
Bi Sum mengetuk pintu kamar Alya, memanggilnya untuk makan malam. Setelah lama mengetuk tak sahutan, bi Sum mulai kuatir. Ia mencoba membuka pintu dan ternyata tak dikunci...
"Non Alya.... non kenapa.... "teriak bi sum. melihat Alya yang tergeletak di lantai.
Bi Sum membalikan badan Alya... tampak wajah yang begitu pucat. Ia berteriak meminta tolong
"Mang... mang ujang... tolong bi Sum"teriaknya
"Ada apa bi Sum..... "tanya mang Ujang setelah mendengar bi Sum berteriak.
"Tolong angkat non Alya ...bawa kerumah sakit"Bi Sum
"Kenapa non Alya, bi"Mang Ujang
"Bi Sum juga nggak tahu... lihatlah ia begitu pucatnya"bi Sum
Mang Ujang supir dan penjaga villa itu membawa Alya kerumah sakit terdekat.
Bi Sum menghubungi Tian mengabari Alya sakit.
Alya mendapati penanganan dokter. Untung cepat di bawa kalau tidak nyawa Alya tak tertolong ucap dokter. Mereka mengatakan kalau Alya over dosis dengan menelan banyak obat tidur.
################
Alya mencoba membuka matanya. Ia melihat sekeliling. Dan menyadari kalau ia berada di rumah sakit.
"Ya Tuhan.... mengapa aku masih hidup. Aku mau menyusul nenek. Aku rindu nenek. "lirih Alya
Alya mendengar suara langkah kaki mendekat. Ia melihat Tian yang masuk. Ia mencoba berpura pura tidur, tapi Tian melihatnya.
"Jangan berpura pura. Aku tahu kamu sudah sadar"ucap Tian ketus
"Tuan.... mengapa aku ada disini"Alya
__ADS_1
"Jangan berpura bodoh... atau kamu memang bodoh... kamu sengaja minum obat tidur biar cepat mati"Tian
Alya tidak menjawab pertanyaan Tian. Ia membuang mukanya membelakangi Tian.
"Jangan tidak sopan padaku. Kalau orang bicara jangan buang muka. "Tian
"Maaf Tuan.... "Alya.
"Apa hanya ada kata maaf dari mulutmu. Jangan coba coba bunuh diri lagi. Kamu tak akan mati sebelum hutangmu lunas. Mengapa kau mencoba bunuh diri... apa kau cemburu"Tian
"Tidak mungkin saya cemburu Tuan... saya tidak ada hak buat cemburu"Alya
"Bagus kalau kamu sadar. Aku sudah bilangkan kalau pernikahan kita hanya karena hutang saat aku bosan atau aku tak menginginkanmu lagi aku akan menceraikanmu. Jadi jangan pernah berharap lebih dariku"Tian
"Saya mengerti Tuan.... "Alya.
"Sekarang siap siap... kamu harus pulang. Aku tak mau membuang uangku hanya untuk merawatmu. Atau kau ingin hutangmu bertambah"Tian
"Tidak Tuan.... baiklah saya akan bersiap"Alya menekan bel memanggil perawat untuk mencabut infusnya.
Alya mencoba membaringkan dirinya. Ia merasa dadanya sangat sesak karena menahan tangis.
"*Ya Tuhan.... tubuhku masih terasa sakit dan lemas. Apa ia begitu bencinya padaku. Sehingga tak mengizinkanku di rawat walau semalam. Mengapa aku harus selamat. Apa hukuman bagiku belum cukup"lirih Alya.
"Yudha dimana kamu.... aku merindukanmu. Tapi aku tak pantas lagi untukmu. Aku sudah tak gadis lagi"lirih Alya lagi*
"Permisi non.. ...apa bi Sum boleh masuk"
"Silakan bi... nggak di kunci kok"Alya
"Non... ini makanannya dimakan ya biar cepat sembuh"bi Sum
"Terima kasih bi.... "Alya
__ADS_1
"Sama sama non.... "bi Sum
"Bi.... Alya boleh tanya"Alya
"Ya non... silakan"bi Sum
"Bi Sum... siapa yang menolong Alya... membawa kerumah sakit"Alya
"Bibi non... mengapa"bi Sum
"Bi... mengapa aku harus ditolong. Mengapa tak bibi biarkan Alya mati saja"Alya
"Non Alya ngomong apa.... tak boleh putus asa gitu"bi Sum
"Bi.... Alya capek... Alya mau nyusul Nenek. Alya kangen ama nenek."isak Alya
"Non... mengapa non ingin menyusul nenek non. Hidup ini anugerah... kita tak berhak mengakhirinya. "Bi Sum
"Entahlah bi... Alya merasa dunia ini tak pernah memihak Alya. Dari kecil sudah di tinggal kedua orang tua. Dan saat Alya masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian nenek pun meninggalkan Alya. Apa memang tak ada kebahagiaan sedikitpun buat Alya bi"Alya
"Non Alya... non itu cantik. Baik... pasti banyak wanita yang menginginkan memiliki wajah seperti non"bi Sum
"Bi Sum... apa guna wajah cantik... Alya hanya dijadikan budak.. "Alya.
"Non... jangan salah paham dengan Tuan Tian. Sebenarnya ia orang baik. Kehidupan membuat ia harus bersikap keras dan tegas"Bi Sum
"Entahlah bi... sampai detik ini Alya tak melihat satupun kebaikannya. Oh ya.... satu kebaikannya... ia bersedia meminjam uang untuk operasi nenek. Walau operasinya gagal, tapi bagaimanapun Alya paling tidak udah berusaha"Alya.
Tian yang mendengar percakapan bi Sum dan Alya merasa sedikit tersentuh.
"Apa segitu menderitanya kehidupannya dari kecil. Tapi aku dulu melihatnya seorang gadis yang ceria. Sejak menikah denganku ia menjadi sangat pendiam dan penurut "Tian berlalu menuju kamarnya. Ia tak ingin bi Sum dan Alya mengetahui kalau ia menguping.
************
__ADS_1
Jangan lupa like... koment dan vote nya
Terima Kasih