
Axel akhirnya ikut mommy dan tante Ani ke Sidney. Setelah Alya meyakinkan Tian untuk mengizinkan Axel ikut dengan mereka.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang tujuh jam (maaf ya kalau nggak salah sih) akhirnya mereka sampai.
Mereka meneruskan perjalanan menuju apartemen Bunga. Bumi yang telah mencarikan tempat tinggal buat anaknya.
Ani tak bisa mengantar kepergian Bunga pada saat itu karena orang tuanya yang lagi sakit.
Sampai di apartemen, Ani langsung menekan tombol sesuai yang diberikan Bunga. Pintu lalu terbuka.
Bunga yang tidak tahu jika Axel ikut dengan mamanya dengan santai tidur di sofa menggunakan tank top dan celana hotpants yang sangat pendek.
"Bunga.. bangun nak. Ganti tuh pakaiannya"ujar Ani sambil membangunkan Bunga
Bunga membuka matanya dan melihat Ani, ia langsung memeluk mamanya.
"Mama.. sudah sampai ya"ucap Bunga sambil memeluk Ani
"Mama datang dengan mommy dan kak Axel"
"Kak Axel"
"Iya.. tuh kak Axelnya. Ganti dulu pakaiannya malu sama Kak Axel"
Bunga melirik ke arah Axel yang duduk di sofa. Axel lalu mengedipkan matanya kearah Bunga.
"Ganjen banget sih kak Axel"
Bunga berlari ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan baju kaos longgar dengan tetap memakai hot pants nya.
"Mommy... Bunga kangen"ucap Bunga berlari ke arah Alya dan memeluknya.
"Dengan kak Axel nggak kangen "
"Nggak... "jawab Bunga ketus
"Apa Bunga benar benar masih marah dengan aku ya. "
Alya dan Ani tersenyum mendengar jawaban Bunga. Ani pergi ke dapur dan memeriksa isi kulkas,tapi ia tak menemukan apa apa.
"Bunga.. dikulkas kok nggak ada apa apa. Kamu makan apa.. "
"He.. eh... Bunga nggak pernah masak. Beli aja ma biasanya. Atau jika malas keluar makan dengan mie instan aja"
__ADS_1
"Sayang, jangan keseringan makan mie instan, nanti kalau Bunga sakit bagaimana"ujar Alya
"Kamu tuh ya, dari pertama mau kuliah, mama sudah bertanyakan apa kamu bisa hidup mandiri, masak sendiri, makan sendiri, tinggal juga sendiri, kamu jawabnya sanggup dan bisa. Buktinya masak aja malas"
"Ani.. biar aja Bunga beli makanan. Namanya juga baru belajar mandiri. Cuma yang mommy nggak suka tuh,Bunga keseringan makan mie instan"
"Lu pulang aja ke Indonesia, mumpung kuliah belum di mulai. Nanti Kak Axel janji deh akan antar jemput jika kuliah di Jakarta. Seperti Bunga sekolah menengah pertama dulu"
"Nggak mau kak Axel nanti cuma PHP in Bunga"
"Mommy nanti yang marahin jika kak Axel cuma janji doang"
"Betul sayang, mumpung kuliah belum di mulai kamu sebaiknya pikirkan lagi keputusan kamu ini"rayu Ani. Ia sebenarnya masih tak rela jika Bunga kuliah disini. Ia datang memang sekalian ingin merayu Bunga agar berubah pikiran.
"Tapi Bunga pengin ngerasain tinggal jauh dari orang tua"
"Lu kuliah di Bandung aja. Nanti setiap weekend kak Axel ke Bandung melihat kamu"
"Bagaimana ya.. "
"Mau ya.. nanti Kak Axel belikan mobil.. "
"Pakai uang siapa.. "
"Nggak mau ah.. kak Axel mengapa sekarang mau membujuk Bunga kuliah di Bandung. Nanti Kak Cindy marah loh kalau tahu Kak Axel merayu Bunga"ucap Bunga dengan suara sedikit sinis
"Sayang.. mama dan mommy mau keluar dulu ya. Ke supermarket terdekat, mencari bahan makanan buat di masak. "
"Bunga ikut... "
"Kamu temani kak Axel aja. Mommy lagi pengin berdua aja dengan mama kamu. Lagi pula kasihan kak Axel tinggal sendiri. Kak Axel lagi kurang sehat. "
"Tapi mommy dan mama jangan lama lama ya. Perutku lapar"ujar Bunga memegang perutnya
"Lu ya.. badan kecil, tapi makan banyak. Kemana perginya makanan itu ya"gumam Axel
"Ke dalam perut Bungalah.... "
"Sudah.. sudah.. kak Axel masih capek, jangan di ajak berantem. Mama dan mommy mau pergi dulu. "
"Hati hati mama dan mommy ku, jangan kecantol bule ya. Nanti daddy marah sama Bunga"
"Kamu bisa aja sayang. Axel, kamu jangan buat Bunga menangis lagi ya. Awas, mommy tak akan maafkan kamu"
__ADS_1
"Aman mom.. cepat deh perginya "
"Kamu.. nggak malu dengan tante Ani"
"Mengapa malu.. bukan sekarang aja Axel berdua dengan Bunga,dari kecil lagi"
"Mama pamit ya sayang"
Mommy dan tante Ani meninggalkan apartemen Bunga Begitu mama dan mommy pergi,Bunga langsung masuk kamar.
Ia tadi hanya berpura pura tak marah dengan Axel karena tak ingin mama dan mommy nya tahu jika ia sudah hampir sebulan tak bertegur sapa.
Axel menunggu Bunga keluar dari kamar, setelah beberapa saat gadis itu tak keluar, Axel lalu menyusul Bunga di kamar. Tampak Bunga tidur memunggunginya.
Axel naik ke atas ranjang dan memeluk Bunga dari belakang.
"Kakak tahu, kamu masih marah dengan kak Axel. Maafkan Kak Axel ya. Katakan apa yang harus kakak lakukan agar kamu memaafkan kakak"ucap Axel berbisik ditelinga Bunga.
Bunga hanya diam aja, ia tak bereaksi apa apa. Ia tetap membelakangi Axel.
"Bunga... jangan diamkan kak Axel seperti ini, kak Axel merasa sangat bersalah jika kamu tetap membiru begini. Kakak tahu, kata kata kakak sudah keterlaluan. Kamu bisa membalasnya dengan menampar atau menendang kakak. Tapi jangan diam aja. "
Bunga mulai meneteskan air matanya. Ia makin terisak menahan tangisnya. Axel membalikkan badan Bunga dan membawa kepala gadis itu ke dalam dadanya.
"Jangan pernah diamkan kakak lagi. Jadilah Bunga seperti dulu lagi, yang selalu ceria dan tertawa"ucap Axel dan mencium pucuk kepala Bunga.
"Bunga nggak apa apa. Bunga sudah maafkan kak Axel"ucap Bunga terbata bata
"Jika kamu sudah maafkan kak Axel, mengapa kamu tidak seperti Bunga yang dulu. Yang selalu ingin dekat kakak, ingin dipeluk kakak dan selalu ingin tidur dengan kakak seperti ini"
"Nanti Kak Cindy marah, dan kak Axel juga kan yang meminta Bunga menjaga jarak"
"Kakak salah, kakak nggak mau kamu jauh. Jangan pernah berpikir untuk menjaga jarak lagi dengan kak Axel ,tetaplah menjadi Bunga seperti yang dulu"
"Bagaimana jika kak Cindy marah"
"Nggak ada seorangpun yang bisa marah denganmu termasuk kak Cindy. Mereka harus berhadapan dengan kak Axel jika berani mengganggu kamu"
Bunga menjauhkan kepalanya dari dada Axel dan memandangi wajah Axel dengan intens. Ia heran, apa yang membuat Axel berubah pikiran. Axel lalu mengecup bibir Bunga. Membuat Bunga jadi melongo.
"Apa yang terjadi, mengapa kak Axel berubah pikiran. Ia kembali lagi menjadi kak Axel yang dulu. Yang tak risih jika aku peluk. "
****************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini