Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 132. Pernikahan Yudha


__ADS_3

Semua keluarga sudah berkumpul di ruang tempat pernikahan. Yudha sudah duduk di kursi dekat meja buat ijab kabulnya.


Pak penghulu sudah datang. Saksi saksi pun sudah hadir dan duduk di kursi masing masing yang telah tersedia.


Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al quran yang dibacakan Yudha. Surat Ar Rahman. Walau bacaan Yudha tidak sebagus dan selancar Hafiz Al quran tapi ia berusaha membacanya sebaik mungkin.


Acara dilanjutkan dengan khutbah dan nasehat pernikahan dari salah seorang ustad.


Dan tibalah acara ijab kabulnya....Wali nikahnya Zahra diserahkan kepada seseorang dari kantor urusan agama. Karena orang tua Zahra yang telah tiada.


Wali nikah menjabat tangan Yudha...


"Rivaldi Yudha Pratama.... "ucap wali nikah


"Saya pak... "


"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan Fatimah Az Zahra binti Abdullah dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas dibayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Fatimah Az Zahra binti Abdullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai... "ucap Yudha dengan lantang.


"Bagaimana saksi... sahh... "tanya pak penghulu.


"SAAHHHH....... "jawab saksi serempak.


Mendengar itu Yudha langsung berdiri dan melompat sambil berkata... "Yeeessss..... "


Sontak semua yang hadir dipernikahan tertawa melihat tingkahnya.


"Ternyata adik Lu gila juga... "ucap Bumi dengan Tian


"Gue juga baru tahu kalau adik gue gila... "ujar Tian


Zahra di bawa keluar dari ruang rias menuju tempat duduk Yudha. Dan duduk berdampingan.


"Fatimah Az Zahra... sekarang kamu dan Rivaldi Yudha Pratama telah sah menjadi suami istri. Sekarang silakan cium tangan suamimu"ucap Pak penghulu


"Cium bibir boleh pak"tanya Yudha dengan sok polosnya


"Kalau cium bibir nanti malam saja di kamar, disini banyak anak kecil dan lelaki jomblo"canda pak penghulu.


"Gila Lu ya Yud mau nyosor saja"ucap Bumi


"Kan sudah sah.. "


"Sah sih sah tapi nggak dimuka umum juga lah kiss nya "

__ADS_1


"Bilang saja iri"


Pak Penghulu tertawa mendengarnya..Ia memimpin doa buat pengantin. Setelah doa pak penghulu minta kedua pengantin menandatangani surat nikah.


"Ini surat nikahnya, masing masing memegang satu. Yang merah buat suami dan hijau buat istri.. "pak penghulu menyerahkan buku nikah.


Setelah penyerahan buku nikah, pak penghulu meminta Yudha memberikan mas kawinnya.


"Yudha... kamu serahkan mas kawinnya buat istrimu. Itu menjadi hak istrimu, mau diapakan perhiasannya terserah istrimu."


Acara akad nikah telah berlangsung. Para tamu hadirin dipersilakan mencicipi makanan.


Setelah semua tamu yang hadir pulang, seluruh keluarga pergi ke kamar masing masing buat istirahat sebentar sebelum dilanjutkan acara resepsi pernikahan nanti malamnya.


Yudha membawa Zahra masuk ke kamar pengantin yang telah disiapkan . Yudha membantu Zahra membuka pakaiannya.


"Yud... biar aku sendiri saja.. malu"


"Mengapa harus malu Zahra... kita sudah sah menjadi suami istri"


"Tapi aku benar benar malu.. nanti kamu lihat badanku"jawabnya polos


"Nanti malam aku juga akan melihat seluruh badanmu... aku tak akan membiarkan sehelai benangpun ada ditubuhmu"


"Yudha... ngomongnya kok mesum gitu...."


Wajah Zahra makin memerah mendengar ucapan vulgar Yudha. Yudha membuka pakaian Zahra dan menjatuhkannya kelantai.


Zahra menutupi dadanya yang terekspos dengan kedua tangannya. Yudha membuka tangan yang menutupinya.


"Mengapa harus ditutup. Aku janjikan ketika divilla akan mengajarkan kamu sesuatu yang lebih mengasyikkan dan memabukan"


"Yudha... kamu ngomong apa"


"Aku sebenarnya ingin memulainya sekarang, tapi aku takut kamu capek, nanti malam masih ada pesta pernikahan kita. Jadi aku cuma ingin bermain main kecil saja dulu ya..."


Yudha menggendong tubuh Zahra dan menghempaskan pelan ke tempat tidur. Ia berjalan ke pintu dan memastikan pintu telah terkunci.


Yudha naik keatas tubuh Zahra dan mengukung Zahra. Ia bertumpu dengan kedua siku dan lututnya agar tak menghimpit tubuh Alya..


Yudha mendekatkan wajahnya mengikis jarak antara mereka. Yudha mencium dahi Zahra, hidung dan mengecup bibir Zahra.


Zahra menutup kedua matanya dengan tangan.


"Jangan menutup matanya sayang... kamu harus menikmati,ini hanya pemanasan saja. Karena olah rasanya kita lakukan nanti malam"

__ADS_1


Yudha mengecup bibir dan leher Zahra. Ia menghisap dan menggigit leher Zahra meninggalkan jejak kepemilikannya.


Zahra merasakan gelenyer aneh. Ia sedikit mendesah ketika Yudha menghisap dan menggigit dadanya.


"Bagaimana... enak"Tanya Yudha.


Zahra tak menjawab pertanyaan Yudha, hanya wajahnya tampak memerah.


Yudha mengecup bibir Zahra kembali, dan menggigit pelan bibir bawahnya.. sehingga Zahra membuka mulutnya. Ia melum*t bibir Zahra pelan dengan penuh perasaan.


Ciuman yang semula lembut mulai menuntut saat Zahra mulai bisa mengimbanginya permainan lidah Yudha.


Mereka saling melum*t,menghisap dan tak lupa saling membelit lidah. Sehingga hanya suara decapan dari bibir keduanya yang terdengar dikamar itu.


Zahra merasakan nafasnya yang mulai sesak, dan Yudha dapat merasakan itu, ia lalu melepaskan tautan bibir mereka.


Yudha membiarkan Zahra meraup udara sebanyak mungkin sebelum ia mulai melum*t kembali bibir istrinya itu.


Tangan Yudha sudah mulai menyusup kebalikan bra yang dipakai Zahra, sehingga tanpa sadar Zahra mendesah.


Baru saja Yudha akan membuka pengaitnya terdengar suara ketokan dipintu kamarnya.


"Pak Yudha maaf.. apa bu Zahra sudah siap buat dirias... "ucap suara dari balik pintu


"Shitt....."umpat Yudha.


"Sayang... kita teruskan nanti malam saja y... karena kamu harus dirias"


"Ya sayang... "ucap Zahra membalas kata sayang Yudha.


"Kamu... makin gemasin aja... aku rasanya ingin memakan kamu saja sekarang"ucap Yudha sambil mengacak rambut Zahra..


"Pak... apa bu Zahra sudah siap"tanya orang itu kembali


"Ya.. tunggu sebentar... "jawab Yudha.


Zahra memakai bajunya. Dan setelah berpakaian, Zahra membuka pintu kamarnya mempersilakan para MUA itu masuk.


*************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga ya kenovelku yang lainnya...


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


-ANTARA AKU,KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


Beri dukungannya berupa like dan koment


__ADS_2