
Alya terbangun ketika mendengar suara ketokan di pintu..
"Maaf non... boleh bibi masuk... "ucap suara dari luar kamar.
"Silakan.... "Alya
"Maaf non... mengganggu tidurnya. Tuan Tian meminta saya membangunkan nona, karena non belum makan malam... "Bibi
"Nggak apa apa bi... saya sudah cukup lama tidurnya... "Alya
"Silakan makan non... semoga nona menyukai masakannya.... "bibi
"Panggil Alya saja bi.... jangan nona... "Alya
"Saya tidak berani nona... nanti Tuan Tian marah... "Bibi
"Kenapa Tian harus marah... "Alya
"Nona kan pasangannya Tuan Tian... "Bibi
"Bibi pasti sudah salah paham... saya cuma karyawannya aja... "Alya
"Mana mungkin kalau cuma karyawan... nona bisa tidur di kamar tuan. Lagi pula selama ini tak pernah Tuan Tian membawa wanita manapun kerumah... "Bibi
"Bibi... saya bicara yang sebenarnya... nggak bohong.. "Alya
"Non... lihatlah... tuan Tian membolehkan anda memakai bajunya... selama ini jangankan diizinkan memakai.... memegang pakaiannya tidak boleh orang sembarangan.... "Bibi
"Bibi... ini cuma kebetulan. Saya tidak ada pakaian... tadi saya dapat sedikit kecelakaan di kantor... jadi sebagai pimpinan perusahaan ia bertanggung jawab atas keselamatan karyawannya... jadi ia membawa saya ke rumahnya... "Alya
"Nona... saya permisi dulu. ...saya tak ingin tuan Tian tahu kalau saya mengobrol dengan anda.... "bibi
"Terima kasih bi... "Alya
"Sama sama nona.... "bibi
#####################
__ADS_1
Alya sedang bermain dengan ponselnya ketika terdengar suara ketukan pintu...
"Masuk aja bi.... "ucap Alya.
"Kamu sudah makan... "tanya Tian... yang datang ternyata Tian bukannya bibi
"Sudah pak... terima kasih. Maafin Alya karena sering kali membuat bapak susah... "Alya
"Alya... bisa kamu tidak memanggil aku dengan bapak.... kalau kita hanya berdua.. "Tian
"Tapi pak... saya takut ada yang mendengarnya... "Alya
"Biar kan saja jika ada yang mendengar... mulai hari ini saya tidak mau kamu memanggil saya dengan sebutan bapak... Ini pakaian buatmu... "Tian menyodorkan paper bag ke Alya
"Ini buat saya pak.... "Alya
"Jangan panggil bapak.... "Tian
"Maaf... Tian... eh kak Tian..."Alya
"Nggak usah kak... saya bisa sendiri... "ucap Alya malu. Ia teringat ketika Tian membantu membersihkan tubuhnya.
"Baiklah... setelah ganti pakaian... kamu bisa istirahat... "Tian
"Ya.. kak... terima kasih. Selamat malam... "Alya
"Selamat malam... moga kamu mimpiin saya... "goda Tian
"Hhmm.... "ucap Alya
##################
Pagi pagi Alya bangun, ia mencoba menggerakan kakinya perlahan. Alya merasakan sedikit nyeri. Tapi ia tak boleh cengeng dan lemah. Ia berjalan perlahan menuju kamar mandi.
Setelah mandi... Alya keluar dengan memakai kimono handuk yang ada dikamar mandi. Ia berjalan sambil menunduk,sehingga tak menyadari Tian yang duduk ditepi ranjang memperhatikannya.
Alya membuka kimono handuknya dan hanya menyisakan pakaian dalam nya. Ia mengambil paper bag yang ada diatas meja rias.
__ADS_1
Alya memakai pakaiannya tanpa menyadari ada sepasang mata yang menatapnya intens.
Ketika melihat ke kaca, Alya melihat pantulan bayangan Tian. Alya spontan mengambil kimono handuknya dan menutupi tubuhnya yang baru memakai atasan.
Alya berbalik dan menatap ke Tian dengan amarah...
"Sejak kapan kak Tian ada duduk disitu.. "Alya
"Sejak kamu keluar dari kamar mandi... "Tian
"Mengapa kak Tian tak bersuara... "Alya
"Karena aku memang lebih suka diam... kecuali sama kamu baru aku senang mengobrol... "Tian
"Berarti kak Tian melihatnya.... "Alya geram melihat reaksi Tian yang seakan tanpa salah.
"Melihat apa... "Tian
"Ih nyebelin banget... "ujar Alya sambil berjalan perlahan menuju kamar mandi
Tian yang ditinggalkan Alya tersenyum... melihat Alya yang marah.
"Kamu tambah lucu dan cantik jika sedang marah.... apa lagi kalau lagi malu. Membuat wajahnya memerah seperti tomat... "Lirih Tian
Alya keluar kamar mandi dengan pakaian yang rapi. Ia menyapu wajahnya dengan sedikit riasan.
"Ayo sarapan lagi... "ujar Tian mendekat dan langsung menggendong Alya.
"Turunkan kak... Alya bisa jalan sendiri... "ucap Alya sambil meronta
"Jangan meronta... kalau kamu tak mau kita jatuh. Aku sudah lapar, kalau menunggumu jalan bisa bisa saya mati karena kelaparan.
Tian mendudukan Alya dikursi makan. Mereka menyantap hidangan yang disedikan bibi dengan diam ...
*******************
Terima Kasih karena sudah membaca novel ini. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan koment
__ADS_1