Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 112. Mengidam Cimol...


__ADS_3

Sampai di panti asuhan, Zahra mempersilakan Alya masuk dan memanggil bunda..


"Bunda... kenalkan ini bu Alya"


"Alya... "ucap Alya sambil mengulurkan tangannya.


"Silakan duduk nak Alya.. "


"Ya.. bu. Bu... ini ada sedikit makanan buat adik adik disini.. "


"Terima kasih banyak nak Alya.. "


"Bunda.. mulai hari ini Zahra akan tinggal dirumah bu Alya... "


"Jadi kamu bekerja dengan nak Alya.. "


"Ya bunda... "


"Nak Alya... ibu titip Zahra ya... jika ada yang salah dalam prilakunya.. kamu tegur saja seperti adikmu sendiri. Zahra belum pernah tinggal di rumah orang. Ia baru bekerja beberapa bulan di rumah sakit. Zahra bilang, ia akan menjaga kesehatan kandungan nak Alya. Semoga nak Alya nanti menyukai kerjanya Zahra"


"Iya bu... saya akan menjaga Zahra seperti adik saya sendiri.. "


"Bu Alya.. bunda.. Zahra pamit dulu.. mau nyusun pakaian... "


"Kamu jangan banyak bawa pakaian... nanti kita bisa beli.. "


"Nggak usah bu... baju saya masih banyak.. mending bawa yang ada saja "


"Nak Alya... ibu lihat kamu wanita yang baik... ibu percaya Zahra pasti akan menjadi lebih baik jika bekerja dengan mu"


"Terima kasih bu.. karena percaya dengan saya"


Setelah Zahra selesai menyusun pakaian, ia pamit kepada adik adik semua.


"Ibu... saya pamit... saya bawa Zahra"


"Bunda... Zahra pamit. Bunda jaga kesehatan. Jika terasa ada yang sakit segera hubungi Zahra. Obat obat buat adik dan bunda masih ada... jika habis hubungi Zahra juga"


"Hati hati nak Alya... Zahra.. terima kasih banyak nak Alya"


"Ya bu... sama sama"


"Ya... bunda... "


#####################


Sampai dirumah... Alya meminta bibi menunjukan kamar yang akan ditempati Zahra.


"Zahra...tugas kamu hanya untuk mengecek kesehatan saya... pekerjaan yang lain sudah ada yang mengerjakan. "


"Baik bu... "


"kamar kamu bersebelahan dengan bi imah. Jika kamu memerlukan sesuatu bisa bertanya dengan bi Imah. Di rumah ini juga ada bi sum dan bi mar... kamu juga bisa bertanya dengan mereka"


"Baik bu... "


"Saya mau ke kamar saya dulu... kamu bisa istirahat sekarang.. "


Alya berjalan menuju kamarnya. Bi imah bilang Tian sudah pulang. Alya masuk kamar dan melihat Tian sudah tidur. Ia pergi kekamar mandi membersihkan diri dan berganti pakaian tidur, setelah itu Alya langsung naik ke tempat tidur.


"Kak Tian... sudah tidur ya"ucap Alya sambil tidur disebelah Tian. Melihat Tian yang hanya diam, Alya mendekatkan wajahnya ke wajah Tian. Dan mengecup semua bagian di wajah Tian.. dan terakhir mengecup bibir Tian..


"Capek banget ya kak.. tumben sudah tidur. Biasa nya tunggu Alya tidur dulu"Alya menenggelamkan kepalanya didada bidang Tian sambil menghirup bau maskulin dari tubuh Tian,dimana Tian memang tak memakai baju, bertelanjang dada.

__ADS_1


Tian yang ternyata pura pura tidur tersenyum melihat tingkah istrinya. Biasanya ia yang mengerjain istrinya seperti itu..


Tian menurunkan kepalanya,mensejajarkan dengan kepala istrinya dan melum*t bibir istrinya dengan rakusnya..


Setelah melihat istrinya yang kesulitan bernafas baru Tian melepaskan lum*tannya.


Alya menghirup udara sebanyak banyaknya.


"kak Tian... jahat ih.. jadi tadi pura pura tidur ya"ucap Alya manyun


"Kakak ingin tahu saja... apa reaksimu melihat kak Tian yang tidur duluan"


"Kak.. Zahra mulai hari ini sudah kerja dengan kita,ingat ya kak tanggal gajiannya. Karena gajinya biasanya buat ibu di panti asuhan tempat selama ini ia tinggal"


"Kamu jangan kuatir... kak Tian nggak pernah telat bayar gaji karyawan. Bagaimana anaknya... kamu suka"


"Ya kak... Aku suka dengan Zahra... sepertinya ia bisa jadi teman ku. Aku pasti nggak kesepian lagi. Umurnya lebih muda dua tahun dariku "


"Syukurlah kalau kamu suka... sekarang kakak minta ucapan terima kasihnya.. "


"Kak Tian mau apa... "


"Mau kamu... "Ucap Tian sambil tangannya mulai masuk ke dalam baju Alya.


"Kak Tian.... pikirannya kesana melulu.. "


"Namanya juga lelaki normal, apalagi punya istri cantik dan seksi kayak kamu... tapi benar lho sayang... kamu tampak lebih seksi dengan perut yang makin membesar itu"


"Bukannya jelek ya kak... "


"Siapa yang bilang jelek... kamu tambah cantik sejak hamil... "


"Kak Tian ngerayu karena ada maunya saja... "


Tian mulai menaiki tubuh Alya pelan dan memulai pergulatan panas mereka.


##############


Pagi hari Alya melihat Zahra membantu bi Imah menyiapkan sarapan.


"Selamat Pagi bu Alya... "sapa Zahra


"Lagi ngapain kamu.. Zahra... "


"Saya sudah melarang bu... biar saya yang buat sarapan tapi Zahra ngotot pengin bantuin... "


"Nggak apa apa bi... saya juga nggak ada kerjaan.. "


"Biar saja bi... kalau Zahra mau membantu. Tapi jika kamu capek jangan dipakasain Zahra... "


"Ya bu... "


"Selamat Pagi sayang... "ucap Tian dan mengecup pipi serta bibir Alya.


"Kak Tian... kenalkan ini Zahra... .Zahra ini suami ku.. Tian.. "


"Selamat Pagi pak... saya Zahra yang akan membantu menjaga bu Alya.. "ucap Zahra dengan menunduk


"Semoga kamu betah disini... Zahra.. tugasmu setiap pagi pastikan kalau Alya meminum susunya.. dan tiap hari dibuat dengan rasa yang berbeda agar Alya tak bosan. Mengecek tensinya.. dan memastikan Alya meminum obat dan vitaminnya.. "


"Baik pak... kalau begitu saya permisi dulu bu Alya.. pak Tian"ucap Zahra dan masuk kekamarnya setelah menyiapkan sarapan di meja


"Mengapa ia selalu menundukkan kepalanya kalau bicara... "ujar Tian

__ADS_1


"Ia tak mau memandang karena takut dibilang nggak sopan, begitu kak.. kata Zahra.. "


"Sayang.... kamu mau dibeliin apa nanti sepulang kak Tian kerja.. "


"Kak... Alya mau martabak telur ya.. nanti beliin sambil kak Tian pulang kerja... sekalian buat semua yang dirumah.. bukan buat Alya saja"


"Ya.. sayang... kamu mau apa lagi"


"Apa kak Tian boleh.. kalau Aku minta yang aku inginkan dari kemarin.. .. "


"Memangnya kamu mau apa.. kak Tian usahakan beli dari pada si kembar ileran"


"Aku mau cimol yang biasa mangkal di depan agensi"


"Apaaa.. ...kamu nggak salah sayang... pengin makan itu.. "


"Ya kak... dari kemarin aku pengin banget tapi takut kak Tian nggak boleh"


"Besok kak Tian minta mamangnya langsung kesini dengan gerobak nya... "


"Kak Tian serius....."


"Ya... biar kamu makan sepuasnya... dan lebih enakan panas panas makannya.. "


"Kak Tian kok tahu kalau cimol lebih enak disantap selagi panas.. kata kak Tian.. nggak pernah makan itu.. "


"He... he... waktu kamu hamil tiga bulan kak Tian pernah beli karena pengen banget... "


"Jadi kak Tian juga merasakan ngidam makan cimol si mamang... ha.. ha.. "tawa Alya


"Hhhmmmm... jangan tertawain... kak Tian juga nggak tahu ngapain sampai ngidam cimol si mamang depan agensimu... "


"Itu karena kak Tian sering ngeledek aku kalau lagi makan cimol... "


"Mungkin juga... "


"Katanya itu bukan makanan sehat... tapi dimakan juga.. "


"Habis kemarin pengin banget... makanya bela belain beli.. kak Tian ada kok nomor ponsel si mamang... "


"Hhhhaaaa.... Kok kak Tian sampai menyimpan nomornya... berarti bukan sekali saja kan kak Tian beli.. "


"Hhhhmmmmm... "Tian hanya berdehem menjawab ucapan Alya.


"Kak Tian curang... Alya dilarang dan diledek makan itu... tapi ia selalu beli diam diam... "


"Nanti kak Tian minta si mamang langsung masakin didapur kita.. biar lebih higienis"


"Betul ya kak... "


"Iya... buat kamu apa yang nggak kak Tian lakuin"ucap Tian sambil mengecup pipi Alya.


"Terima kasih kak... "ucap alya girang


"Begitu saja kamu sudah girang banget sayang.....nggak ada minta yang macam macam.. padahal sesulit apapun permintaan mu pasti akan kak Tian kabulkan... kamu tetap Alya dengan segala kesederhanaan "


Setelah sarapan Tian berangkat kerja. Diperjalanan ia menghubungi Andi memintanya menelpon mamang cilok agar nanti sore bisa buatkan cimol seperti biasa ia jual dirumah Tian.


**************************


Terima kasih buat semuanya...


Mampir juga ya dinovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA serta novel ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI

__ADS_1


__ADS_2