Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 119. Alexa Salma Aqila dan Axel Aydin Khalfani


__ADS_3

Alya sudah semakin membaik setelah dua hari sadar dari komanya. Tian membantu Zahra membersihkan tubuh Alya pagi ini.


Yudha dan mama tidak menginap dirumah sakit. Setelah Tian berganti pakaian, Tian menyuapi Alya sarapan pagi.


"Zahra... kalau sikembar sudah tidur, kamu bisa mandi dan setelah itu sarapan"


"Ya pak... sekarang sikembar sudah tidur. Saya mau permisi dulu, mau mandi. Setelah itu saya mungkin langsung ke kantin buat sarapan. "


"Ya.. Zahra. Terima kasih"ujar Alya.


"Bu Alya mau dibelikan sesuatu dari kantin. Nanti bisa saya belikan sekalian.. "


"Nggak ada Zahra.. "


"Kalau begitu saya pamit dulu... "


Zahra memang selalu mandi di kamar mandi dekat ruang istirahat para perawat. Ia segan mandi di kamar mandi yang ada diruang rawat Alya. Karena Tian selalu ada disamping Alya.


"Sayang... setelah kamu keluar dari rumah sakit,kita akan adakan pesta syukuran atas kesembuhanmu dan menyambut kehadiran sikembar ya.. "


"Kakak... rencananya mau diadakan dimana"


"Di hotel kita bagaiamana.. "


"Tapi kak... kalau di hotel berarti si kecil akan dibawa kesana... kalau menurut Alya bagaimana kalau dirumah saja. Nggak usah terlalu mewah. Sekalian Aqiqah si kembar"


"Kalau menurutmu lebih baik dirumah.. kak Tian ngikut saja"


"Kak.. bagaimana kalau pagi khusus buat anakn yatim, siang hari baru para tamu yang lain. Tapi jangan terlalu banyak sebar undangan, hanya untuk orang terdekat saja"


"Kak Tian rasa itu memang kebih baik. Karena si kembar nggak mungkin berlama lama dikerumunan orang"


"Kak.. seperti nya Yudha cocok deh dengan Zahra.. "


"Nggak boleh jodohin orang. Biar saja mereka jalani, jika memang mereka berjodoh pasti nanti akan saling dekat dan menyukai akhirnya"


"Hhhmmmm... "


Selama seminggu Alya masih harus dirawat ,agar pemulihan pasca operasi nya cepat membaik.


#################


Seminggu telah berlalu, akhirnya Alya kembali ke rumahnya. Ia tampak sangat senang bisa kembali ke kamarnya..


"Kak... Aku senang akhirnya dapat kembali ke kamar ini. Aku merindukan suasana kamar ini"


"Kak Tian juga sangat merindukan suasana kamar ini. "Tian langsung merebahkan dirinya dikasur empuknya.



Tian tidur tengkurap dengan memeluk bantal menghadap Alya..


"Sayang.. kak Tian nggak mau kamu hamil lagi, cukup sikembar yang menjadi keturunan kita. Kak Tian nggak mau melihatmu terbaring lemah lagi"


"Apa kak Tian serius... katanya kakak pengin anak yang banyak, biar rumah ramai. "

__ADS_1


"Besok juga akan ramai jika Yudha menikah. Pasti si kembar ada teman mainnya juga.. "


"Semua terserah kak Tian saja.. "


Tian bangun dari tidurnya dan mendekati Alya. Tian mengecup seluruh bagian di wajah Alya


"Terima kasih karena telah mau mengandung buah hati kita dan berjuang ketika melahirkan mereka. Kamu adalah istri terbaik dan mommy terhebat buat sikembar. Kak Tian sudah janji tidak akan melakukan sesuatu yang jelek lagi jika kamu sadar. Kakak akan mengulang janji kakak ketika kamu tak sadar kemarin, kak Tian akan meninggalkan kebiasaan merokok, minuman keras dan ke klub untuk selamanya. Kak Tian ingin menjadi contoh yang baik buat anak anak. Dan juga kak Tian ingin menjadi suami yang selalu dapat kamu banggakan... "ucap Tian dan mengecup bibir tipis Alya.


"Kak Tian juga suami yang sangat aku banggakan dan daddy terhebat buat sikecil. Aku yakin si kecil sangat beruntung dilahirkan dari darah daddy seperti kakak"


"Sayang... Kamu sudah mempersiapkan nama buat sikembar kan... siapa nama yang kamu beri buat mereka"


"Oh ya.. aku sudah mempersiapkan nama mereka... buat putri kita... Alexa Salma Aqila yang artinya perempuan yang menjadi penolong dan penyelemat masyarakat yang memiliki otak cerdas. Buat putra kita aku beri nama Axel Aydin Khalfani yang artinya bapak perdamaian yang cerdas dan menjadi pemimpin. Bagaimana kak... apa kakak setuju"


"Ya sayang... nama yang bagus.. "


"Kak.. kata Bumi siapa anak kita yang duluan dilahirkan.. "


"Putri kita yang duluan dilahirkan... Alexa"


Pintu kamar mereka diketuk dari luar. Alya mempersilakan masuk.. karena ia tahu pasti Zahra yang membawa si baby twins yang telah mandi. Zahra meletakan putri mereka diatas kasur dan kembali lagi buat mengambil putra yang masih ada dikamarnya.


"Bu Alya mau menyusui siapa pertama... putri apa putra ibu... "


"Zahra mulai hari ini kamu bisa memanggil putriku Alexa dan putraku Axel.. "


"Nama nama yang bagus... jadi siapa yang mau ibu susui pertama"


"Axel saja dulu.. kak Tian bisa belajar menggendong Alexa dari Zahra sementara aku mau menyusui Axel.. "ucap Alya.


Setelah keduanya puas menyusui, Alya meletakan Axel dan Alexa diatas kasur, ia melihat si kembar dengan tersenyum dan penuh kasih sayang. Tak pernah ia mengira akan mendapati anugerah bayi sekaligus dua.



Tian tidur disamping Axel sambil memegang pipi gembul putranya itu.


"Kak Tian... jangan diganggu... Axel nya baru tidur.. nanti kebangun lagi"


"Sampai usia berapa si kembar menyusui dengan mommy nya"


"Kalau bisa sih sampai usia dua tahun, tapi jika ASI nya nggak ada lagi ya.. terpaksa dengan susu formula sepenuhnya "ujar Alya.


Sikembar memang diberi ASI siang hari hanya pada malam hari ia diberi susu formula agar Alya bisa istirahat penuh, itu keputusan yang dibuat Tian ketika Alya bersikeras memberi ASI. Tian maunya si kembar di beri susu formula sepenuhnya tapi Alya nggak setuju. Makanya selama di rawat kemarin ia berusaha memberi ASI sampai bisa.


"Berarti giliran daddy nya lama lagi... dua tahun lagi baru bisa nyusu dengan mommy nya"


"Kak Tian... pikirannya masih mesum saja saat saat begini"ucap Alya manyun


Pintu kamar kembali terbuka,ternyata Yudha yang masuk..


"Baby twins nya uncle... di cari ke kamar nggak tahunya ada disini"ucap Yudha sambil mengecup kedua pipi si kembar


"Hei... lu mau mati ya... anak gue baru tidur, main nyosor aja... nanti kulit anak gue alergi awas lu... gue cabut semua saham gue"


"Udah jadi bapak... masih saja suka ngancam.. kayak anak kecil saja"

__ADS_1


"Lu juga kalau masuk kamar orang, ketuk dulu. Siapa tahu gue lagi main kuda kudaan dengan Alya, jangan asal masuk saja"


"Cuihh... Alya baru saja melahirkan, pikiran kak Tian sudah mesum saja. Lagian masa mau main depan anak anak sih... merusak mata anak anak saja. Alya... kamu memang tambah cantik saja habis melahirkan"


"Hei... bro. Jangan coba coba merayu Alya lagi. Dia itu sudah jadi mommy.. "


"Jangan takut bro... aku sudah tak ada hati dengan Alya. Aku hanya menganggapnya sebagai ipar saja tak lebih. Aku sudah ada target baru untuk dijadikan calon istri"


"Maaf bu... boleh saya masuk... "ucap Zahra dari balik pintu


"Panjang umur tuh calon istri aku... "


"Apaaa... jadi lu naksir Zahra... "tanya Tian kaget


"Memang kenapa... "


"Apa Zahranya mau dengan lu.. "


"Masuk Zahra... "ucap Alya


"Bu... ini susu buat ibu"ucap Zahra memberi susu buat Alya.


"Alya... bagaimana Yudha menurut kamu... "


"Maksud ibu apa"


"Menurutmu Yudha masuk kategori calon suami kamu nggak... "ujar Alya.


Zahra langsung memandang ke arah Yudha,membuat ia salah tingkah.


"Mengapa memandangnya begitu amat... naksir ya...terpesona ya dengan ketampananku"


"Siapa yang naksir... aku mau melihat apa kamu masuk kategori suami idaman nggak"


"Jadi menurutmu bagaimana Zahra... masuk nggak"tanya Tian juga antusias.


"Belum sepenuhnya masuk kategori pak.. ..karena saya mau mencari calon suami yang berwibawa,dewasa dan bertanggung jawab. Bukan yang kekanak kanakan.. .."ucap Zahra polos


"Ha... ha.... ha... belum melangkah saja sudah ditolak"tawa Tian dengan kencangnya membuat si kembar menangis..


"Kak Tian suaranya... bisa kecilin dikit.. "ujar Alya


Zahra dan Yudha spontan menggendong si kembar


"Tuh Zahra... Yudha sudah bisa momong bayi, siapa bilang belum dewasa... "ucap Alya..


Zahra memandangi Yudha yang menggendong Axel dengan tersenyum.


"Ya.. bu... ternyata Yudha bisa juga dewasa "ucapnya. Dan membuat Yudha menyunggingkan senyum kearah Tian sambil menaik turunkan alisnya.


*********************


Terima kasih...


Mampir ya kenovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2