Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 51 Season Dua


__ADS_3

Axel duduk di balkon kamar Bunga sambil memandangi jalanan. Ia menghisap rokoknya dengan perlahan. Ia memikirkan cara apa yang baik untuk memutuskan hubungan dengan Cindy.


Axel tahu siapa Cindy. Ia pasti tidak akan dengan mudah mau menerima keputusan Axel. Ia pasti akan mencari cara agar Axel tetap bersamanya. Axel harus mengirimkan video bukti perselingkuhan Cindy langsung ke ponselnya agar Cindy segera menjauhi dirinya.


Axel menghubungi Rendi dan memintanya mengirimkan video rekaman perselingkuhan Cindy yang ada di laptopnya agar ia bisa secepatnya mengirimkan kembali ke Cindy. Ia sudah tak mau berhubungan dengan wanita itu


Bunga membawa segelas jus jeruk dan diletakan diatas meja. Bunga duduk di samping Axel,yang belum juga menyadari kedatangan Bunga.


"Aku rasanya ingin duduk dipangkuan kak Axel seperti dulu lagi, tapi aku takut kak Axel akan marah lagi jika aku duduk dipahanya itu.Aku sebenarnya masih ingin menjauh dari kak Axel, tapi hatiku tak bisa dibohongi jika aku ingin selalu dekat dengan kak Axel. "


"Bunga.. sejak kapan kamu disini"


"Sejak tadi.. mikirin siapa sih kak. Lagi mikirin kak Cindy ya. "


"Hhhmmmm... "


"Kangen ya.. baru juga dua hari nggak ketemu"


"Sini duduk di paha kak Axel. Kak Axel lagi pengin meluk kamu"


"Nggak mau.. nanti ada yang marah "


"Siapa yang marah... "


"Pacarnya kak Axel lah.. "


"Kakak nggak ada pacar.. "


"Awas loh, nanti Bunga sampaikan kak Cindy"


"Serius.. kak sudah putus dengan kak Cindy"


"Oh jadi karena sudah putus makanya kak Axel meminta maaf"


"Sini dong duduk dipahanya kakak"ucap Axel nggak menjawab perkataan Bunga


Bunga langsung berdiri dan duduk dipangkuan Axel.


"Biarin mau dibilang apa.. aku sudah kangen dan pengin duduk di paha kak Axel seperti dulu"


Axel memeluk pinggang Bunga,dan merapatkan tubuh Bunga.


"Kamu tuh adik Kak Axel yang paling kakak sayangi. Kakak menyesal banget karena telah menyakiti hatimu. Setelah puluhan tahun bersama, entah mengapa Kak Axel bisa sampai berkata menyakitkan seperti itu. Jika kak Axel minta maaf, bukan karena kakak yang sudah putus dengan kak Cindy. Tapi itu semua memang berasal dari lubuk hati kak Axel terdalam. Kak Axel nggak mau hubungan antara orang tuamu dan orang tua Kak Axel rusak karena mulut Kak Axel ini. Kak Axel benar benar menyesal setelah kamu mulai menjauhi kakak. Karena kakak baru menyadari jika kehadiran kamu selama ini di dalam rumah kakak banyak memberikan aura positif. Sejak kamu menjauh semua yang di rumah tampak murung terutama mommy"


"Jadi sampai hari ini perasaan kak Axel padaku hanya sebatas adik. Ia tak pernah menganggap aku lebih. Tapi biarlah semuanya berjalan sebagaimana mestinya,jika Kak Axel memang jodohku kami pasti akan bersama.Sebaiknya aku juga tak boleh berharap lebih dari kak Axel"


Axel menarik nafasnya dan mematikan rokoknya. Ia menyandarkan kepala Bunga dibahunya.


"Kamu tahu Bunga, sejak kamu nggak datang ke rumah mommy selalu tampak sedih karena nggak ada yang menemaninya lagi duduk di taman sambil minum. "

__ADS_1


"Jadi kak Axel minta maaf bukan karena dari diri sendiri, hanya karena melihat mommy bersedih"


"Bod*h,siapa yang bilang begitu. Kan kak Axel sudah katakan dari tadi,jika kak Axel benar benar menyesal dari dalam hati"ujar Axel menoyor pelan kepala Bunga


"Kak Axel jahat, masa bilang Bunga bod*h"


"Habis kak Axel sudah capek ngomong panjang kali lebar, nggak ngerti juga. Sudah dengan susah payah menyusun kata. Dan kamu tahukan itu kata kata terpanjang yang pernah kakak ucapkan"


Bunga mencebikan bibirnya didepan wajah Axel, membuat ia gemas. Axel lalu mencubit bibir Bunga.


"Sakit kak.. jahat banget sih"


"Habis mulutnya panjang banget.. "


"Kak Axel tuh sebenarnya bawel, cuma sok dingin aja, biar dibilang keren"


"Enak aja.. kakak memang keren kok. Kamu akui nggak "


"Nggak.. jelek"


"Nanti kalau kamu jatuh cinta, awas ya... "


"Jika kak Axel yang jatuh cinta bagaimana"


"Kamu harus mau menerima jika tidak, kakak akan memaksa"


"Bisa... jika kakak mau. Bunga.. bagaimana keputusan kamu. Kita pulang saja ya. Kuliah di Bandung aja. Kak Axel nanti belikan mobil, serius deh."


"Tapi apartemen ini sudah di bayar papa sampai enam bulan ke depan "


"Kak Axel ganti nanti uangnya papa jika papa kamu marah"


"Mana mau papa terima uang kakak"


"Kakak yang akan bicara dengan om Bumi, jika om Bumi marah denganmu"


"Bagaimana ya.. aku malu kak. Aku sudah bilang sama papa dan mama jika aku ingin kuliah di luar agar aku bisa belajar mandiri"


"Nggak harus keluar negeri kan, bisa di luar kota. Kamu tetap kost dan tetap bisa belajar mandiri "


"Kakak harus janji ya setiap weekend ketempat Bunga dan bawa Bunga makan serta jalan jalan dan makan lagi"


"Makan aja nih otak isinya"


"Biarin ...selagi sehat,jika telah sakit nggak ada selera makan lagi"


"Oke.. kakak janji bawa makan kemana kamu mau"


"Hore... janji ya.. "

__ADS_1


"Iya, kakak janji. Tapi kamu benar ya pulang sama kakak besok, sekarang kita susun lagi barang barang kamu"


"Apaa... besok pulang ke Indonesia, cepat banget sih kak"


"Kita langsung ke Bandung, cari kost yang bagus buat kamu. Tapi yang dua kamar ya. Biar nanti ada kamar buat kakak menginap"


"Menginap di hotel dong. Nggak modal banget"


"Kakak yang bayar kost kamu.. "


"Serius.. ye...ye,jadi uang buat kost dari papa bisa buat uang saku deh"


"Pikirannya uang aja... "


"Ya namanya manusia pasti memikirkan uanglah. Uang memang bukan sumber kebahagiaan, tapi tak ada uang kita tak akan bahagia ha.. ha.. "tawa Bunga.


Axel dan Bunga menghabiskan waktu dengan mengobrol sampai akhirnya mommy dan tante Ani kembali dari jalan jalannya.


Malam harinya sehabis makan mereka berkumpul sambil menonton.


"Sayang.. lusa mama, mommy dan kak Axel harus kembali. Kamu jangan lupa ya, jangan keseringan makan mie instan. Besok mama belanja buat isi kulkas kamu"


"Tante, lusa kita kembali sekalian dengan Bunga"


"Maksud kamu apa sayang"tanya Alya


"Bunga nggak akan kuliah di sini, ia lebih memilih Bandung. Bukankah itu juga bisa buat Bunga belajar mandiri "


"Kamu nggak salah, Axel"


"Nggak tante.. Bunga tak seharus kuliah jauh jauh jika hanya untuk bisa belajar mandiri "


"Bunga... benar yang dikatakan Axel"


"Betul ma"jawab Bunga pelan karena malu


"Apa yang membuat kamu berubah pikiran, mama dan papa kemarin kemarin sudah membujuk kamu. Tapi tak pernah kamu tanggap."


"Setelah Bunga pikir, memang benar kata kak Axel.Buat apa harus kuliah sampai keluar ke luar negeri jika hanya buat belajar mandiri "


"Syukurlah sayang.. mama sangat senang mendengar kamu berubah pikiran. Karena sebenarnya mama belum siap berjauhan denganmu "ucap Ani sambil memeluk Bunga


Alya memandangi Axel dan Bunga bergantian.


"Tampaknya kamu dan Bunga telah berbaikan sehingga Bunga berubah pikirannya"


*******************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel

__ADS_1


__ADS_2