Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 100. Kembali ke kediaman


__ADS_3

Setelah seminggu dirawat.. akhirnya Tian kembali kekediamannya.


Tian merasa sangat senang akhirnya dapat tidur di kamar nya kembali.


"Nyaman banget rasanya.. sudah kangen banget kak Tian tidur di kamar ini"


"Kangen kamar saja... bukan kangen tidur bareng aku dikamar ini"ucap Alya manyun


"Tentu saja yang paling kakak kangeni tidur bareng kamu... sayang"


"Bohong... "


"Siapa yang bohong sayang... kakak memang kangen banget tidur bareng kamu"


"Kan memang tidur bareng terus walau dirumah sakit"


"Maksud kak Tian, kakak kangen tidur bareng kamu dikamar kita ini"ucap Tian sambil memegang dadanya. Ia harus sabar menghadapi mood Alya yang berubah ubah, semenjak hamil Alya memang terkadang marah tak jelas penyebabnya... terkadang mendadak nangis, karena ingat nenek... terkadang sangat gembira karena nggak sabar pengen gendong bayinya..


"Mengapa kak Tian mengurut dada kakak, memangnya Aku salah apa... memang Aku membuat kak Tian jadi jantungan.. memang apa yang aku lakukan sehingga kak Tian harus menyabarkan diri kakak... "


"Kamu nggak ada salah sayang... kebetulan kak Tian pengen pegang dada saja. Karena kakak ingin memelukmu didada.. "


"Jadi begitu... mengapa nggak ngomong dari tadi... "Alya naik ketempat tidur dan memeluk Tian,menyandarkan kepalanya didada Tian


"Sabar Tian.. Alya lebih merasakan kesulitan karena mengandung anakmu,setiap hari memuntahkan apa yang ia makan. Tapi ia dengan senang hati menjalaninya"gumam Tian dihati.


"Kak... nanti kalau anak kita lahir nanti pengen kak Tian wajahnya mirip siapa"tanya Alya sambil mengecup dada Tian, membangkitkan gairah Tian.

__ADS_1


"Kakak ingin anak kita nanti wajahnya mirip kamu sayang.... "


"Mengapa kak Tian pengin wajah anak kita mirip aku... "Alya mengecup leher Tian


"Karena kamu cantik dan kak Tian sangat mencintaimu.. jadi kakak ingin melihat wajah kecilmu di wajah anak kita"


"Bohong... pasti kak Tian takut orang orang tahu itu anak kakak dengan hanya melihat wajahnya... kak Tian malu kalau orang tahu kalau kakak sudah memiliki anak"


"Sayang... kak Tian malahan ingin mengumumkan pada seluruh dunia jika nanti anak kita lahir"


"Benar begitu kak... aku makin cinta dengan kak Tian"Alya mengecup seluruh bagian wajah Tian, terakhir bibirnya


Tian yang dari tadi sudah merasakan gairahnya, memegang tengkuk Alya, mendekatkan wajah Alya dan langsung melum*t bibir istrinya. Alya tidak tinggal diam, lum*tan yang semula lembut menjadi semakin menuntut, mereka saling membelit lidah dan menukar saliva. Tian yang sudah menahan keinginannya sejak dirumah sakit langsung menarik ke atas dress yang dipakai Alya.


Ketika Tian ingin melepaskan dress itu, tiba tiba Alya menahannya..


"Sebentar ya sayang... kita main satu ronde dulu.. baru makan.. "


"Tapi aku lapar kali kak... apa kak Tian nggak kasihan sama anak dalam kandunganku"ucap Alya manyun


"Oke... oke.. kita makan dulu, tapi janji ya setelah makan kita main kuda kudaan... "


"Kak Tian... pikirannya mesum saja"


"Maklum sayang.....si adek kecil kakak sudah tidur seminggu, barusan bangun... sudah harus ditidurkan lagi"ucap Tian sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kak Tian... vulgar banget ngomongnya... ayo makan, Alya sudah lapar banget"

__ADS_1


"Ayo... "ucap Tian mengikuti Alya yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju lantai bawah kearah dapur.


"Tenang ya adek kecilku... nanti kita bisa menjenguk sikembar, sekarang kita makan dulu, takut mommy nya ngambek... nanti nggak jadi pula kita menemui si kembar"bathin Tian sambil memegang celananya..


Sampai di meja makan,Alya mengambilkan nasi dan lauk pauk kepiring. Ia menyuapi Tian.


"Sini... kakak bisa makan sendiri"


"Kak Tian masih sakitkan....biar saja Alya yang suapin"ucap Alya, membuat Tian memandangi wajah istrinya dengan intens.


"Kenapa kak Tian memandang aku seperti itu, ada yang salah ya diwajahku.. "Alya memegangi wajahnya.


"Nggak ada yang salah sayang... wajahmu sudah sempurna di mata ku. Kak Tian cuma terharu, dalam keadaan mu yang sekarang, kamu masih juga memperhatikan kak Tian, padahal kamu sendiri juga sedang tidak baik baik saja... kak Tian tahu.. saat ini kamu juga kesulitan buat makan karena rasa mualmu"


"Kak... aku menjalani kewajibanku sebagai seorang istri, lagi pula kak Tian sudah banyak memberikan segalanya buatku, aku sebagai istri hanya bisa memberikan pelayanan yang baik untuk kakak"


"Sayang.....berjanjilah... jangan pernah kamu meninggalkan kak Tian... walaupun itu hanya sekedar niat... "


Alya menjawab dengan memberikan senyum manisnya...


Setelah makan Tian meminta Alya masuk ke kamar terlebih dahulu, karena ia ingin menghubungi Bumi menanyakan sesuatu.


**************************


Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga di novel terbaruku ANTARA AKU,KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


__ADS_2