
Seperti janjianya dengan Satria, malam ini Alya menunggu nya di taman kota.
Ia memilih tempat terbuka untuk menceritakan masa lalu nya dengan Tian karena berharap suasana yang terbuka juga akan membuat ia berbicara terbuka dengan Satria.
Alya sudah berjanji akan menceritakan semuanya, agar Satria tidak bertanya lagi hubungannya dengan Tian. Juga menghindari prasangka buruk Satria.
Setelah menunggu hampir dua jam,Satria tidak juga tampak. Langit juga tampak gelap... tak ada bintang menghiasi. Sepertinya akan turun hujan.
"*Apa sebaiknya aku pulang saja. Sepertinya akan turun hujan. Mungkin Satria lupa ada janji denganku... "Alya mencoba menghubungi Satria tapi ponselnya tak aktif.
"Bagaimana ini... jika aku kembali, aku takut Satria datang dan mengira aku berbohong. Aku tak mau lagi ada yang disembunyikan, aku harus bicara semua hal yang ingin Satria ketahui*.... "
"Sebaiknya aku tunggu beberapa saat lagi. Jika Satria tidak muncul juga.. aku harus pulang. Aku tak mau nanti hujan turun,aku takut nanti akan ada petir. Aku tak mau pingsan disini.
Sementara itu dirumahnya Satria lagi berdebat dengan Sari.
"Jika kak Satria menemui nya aku akan pergi lagi. Aku akan pergi jauh dimana tak seorangpun dapat menemuiku. Kakak aku sendiri tak percaya denganku. Buat apa aku ada disini. Kak Satria bilang sangat menyayangi Sari... tapi sejak mengenal Alya semua berubah... kakak tidak percaya lagi omongan Sari dan tak mau mendengar perkataan Sari lagi. Pergilah temui Alya.. tapi sejak saat itu kak Satria harus mau kehilangan adikmu ini... "Sari berucap sambil menangis.
"Baiklah... kak Satria tidak akan datang. Kak Satria akan tetap disini. Tapi kembalikan ponsel kakak... Kak Satria harus menghubunginya... Kasihan nanti Alya menunggu terlalu lama... "Satria meminta ponselnya yang ditahan Sari
"Nanti pasti Sari kembalikan... tunggu sesaat lagi. Biar ia menunggu kak Satria dulu. Biar ia tahu gimana rasanya diacuhkan... "
"Sari... ini akan turun hujan.. nanti Alya bisa kehujanan menunggu kak Satria"
"Biarin... mengapa kak Satria masih tetap memikirkannya. Apa kak Satria benar benar telah jatuh cinta dengan Alya. Apa hebatnya Alya... mengapa kak Satria begitu menyukainya... "Sari kembali berteriak dan menangis.
"Sudahlah Sari... jangan menangis lagi. Kakak janji tidak akan berhubungan dengan Alya lagi... "
Di tempat lain Alya masih menunggu. Di langit mulai tambak kilatan petir. Alya tampak mulai ketakutan. Suara petir sudah mulai terdengar. Alya tampak gemetar karena ketakutan. Ia berlari ketepi jalan... tempat mobilnya diparkir. Belum sempat ia membuka pintu mobil terdengar suara petir yang sangat besar,Alya langsung terduduk di aspal dengan wajah yang tertunduk.
"Alya takut... tolong Alya... "lirih Alya sambil menangis. Hujan pun sudah mulai turun membasahi tubuh Alya.
Tian yang baru pulang dari pertemuan, kebetulan melewati jalan itu. Ia melihat ada wanita yang terduduk di aspal sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Mengapa wanita itu terduduk diaspal. Apa ia sakit. Ia tampak ketakutan dan kedinginan. Apa aku harus menolongnya.. "Tian menepikan mobilnya dan mendekati wanita itu
"Seperti Alya... apa memang Alya. Mengapa ia kehujannan... Apa karena ia takut akan petir tadi... "Tian mendekati wanita itu
"Alya... apa yang kamu lakukan. Mengapa kamu hujan hujanan... "Tian mengguncang bahu Alya
Alya membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya... ia melihat Tian dan langsung memeluknya
"Kak Tian... Alya takut... "Alya semakin mempererat pelukannya
"Ayo kita pulang... kamu sudah sangat ketakutan dan kedinginan... "Tian langsung saja menggendong Alya dan membawanya masuk ke mobil.
Tian menjalankan mobil menuju rumahnya. Sampai di rumahnya... ia membawa Alya masuk ke kamar dan meminta tolong bibi menggantikan pakaian Alya dengan kemejanya untuk sementara .
Setelah bibi selesai membantu Alya mengganti pakaiannya,Tian masuk ke kamar itu.
Ia melihat Alya yang masih ketakutan...
"Mengapa kamu sampai ada di tempat itu hujan hujan begini. Siapa yang kamu tunggu.. "Tian bertanya sambil menutupi tubuh Alya dengan selimut.
"Lain kali jika langit tampak gelap kamu segera aja pulang, walau ada janji. Bagaimana jika kamu sampai pingsan. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi... Sudah jelas takut akan petir... tapi masih juga menunggu saat hujan akan turun. Apa kamu begitu mencintai Satria.. sehingga rela menunggunya walau harus melawan rasa takut mu... "Satria berkata dengan emosi
"Bukan begitu kak... Alya tadi sudah akan pulang. Alya akan menuju mobil... tapi tiba tiba petir menggelegar... Alya jadi ketakutan... "
"Mana kunci mobilmu... biar supirku yang mengambilnya di sana... "
"Ini... kak.. terima kasih... "
Terdengar suara ponsel Alya yang berada dekat nakas.. .. Tian yang melihat siapa yang menghubungi Alya langsung mengambil dan menjawabnya
"Alya.. maaf aku baru bisa hubungi kamu. Ponselku tadi hilang.. aku lupa meletakannya dimana, lagi pula ponselku lagi low bat, sehingga susah mencari dimana letaknya.. "
"Aku menunggumu di kafe dekat rumahmu. Ada yang harus aku bicarakan... Alya sekarang lagi sakit karena kehujanan menunggumu. Kau harus datang kalau tak ingin aku datangi kerumahmu... "Tian langsung mematikan ponsel Alya
__ADS_1
"Kamu istrirahat aja.. aku harus bicara dengan Satria"
"Kak Tian... jangan bertengkar.. Alya mohon bicarakan semua baik baik. Mungkin Satria memang lupa ada janji dengan Alya... "
"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Satria... mengapa kamu janjian ketemu disana bukan nya di kafe atau restoran "
"Satria ingin tahu apa hubungan Alya dengan kak Tian... dan juga ia ingin tahu apa Alya mengenal Sari sebelum Alya dekat dengan kak Tian... "
"Kamu tahu... Sari itu adiknya Satria.. pasti Sari sudah menceritakan hubungan kamu dan aku. Tapi aku tak tahu apa yang Sari ceritakan.... pasti ia berbohong dengan Satria mengenai apa yang pernah ia lakukan padamu... kamu tahu Satria sangat membenciku karena ia mengira aku memutuskan pertunangan aku dengan Sari karena aku yang selingkuh. Tapi Satria tidak pernah tahu apa yang Sari lakukan terhadap mu dan kandunganmu dulu... "
"Sari adiknya Satria.... "Alya begitu terkejut mendengarnya... ia tak percaya akan pendengarannya
"Jika memang Sari adiknya Satria... mengapa ia masih ingin tahu hubungan Alya dengan kak Tian... apa ia ingin memastikan apa cerita Alya sama dengan yang Sari ceritakan dengannya... ...apa karena ini Satria membenci kak Tian. "
"Ya... Sari pasti tidak akan jujur dengan apa yang terjadi sebenarnya...itu sebabnya Satria sangat membenci kak Tian"
"Kak Tian... kalau begitu Alya ikut kak Tian. Alya harus menceritakan semuanya. Satria tidak bisa hanya menyalahkan kak Tian. Ia harus tahu apa yang pernah Sari lakukan pada Alya... "
"Kamu tidak boleh pergi. Kamu tetap disini. Biar kak Tian yang menemuinya. Kamu serahkan aja semua dengan kak Tian. Kak Tian akan menceritakan semuanya... tidak akan ada yang kak Tian tutupi lagi.. biar ia tahu siapa Sari yang sebenarnya... "
"Tapi Alya takut nanti kak Tian emosi. Nanti kak Tian bisa berkelahi jadinya"
"Kamu jangan kuatir. Ini sebenarnya masalah kak Tian. Bukankah kamu sebenarnya memang nggak tahu kalau kak Tian sudah bertunangan dengan Sari. Jadi biarkan kak Tian yang menyelesaikannya. Telah lama kak tian ingin menjelaskan semuanya.. tapi Satria tidak pernah mau mendengarnya. Kali ini ia tak bisa menghindari kak Tian lagi.. ia harus mendengar semuanya... "
"Kak Tian... hati hati.. janji kak Tian akan menyelesaikan semuanya dengan baik baik. Karena bagaimanapun Sari melakukan itu karena ia sangat mencintai kak Tian, ia melakukannya karena tak ingin kak Tian meninggalkannya. ..."
"Kamu serahkan aja semuanya dengan kak Tian. Sekarang kamu tidur. Jangan menunggu kak Tian. Kakak pamit dulu... "
Tian meninggalkan rumahnya menuju tempat ia janjian dengan Satria. Ia akan menceritakan apa sebenarnya yang terjadi.
*************************
Terima kasih atas dukungannya dengan memberi vote... like dan koment.
__ADS_1
Terima kasih juga karena tetap membaca novel ini. Mampir juga di novelku CINTA TAK PERNAH SALAH