
Wajah Satria masih menampakan kekesalannya walau mereka telah sampai di cafe.
"Hhmmm..... keliatannya masih kesal aja... "Alya
"Aku tak mengira akan bertemu Tian lagi... "Satria
"Kak Tian ada salah ama kamu.... "Alya
"Apa tadi... kamu panggil Tian dengan kak... tapi aku kamu hanya menyebut nama... padahal aku lebih tua dari Tian setahun.. "Satria
"Alya sudah terbiasa memanggil kakak ama kak Tian... "Alya
"Kamu dekat banget kayaknya ama Tian... "Satria
"Tidak begitu dekat ....Tian pimpinan tempat Alya pernah bekerja "Alya
"Aku kira kamu ada hubungan yang lebih dari sekedar teman... "Satria
"Maaf... apa Alya boleh tahu... ngapa kamu keliatannya nggak senang ama kak Tian... "Alya
"Tian telah membuat aku berpisah dengan adek dan ibuku... "Satria
"Memang apa yang Tian lakukan sampai memisahkan kamu dan keluarga... "Alya
"Tian telah membuat adekku terluka... ia mrncampakan adekku... sampai ia patah hati dan melarikan diri ke luar negeri. Ibuku harus menemaninya di sana. Jadi kami harus terpisah... Sudah hampir lima tahun aku terpisah ama mereka.... "Satria berucap dengan sedih
"Maaf... jika pertanyaan Alya membuat kamu sedih.. "Alya
"Apa selama kamu mengenal Tian... ia tak pernah membuatmu sakit hati atau terluka... "Satria
"Nggak.... selama ini kak Tian baik baik aja ama Alya... "Alya
"Suatu hal yang aneh... Tian terkenal suka main wanita dan mirasnya... Setiap malam ke klub... Aku tak pernah setuju ketika adekku menjalin hubungan dengannya. Tapi adekku tak mendengar nasehatku karena terlalu mencintai Tian... akhirnya yang aku takutkan terjadi... ia dicampakan Tian... "Satria
"Aku tak tahu jika kak Tian sampai tega melakukan hal itu... "Alya
"Alya... mungkin ini terlalu cepat... tapi aku harus mengatakannya... sejak pertama aku melihatmu... aku sudah menyukaimu... boleh nggak kalau aku mengenalmu lebih dekat lagi... "Satria
"Sat.... aku tak bisa melarang jika seseorang menyukaiku itu masalah hati... tapi untuk saat ini... Alya belum bisa menjalin hubungan... Alya ingin mempunyai suatu usaha dan melanjutkan kuliah... sekarang terus terang Alya menjadi model hanya untuk mencari modal buat suatu hari Alya ingin membuka usaha... "Alya
"Alya... aku tak memaksamu untuk menerimaku... kita hanya perlu menjalaninya...aku akan menunggu.. . sampai suatu hari kamu bisa menerimaku. Aku hanya minta sama kamu... biarkan aku ada didalam setiap hari harimu saat ini... "Satria
"Kita berteman saja dulu... bagaimana... "Alya
"Baiklah... itu sudah cukup.. tapi aku harap kamu tak melarangku untuk tetap menyukaimu... "Satria
__ADS_1
"Tapi Alya tak bisa menjanjikan apa apa... "Alya
"Apa kamu menyukai seseorang.... "Satria
"Hhmmm.... "Alya
"Kamu suka ama Tian... "Satria
"Kak Tian... mengapa kamu menyimpulkan Alya menyukainya... "Alya
"Apa benar kamu menyukai Tian... kamu ama Tian bukan sekedar bawahan dan atasan... "Satria
"Satria... maaf. Alya tak bisa menjawabnya..."Alya
"Oke... walaupun kamu menyukai Tian... selagi kamu bukan kekasih atau tunangannya.. aku akan bersaing buat mendapatkan hatimu... "Satria
"Sudah yuk... dah hampir malam. Kita pulang lagi... "Alya tak ingin berlama lama lagi. Ia takut Satria menanyakan Tian lagi
"Alya... kamu bisa nggak memanggilku dengan kakak seperti kamu memanggil Tian... "Satria
"Akan Alya coba... "senyum Alya
####################
Keesokannya Alya melakukan pemotretan di pagi hari.
"Oh ponselku kemaren low bat.. "Alya
"Kasihan dari siang sehabis kamu pemotretan sampai malam ia masih menunggumu. Aku sudah katakan kamu tak ada pemotretan.. tapi ia tetap mau menunggumu. Ia bilang nanti siang sehabis rapat ia akan kesini lagi.. "Tony
"Apa kamu tanya siapa namanya... "Alya
"Kalau nggak salah sih namanya... Tian."Tony
"Apa ia menyebutkan dimana ia rapat atau menginap... "Alya
"Dia hanya mengatakan akan rapat di perusahaan X... "Tony
"Kalau gitu kamu bisa percepat pemotretan ku nggak... Alya harus menemuinya...Alya tak mengira ia emang benar benar menunggu... "Alya merasa sangat bersalah
"Kelihatannya saingan Satria kali ini berat... Tian sangat tampan dan mapan kayaknya... "Tony
"Kamu bisa aja... Tian cuma bekas pimpinan tempat Alya pernah bekerja.. "Alya
"Tapi sepertinya Tian menyukaimu... mana mungkin seorang pimpinan mau dengan susah payah menunggu bawahannya... "Tony
__ADS_1
"Itu hanya perasaan Tony aja kali ... "ucap Alya sambil senyum.
"Kamu nggak percaya... aku ini laki laki... aku bisa tahu dari sikapnya jika ia menyukaimu... "Tony
"Sudah ah.. kita mulai pemotretan aja lagi.. "Alya
"Duh.... yang nggak sabaran pengen ketemu... "Tony
#####################
Satria sampai di agensi bertepatan dengan Alya yang masuk ke taksi. Satria mengikuti diam diam kemana Alya pergi.
Alya mendatangi perusahaan X. Ia nggak enak hati karena tahu Tian menunggunya sampai malam.
"Aku tak mengira jika Tian benar benar menungguku... bagaimanapun aku banyak berhutang budi dengan Tian..ia telah banyak membantu... . aku akan beri kesempatan buatnya bicara... "bathin Alya
Alya bertanya dengan resepsionis apakah Tian benar lagi rapat.. dan ia meminta izin menunggu di lobby sampai rapat selesai. Ia meminta tolong sampaikan ada seseorang yang menunggu Tian di lobby.
Setelah rapat Tian langsung menuju lobby kantor karena seorang karyawan mengatakan ada yang menunggunya. Tian kaget melihat Alya dari jauh. Ia sangat senang Alya mau menemuinya.
"Alya.... "Tian
"Kak Tian... sudah selesai ya rapatnya...."Alya
"Sudah... kamu sudah lama menunggu ya. Mengapa kamu yang harus kesini... kak Tian udah bilang ama fotografer mu kalau kak Tian yang akan datang siang ini... "Tian
"Nggak apa apa.... Alya sudah selesai pemotretan... Kak Tian bilang ada yang perlu kak Tian bicarakan... ayo kita ke kafe dekat sini... "Alya
"Alya.... kamu nggak marah ama kak Tian... "Tian
"Menurut kak Tian....apa Alya marah... "Alya balik bertanya.
"Kak Tian nggak tahu... karena kamu pergi tanpa pamit. Mungkin juga karena kamu marah... "Tian
"Kak... sebaiknya kita bicara di kafe aja... nggak enak bicara di sini.. "Alya
"Mari... kak Tian ngikut aja kemana kamu bawa... "Tian
Di tempat tersembunyi Satria melihat pertemuan itu. Ia mengira pasti Alya memang janjian ketemu dengan Tian karena melihat pakaian mereka yang senada. Sama sama memakai warna putih.
*************************
Terima kasih telah membaca novel ini.
__ADS_1
Mampir juga ya dinovelku CINTA TAK PERNAH SALAH