
Alya duduk di taman sambil melamun. Kehidupan yang dijalankannya terasa sangat membosankan. Ia tak pernah diizinkan keluar dari villa.
Alya mendengar suara mobil memasuki pekarangan villa. Tapi ia yakin itu bukan suara mesin mobil Tian.
"Siang bi Sum.... dah lama nggak ketemu kangen nih.... "ucap seseorang.
Alya merasa tak asing dengan suara yang didengarnya. Tapi apa mungkin ia yang datang. Buat apa dia kesini.
Alya masuk ke villa. Ia ingin mengobati rasa penasaran akan suara yang ia dengar.
Tampak seorang pria duduk di sofa membelakangi Alya. Bi Sum menghampiri Alya yang berdiri terpaku.
"Non Alya... mau apa. Ada yang bisa bi Sum bantu"tanya bi Sum melihat Alya yang berdiri bengong
"Nggak ada bi Sum... Itu siapa bi... Tamu... "Alya
"Oh... itu adiknya Tuan Tian non... lagi nungguin tuan Tian katanya"bi Sum
"Bi Sum... apa kak Tian setiap hari nginap disini"lelaki itu bertanya sambil membalikan badannya.
Alya merasa jantungnya hampir copot melihat siapa pemilik suara itu.
"Yudha....... "lirih Alya.
Yudha pun tak kalah terkejutnya melihat Alya yang ada di hadapannya. Ia berdiri mendekat ke arah Alya.
"Alya..... "gumam Yudha
__ADS_1
"Apa non Alya dan tuan Yudha udah saling mengenal"tanya bi Sum
"Siapa bi.... non Alya.... apa hubunganmu dengan kak Tian "tanya Yudha
"Oh... non Alya... istri Tuan Tian... "jawab bi Sum
"Istri kak Tian.... mengapa kami tak pernah tahu kalau kak Tian udah menikah. Apa kamu hanya nikah siri. Karena setahuku kekasih kak Tian adalah kak Sari"tanya Yudha beruntun dengan wajah yang tampak kesal
"Bi Sum... bisa tinggalkan kami berdua"ujar Alya
"Baik non... bi Sum permisi"Bi Sum
"Apa ada yang akan kamu jelaskan nyonya Tian "gusar Yudha
"Ini tak seperti yang kamu bayangkan Yud"Alya
"Yudha.. aku terpaksa menikah dengan tuan Tian karena hutang yang harus kulunasi"Alya
"Cerita klasik.... jadi kamu ingin mengatakan kak Tian memaksa kamu menikah dengannya karena kamu banyak hutang dengannya. Apa kamu pikir aku percaya. Kak Tian tidak mungkin melakukan itu hanya untuk menikahimu. Masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dari mu untuk bisa di nikahi kak Tian"Yudha
"Aku tak berbohong Yud... aku berhutang untuk pengobatan nenekku. Walau akhirnya nyawa nenek tak tertolong "Alya
"Kamu pikir aku percaya. Selama ini aku selalu menawarkan bantuan ku. Tapi tak pernah kamu terima. Jika memang kamu butuh biaya mengapa tak mencariku"Yudha
"Aku tak mau merepotkanmu Yud... "Alya
"Atau kamu telah menjual dirimu untuk kak Tian tiduri. Kamu hanya simpanan kak Tian kan. Kamu hanya wanita pemuas ranjangnya. Mengapa kamu tak menyerahkan dirimu buat ku aja. Aku juga sanggup membayar berapa pun seperti yang kak Tian tawari"Yudha
__ADS_1
Plak....
Alya menampar pipi Yudha, ia tak mengira Yudha sampai sejauh itu berpikiran tentangnya.
"Mengapa..... kamu malu karena aku sudah mengetahui siapa kamu sebenarnya. Aku kira selama ini kamu beda dengan wanita wanita yang hanya mengejar harta dan uang lelaki. Ternyata kamu lebih buruk lagi dari wanita wanita di luar sana. Selama ini aku tertipu denganmu. Kau yang hanya berpura pura lugu......"Yudha
"Cukupp.... Yudha... kamu tega menuduhku seperti itu. Selama ini ternyata aku salah mencintai lelaki. Ku kira kamu mengerti dan tahu siapa aku. ...Jika kamu mencintaiku kamu pasti percaya.... "Alya
"Bagaimana aku bisa percaya sama kamu Alya... aku tahu siapa kak Tian. Dia sering gonta ganti wanita sebagai pemuasnya di ranjang. Dan hari ini aku melihat sendiri... kau berada dan tinggal satu atap dengan kak Tian. Kau lebih ****** dari wanita yang biasa kak Tian tiduri, paling tidak wanita itu masih punya harga diri tak mau tinggal seatap tanpa ikatan yang jelas"Yudha
"Sudahlah Yudha... percuma aku menjelaskan,kalau kamu juga tak akan pernah percaya. "Alya melangkah meninggalkan Yudha. Hatinya terlalu sakit mendapat tuduhan keji dari orang yang dicintainya.
Yudha memegang pergelangan tangan Alya ketika ia akan pergi...
Yudha memeluk paksa Alya dan ******* bibirnya dengan paksa. Alya meronta, mencoba melepas panutan dibibirnya. Tapi Yudha menggigit bibir Alya membuat mulut Alya terbuka karena mengerang kesakitan. Yudha memaksa lidahnya masuk dan bergerilya di rongga mulut Alya
Alya menggigit lidah Yudha membuat ia melepaskan lum*tannya.
"Mengapa.... jangan berpura pura suci lagi. Selama ini kamu berpura menolakku karena kamu kira aku tak bisa memuaskanmu dan memberi uang banyak. Aku akan membayarmu... sekarang kamu layani aku. "Yudha menarik paksa baju Alya membuat bajunya sobek.
"Kamu keterlaluan Yudha.... "Alya berlari menuju kamarnya dan menguncinya. Ia menangis tersedu. Ia merasa Yudha sangat keterlaluan. Yudha tega melecehkan dan merendahkan harga dirinya. Rasa cintanya yang besar ama Yudha perlahan menjadi benci
*********************
Jangan lupa like... koment dan vote
Terima kasih
__ADS_1