
Yudha dan Zahra berangkat dari rumah setelah makan siang. Mereka mampir dulu ke supermarket buat belanja untuk makan malam.
Sampai di villa Tian.. hari sudah menjelang magrib.
"Mang ujang kembali lagi ya den... besok mang ujang jemput.."
"Jangan mang... mamang tidur saja disini. Kan banyak kamar kosong. "
"Baiklah den.. biar mang ujang yang bawa barang belanjaan nya neng"ucap Mang ujang melihat Zahra membawa barang belanjaan mereka disupermarket tadi.
"Biar aku saja mang.. nggak apa apa. Nggak berat kok.. "
"Bi Sum sudah tahu mang kita datang"
"Belum den.. mamang lupa menelponnya"
"Nggak apa mang... buat kejutan bi Sum"
Yudha mengetuk pintu villa.. terdengar langkah kaki dari dalam rumah.
"Tuan Yudha.... apa kabar... kok nggak beri tahu bi Sum kalau mau kasini"
"Kabar baik.. bi Sum bagaimana... sehatkan. Aku mau beri bi Sum kejutan... "
"Sehat Tuan... . apakabar non Alya dan Tuan Tian nya.. apa mereka sehat... "
"Alhamdulillah sehat.. apa aku nggak boleh masuk nih.. kok dari tadi nggak dipersilakan "
"Tuan Yudha bisa saja... masuklah Tuan.. eh ini siapa Tuan.. apakah calon istri tuan Yudha"
"Ya bi.. kenalkan bi.. ini Zahra.. "
"Selamat datang non Zahra.. "
"Selamat malam bi... terima kasih"
"Zahra... beri saja belanjaan itu sama bi Sum, biar Bi Sum yang masak"
"Biar aku saja Yudha... kamu istirahatlah dulu. Pasti masih capekan"
"Baiklah... aku ke kamar dulu... mau istirahat. Kamu masak berdua bi Sum saja... kalau sudah masak, cepat bangunkan aku ya.. "Yudha melangkah menuju kamar tamu. Kamar utama tetap milik Tian. Ia tak berani menggunakannya.
"Non Zahra cantik.. seperti non Alya. .."
"Bi Sum bisa saja. Lebih cantik bu Alya dong bi.. "
"Betul non... sama sama cantik dan ramah lagi. Bi Sum jadi rindu dengan non Alya."
"Bu Alya sering kasini ya bi... "
"Mengapa non Zahra memanggil ibu dengan non Alya"
"Saya kan bekerja dengan bu Alya dan pak Tian.. saya pengasuh bayi kembarnya bi.. "
"Jadi non Zahra kenalan dengan Tuan Yudha karena non bekerja sama non Alya"
"Iya bi... Apakah dulu bu Alya sering kesini ya.. "
__ADS_1
"Pertama nikah dulu, non Alya tinggal di sini. Non Alya baik banget... ia tak pernah merasa sebagai nyonya... ia selalu membantu pekerjaan bi Sum walau sudah bi Sum larang".
"Bu Alya dan Tian Tian memang orang baik, saya beruntung bekerja dengan mereka"
"Tuan Yudha juga orang baik... non juga beruntung bisa dekat dengan Tuan Yudha"
"Ya bi... "
Bi Sum dan Zahra masak bersama.Mereka membuat gurami bakar, cumi goreng tepung, sayur cap cai dan sambal.
Setelah semua masak dan tersedia di meja makan, Zahra masuk ke kamar Yudha untuk membangunkannya.
"Yudha... bangun.. makan dulu. Baru nanti lanjut tidurnya... "Zahra mengguncang badan Yudha. Tapi Yudha tak bereaksi. Zahra lalu duduk ditepi ranjang, memukul pelan pipi Yudha.
Yudha menangkap tangan Zahra dan menariknya, membuat Zahra jatuh menimpa tubuhnya. Yudha langsung memeluk erat Zahra.
"Yudha... lepasin. Sesak nih.. "ucap Zahra yang merasa sesak karena pelukan Yudha yang sangat erat.
Yudha melonggarkan pelukannya,tapi tak melepaskan..
"Yudha... bangun. Makan dulu.. nanti lauknya keburu dingin"
"Biar begini dulu... sebentar saja"
"Tapi aku merasa nggak nyaman ada diatas tubuhmu"ucap Zahra dengan polosnya
"Sebentar saja... "Yudha tak juga melepaskan pelukannya. Wajah mereka yang begitu dekatnya membuat Zahra jadi malu dan menutup matanya.
Yudha mengecup pipi Zahra..
"Sudah... bangunlah. Keenakan ya diatasi tubuhku"goda Yudha
"Siapa yang keenakan... kamu tadi yang minta aku jangan bangun.. "
"Mengapa pipimu jadi memerah begitu... malu ya"goda Yudha lagi
"Yudha... sudah ah... mau makan nggak"
"Aku mau makan kamu saja... "
"Kok Mau makan aku sih... "tanya Zahra polos.
"Kamu ngerti nggak ucapan aku tadi... "tanya Yudha.
"Nggak... "jawab Zahra
"Ih... polos banget sih. Kamu nggak pernah pacaran ya.. "
Zahra menggeleng pelan sambil menundukkan wajahnya karena malu.
"Beruntung banget dong aku... berarti aku cinta pertamamu dan harus jadi cinta terakhirmu juga. Yuk... makan lagi sebelum aku khilaf dan memakan kamu"gumam Yudha.
Zahra berdiri dan berjalan mengiringi langkah Yudha menuju ruang makan.
"Enak banget... siapa yang masak nih.. bi Sum apa Zahra"tanya Yudha sambil menyantap makanan nya
"Aku berdua bi Sum.. "jawab Zahra
__ADS_1
"Bukan bi Sum non.. kan non Zahra yang masak sendiri, bibi cuma membantu saja. Zahra sama dengan Alya.. pintar masak. Tuan Yudha beruntung menjadikan non Zahra istri. Baik dan ramah seperti non Alya. "
"Kalau nggak baik.. nggak mungkin aku jatuh cinta bi.. "
"Iya Tuan.. jangan lama lama Tuan.. cepat halalin.. "
"Tenang bi... habis dari sini aku langsung melamarmu dan setelah itu menikahinya. Bi Sum juga harus hadir ya.. jangan Kak Tian nikah saja bi Sum yang hadir... "
"Iya... Tuan. Jika bi Sum sehat.. pasti bibi hadir. "
Yudha makan dengan lahapnya. Zahra senang melihat Yudha menyantap semua masakannya.
Setelah makan Yudha membawa Zahra ke balkon kamarnya. Mereka tiduran di kasur kecil yang ada di balkon.
Yudha membawa Zahra kedalam pelukannya. Zahra tidur beralaskan lengan Yudha sebagai bantalnya.
"Kamu nggak pernah begini ya dengan lelaki lain"
"Jangankan begini.. pegangan tangan saja nggak pernah"ucap Zahra malu.
"Kamu tahu Zahra...aku juga hanya pernah jatuh cinta dua kali didalam hidupku.. Kamu yang kedua. Aku orangnya juga susah jatuh cinta. Bukannya nggak ada ya yang suka dengan aku... tapi aku nya yang sulit melupakan dan melepaskan seseorang jika sudah jatuh cinta. Makanya kamu nggak usah ragu... apapun itu kekurangan pada dirimu aku akan bisa menerima, karena aku bila sudah jatuh cinta aku akan mencintai dengan tulus... menerima semua kelebihan dan kekurangan pasanganku"
"Aku hanya takut Yudha... aku tak pernah mencintai lelaki. Kamu orang pertama yang aku cintai. Aku takut kamu meninggalkanku setelah tahu aku ada kekurangan "
"Itu bukanlah kekurangan... lagi pula didunia ini tak ada yang sempurna... begitu juga aku... nanti suatu saat jika kamu mendapati kekurangan dari diriku... aku harap kamu juga bisa memahaminya.. dan jika aku berbuat kesalahan kamu mau menegurnya... jangan kamu diamkan"
Zahra hanya menganggukkan kepalanya. Yudha mendekatkan wajahnya ke wajah Zahra, membuat gadis itu memalingkan wajahnya karena malu.
"Kamu mau apa Yudha.. "ucap Zahra polos
"Mau memakanmu... "jawab Yudha dan menghadap kan wajah Zahra kembali ke wajahnya.
Yudha langsung mencium bibir Zahra.. membuat gadis itu ternganga dan kesempatan itu digunakan Yudha untuk memasukan lidahnya kedalam mulut Zahra.
Zahra tak membalasnya... Yudha kembali membelit lidah Zahra, membuat gadis itu salah tingkah. Ia tak pernah melakukan hal itu, ia mencoba membalasnya.. tapi malah menggigit lidah Yudha
"Jangan digigit sayang.. "ucap Yudha. Hal itu membuat muka Zahra tampak memerah karena malu.
"Kamu ikuti saja ya permainan aku... "ucap Yudha. Ia melum*t bibir Zahra perlahan.. dan Zahra dengan cepat mempelajarinya. Kini ia sudah bisa mengimbangi permainan lidah Yudha. Lama mereka saling berpagutan,setelah Yudha merasa Zahra kesulitan bernafas ia melepaskannya.
"Kamu jangan tahan nafas... sayang... "ucap Yudha membuat wajahnya Zahra makin memerah
"Gimana... kamu suka. Nanti kalau kita sudah nikah aku ajarin yang lebih enak lagi"ucap Yudha dengan senyum menggodanya.
Zahra sangat malu, ia tak berani memandang wajah Yudha, ia menyembunyikan kepalanya didada Yudha.
"Tidurlah... nanti kalau sudah bosan disini baru kita pindah ya... aku ingin menikmati malam ini berdua denganmu ditemani bintang bintang"Yudha memeluk erat tubuh Zahra.
Visual Yudha
Visual Zahra
***************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini.