Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab. 93. Ada apa dengan Alya


__ADS_3

Alya mendatangi kantor Tian,ia langsung menuju ruang kerja Tian. Andi yang tadi ditemuinya, mengatakan Tian ada diruang kerjanya.


Alya langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Tian yang sedang asyik berkerja kaget mendengar pintu di buka tanpa terlebih dahulu diketuk. Tian mau memarahi, tapi diurungkan melihat siapa yang datang.


"Sayang... kok nggak bilang kalau mau ke kantor. Sini duduknya "Tian menepyk pahanya meminta Alya duduk dipangkuannya.


Alya duduk dipangkuan Tian dan melingkarkan kedua tangannya dileher Tian, ia mengecup bibir Tian...


"Apa aku harus menanyakan tentang Sari sekarang.. tapi kak Tian kelihatan lelah banget... "gumam Alya dalam hati sambil melihat wajah Tian yang tampak kelelahan


"Capek banget ya kak... "


"Kalau kak Tian bilang ya... kamu mau memberi vitamin untuk nambah semangatnya"


"Vitamin apa kak... aku tak ada bawa vitamin, apa yang kak Tian mau.. biar aku belikan. "


"Kakak cuma butuh vitamin ini"ucap Tian melum*t bibir Alya


Alya tidak membalas lum*tan Tian. Membuat Tian menghentikan kegiatannya.


"Sayang.. mengapa kamu seperti enggan kakak cium. Kamu sakit... "tanya Tian heran


"Hhmmm... nggak kak... cuma Alya capek saja"


"Berhenti saja berkerja... uang kak Tian masih banyak... masih bisa buat kamu foya foyakan... "


"Kak... apa kakak mencintai mama mega dan juga aku"


"Mengapa kamu tanyakan itu... tentu saja kak Tian sangat mencintai kamu dan mama"


"Kak Tian tidak mungkin melecehkan wanita kan... karena kakak sangat menyayangiku dan menghormati mama"lirih Alya


"Sayang... tentu saja... ada apa... mengapa tiba tiba kamu bertanya itu"Tian menarik pinggang Alya agar lebih rapat dengannya, Tian membenamkan kepalanya didada Alya.


"Aku takut saja kak Tian melakukan hal yang salah... misalnya melecehkan wanita. Karena aku juga wanita... aku bisa merasakan sakitnya"


"Kakak ..nggak akan melakukan hal buruk lagi, kak Tian sudah janjikan denganmu... "


"Ya... kak.. aku percaya dengan kak Tian"Alya mengecup puncak kepala Tian yang berada didadanya


"Pulang lagi yuk... kak Tian lelah benar hari ini"Tian melepaskan pelukannya, Alya pun turun dari pangkuan Tian.


############


Selama perjalanan pulang Alya hanya diam, ia masih ragu ingin bertanya. Ia memperhatikan Tian yang lagi nyetir dengan intens.


"Sayang ,mengapa memandangi kak Tian seperti itu... baru sadar ya suamimu ini ganteng banget "


Alya hanya tersenyum menanggapi perkataan Tian,membuat Tian sedikit curiga. Tapi karena ia yang memang sangat kelelahan,Tian tak ingin menanyainya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Alya langsung masuk kamar dan mandi.


"Kak... mau aku masakin apa buat makan malam"


Tian memandangi Alya dengan heran... biasanya sepulang kerja,Alya pasti akan membukakan sepatunya dan bajunya. Tapi kali ini ia langsung mandi. Tian merasa sedikit curiga dengan perubahn sikap Alya.


Tapi ia memilih diam... mungkin Alya juga capek, pikirnya.


"Apa saja yang kamu masak pasti kak Tian makan... "


"Kalau gitu aku masak dulu... "ucap Alya meninggalkan Tian dengan keheranannya.


Setelah Alya pergi, ponsel yang ada didalam tasnya berdering. Tian mengambilnya, ingin menyerahkan kepada istrinya. Ia melihat nama Satria diponsel Alya. Tian mengangkatnya...


"Bagaimana Alya... apa kamu sudah tanyakan dengan Tian.. apa ia mau jujur apa yang ia lakukan terhadap Sari... apa yang Tian katakan padamu... "ucap Satria diseberang.


Tian langsung mematikan daya ponsel Alya,agar Satria tak dapat menghubunginya lagi.


"Jadi Alya tadi bertemu Satria. Pasti ia menceritakan sesuatu pada Alya, tentang perlakuanku pada Sari"gumam Tian


Tian membuka seluruh pakaiannya dan segera mandi. Sehabis mandi ia ke dapur, melihat Alya yang masih memasak. Tian memeluk perut Alya dari belakang dan menciumi tengkuk Alya yang terekspos karena ia mencepol rambutnya.


"Kak Tian geli ah... aku sedang masak kak. Jangan ganggu"


"Kamu tadi meeting dengan siapa"tanya Tian tanpa melepaskan pelukannya


"Dengan sebuah stasiun televisi... mengapa kak. Tumben bertanya siapa klienku... "


"Ke kantor kak Tian... ada apa sih... kok tumben banget tanya tanya... nggak percaya ya Alya meeting... "Alya membalikan badannya menghadap Tian


"Kakak percaya... cuma tadi kamu bilang kelelahan, jadi kak Tian pengen tahu setelah meeting, kamu melakukan apa, mengapa sampai lelah begitu"


"Kak... Aku tuh bukan capek badan.. tapi pikiran"Alya keceplosan,ia segera menutup mulutnya.


"Memangnya kamu lagi mikirin apa"Tian mendekatkan wajah Alya dan menempelkan dahinya didahi Alya.


"Kak... selagi kita hidup.. pasti ada yang dipikirkan bukan... "


"Ya tentu... apa jangan terlalu banyak pikiran, kamu harus berbagi... jangan dipendam aja"


"Terima kasih suamiku... kak Tian juga lelahkan... nanti setelah kak Tian nggak capek lagi... aku akan cerita"Alya mengecup bibir Tian dan melepaskan pelukannya. Alya kembali mempersiapkan makan malam.


Setelah Alya selesai mempersiapkan makan malam, Tian dan Alya menyantap makan malamnya. Tapi kali ini berbeda... Alya makan dengan diam, ia tak memperhatikan Tian. Alya masih memikirkan perkataan Satria, ia tak menyadari jika mengabaikan Tian.


Ketika akan tidur... Tian membawa Alya kedalam pelukannya seperti biasa.


"Apa ada yang ingin kamu tanyakan... "tanya Tian melihat Alya yang memandanginya


"Sebenarnya ada kak... tapi lebih baik Alya tak menanyakannya...Alya takut mendengar jawaban yang tak sesuai dengan yang Alya harapkan"lirih Alya

__ADS_1


"Kalau ada yang ingin kamu ketahui... lebih baik bertanya, dari pada menjadi pikiran nantinya... dan kamu tahu sayang... terkadang apa yang kita dengar tak sesuai dengan kenyataan,..."


"Kak... Aku takut jika kak Tian melakukan sesuatu yang salah "


"Kak Tian pernah katakan... jika kak Tian memang pernah melakukan kesalahan, kak Tian juga manusia... tapi kak harap kamu dapat memaafkan kakak, kamu boleh marah tapi kak Tian mohon, jangan pernah berniat pergi dari kak Tian walau sehari... "ucap Tian sambil mengecup kepala Alya


Alya masih saja diam, ia masih takut bertanya dengan Tian...


"Benar nih... nggak ada yang ingin kamu tanyakan"tanya Tian lagi


"Mengapa kak Tian dari tadi berkata begitu... memangnya kak Tian tahu kalau aku ingin menanyakan sesuatu "


"Sayang... kamu sadar nggak kalau hari ini kamu sangat berbeda. Sudah hampir tiga bulan kita menikah... tapi kali ini kamu banyak melupakan sesuatu "


"Memangnya Alya melakukan suatu kesalahan ya hari ini"


"Bukan satu... tapi banyak. Kak Tian nggak mau setiap hari kamu melakukan kesalahan lagi... jadi jika ada yang mengganggu pikiranmu, cobalah bercerita"


"Kak... sebenarnya tadi Alya bertemu dengan Satria"lirih Alya


"Lalu mengapa... "tanya Tian datar


"Kak... mengapa kak Tian tak kaget. Apa kak Tian sudah tahu.. apa kak Tian mengekor Alya"


"Alya... kak Tian percaya denganmu... nggak mungkin kak Tian mengekorimu"


"Kak... apa benar kak Tian telah melakukan sesuatu kepada Sari "


"Jadi kamu dari tadi ingin menanyakan itu... kamu ingin tahu itu"


"ya kak... dan aku harap kak Tian menceritakan semuanya dwngan jujur"


"Maaf... kak Tian mungkin akan mengecewakan kamu... "


"Jadi benar kak Tian melecehkan Sari "Alya kaget dan melepaskan diri dari pelukan Tian


"Alya... dengar dulu.. ini tak seperti yang kamu bayangkan, kak Tian tidak melakukan secara langsung tapi orang suruhan kak Tian... "


"Maksud kak Tian apa...kak Tian menyuruh orang melakukan sesuatu pada Sari"Alya langsung bangun dan duduk beraandar dikepala ranjang.


"Alya... tenang dulu.. kak Tian akan menceritakannya... tapi kamu harus tenang dulu.. "


"Bagaimana Alya bisa tenang... jika Alya tahu kak Tian memang telah melakukan sesuatu hal buruk"


"Sinilah... tidur kembali... kak Tian akan menceritakan semuanya... tapi kak Tian minta maaf jika semua itu mengecewakan kamu nantinya"


Tian membawa Alya kembali kepelukannya. Ia menarik nafasnya,ingin memberi kekuatan agar ia bisa berkata yang sebenarnya, tak ada gunanya menutupinya, karena lambat laun Alya pasti juga mengetahuinya.


**********************

__ADS_1


Terima kasih telah tetap setia membaca novel ini..


Mampir juga ke novel terbaruku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


__ADS_2