Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 5 Season Dua


__ADS_3

Jam sepuluh pagi akhirnya Zahra dan Yudha sampai diruangan praktek dokter Bumi.


"Selamat Pagi Zahra.. bagaimana keadaan kamu hari ini sehat... "


"Alhamdulillah sehat kak"


"Kak Bumi... aku nggak di sapa.. nggak ditanya kabarnya"ujar Yudha cemberut


"Kalau kamu tak perlu aku tanyakan.. aku sudah lihat kok keadaan kamu...kamu kelihatan makin sehat... "


"Kak Bumi nggak boleh genit ya dengan istri orang "


"Genit bagaimana.. "


"Tanya Tanya kabar istri orang.. "


"Memangnya Zahra istri orang... "


"Memang Kak Bumi pikir aku ini bukan orang.. hantu. ... "


"He.. he.. kan sebagai dokter kakak harus ramah.. "


"Itu bukan ramah.. tapi genit. Masa yang ditanya istrinya saja. Biasanya kalau dokter yang normal.. ditanya juga suaminya.. "


"Memang Lu pikir gue gila.. enak saja Lu bilang nggak normal.. "


"Aku lagi malas berdebat... aku minta Kak Bumi langsung periksa Zahra.. makin lama berdebat.. nanti makin lama aku disini, tambah genit nanti Kak Bumi"


"Gue Jitak juga kepala lu nanti.. "geram Bumi


"Coba saja kalau Kak Bumi berani.. nanti kakak Bumi bisa dipecat dari manajer rumah sakit ini.. dan surat izin praktik Kak Bumi akan dicabut karena berbuat kasar pada pasien"


"Rumah sakit ini bulan milik Lu ya.. mana bisa main pecat saja.. "


"Kak Bumi lupa.. kalau saham terbesar rumah sakit ini milik kak Tian.. "


"Milik Tian.. bukan Lu "


"Tian itu kakak kandungku.... apakah kakak Bumi lupa"


"Tian itu sahabat baikku.. apa kamu juga lupa.. "


Perawat yang membantu dokter Bumi memandangi mereka berdua yang lagi berdebat dengan wajah heran.


Zahra yang melihat perawat itu.. langsung tersenyum dan berkata... "jangan heran mereka berdua memang tiap bertemu pasti bertengkar"


"Capek gue ladeni anak kecil kayak Lu... "ujar Bumi


"Biarpun aku jauh lebih muda dari Kak Bumi.. tapi aku sudah punya istri.. dari pada Kak Bumi.. masih jomblo akut"


"Lu kesini.. mau berdebat atau periksa Zahra"ucap Bumi masih dengan geramnya


"Dua duanya... "


"Dosa apa gue punya adik sahabat kayak Lu.."


"Zahra... apa yang kamu rasakan. Yudha telepon katanya kemarin kamu muntah muntah ya.. "


"Ya Kak... tadi pagi juga aku muntah. .."


"Selain itu ada keluhan lainnya.. "

__ADS_1


"Seminggu ini aku sering mual, terkadang pusing. Tapi bawaannya lapar melulu kak"ucap Zahra malu


"Kak... kok Zahra aja sih yang ditanya "


"Yang sakit kan Zahra.. buat apa juga gue tanya Lu"geram Bumi


"Kita periksa tensi dulu ya.. habis tuh mau ambil sampel darah kamu... "


"Buat apa Kak darah Zahra.. "


"Kamu lihat dan diam saja.. "ujar Bumi masih geram


Perawat yang membantu Bumi melakukan semua yang diperintah Bumi. Ia membawa sampel darah Zahra ke laboratorium.


"Siklus haid kamu masih tak teratur... "


"Masih Kak.. kadang haid kadang nggak.. "


"Oh.. kita tunggu dulu ya hasil labor nya"


"Berapa lama sih Kak... "


"Nggak lama kok... cuma setahun... "


"Hhhaaaa.. setahun.. kalau memang lama begitu ngapain Kak Bumi minta kita menunggu. Apa kak Bumi kesepian disini.. tak ada pasien"


"Jangan salah lu... pasien gue banyak... harus ngantri buat bertemu gue"


"Kak Bumi.. aku serius.. Berapa lama aku harus menunggu.. "


"Sabar dikit napa sih.. bawel banget "


"Zahra.. apa kamu ada merasakan sesuatu yang lain.. "tanya Bumi mengacuhkan Yudha


"Nggak Kak.. cuma itu aja. Oh.. iya kak.. aku sekarang lebih mudah lelah.. "


Bumi mengajak Zahra mengobrol menjelang hasil lab keluar.. membuat Yudha makin kesal.


Beberapa saat kemudian, perawat itu datang membawa hasil labor sampel darah Zahra.


"Permisi dok.. ini hasil lab ibu Zahra.. "


"Terima kasih.. "Bumi membuka hasil lab dan tersenyum.


"Sekarang kamu bisa baring di tempat tidur Zahra.. "


"Baik Kak... "Zahra dibantu Yudha berbaring.


Yudha mulai lagi cemberut, karena ia tahu Zahra pasti akan di USG.


"Memangnya perawat tak bisa ya Kak melakukan ini.. mengapa harus Kak Bumi"


"Karena aku yang dokter nya"jawab Bumi datar


"Mengapa harus perut yang diperiksa... "tanya Yudha lagi


"Karena aku mau periksa rahim atau kandungan Zahra.. jika kamu sakit baru kepalanya yang diperiksa.. "


"Mengapa harus kepala aku... "


"Biar dokter saraf tahu seberapa kerusakan otak lu"

__ADS_1


"Kak Bumi pikir aku gila... "


"Makanya Lu diam. Kalau masih bawel juga... gue panggil satpam buat menyeret Lu dari ruangan gue"


"Kak Bumi... aku ini suami pasien kakak loh... harus Kak Bumi hargai"


Bumi tak menggubris omongan Yudha,setelah perawat memberi gel pada perut Zahra ia langsung memeriksanya.


Tampak Bumi semakin tersenyum lebar.. melihat layar monitor.


"Mengapa Kak Bumi senyum senyum sendiri.. sudah gila ya... "


"Lu lihat ini di monitor... "


"Apa tuh emangnya Kak.. cuma seperti benjolan.. apa Zahra sakit lagi"tanya Yudha cemas.


"Kamu dengar baik baik... memang belum bisa didengar dengan jelas... ini adalah bunyi detak jantung calon bayi Lu"


"Apaaa... maksud Kak Bumi apa... "


Bumi menghentikan pemeriksaan nya dan meminta Zahra serta Yudha duduk kembali.


"Kak Bumi.. maksud kakak apa... "tanya Yudha lagi


"Selamat... kamu dan Zahra akan menjadi calon orang tua.. "


"Kakak.. Kak Bumi nggak bohongkan... nggak lagi bercanda... "ucap Yudha dengan mata yang sudah berkaca kaca


"Kak Bumi... apa ini nggak salah... "ucap Zahra dengan air mata


"Ya Zahra... kamu positif hamil. Dari hasil labor tadi sudah ada hasilnya. Cuma Kak Bumi ingin meyakinkan lagi, makanya kakak USG dulu"


Yudha langsung menangis, menelengkupkan kepalanya diatas meja. Ia sangat bahagia mendengar semua ini. Ia tak pernah mengira jika di beri berita bahagia secepat ini.


"Mas... "ucap Zahra memegang bahu Yudha yang berguncang menahan isak tangisnya.


"Kak.. terima kasih"ucap Yudha akhirnya setelah dapat meredakan tangisnya


"Jangan berterima kasih pada Kak Bumi.. tapi pada Tuhan yang telah mempercayakan kalian buat menjadi orang tua. Saat ini usia kandungan Zahra sudah memasuki minggu ke tujuh. Karena rahim Zahra yang memang bermasalah,ini juga akan mempengaruhi kandungannya juga. Jadi kamu dan Zahra harus ekstra menjaganya. Jangan panik atau stres.. jangan terlalu capek.. "


"Baik Kak.. apa lagi yang harus aku lakukan kak"


"Tidak ada... selain itu Zahra harus banyak makan makanan yang bergizi. terutama Kak Bumi ingatkan lagi jangan capek dan stres. .. kandungan Zahra lemah.. "


"Ya.. Kak. Aku akan menjaga Zahra dengan sebaiknya... "


"Zahra juga jangan terlalu mencemaskan kandungan kamu karena stres juga tidak baik bagi kehamilan... "


"Ya Kak.. akan aku ingat"


Yudha memandangi Zahra dan langsung memeluknya erat.


****************************


Setuju nggak kalau Yudha dan Zahra ini pasangan terimut..




Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.. Mampir juga ya ke novel aku SAHABATKU MADUKU (AIR MATA MELATI) bercerita tentang pengkhianatan seorang sahabat yang telah dianggap saudara dengan suaminya. Novel ini ku buat berdasarkan kisah nyata seseorang

__ADS_1


__ADS_2