
Semuanya terasa berjalan begitu cepat. Tak terasa besok sudah hari pernikahannya Yudha. Semua keluarga besar sudah menginap di hotel tempat berlangsungnya pernikahan sejak kemarin.
"Gimana Yud.. kamu sudah hafal ijab kabul nikahnya..."tanya Tian
"Sudah dong.. masa gitu saja nggak hafal"
"Lu rasakan saja besok.. begitu lu duduk dekat meja pernikahan, lidah lu terasa kelu.. takut.. gugup, tapi lu harus bisa mengatasinya dengan menenangkan diri agar tak salah dalam pengucapannya"
"Memang Kak Tian gugup pertama nikah dengan Alya"
"Gue lebih gugup ketika menikahi Alya yang kedua kalinya"
"Ya iyalah...takut Alya gue bawa kaburkan"
"Sempat Lu bawa Alya kabur... gue gorok leher lu"
"Berarti lebih sayang Alya dari gue... padahal aku ini adik Kak Tian satu satunya... ganteng lagi, masa tega gorok leher gue"
"Mengapa gue nggak tega... menembak kepala lu aja gue mau.. "
"Wow..... sadisnya kk gue... "
"Sudah.. lu istirahat sana. Besok mau nikah nggak boleh terlihat kusam muka Lu. Maskeran atau luluran dulu"
"Gue nggak memerlukan itu semua... gue udah ganteng "
"Najis gue lihat Lu... "
"Kak Tian saja yang tak menyadari kalau memiliki seorang adik yang sangat tampan,baik hati dan tidak sombong"
"Terserah Lu... mau ngomong apa. Ntar habis magrib kita ke hotel. Nginap disana biar nggak telat besok mulai pernikahannya. "
"Assyyyappp...... bos"
"Lu sudah ngabari Zahra kalau malam ini nginap di hotel"
"Oh ya... gue lupa ingatin lagi. Ntar gue telepon lagi deh"
"Sudah cepat hubungi... nanti gue takut Lu nikah sendiri... pasangan Lu kabur"
"Kak Tian doanya sadis banget"
"Gue bukan doain... gue ingatin lu"
"Ya... gue langsung hubungi Zahra nih "
Tian menaiki tangga menuju kamarnya dilantai atas. Yudha langsung menghubungi Zahra.
"Selamat siang sayangku.... lagi ngapain. Lagi mikirin oppa ya.... "
"Nggak lah Yud... siapa itu oppa.... kakeknya siapa"
__ADS_1
"Masa kamu nggak tahu sih artinya oppa... bukan opa ya... kalau opa artinya kakek, tapi kalau oppa dalam bahasa korea lain artinya... kamu masa nggak tahu sih"
"Memang nggak tahu aku artinya apa... emang artinya apa Yud"
"Memangnya kamu nggak pernah nonton drama korea ya.. "
"Emang asyik ya drama korea... "
"Kamu Memangnya benar benar nggak pernah menonton drama korea.. "
"Jangankan drama korea... drama Indonesia saja aku nggak sempat menontonnya"
"Aduh sayang... padahal dari remaja, gadis gadis sampai emak emak semuanya lagi gandrung dan demam sama drama Korea . Masa kamu nggak pernah menonton sama sekali sayang"
"Aku nggak ada waktu Yud... waktu aku habis buat bekerja... "
"Kalau drama cina juga kamu nggak pernah nonton"
"Nggak juga... "
"Coba saja kalau kamu pernah menonton drama cina... kamu lihat aktor Lin Yi... sangat mirip loh dengan aku"
"Masa sih.. kalau begitu nanti aku coba lihat lah drama cina nya"
"Sayang.. nggak usah deh lihat drama korea atau drama cina. Nanti kamu asyik lihat cowok cowok didrama itu saja"
"Kenapa emang nya... "
"Ya deh... tapi bagiku tetap kamu yang terganteng.. "
"Sudah pandai gombal ya sekarang... oh hampir lupa. Sayang... kamu jangan lupa ya sore ini sudah ke hotel tempat pernikahan kita.. Kamu, bunda dan adik adik yang akan hadir dipernikahan kita nginap di hotel ya"
"Ya... sayang. Kamu jangan lupa hafalkan ijab kabulnya... jangan gugup. "
"Jangan kuatir sayang... aku tak akan gugup. Karena aku sudah nggak sabar ingin menjadi suamimu... "
"Sudah dulu ya sayang.... aku mau siap siap ke hotel nih "
"Oke sayang... mmmuaaahhh... i love you"
"Love you too"
#####################
Pagi ini sudah tampak kesibukan di hotel. Semua sudah siap. Yudha tampak sedikit gugup dikamar .
"Alexa Dan Axel doakan uncle lancar ya ijab kabul nya... biar nanti aunty Zahra nggak malu"ucap Yudha dengan si kembar.
Seolah mengerti dengan ucapan uncle Yudha nya si kembar tampak tersenyum dan tertawa.
__ADS_1
"Sayang... seandainya aunty Zahra nggak bisa memiliki anak, kamu mau menyayangi uncle dan aunty seperti kamu menyayangi daddy dan mommy kalian kan."gumam Yudha.
Alya yang baru masuk kamar setelah berhias mendengar ucapan Yudha.
"Uncle jangan kuatir... Alexa Dan Axel kan anaknya Uncle Yudha Dan aunty Zahra juga....kami pasti menyayangi uncle dan aunty "ucap Alya seolah Si kembar yang bicara.
Didalam kamar itu tampak kesibukan. Mama, tante Reni dan seluruh keluarga inti lagi dirias.
"Alya... kamu sudah selesai ya"
"Ya... Yudha...jangan terlalu kamu pikirkan penyakit nya Zahra ,aku yakin Zahra dan kamu nantinya akan diberi keturunan. "
"Semoga saja doa kita semua didengar ya Alya "
"Jikalau pun Tuhan belum mempercayakan kamu dan Zahra jadi orang tua, kamu sudah memiliki dua ponakan yang bisa kamu anggap sebagai anak sendiri.. aku yakin mereka pasti juga menyayangi kalian seperti ia menyayangi kami orang tuanya"
"Ya Alya... "
"Kamu... jangan pikirkan itu ya... nanti kamu bisa gugup dalam ijab kabul"
"Alya... aku selalu berdoa semoga aku mendapat kan wanita yang baik seperti kamu sebagai pendamping hidupku, ternyata doaku dikabulkan Tuhan..... makanya aku sudah sangat bersyukur memiliki Zahra walau nanti ia tak bisa memberiku keturunan... karena doaku hanya memiliki istri yang baik jadi jika aku diberi anak itu adalah bonus dari Tuhan"
"Kamu orang baik.. aku yakin Tuhan juga akan memberi yang terbaik buatmu"
"Kak Tian mana Alya... nanti siapa yang gendong sikembar... atau biar aku yang gendong Alexa... kamu gendong Axel "
"Pakai kereta dorong saja Yudha.. masa pengantin gendong baby... nanti kamu dikira duda lagi. Lagi pula kak Tian sebentar lagi ke sini. Ia lagi melihat semua persiapan pernikahan... kamu tahu kan Kak Tian orang nya perfeksionis...ia ingin semua sesuai dengan yang dipesan dan diinginkan"
"Ya... aku beruntung memiliki kakak seperti Kak Tian... walau terkadang ia pernah juga bersikap keras padaku. Ia kakak sekaligus ayah bagi ku.. "
"Aku juga bersyukur memiliki suami dan adik ipar seperti kamu.. juga mama mertua yang sayang banget padaku... kalian semua anugerah dari Tuhan buatku"
"Kamu memang pantas disayangi Alya"
"Hai bro... jangan coba coba menyayangi Alya lagi ya.. akan kubegal kepala lu. Sudah ada calon istri masih juga sayangi istri orang"
"Kak Tian tuh nggak tahu apa apa... aku sayang Alya hanya sebagai kakak ipar jangan takut dan cemburu lagi... dasar bucin... "
"Lihat saja nanti... Lu pasti juga bucin nya Zahra"
"Jangan berdebat terus kak... nanti Yudha lupa ijab kabulnya"
"Ayo... turun lagi. Pak penghulu nya sudah datang, nanti keburu pulang lagi"
"Ayo... mama sudah siap.. "
"Sudah sayang... biar mama gandeng kamu."
Mama, tante Reni, Tian dan Alya juga keluarga yang lain keluar dari kamar itu menuju ketempat pernikahan.
**************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.