
Axel sampai di Singapura sore harinya. Ia langsung menuju hotel yang disarankan daddynya.
"Apa sih maksud daddy memaksa aku harus menginap di sini. Pasti daddy mengenal manajer hotel ini, daddy pasti ingin memantau aku dari jauh. Ia pasti takut aku membawa Cindy menginap disini. Daddy jika aku mau, aku bisa membawa Cindy ke hotel yang lain.. Mengapa harus disini. "
Axel masuk ke restoran yang terdapat didalam hotel itu. Ia belum makan siang. Ketika ia akan menyantap hidangan yang ada didepannya, Axel melihat Cindy masuk.
Axel menutup wajahnya dengan buku menu. Ia tak ingin Cindy melihatnya, ia akan memberi kejutan buat Cindy.
Axel mengintip dari balik buku menu dan melihat seseorang mendekati Cindy dan mengecup pipi serta bibir Cindy.
"Apa apaan ini, mengapa Cindy mau saja ketika lelaki itu mengecup pipi dan bibirnya. Siapa lelaki itu. "
Axel lalu tambah penasaran. Ia makin menutupi wajahnya. Ia ingin tahu apa yang Cindy lakukan dengan pria itu.
Axel berdiri dan duduk sedikit mendekat ke meja Cindy. Ia memilih duduk tepat dibelakang Cindy.
"Sayang.. lusa aku harus kembali ke Indonesia. Sudah hampir tiga minggu aku disini "ucap Cindy dan bersandar dibahu lelaki itu. Axel yang melihatnya mulai tampak emosi.
"Memangnya kamu nggak betah ya disini. Kamu nggak ada pemotretankan di Indonesia"
"Nggak ada sih.. tapi jika aku lama lama disini, aku takut istri kamu memergoki kita"
"Kamu takut sama istri aku atau pacar kamu"
"Aku belum punya pacar.. "
"Mana mungkin wanita secantik kamu tidak memiliki kekasih"
"Bukankah aku dilarang buat memiliki kekasih, itu yang ada dikontrak. Kamu sengaja memasukan poin itu agar aku tak pacaran, kamu ingin aku selalu bersamamu sajakan"
"Itu juga buat kebaikan kariermu.Jika kamu punya pacar nanti kamu nggak bisa konsentrasi ketika bekerja,karena terlalu mikirin pacar aja"
"Bukankah kamu juga pacarku.. "
__ADS_1
"Aku bukan pacarmu tapi suamimu.. "
"Kok suami sih.. kita kan belum nikah"
"Tapi kawin sudah tiap malamkan"
"Anthony...pikiran kamu kawin melulu"
"Tentu saja.. mengapa kamu memiliki badan yang seksi,membuat juniorku selalu bangun"
Axel yang mendengar semua itu mengepalkan tangannya.
"Aku tak boleh gegabah dan ceroboh, jika aku menemui Cindy saat ini bisa saja dia membuat alasan lagi buat membohongi aku. Jika kamu bisa mempermainkan aku, aku juga bisa melakukan hal yang serupa "
Setelah selesai dengan santapannya Cindy meninggalkan restoran itu dengan menggandeng tangan lelaki itu. Ketika Cindy masuk lift, Axel menandai lantai yang dituju Cindy. Karena didalam lift hanya ada mereka berdua.
Sampai di lantai yang Cindy tuju, Axel menjadi bingung sendiri. Nggak mungkin ia mengedor satu persatu kamar buat mengetahui dikamar mana Cindy menginap dengan pria itu.
Axel lalu menyadari jika kamar yang dipesan daddy nya berada satu lantai dengan kamar yang ditempati Cindy.
Axel menarik rambutnya frustrasi. Ia lalu kembali ke restoran, ia tadi meninggalkan tas berisi pakaiannya. Untunglah tas nya masih ada.
Axel meminta kunci kamarnya dan menuju kamarnya. Ia ingin istirahat buat meredakan amarahnya.
Ketika Axel akan masuk kamarnya, ia melihat Room sevice waiters yang akan mengantar makanan ke kamar di sebelahnya. Ia melihat lelaki yang bersama dengan Cindy tadi hanya memakai celana pendek mengambil makanan pesanan mereka.
"Sayang... cepat dong. Mengapa lama banget"ucap seseorang dari dalam.
Axel yakin itu suara Cindy. Ia kembali mengepalkan tangannya. Menahan emosinya.
"Ternyata ia menginap disebelah kamarku. Mengapa semua ini serba kebetulan banget"
Sampai dikamarnya, Axel mencoba menghubungi Cindy tapi tak diterima. Sampai beberapa kali ia mencoba tapi tak jua diterima Cindy.
__ADS_1
Axel semakin emosi dan melempar semua yang ada didekatnya ke dinding.
"Awas kamu Cindy.. kamu akan menerima semua balasan atas perbuatan kamu padaku. Kamu dengan tanpa rasa bersalah mempermainkan aku dan membodohi aku selama ini... "teriak Axel.
Axel kembali teringat perdebatannya tadi dengan mommy. Axel menghubungi mommynya. Begitu tersambung Axel langsung menangis.
"Mommy... maafkan Axel"
"Sayang... kamu kenapa. Kamu menangis nak"
"Mommy... maafkan Axel"
"Iya sayang.. sudah mommy maafkan.. "
"Axel telah membuat mommy menangis. Axel menyesal banget mom.. "
"Sayang.. mommy juga salah. Tak seharusnya mommy menghakimi Cindy tanpa bukti. Kamu benar, mommy tidak boleh menjelekan seseorang hanya karena melihat sisi luarnya saja... belum tentu orang yang selalu berpakaian terbuka nakal... "
"Mommy.... "
"Kamu kenapa nak... kamu sudah sampai di Singapura "
"Sudah mommy.. maaf Axel tadi lupa mengabari mommy... "
"Sayang.. mengapa kamu masih menangis. Mommy sudah tak apa. Mommy sudah maafkan kamu. Apa kamu sakit nak.. kamu sudah bertemu Cindy"
Axel lalu mematikan sambungan ponselnya, ia sudah tak bisa membendung air matanya lagi. Ia tak mau membuat mommy nya jadi kuatir dan bertanya tanya.
Alya menghubungi Axel karena sambungan ponsel yang tiba tiba terputus.Axel lalu mengirim pesan jika ia mau tidur karena capek agar mommy nya tidak mencoba kembali menghubunginya.
"Mommy bukan badan aku yang sakit, tapi hatiku yang sakit mommy. Apa salahku mommy, sehingga Cindy tega melakukan semua ini. Aku benar benar tulus mencintainya. Aku sudah menyerahkan semua cinta dan hatiku buat Cindy tapi ia tak pernah menghargainya. Ia bukan saja membohongi aku mommy. Tapi ia juga ternyata wanita jal*ng dan mur*han yang dengan gampangnya mau ditiduri oleh lelaki yang bukan suaminya. Mommy.. untung aku belum terjebak permainannya.. untung aku belum pernah menidurinya.. jika tidak.. aku pasti merasa jijik dengan tubuh sendiri karena mau tidur dengan wanita seperti Cindy....mommy saat ini aku ingin berada dalam pelukan mommy"
**************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini