
"Silakan masuk... "ucap Zahra dengan MUA yang akan merias wajahnya.
"Maaf bu Zahra.. sebaiknya kita ke kamar yang khusus buat merias saja. Ini kan kamar pengantin bu Zahra, nggak enak kalau dirias disini"
"Nggak apa apa disini saja.. "
"Ada apa sayang... "tanya Yudha
"Begini pak Yudha, saya meminta ibu Zahra buat dirias diruang sebelah saja.. karena inikan kamar pengantin, nggak mungkin saya masuk, lagi pula peralatan make up saya ada diruang sebelah "
"Oke... kalau begitu kamu duluan, nanti saya dan Zahra menyusul kesana"
"Baik pak.. saya permisi dulu"ucap penata rias itu dan berjalan menuju ke ruang sebelahnya.
Yudha dan Zahra menyusul setelah terlebih dahulu mengganti pakaian nikah yang masih melekat di tubuh Yudha.
Sampai di ruangan yang khusus buat merias pengantin dan keluarga,Yudha melihat ada mamanya, Tian, Alya dan Bumi didalamnya.
Yudha dan Zahra melangkah dengan pasti menuju kursi yang didepannya terdapat kaca yang sangat besar.
Belum sempat Zahra duduk, tangannya dipegang sama mama..
"Sini sayang... mama lihat sebentar"ucap mama melihat kearah leher dan dada Zahra yang banyak terdapat tanda merah.
"Ada apa ma... "tanya Zahra heran
"Nggak ada apa apa... kamu duduklah, biar bisa dirias lagi"
Mama lalu mendatangi tempat Yudha yang berdiri bersama Tian dan Bumi.
Mama menoyor kepala Yudha, membuat ia kaget.
"Mama apa apaan sih... main toyor saja.. sakit"ucapnya protes
"Kamu tuh ya.. nggak sabaran banget sih jadi orang"
"Maksud mama apa... Yudha nggak ngerti"
"Lihat tuh... leher dan dada Zahra"
Zahra yang namanya disebut, langsung melihat ke cermin besar, dan terkejut melihat tanda merah dileher dan dadanya. Ia langsung menunduk dengan wajah merah menahan malu.
"Astaga Yudha ....kamu ternyata buas juga.. "ujar Bumi
"Dasar gila... udah kebelet kawin ya"ucap Tian
"Biarin... Kak Bumi iri, bilang saja. Makanya cari pendamping... jangan jomblo terus... mau kiamat... ntar nyesal nggak dapat merasakan kawin"
"Gue bukan nggak laku ya.. gue saja yang belum mau nikah... kalau kawin sih sudah"
"Dasar edan kalian.. . "ucap mama
"Jangan bilang Lu udah langsung jebolin gawangnya Zahra"ucap Tian
"Hampir sih tadi... tapi gagal keburu dipanggil buat di make up"
"Kamu kayak nggak ada waktu saja.. nanti malam kamu kan bisa melakukannya.. kasihan Zahra... "ucap mama
"Ma... mana aku tahan lihat istri cantik.. masa dianggurin saja"
"Dasar mesum... mama dosa apa ya dulu, punya anak dua orang, tapi mesum semua. Dikira cuma Tian saja yang mesum, ternyata si Yudha lebih mesum lagi"
"Ma... mama seharusnya bangga memiliki dua anak yang perkasa"ujar Tian
__ADS_1
"Mama cuma kasihan dengan menantu menantu mama... harus melayani kalian yang buas"ucap mama sambil nyengir
Zahra dan Alya hanya tersenyum mendengarnya. Setelah semua dirias, Tian dan Alya serta yang lain keluar duluan menuju ruang pesta. Tinggal kedua pengantin.
Alya yang hanya memakai dress selutut tanpa lengan tampak sangat cantik, serasi dengan Tian yang memakai jas hitam kasual.
Para tamu undangan yang sudah berdatangan, disambut oleh Tian dan Alya. Sikembar Alya titip dengan bi Nah dan Bi Sum.
Tiba tiba musik berhenti dan lampu dimatikan. Tinggal satu lampu sorot yang menuju kelorong ruangan. Pembawa acara mengatakan pengantin akan memasuki ruangan pesta.
Zahra yang memakai gaun putih tampak sangat cantik didampingi Yudha yang juga sangat tampan.
Semua mata tamu undangan hanya tertuju pada kedua pengantin yang berjalan memasuki ruangan menuju kursi pelaminan. Semua tamu berdiri, tanda penghormatan buat pengantin.
Setelah pengantin duduk dipelaminan barulah lampu ruangan itu dihidupkan kembali.
Musik pun kembali dimainkan.
Ketika tamu undangan sedang asyik menyantap hidangan yang tersedia, Yudha naik kepanggung.
"Selamat malam buat semua keluarga saya dan keluarga istri saya Zahra. Saya mengucapkan terima kasih buat dukungan dan restu nya untuk kami berdua dan Juga ucapan terima kasih buat tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di pesta pernikahan saya ini. Saat ini saya akan membawakan sebuah lagu yang saya persembahkan buat istri saya tercinta... Zahra. Kau adalah bentuk terindah... dari baiknya Tuhan padaku... kau wanita terhebatku... ..."
Yudha duduk disebuah kursi dan mulai memainkan lagu Bukti....
memenangkan hatiku bukanlah
satu hal yang mudah
ku tak bisa hidup tanpamu
menjaga cinta itu bukanlah
satu hal yang mudah
namun sedetikpun tak pernah kau
berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras Dan hati
kau jadi harmony saat ku bernyanyi
tentang terang dan gelapnya hidup ini.
Kaulah bentuk terindah
dari baiknya Tuhan padaku
waktu tak mengusaikan cantikmu
__ADS_1
kau wanita terhebat bagiku
tolong kamu camkan itu
meruntuhkan egoku bukanlah
satu hal yang mudah
dengan kasih lembut kau pecahkan
kerasnya hatiku....
Setelah menyanyikan sebuah lagu Yudha turun dan kembali keatas panggung dengan menggandeng Zahra .Yudha berlutut dengan satu tumpuan kaki dan memegang tangan Zahra.
"Zahra istriku tersayang... dihadapan semua tamu undangan ini,sebagai saksinya....aku Rivaldi Yudha Pratama berjanji padamu, aku akan menemani kamu dan mendampingi kamu sampai maut memisahkan kita.. aku tak akan pernah meninggalkan kamu walau apapun yang akan terjadi, aku akan menerima semua kekuranganmu dan menjadikan itu sebagai satu kelebihan, jika aku mencari suatu yang sempurna aku tak akan pernah mendapatkannya didunia ini...karena semua manusia tak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya lah milik Allah.. dan aku juga berharap kamu mau menerima semua kekurangan ku... aku mencintaimu Zahra"ucap Yudha lalu ia pun berdiri dan melum*t bibir istrinya ,membuat Zahra menjadi malu, wajahnya langsung memerah.
Semua tamu undangan bersorak dan bertepuk tangan melihatnya.
"Gila tuh Yudha... mesum banget"ucap Bumi.
"Gue juga tak pernah mengira ia semesum itu"ujar Tian
"Romantis banget sih Yudha... "puji Alya. Tian yang duduk disamping Tian menjadi cemburu mendengarnya.
"Apa kamu bilang sayang... "
"Yudha.... so Sweet banget deh kak... "
"Kamu masih mencintainya ya... "
"Nggak lah.. kakak cemburu ya... "gumam Alya
"Gitu saja dibilang so sweet.... kamu pikir aku tak bisa melakukan itu.. aku juga bisa menciummu didepan umum... kamu mau aku praktekan sekarang"
"Kak Tiaaannn... jangan mesum deh"
"Tapi kamu mau aku romantis kayak Yudha'
"Bukan ciumannya yang romantis... tapi dengan Yudha mempersembahkan sebuah lagu serta kata kata cintanya itu yang romantis... "
"Kalau soal nyanyi Tian pasti kalah dari Yudha... "ujar Bumi yang mendengar percakapan keduanya
"Lu pikir gue tak bisa nyanyi... "
"Jangan kan menyanyi, .. ngorok Lu aja fals"
"Emang Lu bisa nyanyi.... "tanya Tian
"Lu belum tahu ya... kalau gue nanti menyanyi pasti semua tamu undangan pada lari.... lari menjauh sih maksud gue... karena telinga mereka sakit mendengar suara gue... "
"Ha.. ha... Bumi bisa aja"ucap Alya
"Besok gue mau kursus... "
"Kursus apa Kak.... "
"Kursus menyanyi dengan penyanyi kondang sekalian... biar bisa nyanyi dan romantis juga kayak Yudha"ucap Tian sambil manyun
"Apaaaa.... "ucap Alya dan Bumi serempak. Setelah itu mereka pun tertawa serempak juga, Tian yang ditertawakan merasa sangat kesal.
*******************************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Mampir juga dinovelku berjudul ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
__ADS_1