
Tian sangat kaget ketika pulang kerja, ia mendapati mamanya yang telah duduk di sofa rumahnya.
"Sudah lama mama datang.... "ucap Tian dan duduk disebelah mama nya
"Sudah sejak siang tadi... "Mama mega
"Ada perlu apa mama datang ke sini.. "Tian
"Apakah seorang mama boleh mendatangi rumah anaknya jika ada keperluan saja... "Mama Mega
"Bukan begitu maksud Tian ma... Mama kan jarang banget mengunjungi rumah Tian kalau tidak ada kepentingan... "Tian
"Mama hanya pengen ngobrol aja.... "Mama Mega
"Kalau gitu Tian mandi dulu... habis makan malam kita ngobrol nya......... "Tian
"Baiklah... mama tunggu di meja makan... "Mama Mega
Tian naik ke lantai atas menuju kamarnya. Setelah selesai mandi ia makan malam bersama mamanya.
"Kamu sudah menyelesaikan masalah pembatalan tunanganmu.... "tanya mama ketika mereka ngobrol setelah makan malam
"Bukankah Tian udah membatalkan di malam itu. Jika memang ada hal lainnya biarkan saja orang tua nya nanti yang datang menemui Tian.... "Tian
"Mama boleh bertanya... Tian"Mama Mega
"Silakan... mama mau tanya apa.. "Tian
"Apa benar alasan mu membatalakan pertunangan hanya karena kamu ingin kembali ke Alya atau ada wanita lain yang lagi dekat ama kamu... "Mama Mega
"Ma... maaf kalau Tian telah membuat mama malu. Alasan sebenarnyaTian mengakhiri pertunangan kami karena Tian yang tak menyukai sifat Sandra... "Tian
"Kalau memang kamu telah yakin akan keputusanmu... mama mendukung. "Mama Mega
"Ma.. Tian minta jangan jodohkan Tian sama siapapun lagi. Tian bisa mencari pasangan hidup Tian sendiri... "Tian
"Ya... mama juga tidak akan pernah mengenalkan kamu sama gadis manapun. Bukankah yang akan menjalaninya kamu, jadi mama serahkan semuanya sama kamu... "Mama Mega
"Terima kasih ma.... "Tian
"Mama mau tanya lagi.... apa kamu memang ingin menjalin hubungan lagi dengan Alya... "tanya mama Mega lagi
"Ma... kali ini biarkan Tian memilih wanita buat pendamping Tian... "Tian
"Kalau memang kamu ingin Alya menjadi istrimu kembali... berusahalah membuat ia yakin... dan mencintai kamu dengan tulus..mama kali ini akan mendukungmu. "Mama Mega
"Mama.... terima kasih... "Tian
################
Semenjak Sandra tidak bekerja diperusahaannya lagi, Tian memindahkan meja kerja Alya keruang kerja nya dengan alasan mempermudah pekerjaan.
__ADS_1
"Kamu nanti istirahat makan siang dimana"tanya Tian
"Di kantin perusahaan aja kak... "Alya
"Emang kamu suka ya sama masakan kantin... "Tian
"Menurut Alya makanannya cukup enak... sesuai dengan lidah... apa lagi ayam masak kecap nya..hhmm.... lezat. "Alya
"Segitu sukanya.... emang enak ya... "Tian
"Kak Tian coba aja sesekali makan di kantin... "Alya
"Hhmmm... "Tian
"Kak... sepertinya sudah jam istirahat. Alya mau makan siang dulu. Nanti kerjaannya Alya selesaikan lagi ya... kalau telat takut tak dapat duduk... he.. he"Alya berdiri dan meninggalkan ruang kerja itu
Di kantin Alya duduk semeja dengan rekan kerjanya Mira, Auli dan Jony. Mereka makan sambil ngobrol. Tampak Jony yang sangat akrab dengan Alya.
Tian yang ingin mencoba masakan kantin melihat keakraban mereka dari jauh... ia sedikit cemburu. Tian berjalan mendekati meja Alya. Karyawan yang baru menyadari ada atasannya di kantin, membuat suasana kantin yang biasanya rame menjadi sunyi dan tenang.
"Siang pak... "ucap mereka berempat serempak begitu Tian mendekat.
"Boleh saya gabung disini... "Tian
"Tentu saja pak... "Ucap Jony dan langsung berdiri dari duduknya. Ia mempersilakan Tian menempati kursinya.
"Boleh tolong ambilkan makanan saya seperti yang ada di piring Alya... "Tian
"Tumben pak.. mau makan di kantin... "ucap Alya
"Kamu bilang... ayam kecap di kantin sangat lezat. Aku pengen coba.. "Tian
Mira dan Auli hanya diam sambil menekur. Ia tak berani ngobrol dengan atasan nya itu.
"Kenapa jadi diam... ngobrollah seperti tadi. Anggap saja saya tak ada..."ucap Tian
"Bagaimana mungkin mereka anggap kamu tak ada Tian... kamu aja memandang mereka dengan mata yang melotot begitu. Jika aku tak mengenalmu dekat, aku juga pasti ketakutan... "bathin Alya
"Mira... Auli betul kata pak Tian jangan canggung... pak Tian tak makan orang kok... "Alya
"Ya bu Alya... "Mira
Mereka akhirnya makan dengan tergesa. Setelah selesai mereka pamit meninggalkan Alya dan Tian berdua.
"Gimana kak... enak nggak ayam kecapnya"tanya Alya setelah mereka hanya tinggal berdua
"Lebih enak masakan kamu. Kapan mau masakin aku lagi... "Tian
"Alya nggak bisa janji kak... "Alya
"Akhir pekan ini... kamu harus masakin aku lagi... "Tian
__ADS_1
"Sabtu Alya ada janji mau ke mall ama Mira... "Alya
"Kalau gitu biar aku ikut juga... "Tian
"Kak Tian... kalau kakak ikut kami nggak jadi santai... Mira pasti akan kaku "Alya
"Tapi hari minggunya kamu harus ke rumah, kalau nggak aku nginap di apartemen mu"Tian
"Itu paksaan kak...."Alya
"Emang kamu tuh harus dipaksa baru nurut... "Tian
"Udah ah... lihat dulu. Alya tak janji.. kak Tian sudah selesai makannya. Ini sudah telat dari jam masuk kerja lagi.. "Alya
"Biar aja... aku kan pimpinan... tak akan ada yang memarahi kamu... "Tian
"Tapi kerjaan Alya masih ada kak yang belum selesai... "Alya
"Mulai besok kamu tak boleh duduk semeja dengan lelaki apalagi Tony atau Auli.. "Tian
"Lho kok jadi kak Tian yang ngatur Alya berteman sama siapa... "Alya
"Atau kamu mau aku buatkan aturan di kantor, tak boleh istirahat gabung antara wanita dan laki laki"Tian
"Jangan gitu kak... kasihan sama yang lain... "Alya
"Kalau gitu kamu ngikut aja apa yang aku katakan... kamu lupa aku pimpinanmu... "Tian
"Iya pak Tian... aku akan turuti perintah bapak... "ucap Alya sambil manyun
"Jangan gituin bibirnya... aku pengen melum*tnya nanti "bisik Tian
"Ihh... kak Tian kok jadi mesum... sudah ah yuk ke kantor lagi. Kayaknya kantin tak sesuai dengan kak Tian. Bicaranya jadi ngaco... "Alya langsung berdiri.
Tian yang mengikutinya dari belakang senyum senyum sendiri...
"Kak Tian cepat dong jalannya... nanti dilihat orang dikira Alya nggak sopan, kok atasan berjalan dibelakang Alya.. "Alya.
"Kalau begini jalannya gimana... "ucap Tian berjalan disisi Alya sambil memegang tangannya.
"Ih... kak Tian kalau gini nanti tambah jadi bahan omongan... "ucap Alya sambil melepaskan tangan Tian dari genggaman
"Kamu tambah cantik jika malu malu gitu. Pipi mu yang memerah membuat aku gemes... pengen menciumnya "bathin Tian
**************************
Terima kasih telah membaca novel ini
Mampir juga di novel ku CINTA TAK PERNAH SALAH
Jangan lupa like dan koment
__ADS_1