Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 124 Keberangkatan Yudha ke Jerman


__ADS_3

Malam hari ini jadwal keberangkatan Yudha. Mama tak bisa mengantarnya... karena mama ingin Zahra yang mengantar Yudha bersama supir.


Mama ingin Yudha lebih dekat dengan Zahra dan juga kebetulan mama akan menghadiri pesta.


Sehabis makan siang,mereka berkumpul diruang keluarga. Tian sedang menggendong Axel dan Alya menggendong Alexa.


Tampak raut wajah mereka yang sangat bahagia. Tian merasa hidupnya sangat sempurna sejak kehadiran baby twins.


"Bu Alya... saya tinggalin si kembar sebentar ya bu... saya mau membereskan kamarnya dulu"


"Ya.. silakan Zahra.. "


Baru Zahra berjalan beberapa langkah, Yudha pun ikut berdiri...


"Aku juga pamit kak... mau bantuin Zahra.. "


"Modus lu... bantuin apa.. bantuin ngerecokin"


"Jadi kakak tuh nggak boleh terlalu kepo... kemarin kambing tetangga mati lho karena terlalu kepo"


"Setan lu... lu samain gue dengan kambing.. "teriak Tian membuat sikembar kaget.


"Kak Tian... suaranya dikecilin... nanti sikembar bangun, jadi menangis"ucap Alya dan memasukan sikembar kedalam kereta dorongnya.


Sementara itu di kamar sikembar Zahra sedang asyik membersihkan tempat tidur si kembar.


Yudha masuk dengan berjalan perlahan agar Zahra tidak menyadari kehadirannya.


Yudha memeluk pinggang Zahra dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Zahra.


"Yudha... kamu bikin kaget saja.. aku kira siapa.. "


"Wangi banget sih... "


"Yudha... jangan begini ah.. malu kalau nanti dilihat yang lain"ucap Zahra sambil melepaskan pelukan Yudha


"Mengapa malu... dan juga kamu malu dengan siapa. Kak Tian dan Alya pasti maklum saja kalau melihat aku memeluk kamu. "


"Yudha... tetap saja aku malu.. "


"Kalau begitu.. aku akan halalin kamu segera, agar kamu tak perlu malu jika aku peluk"Tian membalikan badan Zahra menghadap kearahnya


"Yudha... aku belum pernah dekat dengan lelaki manapun... aku malu jika kamu memeluk aku begini"ucap Zahra yang wajahnya tampak memerah menahan malu


"Kamu tambah cantik kalau malu begini"ucap Yudha sambil mencubit pipi Zahra pelan.


Zahra yang diperlakukan begitu makin merasa malu, ia menundukan wajahnya.

__ADS_1


"Jangan menunduk begitu... aku jadi nggak bisa lihat wajahmu yang makin imut jika malu dan memerah begitu"Yudha menangkup wajah Zahra dengan kedua tangannya dan ingin mengecup bibir Zahra yang berwarna pink alami.


"Hhhmmmm... "dehem Tian,membuat Yudha mengurungkan niatnya yang akan mengecup bibir Zahra.


"Mau ngapain lu tadi... lu mau buat mesum ya dengan Zahra"ucap Tian membuat Zahra makin salah tingkah.


"Pak Tian.. Axel nya sudah tidur ya pak"Zahra mengambil Axel dari gendongan Tian dan membawanya ke tempat tidur.


"Lu... mau mengajari anak orang yang masih polos dengan perbuatan mesum lu ya.. "


"Kayak diri sendiri nggak mesum saja.. padahal mesumnya sudah tingkat dewa lagi"


"Gue lelaki normal... jadi pantas saja mesum"


"Jadi kak Tian pikir aku bukan lelaki normal.. dengar Zahra,.. bisa mundur ia dari calon istri gue"


"Takut banget lu kalau Zahra mundur.. kebelet kawin ya lu.. "


"Bukan kebelet kawin kak... tapi nikah"


"Terserah lu... Zahra hati hati ya... ada yang kebelet kawin.. "ucap Tian sambil berlalu pergi dari kamar sikembar..


"Dasar kak Tian gila... gangguin orang saja bisanya... gagal deh jadinya"


#############


"Zahra... aku pamit mau berangkat... kamu baik baik saja ya di sini. Jaga hatimu hanya untukku... dan jaga kesehatanmu. Aku tak akan lama.. hanya seminggu.. setelah itu aku akan melamarmu.. "


"Kamu juga hati hati.. jangan telat makan.. jaga kesehatan "


Yudha mendekat ke arah Zahra dan mengecup bibirnya..


"Pulanglah... aku akan masuk setelah kamu hilang dari pandangan ku.. "


Zahra terdiam, ia tak pernah mengira Yudha akan mengecupnya ditempat umum begini. Walau Yudha hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Zahra.. tapi bagaimana pun itu tetap ciuman pertama nya.


"Hei... hei... kenapa diam.. pulanglah kamu dulu,setelah itu baru aku masuk"Yudha mengulang ucapannya


"Kamu yang segera masuk Yud... aku akan pergi setelah kamu masuk.. "


"Nggak Zahra.. aku ini cowok.. aku bisa menjaga diriku.. kamu pulanglah.. dan nanti setelah aku sampai.. aku akan segera mengabarimu"


"Baiklah Yud... jika itu yang kamu mau.. hati hati"ucap Zahra dan meninggalkan Yudha.


Sesampainya dikediaman Alya... Zahra langsung masuk kamar dan melihat sikembar telah tidur. Ada bi Nah tertidur disamping ranjang sikembar.


Zahra membangunkan bi Nah dan mengatakan ia bisa kembali ke kamar.

__ADS_1


"Terima kasih bi Nah sudah membantu Zahra menjaga sikembar"


"Sama sama non Zahra"


Setelah bi Nah pamit Zahra pergi ke sudut ruangan. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi bunda..


"Selamat malam bunda.. "


"Selamat malam nak... ada apa kamu hubungi bunda malam malam begini"


"Bunda aku takut... Yudha akan meninggalkan dan membatalkan rencana lamarannya padaku setelah tahu aku memiliki satu penyakit"


"Apa kamu belum memberitahukan Yudha penyakit mu nak.. "


"Aku tak berani bunda... karena terus terang aku juga telah mencintai Yudha.. aku takut ia akan meninggalkan aku seperti pria yang pernah bunda jodohkan dulu. Belum kami saling mengenal,ia sudah langsung mundur ketika tahu aku ada satu penyakit.. "


"Orang yang mengidap penyakit endometriosis bukan tak bisa hamil tapi hanya sedikit sulit hamil... jika Yudha memang mencintaimu,ia pasti akan menerima kamu apa adanya. Kamu harus jujur sebelum ia mengetahui sendiri. Nanti ia mengira kamu sengaja menyembunyikannya"


"Bunda.. apakah nanti setelah Yudha tahu aku mengidap penyakit itu, ia juga akan meninggalkan aku. Bunda... Yudha lelaki pertama yang pernah dekat denganku... aku belum siap jika ia menjauh... "


"Tapi kamu tahukan nak... jika kamu berbohong itu bisa menjadi boomerang dalam hubunganmu kelak.. "


"Bunda... baiklah.. aku akan berkata jujur sebelum Yudha kembali ke Indonesia "


"Bunda mengharapkan kejujuran mu... jika Yudha memang jodohmu.. penyakit apapun yang sedang kamu idap tidak akan membuatnya berpaling dan berpindah kelain hati. "


"Iya.. bunda... doakan saja aku segera jujur dan Yudha bisa terima aku apa adanya.. "


"Bunda selalu mendoakanmu nak... "


"Selamat malam bunda..... semoga bunda selalu sehat dan selalu dalam lindunganNya"


Zahra memutuskan sambungan ponselnya. Ia beranjak mendekati tempat tidur sikembar.


Setelah melihat sikembar tidur dengn nyenyaknya,Zahra pun ikut membaringkn tubuhnya diranjang. Ia tidak bisa memejamkan matanya... ia memikirkan bagaimana cara menyampaikan tentang penyakitnya pada Yudha.


*******************


Terima kasih karena telah membaca novel ini.


Mampir juga ya ke novel aku yang lainnya


-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA


-CINTA TAK PERNAH SALAH

__ADS_1


__ADS_2