
"Mengapa masih cemberut. Nanti hilang cantiknya"canda Axel ketika melihat wajah Bunga yang masih cemberut.
"Aku sudah bilang... aku nggak mau dilibatkan"
"Maaf.. sebagai ucapan maaf dari kakak, kita ke show room mobil ya. Kakak janjikan mau belikan kamu mobil jika mau kuliah di Bandung"
"Nggak perlu, aku nggak suka bawa mobil sendiri "
"Nanti Kak Axel carikan supir yang rumahnya dekat kost kamu, jadi bisa buat antar empat kamu ke kampus. Nggak boleh boncengan dengan motor lagi"
"Aku lebih suka pakai motor. Terkena angin itu rasanya nyaman.. "
"Kalau gitu besok kak Axel beli motor, biar bisa pakai motor kalau jalan dengan kakak"
"Nggak perlu. Nanti Kak Axel capek jika harus pakai motor dari Jakarta ke Bandung. Lagi pula itu berbahaya"
"Kamu takut kak Axel mengalami kecelakaan, kamu sayang banget ya dengan kakak"
"Geer banget sih kak. Jangan bangga di katakan sayang, makanan jatuh juga orang selalu ngomong... Sayang belum lima menit"ucap Bunga sambil memajukan bibirnya
"Jangan sering sering majukan bibirnya, nanti Kak Axel gigit, mau.. "
"Enak aja.. sakit lah"
"Jadi yang nggak sakit diapain, dicium apa dilum*t"
"Kak Axel kok sekarang jadi mesum.. atau sebenarnya kak Axel itu orangnya mesum. Selama ini hanya pura pura cool"
"Ha.. ha.. tapi kamu suka kan.. "
"Tau ah.. gelap"
"Kamu suka yang gelap gelap... "
"Kak Axel... nyebelin banget sekarang"
Axel lalu mengacak rambut Bunga dan menggenggam tangan kanan bunga. Ia menyetir dengan tangan yang satu saja.
Axel meremas tangan Bunga dan membawa kepahanya.
"Kak.. konsentrasi kalau lagi nyetir... "
"Tanganmu hangat, enak banget nyetir sambil genggam tangan mungil ini"
"Sudah sampai.. lepaskan tangan kak Axel. Nanti mommy lihat"
"Kenapa kalau mommy lihat, paling dinikahkan cepat "
"Bunga nggak mau nikah,masih mau senang senang. Masih mau jalan jalan kemana aja suka.. "
"Lebih enak pergi jalan jalan setelah nikah, bisa berdua kemana aja. Mau ke kamar mandi, tidur bisa berduaan"
__ADS_1
"Sekarang juga sudah sering tidur berdua kak Axel. Cuma sejak kak Axel pacaran dengan kak Cindy, kak Axel nggak mau tidur bareng Bunga lagi. Karena sudah ada yang temani kakak"
"Jangan omongin Cindy lagi. Kak Axel nggak mau tidur bareng lagi, karena kamu itu sudah gadis Bunga. Kak Axel takut khilaf"
"Alasan... "
"Oke.. kalau gitu kita tidur bareng aja terus, tapi kalau Kak Axel khilaf, nggak tahu ya"
"Enak aja.. sudah ah. Bunga mau keluar. Sudah kangen mommy"ucap Bunga dan membuka pintu mobil. Bunga langsung berlari menuju ruang keluarga tempat biasa Alya duduk.
"Bunga.. jangan lari lari, nanti jatuh"teriak Axel. Bunga memang kebiasaan selalu berlari. Badannya terasa ringan saja untuk berlari.
"Mommy.. kangen"teriak Bunga dan langsung memeluk Alya. Di sana ternyata sudah berkumpul seluruh keluarga. Mereka baru aja membahas berita yang Cindy sebarkan.
"Selamat malam semuanya... "ucap Axel pada seluruh keluarga.
"Duduklah... daddy mau bicara"
"Ya dad.. "
"Daddy, mommy, aunty dan uncle aku pamit ketaman ya,Barra kamu mau temani aku nggak "
"Oke.. maaf semuanya, aku pamit"ucap Barra mengikuti langkah Bunga. Axel memandangi kepergian Bunga dan Barra sampai mereka menghilang.
"Bagaimana... "tanya Daddy membuat Axel kaget dan kembali perhatiannya ke keluarga.
"Apa dad.. "
"Ya dad. Aku bersumpah itu bukan anakku. Om Bumi juga tahu itu.. "
"Apa hubungannya dengan Bumi "
"Maaf dad, mommy. Aku sebenarnya kemarin menemui Cindy yang sedang dirawat. Aku kaget mengetahui jika ternyata ia sakit karena hamil. Di depan om Bumi yang memeriksa Cindy, aku sudah mengatakan jika aku tak mau lagi berhubungan dengannya dan aku tak mau lagi ia menemui aku. Aku juga sudah peringatkan jangan membawa nama aku dalam kehamilannya. Om Bumi mendengar kok, ketika Cindy mengakui jika itu bukan anakku... "
"Jadi solusi apa yang kamu ambil buat mengatasinya"
"Tadi aku sudah ke apartemen Cindy... "
"Apartemen yang kamu beli... "potong Tian
"Ya dad...."
"Lalu.. "
"Aku sudah meminta Cindy mengklatifikasi semua berita itu dalam waktu dua jam kesepian, jika ia tak melakukannya aku akan menyebarkan video ketika ia berpelukan dengan Anthony ayah dari anak yang ia kandung"
"Kamu yakin ia mau. Nggak perlu daddy yang turun tangan "
"Nggak perlu dad... "
"Ingat itu.. ini pelajaran buat kamu. Jika ingin dekat dengan wanita harus hati hati. Jangan mau berfoto berdua sembarangan, karena itu bisa buat senjata bagi orang yang nggak senang dengan kita untuk mencemarkan nama baik kita. Kamu tahunan, harga saham perusahaan kita langsung turun setelah berita itu beredar "
__ADS_1
"Ya... daddy. Maafkan Axel. Tak akan Axel ulangi lagi. "
"Makanya jangan ngeyel,di bilang pacaran aja dengan Bunga yang telah diketahui asal usul keluarganya. Masih juga keras kepala"ujar Alexa
"Cece juga.. ini peringatan buat cece. Apa lagi cece seorang wanita, harus lebih berhati hati jaga diri"
"Oke.. daddy. Jika daddy nggak mau aku berbuat salah, cepat kawinkan aku dengan Rendi .Daddy lamar aja Rendi buat aku. Aku sudah siap menikah "
"Maunya cece. Apa Rendi juga mau"ujar Axel
"Apa yang kurang dari cece. Cantik.. iya.. pintar juga, baik hati, rajin menyabung dan juga seorang pengusaha "
"Jelaslah tabungan cece bertambah gendut terus,gaji karyawan di butik daddy yang bayar, cece tinggal terima untung aja"gumam Axel
"Itu lah kelebihan jadi putri kesayangan daddy"ucap Alexa memeluk Tian.
"Tapi cece itu punya kekurangan.. "
"Apa kekurangan cece"
"Cece terlalu agresif dan bawel buat seorang Rendi "
"Rendi itu pendiam, perlu pendamping yang bawel"
"Cece benar menyukai Rendi... "tanya Alya
"Ya.. mom. Banget.. cece suka banget dengan Rendi"
"Apa yang membuat cece sangat menyukai Rendi"tanya Yudha
"Rendi itu tidak genit dengan wanita. Jadi jika nanti cece nikah, pasti tak akan pernah sakit hati karena ia yang tak genit dengan wanita manapun"
"Baiklah.. biar daddy bicara dengan om Andi dulu"
"Daddy serius.. daddy memang yang paling the best deh"ucap Alexa mengecup pipi Tian.
"Cece aja... semua mau nya akan dikabulkan dan dituruti "gumam Axel
"Kamu iri ya.. wek"ucap Alexa
"Axel, mommy mau melamar siapa buat kamu"
"Bunga ya.. kamu mau mommy melamar Bunga buat kamu ya.. "
"Aku bisa lakukan sendiri. Aku lelaki harus gentle... "
"Daddy harap tidak ada berita buruk lagi yang menyangkut nama baik keluarga. Tolong jaga nama baik keluarga, ingat Axel, dan cece juga"
"Ya dad"jawab Axel dan Alexa serempak.
*******************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini