
Tian memasuki kamarnya tepat pada pukul satu dini hari. Ia melihat Alya yang sudah tertidur nyenyak
Tian membuka jas dan kemejanya yang telah sangat basah karena keringatnya. Ia tadi minum alkohol bersama teman temannya.
Tian langsung naik ke tempat tidur dan menjatuhkan dirinya disamping Alya.
Ia membuka selimut yang menutupi tubuh Alya dan masuk kedalam selimut itu.
Alya yang tidurnya sangat nyenyak tak menyadari Tian yang memeluk tubuhnya.
"akhirnya kamu kembali menjadi milikku seutuhnya... aku tak pernah bermimpi hari ini akan datang kembali, dimana setiap hari ketika aku membuka mata, yang pertama ku lihat adalah dirimu ada disampingku. Kesalahan yang cukup besar padamu membuatku tak pernah berharap kau mau menerimaku kembali, tapi Tuhan sangat baiknya... ia mengembalikanmu kepelukanku.. aku tak tahu perbuatan baik apa yang pernah ku lakukan sehingga Tuhan begitu baiknya padaku, memberimu sebagai pendmaping hidupku. Aku berjanji tak akan pernah lagi melepaskanmu walau apapun yang akan terjadi. Alya aku sangat mencintaimu, melebihi yang kamu bayangkan... "
Tian mengecup seluruh wajah Alya, dari dahi, mata, hidung, pipi dan terakhir bibirnya. Tapi Alya tidak juga membuka matanya. Mungkin karena sebelum tudur Alya meminum obat pereda sakit kepala.
Bibir Alya digigit Tian karena gemas melihat istrinya yang tidak merespon apa yang dari tadi dilakukannya.
Usaha Tian berhasil, Alya mengaduh kesakitan dan membuka matanya.
"Kak Tian... apa yang kakak lakukan... sakit"ucapnya cemberut, membuat Tian semakin gemas.
"Kenapa tidur... "
"Ya karena ngantuk kak"
"Kak Tian kan bilang... tunggu kakak.. bukannya tidur duluan"Tian menarik pinggang Alya agar tubuhnya menempel ditubuh Tian.
"Kak Tian tadi minum ya... badan dan mulut kak Tian bau alkohol, Alya nggak suka"Alya mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Tian. Tapi tenaganya tak bisa melawan Tian, ia tetap dalam pelukan Tian.
"Kak Tian sangat merindukan malam ini, malam dimana kamu seutuhnya milik kak Tian kembali"Tian mengecup bibir Alya. Ia ingin memasukan lidahnya kedalam mulut Alya, tapi tak bisa karena Alya mengatupkan bibirnya erat.
__ADS_1
"Mau kak Tian gigit lagi bibirnya"
"Alya kan sudah bilang Alya tak suka bau alkohol.. Alya...... "belum sampai ucapan nya mulut Alya sudah dikuasai Tian. Ia mulai memainkan lidahnya dirongga mulut Alya. Tian mengabsen setiap gigi dirongga mulut Alya. Ciuman yang pertama lembut, lama kelamaan mulai memanas setelah Alya mulai membalas belitan lidah Tian.
Alya mendorong wajah Tian agar melepaskan pagutan dibibirnya setelah merasakan nafasnya yang sesak.
"Manis banget sih mulutnya... "bisik Tian ditelinga Alya dan menggigit kecil cuping telinganya
"Kak Tian... emang Alya makanan, semuanya digigit"
"Kak Tian memang akan memakanmu sekarang. Kak Tian sudah menunggu malam ini dari empat tahun yang lalu. Kamu masih ingatkan bagaimana kita menyatukan tubuh kita... "lirih Tian dengan nafas berat karena nafsunya sudah mulai memuncak.
Tian membuka selimut yang menutupi tubuh mereka dan menjatuhkannya. Alya yang hanya memakai baju kaos Tian mengekspos hampir seluruh pahanya.
"Kamu seksi banget istriku... "Tian memandangi tubuh Alya dengan mata yang berkabut menahan hasratnya.
"Kak Tian mabuk ya... "
"Alya tak mau kak Tian sentuh kalau kakak mabuk"
"Sayang... kalau kak Tian mabuk, nggak mungkin kak Tian sesadar ini bicaranya"Tangan Tian menaikan baju Alya, meloloskan dari kepalanya dan membuangnya sembarang tempat.
Ia naik diatas tubuh Alya, mengukungnya dibawah.
"Sayang... terima kasih karena mau menerima lelaki bej*t ini kembali... aku berjanji akan memberikan seluruh kebahagiaan untukmu"Tian mengecup dahi Alya.
Ia mengecup seluruh bagian diwajah Alya. Setelah puas dibagian wajah Alya, Tian mulai mengecup, menghisap dan menggigit leher Alya. Tian melakukan nya pada seluruh bagian dileher Alya meninggalkan banyak jejak kepemilikannya.
Alya menengadah kan kepalanya, membuat Tian makin leluasa bemain dileher jenjang Alya.. Alya yang merasakan gelenjer aneh menjalar ditubuhnya. Tanpa ia sadari Alya mendesah, membuat Tian tersenyum merasa senang.
__ADS_1
"Kamu juga merindukan sentuhan kak Tian ya"bisik Tian
Alya hanya pasrah atas apa yang Tian lakukan pada tubuhnya.
Setelah puas bermain diwajah, leher dan dadanya Alya, Tian sudah nggak tahan ingin menyatukan tubuh mereka.
Tian mulai ke inti permainan mereka, ia mulai menyatukan tubuhnya dengan tubuh Alya. Sedikit kesulitan Tian melakukannya, mungkin karena tubuh Alya yang sudah empat tahun tak melakukannya.
Alya menjerit pelan. Ini seperti pertama kali ia melakukan dengan Tian, walau tak sesakit seperti pertama melakukan saat dirinya masih perawan.
"Auww... sakit kak... pelan dikit"
"Kamu tahan dikit, ini tak sesakit seperti pertama kali kita melakukannya, mungkin hanya karena tubuhmu sudah lama tak melakukannya... "Tian mengecup bibir Alya dan melum*tnya mengalihkan perhatian Alya.
Saat Tian melum*t bibir Alya tanpa ia sadari Tian telah menyatukan tubuh mereka. Tian melakukannya dengan pelan agar Alya tak kesakitan.
Setelah mencapai puncaknya dan menanamkan benihnya didalam rahim Alya, Tian mengecup dahi Alya dan pindah kesamping Alya. Ia memeluk erat tubuh istri tercintanya.
"Semoga benih yang kak Tian tanam cepat berkembang, kak Tian sudah tak sabar ingin memiliki keturunan darimu... "
"Kak... "hanya itu yang Alya ucapkan. Ia membenamkan kepalanya didada bidang Tian.
"Sekarang kamu bisa tidur, istirahat sebentar. Nanti kita lanjutkan lagi permainannya"lirih Tian
Alya makin membenamkan kepalanya didada Tian, ia tak peduli dengan tubuh Tian yang berkeringat. Tian memeluk tubuh Alya erat, seakan takut jika ia melepaskan pelukannya, Alya akan pergi. Mereka akhirnya tertidur dengan saling berpelukan...
****************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Author sudah menulis yang lebih hot malam pertama nya ..ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜„😄😄,tapi tak lulus review. Jadi cukup begini aja ya cerita malam pertama Alya dan Tian.
__ADS_1
Jangan lupa mampir dinovel terbaruku
ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA