Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 87. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Tante Reni mengikuti langkah Yudha yang menjauh dari keramaian akad nikah.


Ia kaget melihat Yudha menangis. Tante Reni mendekati dan memeluk Yudha..


"Tante... Yudha kira siapa... "


"Mengapa kamu di sini... keluarga lagi foto foto dengan pengantin... "


"Nanti saja fotonya... takut orang mengira Yudha pengantin prianya...kan gantengan Yudha dari kak Tian.. he.. he"Yudha berusaha tertawa agar tante Reni tak curiga


"Jangan membohongi tante dengan tawamu... kamu lagi sedihkan... apa tante boleh tahu apa yang menyebabkan kamu sedih"


"Tante.. Yudha gembira kok... masa sedih melihat kakaknya nikah"


"Jangan bilang kalau Alya adalah kekasihmu yang akan nikah itu, seperti yang pernah kamu ceritakan sama tante"


"Tante... hiks.. hiks.. "akhirnya Yudha menumpahkan tangisnya dipelukan tante Reni


"Yudha... tante tak pernah mengira Alya lah kekasihmu itu... tante dapat merasakan kesedihanmu. Tapi kamu harus bisa merelakannya... kamu seharusnya senang Alya menikah dengan Tian bukan dengan lelaki lain karena jika Alya terluka karena Tian, kamu masih bisa menasehati Tian.. tapi jika dengan lelaki lain.. kamu tak akan pernah tahu apa ia bahagia atau menderita dengan suaminya."


"Tante aku sudah merelakannya... tapi semua butuh proses bukan... aku tak mungkin langsung bisa melupakan semuanya... "


"Ya... tante mengerti. Tapi kamu sekarang tak boleh seperti ini, keluarga yang lain pasti nanti akan curiga"


"Tante... yang membuat aku sedih... aku takut aku salah melepaskan Alya dengan kak Tian.. aku takut kak Tian akan menyakiti Alya lagi"


"Kamu harus percaya dengan Tian... bukankah Tian sudah jauh berubah. Kamu juga lihatkan... Alya tampak gembira bersama Tian... sekarang kita gabung ya ama keluarga yang lain"tante Reni membawa Yudha untuk bergabung dengan keluarganya.


################


Setelah acara akad nikah selesai... kedua pengantin dan keluarga beristirahat sebentar... karena pesta akan berlangsung malam harinya.


Tian membawa Alya beristirahat di kamar yang disediakan buat pengantin..


Setelah mandi Tian dan Alya tiduran di ranjang kamar itu.


"Kak Tian... mengapa Yudha tidak ada berfoto dengan kita"


"Mungkin Yudha sadar kalau ia kalah ganteng dengan kakaknya.. "


"Kak Tian... Aku serius nih nanya... "


"Mana kak Tian tahu sayang alasannya.. "Tian mencubit hidung Alya gemes.


"Sakit kak... "


"Sini sayang... kak cium biar hilang sakitnya."


"Kak... Yudha nggak marah sama Alya kan... "


"Mengapa Yudha harus marah... kamu bukan lagi kekasihnya Yudha kan... sudah jangan pikirkan Yudha lagi... aku cemburu nih... apa yang pernah kamu lakukan dengan Yudha selama pacaran... Apa Yudha pernah menciummu disini... Disini... atau Disini.. "Tian menciumi semua wajah Alya...


"Kak Tian... sudah ah... geli... ciumnya cukup sekali napa"


Tian menaiki tubuh Alya... dengan lutut sebagai penahan agar ia tak menghimpit tubuh Alya


"Kak Tian mau lakukan sekarang... boleh ya"ucap Tian dengan mata yang mulai berkabut

__ADS_1


"Kak... kita nantikan masih ada acara pesta.. "


"Cuma sekali... nggak akan membuat capek.. tapi membuat tambah semangat"ucap Tian sambil tangannya yang mulai membuka kancing baju Alya.


Setelah baju Alya terbuka... Tian mulai mengecup seluruh bagian wajah Alya... setelah merasa puas dengan wajahnya.. Tian turun keleher Alya.. mengecup... menghisap dan menggigit pelan lehernya meninggalkan jejak kepemilikan...


"Kak Tian jangan... nanti berjejak.. Alya kan malu.. nanti Alya mau memakai pakaian terbuka dibahunya"Alya mendorong wajah Tian agar menjauh dari lehernya.


Tian kembali mengecup bibir Alya... ciuman yang mula mula lembut.. makin memanas... Tian mulai memasukan lidahnya ,membelit lidah Alya... mereka saling membelit lidah dan menukar Saliva... Tian makin memperdalam lum*tan bibirnya sambil tangannya bermain didada Alya..


Karena terbawa suasana... Tian tak menyadari tante Reni yang masuk..


"Hhmmm... "deheman tante Reni mengagetkan Tian dan Alya... mereka melepaskan pangutan bibir mereka. Tian langsung turun dari tubuh Alya pindah kesamping... Alya menutupi dadanya dengan selimut.


"Tian... tahan dulu... nanti malamkan bisa.. bukannya istirahat... kamu malahan membuat Alya bekerja.. sekarang Alya mau dirias... kamu jangan ganggu lagi... "


"Tante... lagi nanggung juga"ucap Tian kesal.


"Makanya jangan memulainya tadi.. tante sudah katakan kamu harus istirahat bukannya main kuda kudaan.. mana pintu tak dikunci lagi. Untung tante yang masuk kalau MUA yang masuk langsung tadi gimana"


Alya yang mendengar ucapan tante Reni sangat malu, ia menutupi wajahnya dengn selimut.


"Sayang... mengapa kamu malu . tante Reni emang bicara suka asal aja... nggak disaring"ucap Tian sambil membuka selimut yang menutupi wajah Alya..


"Sekarang pakai bajumu... kak Tian juga mau mandi... untuk menidurkan adik kecil yang terlanjur bangun"ucap Tian bangun dan menuju kamar mandi.


"Kamu sendiri yang salah Tian, mengapa memulai permainan di saat ini, kayak nggak ada hari aja... Alya kamu siap siap ya sayang... tante mau panggil kan MUA nya dulu"


"Ya tante... terima kasih"


#################


Tamu undangan sudah mulai pada berdatangan..


Tian dan Alya keluar dari hotel di iringi dengan keluarga. Yudha juga tampak ikut dalam iringan pengantin.


Tian dan Alya duduk di kursi yang disediakan khusus buat kedua pengantin. Mereka tampak sangat serasi.





Tamu yang hadir memberikan ucapan selamat... Wajah Tian selalu dihiasi senyum, tampak ia sangat bahagia dengan pernikahannya..


Di tengah tengah acara ,Yudha naik kepanggung dengan membawa gitarnya.


Pembawa acara mengatakan kalau adik pengantin pria akan. membawakan sebuah lagu. Keluarga dan kedua pengantin langsung memandang ke arah panggung. Tampak Yudha duduk dengan gitar di pangkuannya.


Yudha mulai memainkan gitarnya, ia membawakan lagu Glenn Fledly yang berjudul Sedih Tak Berujung


Saat menjelang


hari hari bahagiamu


aku memilih tuk diam dalam sepiku

__ADS_1


Saat mereka tertawa diatas pedihku


Tentang, tentang cintaku


yang telah pergi tinggalkanku


aku tak peduli


sungguh tak peduli


inilah jalan hidupku


ini aku, kau genggam hatiku


simpan didalam lubuk hatimu


tak tersisa untuk diriku


habis semua rasa didada


Slamat tinggal kisah tak berujung


kini ku kan berhenti berharap


perpisahan kali ini untukku


akan menjadi kisah sedih yang tak berujung*.........


Yudha membawakan lagunya dengan penuh penghayatan membuat tamu yang lain ikut larut dalam kesediha. Yudha menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya.


Alya yang mendengar dan melihat Yudha membawakan lagu itu, tanpa sadar menggenggam erat tangan Tian. Ia tak mau ikut menangis mendengar Yudha membawakan lagi itu.


Tian yang mengerti dengan perasaan Alya mrmbalad menggenggam tangan Alya.. Tian mengecup tangan Alya dan tersenyum dengannya..


"Jangan terbawa suasana... kak Tian jadi benar benar cemburu nih"bisik Tian


"Kak... maaf"cicit Alya


"Waktu akan mengobati lukanya Yudha dan semua akan terlupakan seiring waktu.. kamu benar benar mencintai kak Tiankan"


"Tentu kak.. Alya sangat mencintai kak Tian"lirih Alya


"Terima kasih sayang... karena kamu mau mencintai kak Tian yang pernah menyakitimu"Tian mengecup dahi Alya.


Tanpa mereka tahu, fotografer mengabadikan saat Tian mengecup dahi Alya. Tamu yang lain juga ternyata banyak yang melihatnya.


"So sweet banget sih"ledek tante Reni membuat keluarga yang lain tertawa.. Tante Reni sengaja melakukan itu agar keluarga mengalihkan fokus mereka ke Tian.


Tante Reni tak mau yang lain curiga mendengar Yudha membawakan lagu sedih.


Semua kembali larut dalam kebahagiaan... setelah Yudha berlalu dan turun dari panggung..


************************


Terima kasih tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga di novelku

__ADS_1


-Cinta Tak Pernah Salah


-Antara Aku, kekasihku dan Sahabatnya


__ADS_2