
Sudah sepuluh hari sejak kepergian Yudha ke Jerman. Tapi belum ada kabar kapan ia akan kembali. Zahra kuatir,apakah karena Yudha telah mengetahui penyakitnya, sehingga ia menunda kepulangannya.
"Mengapa Yudha belum mengabari aku ya kapan ia kembali. Ponselnya tidak bisa dihubungi. Apakah Yudha sudah menyadari kekeliruannya karena memilih aku sebagai pendampingnya. Apakah Yudha ingin membatalkan lamarannya.Jika memang itu terjadi, aku ikhlas. Karena aku juga sadar, lelaki seperti Yudha dapat memilih wanita manapun yang ia inginkan buat menjadi pendamping hidup nya. Bukan Yudha bukan jodohku. "
Zahra melihat Tian dan Alya yang sedang bermain dengan kedua anaknya. Ia ingin mendekat, tapi takut mengganggu kebersamaan mereka. Zahra akhirnya duduk sendiri di taman.
Sedang asyik melamun dengan pikirannya, Alya muncul.
"Zahra... sedang apa. Mengapa melamun.. "
"Eh.. bu Alya.. Alexa dan Axel lagi ngapain bu"
"Mereka sudah tidur dikamar dengan daddynya. Kamu mengapa sendirian disini"
"Nggak ada bu... "
"Kamu sedang mikirin Yudha.. "
"Iya bu.. apakah sudah ada kabar kapan Yudha kembali bu"
Alya duduk disamping Zahra..
"Belum ada... aku rasa ia sedang sibuk. Karena yang pernah aku dengar, ia akan menyerahkan perusahaan yang di Jerman buat dikelola sama asistennya. Ia hanya ingin disini. Yudha akan menjalankan kembali perusahaan yang ada disini"
"Bu... apakah Yudha menyesal memilih saya, setelah ia tahu saya mengidap penyakit itu, ia ingin membatalkan lamrannya"
"Aku rasa tidak. Yudha lelaki yang bertanggung jawab. Aku rasa memang ia lagi sibuk... apakah kamu sudah mencoba menghubungi keponselnya "
"Sudah... tapi tak pernah tersambung"
"Kamu jangan berburuk sangka dulu... aku yakin Yudha bukan orang yang seperti itu. Ia pasti punya alasan mengapa sulit untuk dihubungi. Jika memang ia ingin menolaknya, ketika kamu menghubungi dan memberitahukan penyakitmu pasti ia telah menolakmu"
"Aku berharap juga begitu bu... jika memang Yudha ingin membatalkan aku juga ikhlas bu. Aku sadar diri, Yudha pria yang tampan dan mapan, wanita manapun yang ia inginkan untuk jadi pendampingnya dengan mudah ia dapat kan"
"Kamu tahu Zahra... Yudha itu orangnya tidak mudah jatuh cinta. Tapi sekali ia mencintai, ia juga tak akan melepaskan kamu begitu saja. Ia akan mempertahankan cintanya walau apapun yang menjadi penghalang. Kamu sudah menempati hatinya, aku rasa ia tak akan melepaskanmu, sebelum kamu yang mundur sendiri. Kamu beruntung dicintai lelaki seperti Yudha"
"Semoga begitu ya bu... "
"Sekarang kamu jangan terlalu banyak pikiran, kamu harus yakin akan ketulusan cinta Yudha"
"Ya bu... "
"Oh.. ya.. saya pamit dulu. Takut sikembar menangis, nanti kewalahan pula daddynya"
"Terima kasih bu.. karena ibu selalu mau mendengar curhat saya.. "
"Sama sama... aku sudah menganggap kamu seperti adikku sendiri"
"Sekali lagi terima kasih bu"
"Sama sama.... kamu jangan sungkan begitu"
Alya pun melangkah menuju kamarnya dan meninggalkan Zahra sendiri.
##################
__ADS_1
Dua minggu sudah berlalu. Zahra sudah sangat kuatir karena tak ada kabar berita dari Yudha.
Seperti biasanya setelah selesai memandikan dan membantu bi Nah masak, Zahra duduk di taman menunggu waktu siang.
Zahra sedang bermain ponsel ketika dirasakan ada yang memeluk bahunya dari belakang. Zahra kaget, spontan ia berdiri.
"Yudha... "ucap Zahra kaget
"Lagi ngapain.. lagi mikirin aku ya.. "
"Kok nggak ngabarin kalau hari ini pulang"
"Mau buat kejutan... "ucap Yudha dan membawa Zahra kembali duduk.
"Apa bu Alya tahu kamu pulang hari ini"
"Nggak... kalau Alya tahu pasti nanti kamu juga akan tahu, Alya tak pandai berbohong "
"Kamu jahat banget sih Yud... buat aku kuatir saja"
"Apa yang kamu kuatirkan,kamu takut aku kecantol bule"
Zahra hanya diam sambil memperhatikan Yudha. Tanpa ia sadari air matanya menetes dari sudut matanya.
"Hai... kok kamu menangis... aku ada salah ya"Yudha menghapus air mata Zahra dengan tangannya
"Mengapa kamu tak pernah mengangkat teleponku dan juga tak membalas pesan dariku"
"Aku sibuk banget. Aku ingin cepat semua selesai dan bisa kembali secepatnya.. karena aku berjanji cuma seminggu, ternyata molor.."Yudha menangkup wajah Zahra dengan kedua tangannya dan mengecup kedua matanya.
"Sudah jangan menangis lagi.. aku minta maaf ya karena membuat kamu kuatir"
Yudha membalas pelukan Zahra..
"Kamu tak usah kuatir, aku tak akan mengingkari janjiku. Karena seorang lelaki, kata katanya yang dipegang. Aku juga sangat mencintaimu... aku tak akan meninggalkan dan pergi darimu kecuali jika kamu yang sudah tak menginginkan aku lagi untuk berada disampingmu"
Zahra makin terisak dengan tangisnya. Ia tak mengira Yudha mau menerima dirinya apa adanya.
"Hhhmmmm... "deheman Tian mengagetkan mereka, sehingga Zahra langsung melepaskan pelukan Yudha.
"Kapan Lu sampai. Baru sampai sudah buat anak gadis orang menangis.. Lu apain Zahra sampai menangis begitu"ucap Tian yang datang dengan menggendong Alexa
"Ganggu saja sih hidupnya kak Tian"ucap Yudha kesal
"Kapan datang Yudha... kok nggak beri kabar. Zahra kuatir banget tuh"ucap Alya yang menggendong Axel
"Baru saja... gue sengaja mau buat kejutan"
"Iya kalau Zahra yang terkejut... takutnya kalau Lu pergi tanpa kabar ntar Lu yang kaget, pulang pulang Zahra sudah nikah dengan orang lain"
"Nggak mungkin Zahra begitu.. ia juga mencintai aku"
"Percaya diri banget sih lu"
"Tanya saja Zahra, kalau nggak percaya. Kami saling mencintai dan tak mungkin Zahra meninggalkan aku, begitu juga sebaliknya"
__ADS_1
"Axel... gantengnya uncle... "Yudha ingin mencium Axel digendongan Alya tapi tak jadi karena badannya didorong Tian.
"Jangan coba coba Lu sentuh anak gue sebelum Lu mandi. Nanti kena virus anak gue"
"Cuihh... Memangnya gue penyakit.. yang banyak membawa virus"
"Yudha... betul yang pak Tian katakan... kamu dari perjalanan jauh. Nggak tahu tadi mampir dimana, ketemu siapa.. "ucap Zahra
"Dengar tuh ucapan Zahra... Lu saja yang tak tahu"
"Kak Tian, gue pinjam Zahra sampai besok ya.. "
"Memang Lu mau kemana... Lu mau bawa Zahra kawin lari"
"Mana bisa Kak kawin sambil lari... malu"
"Nggak bisa... "
"Mau kemana Yud.. pergilah"ujar Alya
"Benar Alya... kamu memang kakak ipar yang baik dan pengertian.. aku mau bawa Zahra ke villa.. gue pinjam kunci villa ya kak"
"Maunya Lu... hati hati bawa anak gadis orang... "ucap Tian sambil nyengir
"Gue ini sudah dewasa Kak... bukan anak anak lagi... gue bisa jaga diri gue"
"Lu bisa jaga diri Lu... tapi belum tentu bisa menahan diri"
"Kayak kakak Tian bisa saja"
"Tapi nanti siapa yang bantu jagain si kembar bu "
"Bisa aku dengan kak Tian... sesekali kamu istirahat menjaga si kembar"
"Apa nggak merepotkan ibu... "
"Nggak apa apa Zahra... Alya pasti bisa mengatasi nya... bukan begitu Alya"tanya Yudha
"Ya.. kamu jangan pikirkan si kembar. Bersenang senanglah sesekali.. "
"Terima kasih bu... "
"Sekarang kamu makan siang, setelah itu kamu siap siap... kita pergi siang ini juga. Kak aku pinjam mang ujang buat supir ya"
"Terserah.. asal Lu balikin mang Ujang nya utuh "
"Memang gue kanibal.. .gue pamit dulu mau mandi. Uncle mandi dulu ya Alexa dan Axel sayang"
Yudha pergi meninggalkan Tian dan Alya,ia ingin membersihkan tubuhnya.
**********************
Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.
Mampir juga kenovel aku yang berjudul
__ADS_1
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA