Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 22. Seasan Dua


__ADS_3

Zahra dan Yudha menunggu diruang tamu untuk pergi bersama ke pesta pernikahan Satria dan Sandra.


Tian dan Alya sedang memakaikan pakaian Alexa dan Axel dikamar si kembar.


"Kak Tian sudah yakin akan datang... "


"Mengapa kamu bertanya itu sayang... seharusnya kak Tian yang tanya... apa kamu yakin mau hadir"


"Kak... mengapa aku yang ditanyakan, aku takut kak Tian akan canggung nanti berada di pesta dimana pasti nanti banyak keluarga besar Sari dan keluarga besar Sandra. Keluarga mantan mantan tunangan kak Tian."


"Justru yang Kak Tian takutkan kamu canggung dan tersinggung. Karena kak Tian nggak mau nanti kamu ada mendengar omongan yang mengenakan tentang kamu... seperti perebut tunangan lah.. atau apalah... karena jika mereka membicarakan kak Tian.. bagi Kak Tian tak apa.. sudah biasa. Kak Tian tak mau nanti kamu yang sakit hati.. sayang"


"Kakak jangan takut.. aku sudah terbiasa diomongkan"


"Jika nanti kak Tian mendengar omongan orang tentangmu... kak Tian nggak menjamin akan bisa menahan.. "


"Kak Tian.. aku nggak mau ya kakak membuat keributan dipesta orang. Biarkan saja orang bicara.. jangan ditanggapi "


"Kamu bisa saja begitu.. tapi Kak Tian nggak yakin bisa... jika orang menyakiti kakak, masih bisa kak Tian tahan... tapi jika ada yang menyinggung keluarga kakak... jangan harap kak Tian diam. "


Alya mendekat kearah Tian dan mengecup bibir suaminya itu sambil melingkarkan tangannya di leher Tian.


"Aku tahu kakak sangat menyayangi kami, istri dan anakmu. Tapi tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan.. "


"Jangan memancing kakak... nanti kita nggak jadi ke pesta"


"Maksud kakak.. "tanya Alya heran


"Perbuatan kamu ini membangunkan junior kakak"


Alya langsung melepaskan pelukannya.


"Dasar mesum... "ucap Alya manyun


"Apa itu mesum.. mommy"tanya Alexa


"Apa sayang... "tanya Alya pura pura nggak mengerti. Ia baru sadar mereka berada di kamar si kembar


"Mesum itu apa... "


"Mesum itu apa ya... mommy nggak tahu.. bukan daddy yang tahu"


"Tadi mommy ngomong.. "


"Alexa salah dengar kali"


"Nggak salah... Axel dengar jugakan"


"Nggak dengar... "ucap Axel


"Tuh Axel nggak dengar.. cece salah dengar nggak"ucap Alya. Alexa yang lahir duluan memang memanggil dirinya cece


"Ih... padahal cece dengar.. kamu tuh aja yang nggak dengar "gerutunya. Membuat Tian dan Alya senyum


"Mengapa daddy tertawa "ucap Alexa marah


"Daddy nggak ada tertawa... "


"Itu... "tunjuk Alexa ke wajah Tian


"Ini senyum sayang... senyum itu kan harus.. biar wajah kita nggak cepat tua dan tetap ganteng "ujar Tian


Alexa jadi kesal mendengar jawaban Tian, membuat ia menghentakan kakinya kelantai.


"Cece.. cece kenapa"tanya Axel


Alexa memandangi wajah Axel dengan masam dan cemberut. Ia menuruni tangga tergesa tanpa menunggu daddy dan mommynya

__ADS_1


"Sayang... jangan berlari.. nanti jatuh"ujar Alya sedikit teriak.


Yudha yang mendengar langsung memandang kearah tangga dan melihat Alexa yang dengan wajah masam menuruni tangga dengan sedikit berlari.


Yudha berdiri dan juga berlari,ingin mengambil Alexa. Ia langsung menggendong ponakan nya begitu sampai dihadapan Alexa


"Ada apa cantik.. kok mukanya kecut gitu"


Alexa yang sudah kesal langsung memukul dada Yudha dan tangisnya pun pecah.


"Loh uncle salah apa sayang... mengapa menangis "


Alexa tak menjawab, tangisnya makin pecah. Alya yang mendengar tangisan Alexa kaget. Ia pikir anaknya terjatuh. Tian juga, langsung menggendong Axel mempercepat langkahnya.


Sampai di lantai bawah ia melihat Yudha yang menggendong Alexa lagi menangis.


"Alexa nya kenapa Yud.. "


"Aku juga nggak tahu kak, aku melihat Alexa turun tangga sendiri, langsung menyusul dan menggendongnya, tapi ia malah menangis "


"Daddy jahat... "teriak Alexa


"Oh... jadi cantiknya uncle lagi marah ama daddy "ujar Yudha. Alexa mengangguk


"Loh... daddy salah apa sayang... kamu mau digendong juga.. Ya sudah sini, biar Axel yang gendong Uncle"


Zahra yang mendengar itu berdiri, dan merayu Alexa.


"Jika Alexa lagi marahan dengan daddy ya sudah... Alexa digendong uncle saja, tapi nanti jika amarahnya sudah reda, si cantik aunty harus minta maaf dengan daddy. Aunty pernah bilangkan... kalau seorang anak tak boleh marah dengan orangtua kita... dosa nak"


"Iya aunty"


"sekarang jangan menangis lagi, nanti bedaknya habis... "


"Aunty gendong....... "


"Ya uncle"ucapnya dan melingkarkan tangannya ke leher yudha


Ketika di dalam mobil dalam perjalanan menuju tempat pesta Satria, Alexa bertanya dengan Yudha.


"Uncle.... "panggil Alexa


"Ya... sayang.. "


"Mesum itu apa.. uncle"


"Apaaaa.... "tanya Yudha kaget. Alya dan Zahra juga kaget mendengar ucapan Alexa


"Tadi mommy bilang daddy tuh mesum"


"Daddy kamu memang mesum kuadrat"ucap Yudha semangat


"Lu jangan cari perkara ya.. gue tinggalin dijalan nanti.. baru tahu rasa lu"


"Apa itu mesum uncle..."tanya Alexa lagi


"Itu sejenis bubur sayang.. bubur sumsum. Aunty juga doyan tuh bubur.. "ujar Yudha


"Jadi itu bubur ya uncle "


"Iya sayang... "


"Berarti tadi mommy waktu cium daddy mau minta bubur"tanya Alexa


Alya yang mendengar pertanyaan Alexa jadi terbatuk salah tingkah. Yudha dan Tian tertawa melihat Alya yang salah tingkah..


******************************

__ADS_1


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.


Mampir juga ya ke novel terbaru aku yang berjudul SAHABATKU MADUKU (air mata Melati). Novel ini terinspirasi dari kisah nyata seseorang dan sedikit aku tambah ceritanya.


Aku tak pernah mengira jika sahabat yang selama ini aku anggap saudara adalah maduku. Ia yang telah merebut kebahagiaan ku bersama suami.


Namaku Melati, aku lahir dari keluarga yang kurang mampu. Aku memiliki seorang sahabat, Lani namanya. Ia berasal dari keluarga yang cukup berada. Aku anak yatim sehingga untuk biaya sekolah saja ibuku susah payah mencarinya. Ayah Lani lah yang sering membantu biaya sekolahku. Sampai akhirnya kami berpisah karena Lani harus kuliah di luar kota mengikuti ayahnya yang pindah ke kota itu.


Setelah tamat SMU aku bekerja disalah satu butik, aku tak melanjutkan kuliah karena tak ada biaya. Disinilah aku berkenalan dengan suamiku.


Kami berpacaran tidak lama, hanya tiga bulan, setelah itu Willy nama pacarku mengajak menikah. Aku pun menyetujuinya. Ternyata ibunya Willy kurang merestui hubungan kami, hanya karena Willy mencintaiku,ibunya terpaksa merestui. Dibulan ketiga pernikahanku,, ibuku meninggal dunia untung ada Willy yang selalu menghiburku.


Satu tahun pertama pernikahanku, hidupku penuh kebahagiaan... dan aku dikarunia seorang anak perempuan yang sekarang berusia satu bulan.


Lani yang libur kuliah, mendatangiku dan menginap dirumahku. Disinilah ternyata awal kehancuran rumah tanggaku. Tanpa curiga aku membiarkan Willy dan Lani keluar berdua. Dengan alasan membeli keperluan bayi dan terkadang Lani lah membantu ku memasak buat suamiku.


"Kamu selain cantik, pandai memasak juga. Jarang wanita cantik,dan kaya seperti mu pandai masak"puji suami ku didepan ku.


"Lani memang wanita yang sempurna, cantik baik,cerdas dan tak sombong walau dari keluarga berada"ucapku.


Setelah itu... aku melihat Lani dan Willy makin akrab. Mereka sering tertawa bersama, entah apa yang mereka bicarakan. Satu bulan lamanya Lani menginap dirumahku, selama liburan kuliahnya.


Ketika akan pamit kembali ke kota tempat tinggalnya Lani memelukku erat sambil berkata


"Maafkan aku Melati... aku tak pernah bemaksud merebut kebahagiaan mu"


"Maksudmu apa Lani"tanyaku dengan perasaan yang mulai tak enak


"Karena aku harus pindah ke luar kota jadi aku tak bisa bersamamu lagi, jika aku masih disini, pasti ayahku juga akan mengkuliahkanmu juga.. "


"Nggak apa apa... aku juga sudah bahagia dengan keluargaku saat ini... "


"Aku pamit... jaga dirimu baik baik"


"Kamu juga... hati hati.. "


Dua bulan sudah berlalu sejak Lani kembali ke kota tempat tinggalnya. Ibu mertua ku datang kerumah..


"Melati... ibu harus mengatakan ini, karena Willy tidak berani.. "


"Ibu mau mengatakan apa"tanyaku mulai kuatir


"Willy telah menikahi sahabatmu Lani sebulan yang lalu... karena Lani lagi mengandung anaknya"


"Maksud ibu apaa... "ucapku dengan menangis


"Sewaktu Lani disini, dia menjalin hubungan dengan Willy.. sehingga ia hamil. Willy harus bertanggung jawab. Ibu juga telah menikahkan mereka. Ibu minta kamu jangan pernah mengatakan pada orang tua Lanii jika Willy suamimu... karena orang tuanya tahu Willy belum berkeluarga"


"Bu... mengapa kalian tega melakukan ini padaku... apa salahku... "


"Salahmu... kau bukan berasal dari keluarga seperti Lani, aku lebih senang punya menantu Lani. Aku harap kamu mengerti. Willy tak mau menceraikanmu, padahal ibu sudah memintanya. Atau kamu saja yang mengajukan cerai pada Willy... ibu akan senang jika kamu melakukan itu, ibu akan memberi biaya hidup buat anakmu sampai ia dewasa "ucap ibu mertuaku


"Aku tak mungkin pisah dengan Willy bu...."


"Kalau begitu kamu harus mau di madu dan ingat pesan ibu... jangan sampai orang tua Lani tahu status Willy"ancam ibu sebelum meninggalkan rumahku.


Aku akhirnya menerima semua penderitaan dalam hidupku. Perhatian Willy tetap sama. Tapi hatiku tak bisa dibohongi, jika aku kecewa dengan nya.


Willy sering meminta maaf dan berlutut di kaki ku, ia mengakui kekhilafan nya.. tapi aku tak bisa sepenuhnya memaafkan.


Mungkin bagi orang yang mengetahui kisahku, mengatakan aku bodoh karena mau bertahan, tapi aku tak bisa berbuat apa apa, aku hanyalah sebatang kara didunia ini.


Lani pernah mencoba menghubungiku, tapi tak pernah aku tanggapi. Aku mencoba menjalani hidup ini dengan ikhlas. Mungkin takdirku memang begini.


Willy memenuhi segala kebutuhan ku bahkan ia memberiku banyak kemewahan.. berbeda dengan Lani, walau Willy tetap memenuhi kewajibannya tapi ia hanya sesekali pulang ke tempat Lani.


Sampai saat ini anakku telah besar, aku tak pernah menganggap ada Lani,walau terkadang terpikirkan juga disaat Willy mengatakan ia akan keluar kota. Aku tahu itu pastilah ia mengunjungi Lani dan anaknya...

__ADS_1


Apakah ujian hidupku telah berakhir... belum. Karena Willy bukan nya berubah... tapi makin menjadi.


__ADS_2