akui sih, anak Lu baik, dan normal tidak gila seperti bapaknya"

__ADS_1


"Lu bilang gue gila, ntar gue tolak lamaran Lu baru tahu rasa lu"


"Noh... Lu sudah tahu maksud kedatangan gue ingin melamar anak Lu. Kenapa dari tadi Lu masih tanya tanya"


"Lu nggak ada ngomong ke situ, Lu terlalu berbelit belit.. gue heran ya kok bisa Lu jadi CEO padahal ngomong aja nggak becus"


"Lu minta mati ya.. "


"Lu pikir Bunga mau jadi menantu Lu, jika Lu bunuh gue "


"Untung aja Lu punya anak yang baik.. kalau nggak... "


"Kalau nggak apa.. "


"Daddy... Om Bumi serius kenapa. Masa sih acara lamaran begini. Ngomong yang serius dikit napa ."ujar Axel kesal


"Daddy Lu tuh yang mulai"


"Lu ya yang cari perkara duluan"


"Sudah lah Kak.. serius kenapa. Tiap bertemu masih saja berdebat, nggak sadar umur "ujar Alya


"Sayang, jangan marah gitu, malu sama calon besan. Bagaimana Lu mau, jika Lu mau pernikahan akan dilaksanakan dua bulan kedepan"


"Mau apa... "tanya Bumi


"Lu dari dulu bisanya mengancam aja.. "


"Kak Tian... serius dong. Masa melamar anak orang begitu sih. Bicara sopan kenapa"ujar Alya


"Biarin aja deh Al.. kita lebih baik mendengar aja. Percuma aja kita melarang, mereka akan tetap berdebat kapan pun dan dimanapun"


"Papa.. daddy.. aku sebentar lagi akan menikah dengan kak Axel, aku tak mau saat pesta pernikahan nanti papa dan daddy masih terus berdebat. Jangan membuat aku dan kak Axel malu"ujar Bunga


"Memang siapa yang telah merestui kamu menikah dengan Axel"ucap Bumi


"Papa.. aku tak perlu ucapan restu dari papa. Karena aku tahu dari dalam hati,papa sangat mengharapkan aku menikah dengan Kak Axel dari pada dengan lelaki lain"


"Lu lihat.. anak gue, sudah memutuskan sendiri tanpa menunggu kata restu dari gue. Jadi sebenarnya buat apa Lu datang melamar kesini, Lu tinggal urus sendiri aja pernikahan dan pesta,gue tinggal terima aja apa yang Lu ingin lakukan "ujar Bumi


"Lu tuh ya.. pinginnya terima bersih aja.. Lu nggak mau keluar uangkan"


"Buat apa gue dapat besan kaya jika uang gue tetap keluar "

__ADS_1


"Lu memang selalu berhitung dengan uang. Maunya gratis aja.. "


"Tentu saja.. selagi Lu ada uang buat apa uang gue yang keluar. Jadi mau Lu kapan pestanya"


"Terserah Axel dan Bunga, gue sebagai daddy hanya ikut maunya anak anak"


"Daddy.. om.. aku mau pernikahannya dua bulan lagi. Aku yang mengurus semuanya. Om dan tante nggak perlu ikutan repot "


"Baguslah.. jika begitu. Jadi kapan tanggal pastinya Lu tinggal ngomong aja besok jika Lu dan Bunga sudah menetapkannya "


"Axel, Bunga.. apakah kalian sudah yakin akan menikah secepat ini, terutama kamu nak. Kamu masih kuliah. Apa kamu nggak merasa terganggu dsngan pernikahan kamu nanti... "


"Nggak ma.. aku sudah siap menikah. Buat apa menunda nunda niat baik... "


"Jika kalian berdua sudah mantap ingin menikah, hanya satu pesan mama.. jika Axel melakukan kesalahan kamu bisa berbagi dengan mommy. Dan Axel jika kamu mendapati kesalahan yang dilakukan Bunga kamu bisa ceritakan dengan mama. Biar nanti tidak ada saling membenci antara keluarga. "


"Ya tante.. "


"Dan tante ingatkan, Bunga masih muda. Ia masih labil,jadi tante harap kesabaran kamu menghadapi setiap tingkah lakunya"


"Ya.. tante.Tapi selama ini Bunga yang selalu sabar menghadapi aku"


Seluruh keluarga berbincang sampai larut malam dan ditetapkan pernikahan dilaksanakan dua bulan lagi.Karena itu bertepatan liburan kuliah Bunga.


####################


Hari ini pernikahan Axel dan Bunga berlangsung. Semua tampak bergembira. Hanya satu orang yang tampak sedih, Barra. Ya diam diam Barra menyimpan rasa sukanya pada Bunga. Tapi ia tak pernah mengatakan, karena ia tahu cintanya Bunga hanya untuk Axel.


Pesta berlangsung meriah di salah satu hotel milik Tian. Tanpa di duga Cindy datang. Perutnya sudah sangat besar. Ia mengucapkan selamat buat Axel dan Bunga.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku minta maaf Axel, karena pernah mengkhianati kamu. Bunga.. kamu beruntung, karena Axel lelaki yang baik. Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia selamanya "


Cindy memang tak mau mengharapkan Axel lagi. Ia didatangi orang suruhan Tian. Yang meminta ia membuat surat perjanjian jika ia masih memberikan berita palsu yang mencemarkan nama baik Axel maka ia akan di laporkan dan dimasukan ke penjara.


Cindy tak ingin terlibat dengan daddy nya Axel, ia mencari tahu siapa sebenarnya Tian dari orang orang yang mengenal Tian dan juga dari berita berita.


***************************


END


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Aku mengakhiri cerita novel ini sampai disini saja, karena aku tak mau menambah konflik yang berkepanjangan, yang pada akhirnya akan membuat pembaca bosan. Mohon maaf jika akhir cerita kurang memuaskan.


Sekali lagi terima kasih buat seluruh pembaca novel ini dari season satu sampai season dua.

__ADS_1


Mampir ke novel terbaruku CINTA SUCI ALESHA



__ADS_2