Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 20. Surat Cerai


__ADS_3

Alya baru saja sadrkan diri. Ia mendapati bi Sum tidur di kursi sofa kamar rawat ini.


Alya mencoba mengingat apa yang terjadi. Ia teringat semua yang dialami sampai akhirnya ia sadar sekarang.


"Bagaimana dengan kandunganku. Apa masih bisa dipertahankan... apa sebenarnya yang terjadi"bathin Alya


"Non Alya... udah sadar non"ucap bi Sum setelah bangun dari tidurnya


"Sudah bi.... bi.. apa yang terjadi,bagaimana dengan kandunganku"Alya


"Non Alya... yang sabar ya. ....."Bi Sum


"Bi.... apa kandunganku tak bisa diselamatkan "Alya


"Ya non.. ...non Alya mengalami keguguran "bi Sum


"Apaa... bi. Bi... mengapa ini terjadi dengan Alya bi. Alya sangat mengharapkan anak itu. Ia yang akan menemani Alya. Mengapa semua keluarga Alya meninggalkan Alya. Anak yang ada dalam kandungan Alya pun tak sudi lahir untuk menemani Alya"tangis Alya pecah menyadari kalau ia sudah tak hamil lagi.


"Sabar non.....Pasti nanti non diberi yang lebih indah lagi. Mungkin sekarang belum saatnya non mempunyai anak. "bi Sum


"Bi.... Alya udah menjaganya dengan baik... tapi mengapa bisa juga keguguran"Alya


"Bi Sum juga nggak ngerti non... "Bi Sum


Terdengar suara ketukan dipintu...


"Selamat Pagi... boleh saya masuk"Andi


"Silahkan masuk andi.... "Alya


"Non Alya... ini ada surat titipan dari Tuan Tian yang harus anda tanda tangan"Andi


"Surat apa ini Andi.... "Alya


"Coba saja anda buka dan baca non Alya"Andi

__ADS_1


Alya membuka amplop coklat besar itu. Dan Alya begitu kaget mendapati surat cerai yang telah ditanda tangani Tian.


"Apa maksudnya ini Andi... apa Tian ingin bercerai denganku sekarang. Bagaimana dengan hutangku.... Apa aku tetap harus bekerja setelah cerai"Alya


"Saya tidak tahu non Alya. Tuan Tian hanya meminta saya menyampaikan surat ini buat anda tanda tangani"Andi


"Andi.... apa saya bisa menemui Tian"Alya


"Tuan Tian bilang.... anda tak perlu menemuinya lagi"Andi


"Saya akan menyerahkannya besok. Kamu sekarang bisa kembali Andi"Alya


"Apakah memang tak ada rasa cinta sedikitpun di hatimu untukku Tian. Jadi perubahan sikapmu kemaren hanya karena aku lagi mengandung anakmu. Baiklah Tian aku akan menerima semua ini. Tapi kamu harus tahu,jika aku akan membalas semua perlakuanmu terhadapku. Kau benar benar kejam. Belum hilang rasa sedih ku karena kehilangan anakku,kau tambah lagi luka hatiku dengan mengirim surat cerai."bathin Alya


###############


Setelah satu minggu dirawat, Alya pulang dari rumah sakit langsung ke villa. Bi Sum bilang kemaren Tian ada tidur di sini. Alya menunggu kedatangan Tian dan ingin menyerahkan surat cerai yang telah di tanda tangani.


Alya mendengar suara mesin mobil Tian. Ia menunggu di ruang tamu.


"Tuan Tian.... saya ingin bicara"Alya


"Tuan Tian... saya menunggu anda, ingin menyerahkan surat cerai yang anda inginkan ini. Terima kasih atas semua yang pernah anda lakukan buat saya dan nenek saya.


Apa yang harus saya lakukan setelah perceraian ini. Apa saya harus tetap kerja buat membayar hutang saya"Alya


"Kau tak perlu ada disini. Aku tak mau melihat wajahmu lagi. Hutangmu anggap saja lunas. Aku tak sudi serumah dengan wanita pembunuh sepertimu"Tian


"Apa maksudmu... Tuan. Siapa yang pembunuh... "Alya


"Kau.... kau jangan pura pura. Aku sudah tahu semuanya. Aku tak mengira, kau yang tampak lugu ternyata bisa membunuh darah dagingmu sendiri. "Tian


"Tuan Tian... aku benar benar tak mengerti dengan apa yang kau maksud"Alya


"Kau... jangan kau berbohong lagi. Aku tahu kau sengaja minum obat yang dapat menggugurkan kandunganmu"Tian

__ADS_1


"Tuan... saya tidak pernah minum obat itu. Saya juga menginginkan anak ini. Mana mungkin saya tega membunuh darah daging sendiri"Alya


Tian berjalan masuk kekamar dan mengambil obat yang didapatnya di laci meja samping tempat tudur dan melempar ke arah Alya


"Ini... obat apa. Jangan kau bilang kau tak tahu. Bukankah itu obat buat menggugurkan kandungan"Tian


"Tapi saya tidak ada meminum obat ini.... "Alya mengambil botol obat yang dilempar Tian


"Pergi kau sekarang juga... mulai detik ini aku tak sudi melihatmu. Ini buatmu... karena kau pernah menjadi istriku"Tian melempar selembar cek yang tertulis nominal 10 milyar.


"Tapi... aku benar benar tak pernah minum obat ini... "Alya


"Kau pergi sekarang atau aku harus meminta tolong satpam dan mang ujang menyeretmu keluar. Atau uang yang kuberi masih kurang. Ini kau bisa menulis nominal yang kau mau"Tian melempar cek kosong kearah Alya


"Tuan.... aku akan pergi sekarang. Tapi aku bersumpah... aku tak pernah melakukan apa yang kau tuduh. Jika aku memang melakukannya, hidupku tak akan pernah tenang, tapi jika aku tak pernah melakukannya, dan kau hanya menuduhku, aku doakan hidupmu yang tak akan pernah tenang. Aku akan pergi jauh... sampai kau pun tak akan pernah bisa mencariku disaat nanti kau menyadari kalau aku tak bersalah.


Kau pasti punya cara membuktikannya.


Terima kasih semua yang pernah kau beri. Uang yang kau beri ... Aku akan anggap hutang. Suatu saat jika aku telah bisa mengembalikannya aku akan mencarimu buat membayar hutangku."Alya


"Kau tak perlu mencariku... karena aku tak akan pernah sudi melihat wajahmu"Tian masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


Alya pergi ke kamarnya dengan rasa sakit hati. Ia tak bisa menerima tuduhan Tian. Ia mengemas semua baju dan barangnya.


"Bi Sum... aku akan pergi. Terima kasih selama aku disini.. bi Sum telah baik dan mau menemaniku"Alya


"Non Alya... mengapa non harus pergi sekarang. Non Alya masih belum sembuh betulkan"Bi Sum


"Tuan rumah ini sudah tak sudi melihat aku lagi, buat apa saya di sini. Bi...salam buat mang ujang dan semuanya. Hati hati bi. Aku pasti merindukanmu"Alya memeluk erat bi. Sum yang sangat disayangnya.


Alya pergi meninggalkan villa itu menggunakan taksi.


"Mulai hari ini tak akan ada Alya yang lemah. Aku harus kuat. Akan kubuktikan pada dunia aku juga bisa jadi orang sukses tanpa bantuan siapapun. Aku akan datang kembali buat membalas semua perlakuanmu terhadapku Tian. Terima kasih atas sakit yang kau beri selama ini,karena itu mengajarkan aku kuat"bathin Alya


************************

__ADS_1


Jangan lupa like... koment... dan vote


Terima kasih


__ADS_2