
Besok jadwal pemotretan Alya dengan perusahaan yang dipimpin Tian.
Tian sengaja mengambil lokasi dekat ama villanya.
Ia ingin tahu reaksi Faiza ketika bertemu dengan bi Sum dan mang ujang.
Tian masih berkeyakinan kalau Faiza dan Alya orang yang sama. Ia ingin tahu pendapat bi Sum ketika berjumpa dengan Faiza atau Alya
Setelah selesai pemotretan Faiza meminta izin kembali ke kota. Tapi Tian menyarankan menginap saja di villanya karena hari sudah malam. Lagi pula masih ada sesi pemotretan buat besok. Lokasi yang dekat dengan villanya dapat menghemat waktu.
"Az... kita kembali ke kota aja... besok bisa subuh kembali lagi"Faiza
"Apa itu tidak merepotkan anda.... non Faiza. Lebih baik menginap di villa ku. Hanya sekitar 20 menit dari sini. "Tian
"Itu akan merepotkan anda.. pak Tian"Faiza
"Siapa yang bilang merepotkan. Bukankah kemaren saya juga pernah menawarkan anda buat menginap di villa saya. Bagaimana dengan anda....pak Azka. Anda pasti setuju jika kita menginap di villa ku saja. "Tian
"Aku rasa itu memang yang terbaik Fai.... kamu juga bisa beristirahat lebih lama. Jika kita kembali ke kota... tengah malam baru sampai. Pagi pagi sudah harus kembali. Kamu akan kecapekan"Azka
"Terserah kamu Az.... bagaimana terbaik aja"Alya tidak mungkin terlalu membantah karena itu akan membuat kecurigaan Tian.
"Kalau gitu kita berangkat sekarang... aku akan menghubungi pelayan dirumah buat menyiapkan makanan. Anda pasti suka dengan masakannya. Bukankah anda lebih suka menu rumahan non Faiza....."Tian
"Anda terlalu sungkan pak Tian... jadi merepotkan. Oh... ya jangan panggil saya non.... panggil nama saya aja Faiza.... saya tidak terbiasa dipanggil nona... bukankah lebih akrab jika memanggil nama saja. "Faiza
"Saya akan memanggil nama anda saja... tapi anda juga panggil nama saya juga. Apakah saya tampak terlalu tua... mengapa anda memanggil dengan sebutan bapak... "Tian
"Karena anda atasan saya..... yang memakai jasa saya... "Faiza.
"Tapi lebih akrab kita saling memanggil nama... begitu juga dengan anda pak Azka"Tian
"Baiklah mulai sekarang saya hanya memanggil anda Tian.... "Senyum Azka
"Marib kita segera ke villa saya... nanti terlalu malam... udah lapar.... "Tian
Sepanjang perjalanan menuju villa... Faiza hanya diam memandang keluar jendela. Ia tampak memperhatikan setiap jengkal yang dilewatinya.
__ADS_1
"Tidak banyak yang berubah... sejak aku tinggalkan. Kota ini masih terlihat sejuk dan nyaman. Aku tak pernah membayangkan akan secepatnya kembali ke kota ini. Kota dengan beribu kenangan manis dan pahit dalam hidupku"Alya membatin.
Sampai di depan villa Alya merasa degub jantungnya begitu keras. Ia merasakan suasana dulu saat ini masih tinggal disini. Enam bulan waktu di habiskannya di sini.
"Selamat malam bi Sum... apakah masakannya udah selesai"Tian
"Tinggal dikit lagi Tuan... silahkan tamu nya masuk dulu. Biar bi Sum buatkan minum dulu"Bi sum
"Oh ya... bi kenalkan ini Azka dan ini.... "Tian sengaja memperlambat perkenalannya dengan Alya
"Non Alya.... bi Sum kangen banget"bi Sum langsung memeluk Alya.
"Maaf bi... saya Faiza bukan Alya"ucap Alya menahan rasa haru karena sebenarnya ia juga begitu rindu dengan bi Sum
Bi Sum melepaskan pelukannya dan memperhatikan Alya dengan seksama.
"Oh maaf non.... non sangat mirip ama istrinya Tuan Tian... non Alya. Bi Sum kira tadi non Alya. Tapi memang gaya non ama non Alya berbeda. Non... tampak lebih bergaya dan cantik"ucap bi Sum
"Terima kasih bi Sum... "Alya
"Silahkan masuk non... tuan. Bi Sum buatkan minum dulu ya... "bi Sum
#############
"Terima kasih bi.... jadi merepotkan bi Sum"Alya
"Oh.. tidak apa apa.... non... non apa tadi.. bibi lupa"bi Sum
"Faiza bi... jangan panggil non... saya bukan majikan bibi. Jadi panggil nama saja"Alya.
"Faiza... kamu sama baiknya dengan non Alya. Non Alya juga tidak mau dipanggil nona... tapi bibi tetap panggil begitu karena ia istrinya Tuan Tian. "bi Sum
"Saya jadi ingin bertemu dengan Alya... dimana sekarang istri anda ...Tian"Alya
"Saya sudah pernah bilang... suatu saat saya akan pertemukan anda dengan istri saya"Tian
"Bagaimana Azka.... anda menyukai menunya"Tian
__ADS_1
"Ya... sangat lezat. Bi Sum memang jago memasak... tak salah Tian memuji bibi"Azka
"Terima kasih Tuan... "bi Sum
#################
Alya tidur di kamar yang bersebelahan langsung dengan kamar Tian. Alya tidak dapat memejamkan matanya. Ia pergi duduk di balkon.
Alya memandang ke kebun di bawahnya. Dulu kebunlah tempat ia sering menghabiskan waktu.
"Faiza... apakah kamu tidak bisa tidur... "Tian menyapa Alya dari balkon kamarnya.
"Anda mengagetkan saya... apakah anda juga tidak bisa tidur"Alya
"Aku sudah terbiasa tidur tengah malam..... "Tian
"Tak baik sering begadang Tian... tak baik buat kesehatan"Tian
"Terima kasih atas nasehatnya. Mengapa kamu dari tadi hanya memandang ke kebun di bawah... apa kamu mengingat sesuatu... "Tian
"Kamu ada ada saja Tian... bagaimana saya bisa mengingatnya jika ini pertama kali saya datang"Alya
"Siapa tahu kamu pernah kesini..."Lirih Tian
"Apa yang kamu katakan Tian... "Alya
"Oh... tidak ada. Saya hanya mengenang.... istri saya sangat senang duduk di kebun itu"Tian
"Tian.... saya permisi dulu. Sudah mengantuk... saya mau tidur"Alya
"Oh silahkan.... semoga anda betah dan bermimpi indah. Selamat malam... "Tian
"Selamat malam juga Tian.... "Alya masuk ke kamar.
"*Kamu tidak bisa lagi menyembunyikan siapa kamu Alya. Aku akan membuat kamu mengakui sendiri kalau kamu adalah mantan istriku Alya"gumam Tian
********************
__ADS_1
**Jangan lupa like.... koment dan vote
Terima kasih***