
Axel sedang asyik dengan berkas yang ada dihadapannya ketika terdengar suara ketukan dipintu.
"Masuk... "ucap Axel dengan wajah masih menunduk membaca berkas di atas meja kerjanya.
Suara langkah kaki yang masuk itu makin mendekat dan langsung memeluk serta mencium pipi Axel.
Axel yang kaget langsung mendongakan kepalanya dan tampak Cindy tersenyum dengannya.
"Sayang.. mengapa memandangku seperti itu. Kamu nggak kangen denganku"ucap Cindy manja dan langsung duduk dipangkuan Axel
"Kapan kamu kembali.. "ucap Axel datar
"Barusan.. dari bandara aku langsung kesini. Aku kangen banget, tapi yang dikangeni cuek begini"
"Kamu nggak capek.. istirahat saja dulu diapartemen,nanti biar aku yang ketempatmu"ucap Axel mulai luruh dan memeluk pinggang Cindy.
Axel tak pernah bisa marah lama dengan Cindy, karena gadis itu tahu benar kelemahan Axel. Dengan sedikit suara manjanya Axel pasti sudah langsung luruh.
Dengan Cindy sikap dingin Axel akan berubah. Ia akan sangat perhatian.
"Aku takut kamu masih marah.. aku tak mau lama lama marahan,aku nggak bisa tidur jika kamu masih diamkan aku"ucap Cindy meja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Axel.
"Kamu tahu cara bagaimana merayuku. Aku tak akan bisa marah jika kamu sudah manja begini"ucap Axel mencubit hidung Cindy.
Cindy lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Axel. Axel membalas dengan ******* bibir Cindy secara lembut. Karena Cindy membalasnya, ciuman itu akhirnya menjadi panas. Mereka saling membelit, menggigit dan memainkan lidah.
Alexa yang ingin bertemu Rendy masuk ke ruang kerja Axel dengan tanpa mengetuknya.
Ia kaget melihat Axel dan Cindy yang lagi berciuman dengan panasnya. Alexa langsung berteriak.
"Astaga.. Axel. Kamu sedang apa.. "teriak Alexa.
Teriakan Alexa membuat Axel dan Cindy kaget, mereka langsung melepaskan pagutan bibir mereka.
"Ternyata ini yang kamu lakukan di kantor. Aku akan adukan dengan daddy.. "
"Apa apaan sih Lu. Kalau masuk ruangan orang tuh biasakan ketuk dulu"ucap Axel marah.
Cindy tanpa rasa malu dan risih masih saja duduk dipangkuan Axel. Ia tak tahu jika Alexa adalah kakak kembarnya Axel. Karena wajah mereka memang tak mirip.
"Gue ini cece lu, mengapa harus mengetuk pintu dulu. Atau Lu memang sering berbuat mesum, makanya siapa saja yang masuk harus mengetuk pintu dulu"
"Jangan asal main tuduh aja ya.. siapa yang berbuat mesum. Jangan asal bicara ya. Kamu bisa saya tuntut.Kamu memang tak sopan masuk ke kantor orang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu"ucap Cindy.
__ADS_1
"Mengapa gue harus mengetuk pintu. Lu juga.. apa nggak malu berbuat begitu di kantor. Kayak nggak ada tempat lain aja,sudah biasa ya lu dengan Axel berciuman ditempat umum. Lu bisa nggak turun dari pangkuan Axel"
"Alexa.. Lu keterlaluan.. jaga mulut lu"
"Mengapa gue yang Lu bentak.. pacar lu yang bicara sembarangan dengan gue. Hai.. asal Lu tahu.. gue ini cece nya Axel.. jadi jaga cara bicara lu"
"Sudahlah.. Lu mau apa kesini"ucap Axel dan meminta Cindy turun dari pangkuannya.
"Gue nggak jadi.. gue benci Lu.. baru saja jadi pacar,lu sudah langsung begini dengan cece. Apa lagi nanti kalau ia sudah jadi istri lu"
"Cece yang keterlaluan.. main tuduh saja. "
"Maaf.. aku nggak tahu kalau kamu cece nya Axel.. "ucap Cindy
"Tuh.. Cindy sudah minta maaf"
"Nggak perlu... gue mau pulang saja"ucap Alexa mengusap air matanya.
"Cece.. Cindy kan sudah minta maaf. Ia nggak bermaksud berkata kasar dengan cece "ucap Axel menahan tangan Alexa
"Lepasin tangan gue.. gue mau pulang"
"Akan aku lepaskan.. cece mau apa kesini.. pasti ada perlu jika sampai datang ke kantor "bujuk Axel
"Rendi.. tolong temani cece gue makan siang. Ia pasti lapar. "ucap Axel, membuat Alexa kaget.
"Baik pak... "
"Cece.. makan siangnya dengan Rendi aja ya... nggak apakan... "
Alexa yang jika sudah berada dihadapan Rendi menjadi pendiam. Mulutnya seakan terkunci.
"Kita mau makan dimana bu.. "tanya Rendi
"Aku bukan ibumu.. mengapa panggil ibu. Memangnya wajah aku ketuaan ya"gerutu Alexa
Axel mendengar ucapan Alexa menjadi tersenyum.
"Rendi.. kamu bisa panggil nama saja. Jangan sungkan.. "ucap Axel
"Baik.. "ucap Rendi
"Alexa.. nama cece gue yang cantik ini. Ia paling doyan seafood,lu bisa bawa ke restauran biasa kita makan. Ini bawa.. "ucap Axel memberikan kartu kreditnya
__ADS_1
"Ya pak.. mari bu.. eh Alexa"
"Gue masih tetap marah.. jangan lupa kira karena Rendi marah gue hilang"bisik Alexa.
"Mari Ren.. gue malas lama lama disini.. "ucap Alexa sambil memandangi Cindy dengan wajah yang masih kesal.
"Ingat ya.. nanti dirumah gue bilang daddy dan mommy"teriak Alexa begitu jauh dari Axel
Axel menarik nafasnya dan mendekat kearah Cindy berdiri.
"Mengapa cemberut... nanti tambah cantik loh"ucap Axel sambil mengecup pipi Cindy
"Gue nggak tahu itu kakak kamu. Berarti itu ya kembaran kamu.. sayang"
"Ya.. mulutnya memang begitu, selalu berkata sembarangan, tapi sebenarnya ia baik"
"Ia akan mengatakan tentang hubungan kita dengan orang tuamu"
"Ia hanya menggertak.. aku tak yakin ia berani mengatakan. Jika pun ia mengatakan pada daddy.. memang nya kenapa,kamu nggak mau juga orang tuaku tahu tentang hubungan kita"
"Aku takut nanti orang tua kamu nggak setuju, karena aku sebagai model"
"Mommy aku dulu juga seorang model. Sampai saat ini mommy masih memiliki satu agensi model"
"Kamu serius.. apa nama agensi model milik mommy kamu"
"Faiza agensi.. "
"Serius.. itu milik mommy kamu"
"Ya.. sayang,memangnya kenapa... "
"Aku ingin sekali masuk agensi itu.. nanti setelah kontrak aku habis dua tahun lagi, kamu bisa bantu aku masuk agensi milik mommy kamu itu"
"Jangankan hanya masuk agensinya ..kamu jadi pimpinannya saja aku bisa lakukan itu"
"Sayang.. kamu memang yang terbaik"ucap Cindy manja.
"Ternyata Axel jauh lebih kaya dari yang aku tahu. Aku sudah mulai menyelidiki siapa sebenarnya kamu, tapi aku tak pernah menduga jika orang tua kamu lebih kaya dan berkuasa dari yang diberitakan"
***********************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.
__ADS_1