Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 94. Penjelasan dari Tian


__ADS_3

Tian menceritakan semua yang ia lakukan pada Sari. Semua yang dilakukan Tian hanya semata agar Sari tak berbuat hal yang butuk lagi.


Tian sebenarnya ingin membalas semuanya pada Satria, tapi karena Satria menghilang sejak ia ingin melecehkan Alya, makanya Tian membalasnya pada Sari.


Alya mendengarnya dengan badan bergetar karena merasa ketakutan, ia jadi mengingat ketika Tian memperkosanya dan juga ketika Satria ingin melecehkannya.


"Sayang... kamu kenapa"ucap Tian kuatir melihat Alya yang ketakutan


"Sayang.... dengarin kakak... kak Tian minta maaf karena telah melakukan hal buruk pada Sari... kak Tian janji tak pernah melakukan nya pada wanita manapun"Tian memeluk Alya yang tampak gemetar..


Alya hanya menangis di dalam pelukan Tian, tanpa mengucapkan sepatah katapun..


"Sayang... jangan diam saja.. kamu bisa memarahi kak Tian memaki ataupun mencaci tapi jangan diam begini"Tian semakin cemas melihat Alya yang menangis terisak.


"Alya.... dengarin kak Tian... kak Tian janji nggak akan pernah melecehkan wanita manapun... kak Tian khilaf... karena melihatmu malam itu ketakutan.. kak Tian takut Sari akan melakukan sesuatu yang lebih buruk jika tak diberi pelajaran... "


"Kak... Maafin Alya.. "


"Sayang... kak Tian yang salah... mengapa kamu yang harus minta maaf.. "


"Alya harus minta maaf dengan Sari, kak Tian nggak salah... kakak melakukan semuanya karena Alya... "Alya kembali menangis


"Sayang... biar kak Tian yang menemui Sari, kak Tian akan meminta maaf, jika itu membuatmu lega. Tapi jangan salahkan dirimu, kamu nggak salah"Tian membawa Alya kepelukannya.


"Sari pasti ketakutan... "lirih Alya


"Sayang... sudah ya... jangan pikirkan itu lagi, semua sudah terjadi, tak ada guna menyesalinya."

__ADS_1


Alya melepaskan pelukan Tian dan membalikan badannya membelakangi Tian, ia merasa sangat bersalah karena menyebabkan Tian melakukan kejahatan, ia masih menangis.


"Semua karena salahku, jika aku tak mau diajak Sari, pasti malam itu tak akan terjadi apa apa. Kak Tian juga pasti tak pernah melakukan sesuatu yang salah. Seandainya aku tidak bodoh dan gampang saja percaya sama orang... pasti kak Tian tidak melecehkan Sari,...."bathin Alya sambil terus menangis.


Tian yang mendengar Alya masih menangis, ingin memeluknya tapi ia takut Alya akan menolaknya. Tian mengira Alya menangis karena marah padanya. Itu membuat Tian merasa sangat bersalah.


Ia keluar dari kamar menuju balkon. Tian mengambil rokok dan menghidupkan rokoknya untuk menghilangkan pikirannya yang kacau.



Ia tak mengira akan reaksi Alya.. ia lebih senang jika Alya memarahinya, menghinanya bahkan memakinya dari pada melihat Alya diam dan menangis seperti saat ini.


Cukup lama Tian merokok di balkon, sudah berapa batang rokok ia habiskan. Tian masuk kekamar tepat tengah malam ,ia tak melihat Alya tidur di kasur.


Tian mulai panik, ia langsung keluar kamar, mencari Alya... tapi ia tak dapat menemuinya. Ingin membangunkan asisten rumah tangganya Tian tak tega... ia mencoba mencari kembali.. sampai pada musholla didalam rumahnya, ia melihat Alya yang tertidur masih dengan memakai mukena.


"Maafin kakak... kamu pasti kecewa banget dengan kak Tian, sehingga kamu nggak mau bicara lagi sama kakak... "ia menggendong istrinya membawa masuk ke kamar dan meletakan dengan pelan diatas tempat tidur.


Tian mengecup seluruh bagian wajah Alya dengan lembut takut membangunkannya.


Ia tidur ikut membaringkan tubuhnya sambil memeluk pinggang Alya.


"Alya... aku sangat mencintaimu... aku janji tak akan melakukan kejahatan lagi, aku tak mau kamu kecewa dan malu punya suami seorang penjahat... Alya... semenjak mengenalmu aku tak pernah lagi mempermainkan wanita dan aku telah berusaha dengan keras meninggalkan semua kebiasaan burukku, aku ingin menjadi suami dan ayah yang baik yang akan dapat dibanggakan anak anak kita kelak"lirih Tian sambil mengecup dahi Alya.


Tian masih terus memandangi wajah istrinya, dan ia mendengar Alya mengigau sambil ketakutan... membuat Tian makin merasa bersalah. Ia memeluk Alya dan membawa nya kepala Alya kedadanya sambil mengusap pucuk kepala Alya. Lama Tian terjaga, ia takut Alya mimpi buruk. Sampai menjelang subuh baru Tian tertidur karena rasa kantuk yang tak bisa lagi ditahan.


Alya terbangun ketika pagi sudah menjelang. Ia melihat kesamping, tampak wajah Tian yang teduh dan damai ketika tidur. Ia mengusap wajah suaminya...

__ADS_1


"Kak Tian... maafin Alya... aku janji akan berusaha menjadi wanita yang kuat dan berani, sehingga tak mudah dibohongi... aku tak mau kak Tian berbuat kejahatan lagi karena aku"


Alya pergi ke dapur dan membuat sarapan untuk Tian, setelah sarapan selesai dan dihidangkan, Alya pergi ke taman buat merawat bunga bunga nya setelah melihat jam baru menunjukan pukul tujuh pagi.


"Masih ada waktu sekitar satu jam sebelum kak Tian bangun.. lebih baik aku ke kebun dulu. "


Tian pagi ini terbangun dengan cepat, ia tidak bisa tidur nyenyak karena masih memikirkan Alya. Tian yang telah siap siap akan pergi kerja, melihat sarapan yang telah Alya siapkan. Tapi ia tak melihat Alya, ia pikir Alya pasti masih marah. Dan tak ingin bertemu dengannya.


Ia tak menyentuh sarapan yang Alya siapkan, selera makannya hilang karena memikirkan Alya.


Tian langsung berangkat pergi kerja, ia menyetir dalam keadaan mengantuk karena semalam ia tidur setelah subuh.


Tian mengendarai mobilnya dengan kencang, ia ingin cepat sampai, ingin istrirahat dan merebahkan dirinya sebentar di kamar yang ada dalam ruang kerjanya.


Ketika sampai persimpangan empat dekat kantornya,mata Tian makin terasa mengantuk, ia tak melihat rambu lalu lintas,menerobos lampu merah.


Dari arah berlawanan tampak truk yang melaju dengan kencang, Tian sangat kaget melihat truk itu yang sangat dekat dan hampir menabrak nya, ia langsung banting setir, dan menabrak pembatas jalan.


Karena Tian menyetir dengan kancang, ia pun menabrak pembatas itu sangat keras sampai pembatas jalan itu hancur.


Kecelakaan tak dapat dihindari,kepala Tian membentur setir mobil dengan keras. Darah segar mengucur dari dahinya, dan Tian tak sadarkan diri.


****************************


Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini.


Mampir juga ya di novel terbaruku. ANTARA AKU,KEKASIHKU DAN SAHABATNYA

__ADS_1


__ADS_2