Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 76. Penjelasan Tian


__ADS_3

Satria menunggu Tian di kafe yang terletak tak jauh dari rumahnya. Satria ingin tahu apa yang akan Tian ceritakan mengenai hubungannya dengan Alya.


Dari tempat parkiran tampak Tian berjalan menuju meja dimana Satria duduk.


"Aku tak ingin berlama lama... katakan apa yang ingin kau ketahui tentang aku dan Alya"ucap Tian begitu ia duduk di kursi seberang Satria


"Mengapa aku harus bertanya denganmu"


"Bukankah kau ingin mengetahui hubunganku dengan Alya... apa bedanya jika aku atau Alya yang menjelaskan... "


"Dimana Alya... "


"Ada dirumahku... "


"Mengapa Alya ada dirumahmu... "


"Apa kau tak tahu... Alya phobia akan petir. Untung aku sampai Alya belum pingsan. Ia menunggu kedatanganmu walau harus melawan ketakutannya akan petir. Ia tak mau kau jadi salah paham lagi... Ia ingin menjelaskan semuanya yang ingin kau ketahui tentang hubunganku dengan Alya... "


"Aku mau mendengarnya langsung dari Alya bukan darimu... "


"Dasar bajing*n....apa maumu sebenarnya"Tian mencengkeram kerah baju Satria


"Kau ingin tahukan hubunganku dengan Alya... aku mantan suaminya Alya... Kami pernah menikah selama setahun dan harus bercerai karena ulah adikmu Sari"Tian melepaskan cengkeraman tangannya di kerah baju Satria dan kembali duduk.


"Kebohongan apa lagi yang akan kau ceritakan"


"Aku tak pernah berbohong... walaupun aku juga bukan lelaki yang baik tapi aku tak akan berbohong. "


"Bukankah Alya yang hadir sebagai orang ketiga diantara hubunganmu dengan Sari "


"Aku memang menikahi Alya ketika aku masih bertunangan dengan Sari, tapi semua ini bukan salah Alya. Ia tak tahu kalau aku punya tunangan. Pernikahan kami tak pernah kurencanakan . Semua hanya kebetulan... "


"Maksud mu apa... "


"Dulu... Alya memang menikah denganku karena terpaksa untuk membayar hutang yang dipinjamnya buat operasi neneknya.. "


"Jadi kau memaksa Alya menikah denganmu buat membayar hutang hutangnya... "ucap Satria sinis


"Tapi itu pertamanya... dan akhirnya aku mulai menyukai Alya... apalagi setelah kutahu ia lagi mengandung anakku... aku ingin menjalani rumah tangga yang seutuhnya tapi semuanya gagal karena Alya yang keguguran. Aku menceraikannya karena mengira Alya sengaja menggugurkan kandungannya... "


"Kau emang pecundang... "


"Kau dengar dulu ceritaku.. Aku menyesal menceraikannya setelah ku tahu Alya mengalami keguguran karena ulah adikmu Sari"


"Mengapa Sari yang menyebabkan kegugurannya... kau jangan mengada ngada"


"Kau tahu... Sari memasukan obat penggugur kandungan di minuman Alya... itulah sebabnya Alya keguguran. Setelah mengetahui itu lah aku meminta Sari menjauh dariku, jangan sampai aku melihat wajahnya jika ia tak mau aku melaporkan perbuatannya"


"Sari tak mungkin tega melakukan itu... itu pasti hanya alasanmu buat memutuskan pertunangan kalian... "


"Kau mau percaya atau tidak itulah kenyataannya. Kau yang tak tahu kejahatan adikmu. Aku punya bukti rekaman CCTV. "

__ADS_1


"Pasti itu hanya kesalahpahaman... aku mengenal adikku... ia tak akan mau menyakiti seseorang"


"Kau tak mengenal adikmu.. itulah yang Sari lakukan. Karena itulah aku tak pernah setuju kau dekati Alya. Jika Sari tahu kau berhubungan dengan Alya... aku tak tahu apa lagi yang akan ia lakukan pada Alya.. "


"Itu pasti alasanmu aja agar aku tak mendekati Alya, agar kau tak ada saingan buat kembali ke Alya.. "


"Itu bukan alasan bodoh... kau juga pasti tahu kalau Sari tak menyukai Alya. Tapi aku tak tahu, cerita apa yang telah Sari karang buat menjelekan Alya... "


"Aku tak peduli walau Sari tak menyetujui hubunganku dengan Alya.. aku akan tetap mendekatinya... karena yang akan menjalaninya aku bukan Sari "


"Tapi itu akan membahayakan Alya... kau harus tahu itu."


"Kau pikir aku percaya akan ceritamu... aku tahu kau sengaja menjelekan Sari agar aku tak mau lagi berhubungan dengan Alya dengan begitu kau tak ada saingan buat mendapatkan Alya. Apa kau begitu takutnya kalah.. kau takut Alya lebih memilihku... kau tahu Alya pasti tak akan mau kembali denganmu setelah kau mencampakkan ia dulu"


Tian berdiri dari duduknya dan mendekati kursi Satria lalu menendang kaki kursi itu. Membuat Satria terjatuh dari duduknya...


"Kau pikir aku selicik dan sepicik pikiranmu... aku akan mengirim video Sari itu ke ponselmu. Jika saja aku tak berjanji dengan Alya agar tak bertengkar denganmu... pasti kau telah babak belur ku buat... kau tahu lelaki itu yang dipegang kata katanya... jadi aku tak akan berbohong hanya untuk mendapati Alya. Aku tak pernah takut bersaing denganmu... karena aku mengenal siapa Alya..."Tian beranjak pergi meninggalkan Satria yang masih terduduk di lantai.


###################


Tian memasuki kamarnya dengan langkah pelan. Ia melihat Alya yang telah tidur dengan pulasnya... Tian naik ke tempat tidur dan tidur disamping Alya dengan memeluknya seperti guling.


Pagi harinya Alya terbangun karena cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah jendela. Alya menggeliatkan tubuhnya. Ia sangat terkejut ketika tangannya menyentuh wajah Tian yang tidur disampingnya


"Mengapa kak Tian tidur di samping Alya. Bangunnn.... "teriak Alya


Tian yang mendengar suara teriakan terbangun dengan kagetnya ia lngsung terduduk bersandarkan kepala tempat tidur. Alya pun duduk.


"Inikan kamar kak Tian.. jadi suka suka kakak dong mau tidur dimana... "


"Tapikan Alya lagi menginap disini... kak Tian bisa tidur di kamar lain... atau kakak bisa bangunkan Alya... agar Alya bisa tidur di kamar yang lain... "


"Kakak maunya tidur berdua Alya... sudah lama nggak tidur bareng... "Tian memandangi tubuh Alya intens. Matanya menatap ke dada Alya yang sedikit terekspos karena kancing atas kemeja Tian yang dipakainya tidak tertutup. Apa lagi Alya tidak memakai dalaman membuat ia tampak sangat seksi.


Alya yang menyadari arah mata Tian memandang, langsung mengambil selimut dan menutupi dadanya...


"Kak Tiaannn..... mesum banget sih... "


"Mengapa kamu harus malu... kak Tian juga sudah sering melihatnya dulu... kak Tian masih hafal semuanya... dimana letak tahi lalat ditubuhmu aja kak Tian masih ingat"


"Kak Tian pergilah... Alya mau ke kamar mandi. Pakaian Alya kemaren apa udah kering ya... "Lirih Alya


"Kalau mau mandi ya silahkan aja... mengapa kak Tian harus pergi"


"Kak Tiannn... Alya malu... Alya hanya memakai kemeja kakak... "


"Mengapa harus malu Alya... kak Tian juga sudah sering melihat tubuh telanjangmu... "goda Tian sambil tersenyum


"Dasar pikiran mesum... "gerutu Alya sambil berdiri. Ia membalut tubuhnya dengan selimut menuju kamar mandi


Tian melihat tingkah Alya tak dapat menahan tawanya... Ia terbahak melihat Alya.

__ADS_1


"Ngapain kak Tian tertawa... besok Alya tak mau nginap disini lagi... oh ya kak... tolong mintakan pakaian Alya dengan bibi... "Pinta Alya yang baru teringat pakaiannya...


"Nggak mau... minta aja sendiri... "


"Kak Tian nyebelin banget... "gumam Alya. Ia berjalan menuju pintu kamar. Ingin memanggil bibi. Belum sempat Alya membuka pintu kamar ia merasa tubuhnya melayang.. ternyata Tian menggendongnya.


"Lepasin kak... turunkan Alya... "teriak Alya


Tian menghempaskan dengan pelan tubuh Alya diatas kasur. Ia naik keatas tubuh Alya dan mengukungnya dibawah tubuhnya.


Alya yang melihat perbuatan Tian merasa sangat ketakutan...


"Kak Tian mau apa... "


"Mau kamu... "bisik Tian. Dan Tian mulai menciumi kening Alya... hidungnya,pipinya dan melum*t bibir Alya yang terbuka karena kaget akan apa yang Tian lakukan. Ia memainkan lidahnya didalam rongga mulut Alya. Tian melakukan dengan sangat bergairah walau Alya tak membalasnya.


Alya yang merasakan ketakutan Tian akan melakukan hal yang lebih terhadap tubuhnya, mendorong dada Tian kuat agar menjauh dan melepaskan pagutan Tian dibibirnya.. Tian melepaskan lum*tan bibirnya..


"Maaf Alya... maaf... "Tian berdiri dan duduk ditepi tempat tidur.


Alya hanya meneteskan air matanya. Ia sangat takut Tian melakukan hal yang lebih.. Alya menangis tersedu sambil menutupi wajahnya dengan selimut.


"Alya... maaf... aku khilaf... aku nggak bisa menahannya... Aku sangat merindukan sentuhan ditubuhmu... "gumam Tian pelan..


Tian membuka selimut yang menutupi wajah Alya. Ia menghapus air mata Alya yang jatuh dipipinya.


"Jangan pernah lakuin itu lagi. Alya takut... "ucap Alya pelan


"Ya kakak janji... "Tian kembali mengusap pipi Alya yang basah dengan air matanya.


"Sekarang mandilah.. kak Tian ambilkan pakaianmu. Nanti kak Tian letakan di kasur... Kak Tian mandi dikamar tamu aja... "Tian meninggalkan Alya sendiri.


**************************


BONUS VISUAL LAGI


TIAN



SATRIA



ALYA



Terima Kasih untuk semua yang telah setia membaca novel ini. Terima kasih atas dukungan nya... dengan memberi like.. koment dan vote


Mampir juga ya di novel ku CINTA TAK PERNAH SALAH

__ADS_1


__ADS_2